Ringkasan Khotbah Maret 2003
02 Maret 2003
Pdt. Rev. Yasuo Atsumi M.Div.
Pembacaan Alkitab : Ayub 42:1-17
Kesabaran dan Pemulihan   
 
     Ayub adalah seorang yang saleh dan benar, maka Tuhan mengijinkan iblis menggoda dan merusak dia artinya menguji imannya akhirnya semua harta bendanya habis bahkan 10 anaknya meninggal (Ayub 1) tapi sungguh luar biasa kesabaran Ayub bahkan ia berkata : Tuhan yang memberi, Tuhan pula yang mengambil terpujilah Nama Tuhan. Kesabaran Ayubtetap diuji dengan sakit penyakit bahkan sampai isterinya berkata : �Kutukilah TuhanMu dan lebih baik engkau mati� (Ayub 2) , tetapi Ayub tetap sabar sampai datang ketiga sahabat Ayub yang juga orang benar dan perkataannya pada Ayub tidak salah namun terlalu tajam bagi Ayub karena Ayub merasa orang benar dan tidak pernah berbuat dosa dan tidak bersalah. Terus teman-temannya menjelaskan tentang Tuhan yang maha kuasa dan maha adil yang mustahil mendatangkan malapetaka bagi kamu jika tidak bersalah tapi Ayub tetap berkata bahwa ia tidak pernah berbuat dosa sampai Ayub akhirnya tidak tahan walaupun tidak mengutuk Tuhan dan berkata :�Aku ingin berperkara dengan Tuhan, aku ingin menuntut pada Tuhan, aku ingin berbicara dengan Tuhan.� Sampai Tuhan akhirnya berkata: �Lihatlah langit, lihatlah binatang-binatang, lihatlah hidup manusia maut manusia, lihatlah binatang-binatang liar siapa yang memberi makan.� Ayub yang dalam penderitaannya, pikirannya terlalu terpusat pada pembicarannya dengan teman-temannya mengenai masalahnya.      
     Tuhan menyatakan diri pada Ayub melalui keindahan alam, aturan alam dan melalui perkataan firman Tuhan menyadarkan Ayub dan jawabannya ada pada pasal 42 Ayub mencabut perkataannya, menyesalkan diri dan bertobat.     
     Disini kita melihat suatu proses pemulihan dari keadan yang rusak menjadi lebih indah dari seorang �hamba Tuhan� yang sungguh percaya dan mau bertobat serta menyesali kesalahannya. Tuhan memulihkan Ayub dalam hidupnya dengan Tuhan dan hubungan dengan sesamanya. Ayub seorang yang saleh dan diijinkan Tuhan untuk diuji sampai habis segala-galanya tapi ia begitu sabar dan tidak mengutuki Tuhan sampai akhirnya Tuhan memulihkan Dia. Terkadang kita pun diijinkan Tuhan untuk mengalami suatu penderitaan, kadang-kadang kita dengan mudah bersungut pada Tuhan tapi marilah kita merenungkan firman Tuhan ini yang dapat menguatkan kita dan Tuhan akan memulihkan kita jika kita datang kepadaNya dan menyesali kesalahan kita. (SM)
Kembali ke index Ringkasan Khotbah
09 Maret 2003
Pdt. Sung Wohn Ahn
Pembacaan Alkitab: Kejadian 37 : 1-8
KEBERHASILAN HIDUP

     Di akhir zaman sekarang ini iblis bekerja begitu giat, bahkan menggunakan segala macam cara untuk menghancurkan kehidupan manusia terlebih anak-anak Tuhan. Menurut seorang hamba Tuhan, sekarang ini iblis menyerang mempergunakan senjata tamanya yaitu uang, sex dan mass media. Dan untuk menghadapi serangan iblis ini, maka satu-satunya cara yang dapat kita lakukan adalah berserah dan bersandar pada Tuhan dengan setia dan taat akan Firman Tuhan. Disamping itu kita dapat mengambil contoh dari orang-orang yang berhasil dalam hidup yang terdapat daam Alkitab. Salah satu orang yang dicatat Alkitab yang berhasil dalam kehidupannya ditengah-tengah pergumulan hidupnya adalh Yusuf. Ini disebabakan karena :
1. Yusuf mendekati firman Allah. 
2. Yusuf membenci kejahatan.
3. Yusuf hidup jauh dari dosa-dosa, menjaga kesucian hidup dan melakukan hal-hal yang baik.
4. Yusuf selalu mengasihi dan mengampuni saudara-saudaranya.
5. Yusuf selalu sabar dalam hidupnya.
6. Yusuf menerima segala kesusahan sebagai kehendak Tuhan dan tidak berkompromi dengan dosa.
     Dan selanjutnya, kita bisa melihat keberhasilan-keberhasilan Yusuf dalam hidupnya bahkan  ia bisa  masuk  sampai  menjadi  pemimpin   dinegara yang bukan negaranya (Kej. 31 :40). Akhirnya , seperti Yusuf bisa berhasil dalam hidupnya, maka kita juga akan dapat berhasil didalam hidup asal kita mau tetap berserah dan bersandar kepada Tuhan. Amin. (DW)
16 Maret 2003
Pdt Albert Adam S.Th.
Pembacaan Alkitab: Matius 24 : 1-14
Akhir Zaman         

     Saat ini topik yang sedang hangat adalah trend untuk menceritakan tentang hari-hari terakhir atau yang dikenal dengan istilah �eskatos� yang adalah ungkapan untuk menyatakan hal-hal terakhir dari seluruh rangkaian waktu yang ada di dunia ini, dan dalam pandangan iman kita sebagai orang percaya Alkitab menyaksikan bahwa waktu itu ada ujungnya dan kita semua sedang berjalan ke arah ujung dunia itu yang adalah kekekalan. Kita senantiasa diingatkan bahwa kekekalan itu ada dua tempat yaitu kekekalan bersama Allah dan kekekalan diluar Allah. Semuanya mendapat hidup yang kekal. Arti hidup kekal dalam Alkitab sebenarnya mengungkapkan satu hidup persekutuan dengan Allah yang berasal dari Allah tapi ada orang yang masuk kekekalan tetapi dijauhkan dari Allah yang dalam pengertian firman Allah hidup itu disebut sebagai �kematian kedua�. Mati pertama adalah mati jasmani dan mati kedua adalah hidup selama-lamanya di luar Allah. Permulaan zaman baru merupakan satu pertanyaan yang terus hadir dalam pikiran manusia yang sudah hidup diterangi firman Tuhan bahwa satu hari kelak dunia ini akan selasai.          
     Dalam pembacaan kita Yesus menyatakan tentang Bait Allah yang akan diruntuhkan (ayat 1-2) . Pernyataan ini menggelitik rasa ingin tahu murid-muridNya. Mereka bertanya kapan itu akan terjadi dan apa tanda kedatanganMu dan tanda kesudahan dunia? (ayat 3). Yesus menjawab �Waspadalah supaya jangan ada orang yang menyesatkan kamu!(ayat 4). Kemudian Yesus menjelaskan berkaitan dengan akhir zaman (ayat 5-8). Pernyataan Tuhan Yesus ini bukanlah untuk membuat kita takut tapi sebaliknya untuk membuat kita bersukacita. Penyataan tentang akhir zaman merupakan suatu kabar gembira bagi gereja Tuhan bukan menjadi suatu kabar menakutkan sehingga kita harus begitu kuatir tentang keselamatan kita tetapi kebalikannya kita dikuatkan.       
     Tanda-tanda disekitar kita ; peperangan, bangsa melawan bangsa, kelaparan, gempa bumi itu merupakan suatu permulaan penderitaan menjelang zaman baru. Tanda-tanda ini sepertinya tidak ada yang belum digenapi. Injil Tuhan sedang diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi seluruh bangsa, jika ini telah selesai dinyatakan maka genaplah waktunya. Jika hal ini terjadi maka angkatlah kepalamu dan hendaknya bersukacita bahwa waktunya semakin dekat. Mari kita terus mengevaluasi diri, hidup dalam kebenaran dan dalam kasih dan kekudusan daripada Tuhan.(SM)
Kembali ke Halaman Depan
30 Maret 2003
Pdt Albert Adam S.Th.
Pembacaan Alkitab: Ibrani 2:9-18
�Kristus adalah Allah yang menjadi manusia menyelamatkan kita bagi kemuliaan Allah�       

     Orang-orang Ibrani adalah orang yang dikhususkan Allah untuk menyatakan maksud dan rencana Allah ditengah-tengah dunia ini, sehingga dalam kehidupan bangsa ini kita melihat segala maksud dan rencana Tuhan disingkapkan lewat bangsa ini. Dan semua orang yang melihat kepada bangsa Israel dan Ibrani ini, mereka akan melihat satu hubungan antara manusia dengan Allah, secara khusus lewat satu keturunan Abraham, bangsa Israel dan sampai pada Yesus Kristus yang akan menjadi berkat bagi banyak bangsa. Yesus adalah Allah yang menjadi manusia. Kebenaran ini begitu sulit dipahami dan dimengerti oleh banyak orang termasuk orang Israel. Maka dalam surat Ibrani, penulis mau mencoba untuk menampilkan kembali untuk mengingatkan seluruh kebenaran berkaitan dengan perjanjian lama dengan satu peran/penyingkapan yang baru karena sampai saat ini orang Israel/Yahudi tetap berpegang pada hukum Taurat dan kitab para nabi dan tidak melihat kepada Yesus sebagai penggenapan pada janji kepada Abraham, Ishak dan Yakub. Mereka terus menantikan Mesias sampai saat ini. Apa yang kita baca tadi merupakan satu ungkapan mengajak mereka untuk melihat kepada Yesus dari perspektif lain jangan hanya dari prespektif manusia saja. Disana dikatakan Yesus bukanlah manusia biasa tetapi Yesus bahkan lebih tinggi daripada malaikat. Ia digambarkan sebagai imam besar tetapi Ia sendiri mau merendahkan diri untuk menyelamatkan manusia.      
     Cara Allah menyelamatkan manusia bukan dengan menkonfrontasi manusia tetapi Ia datang merendahkan diri dari Yang Maha Tinggi menjadi lebih rendah bahkan lebih rendah dari staus manusia di bumi ini, dari status yang ada di antara kita sendiri Yesus menjadi lebih rendah dari apa kita ini ada.  Dari Alkitab kita dapat menemukan bahwa Yesus merendahkan diri lebih rendah daripada kita semua karena Dia datang menjadi manusia untuk menjadi seorang hamba. Dalam ketaatanNya menjadi seorang hamba, Ia mati diatas kayu salib dengan penuh kehinaan, olokan. Bahkan sampai saat ini Yesus terus dihina, dilecehkan dalam berbagai hal.      
     Kehinaan Kristus adalah satu cara untuk menggenapkan panggilan Kristus menjadi �Imam Besar� pengantara bagi kita sekalian karena seorang imam harus merasakan kehinaan, kesusahan tsb. Penghinaan, penolakan semuanya telah dirasakan Yesus karena Ia mau merendahkan diri menjadi manusia merasakan apa yang dirasakan manusia. Oleh sebab itu bangkitlah, angkat hatimu, jangan bimbang dan ragu, jika kita mempunyai masalah kita mempunyai �Imam Besar� Yang Maha Tinggi mau merendahkan diri mersakan untuk boleh menjadi pengantara bagi manusia, untuk menghadapi masalah angkat dan datang pada Tuhan cari wajah Tuhan supaya pada masanya kita bisa menerima kelegaan yang dari pada Tuhan. (SM)
Hosted by www.Geocities.ws

1