Ringkasan Khotbah April 2004
RINGKASAN KHOTBAH MINGGU 04 APRIL 2004.
Pdt.Ali Matius S,Th
Pemb.Alkitab: Yesaya 43:1-7

HIDUP YANG BERHARGA

     Seperti apakah hidup yang berharga di mata Tuhan? Tuhan yang menciptakan manusia lebih dari semua ciptaan yang ada di atas muka bumi ini. Tuhan telah menciptakan manusia serupa dan segambar dengan Allah. Harga dan nilai manusia sangat tinggi, tetapi merosot karena manusia jatuh dalam dosa(Kej 3). Maka Allah telah berfirman; Dia akan membuat bejana itu menjadi bejana yang baru diciptakan didalam Yesus Kristus(baca II Kor 5:17), supaya hidup kita berharga di mata Tuhan dengan menciptakan kita kembali lewat pengorbanan Yesus Kristus.
     Kalau gaya hidup kita, pikiran, hati dan tingkah laku kita tidak berkenan kepada Tuhan, bawa dan serahkan kepada yang menciptakan kita yaitu Tuhan Allah. Itulah sebabnya kalau bejana ini telah rusak, serahkan kepada Tuhan untuk dipulihkan oleh Tuhan. Setelah diciptakan, Tuhan membentuk hidup kita dengan bermacam-macam problem hidup yang kita lewati. Apabila kita menginginkan hidup kita lebih baik, kita hars siap dibentuk oleh Tuhan dan terkadang Tuhan membentuk hidup kita dengan melewati masalah-masalah dan pergumulan yang rumit.
     �Janganlah takut, Aku telah menebus engkau�, supaya hidup kita berharga dan mulia di mata Tuhan, karena keselamatan dan penebusan terlalu mahal harganya (baca I Kor 6:20, 7:23, dan I Pet 1:18-19). Terkadang kita tidak menghargai pengorbanan Tuhan Yesus. Orang yang berharga di mata Tuhan adalah orang yang telah ditebus oleh Tuhan. Mulia yang berarti memiliki tempat yang tinggi, tetapi kemuliaan Tuhan terhadap manusia hilang karena manusia telah berbuat dosa. Ini berarti jika hidup kita ini terlepas dari dosa dan dibebaskan oleh Tuhan, maka nilai kita manusia tinggi, tetapi jika kita hidup dalam dosa, nilai kita manusia rendah dihadapan Tuhan.
     Sudahkah kita bawa hidup ini dipersembahkan kepada Tuhan, dibersihkan dengan darahNya?  Yesus berkata: �Janganlah takut Aku menyertai engkau�.(RS)
Ringkasan khotbah mingu 11 April 2004
Pdt.Ibu.Novita Adam-Mangundap S,Th
Pembacaan Alkitab: Lukas 24:1-12

KEBANGKITAN KRISTUS ADALAH DASAR PENGHARAPAN HIDUP

     Kristus mati karena dosa manusia. Dia telah menyerahkan diriNya. Adakah perkataan Tuhan atau Firman Tuhan di dalam hati kita. Apakah kita sebagai orang Kristen yang kehidupannya masuk gereja sebagai rutinitas belaka? Ataukah sungguh kebangkitan Kristus mengingatkan kita bahwa Dia memberikan pengharapan kepada kita?
     Pengharapan bagi kita ini adalah penting. Akan tetapi kepada siapakah kita menaruh pengharapan? Apabila kita menaruh pengharapan pada pengetahuan, kekayaan atau kepada dunia ini segala sesuatunya akan hilang lenyap. Seperti kata Firman Tuhan: bangsa bangkit melawan bangsa, kerajaan bangkit melawan kerajaan. Bukankah semuanya ini menuju pada kehancuran? Tetapi orang yang berharap pada Tuhan, sehelai rambutpun tidak akan jatuh dari padanya(baca Lukas 21:10-19).
     Berita kebangkitan adalah sangat penting karena kita tidak selamanya akan hidup tenang. Kita akan menghadapi tantangan dan persoalan, tetapi kita mempunyai pengharapan kepada Tuhan Yesus. Kita tidak dapat berharap pada dunia ini karena dunia akan habis dan lenyap.
     Ayub adalah seorang yang sungguh-sungguh berpegang di dalam pengharapannya pada Tuhan. Apa yang menjadi komitmen di dalam kehidupan Ayub, dia katakan dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku kembali kepadaNya. Tuhan yang memberi, Tuhan yang mengambil, terpujilah NamaTuhan(Baca Ayub 1:20-21). Inilah iman yang berpengharapan di dalam Tuhan. Pengharapan Ayub kepada Tuhan terus dibangun di dalam dasar iman yang kokoh. Disini kita diajak untuk bagaimana kita bertahan dan berpengharapan di dalam Tuhan Yesus Kristus.
     Paulus berkata: �Jika Kristus tidak bangkit, sia-sialah pemberitaanKu dan sia-sialah aku meninggalkan kepercayaan lamaku�.(Baca I Kor 15)- (RS)
Ringkasan Khotbah minggu 18 April 2004
Pdt.Albert Adam S,Th
Pemb.Alkitab: Lukas 24:13-35

KEBANGKITAN KRISTUS

     Adalah salah satu hal yang istimewa kalau kita melihat dari laporan yang disampaikan oleh penulis Injil yaitu Lukas. Dalam terang Roh Kudus menuntun dia untuk menceritakan bukti tentang Kristus yang bangkit dari antara orang mati. Kebangkitan Kristus merupakan peristiwa yang pertama-tama dari segala kebangkitan yang lain. Ada beberapa kebangkitan yang lain seperti: kebangkitan Dorkas, anak Yairus, Lazarus, semuanya dibangkitkan dengan cara yang luar biasa, diciptakan dengan FirmanNya Allah dari yang tidak ada menjadi ada.
     Mengapa Kristus diciptakan, dibangkitkan berbeda dengan yang lainnya? Karena Kristus benar-benar hidup tanpa dosa, tanpa cacat cela. Hanya dalam waktu tiga hari Kristus dibangkitkan. Kebangkitan Kristus terjadi dengan sendirinya bukan campur tangan seorang abdi Tuhan atau ada seorang hamba Tuhan yang dating, tetapi dengan kuasa Allah, Kristus dibangkitkan dari kematian.
     Kita hanya diberi supaya kita beriman dan percaya, dan ini adalah tuntutan Tuhan Yesus belajar dan percaya. Belajar dengan akal budi dan percaya, sebab seringkali kita hanya belajar mendalami dan pada akhirnya kita tidak percaya. Mendalami sekaligus menundukkan diri (merendahkan diri). Pada saat kita lemah terkadang kita mulai memikirkan dan meragukan, disaat kita meragukan disitulah iublis mulai bekerja.
     Gereja Tuhan sangat perlu memperlengkapi diri dengan pemahaman dan pengertian yang benar. Betapa pentingnya mengimani dalam pengertian mengimani adalah menerima. Berbahagialah orang yang percaya pada Tuhan, karena FirmanNya tidak pernah mempermalukan. Iman yang sejati adalah sekalipun Allah memberikan penderitaan, saya tetap meyakini bahwa Allah tetap mengasihi. Iman mempercayai, meyakini apa yang kita tidak lihat (baca Ibrani 11) dan upah dari iman adalah melihat apa yang kita percayai. (RS)
Ringkasan Khotbah 25 April 2004
Pdt.Albert Adam S,Th (ibadah pagi)
Pembacaan Alkitab: Yohanes 21:1-19

KEBANGKITAN KRISTUS
(bag.II)

     Kebangkitan Kristus menandai satu permulaan baru dari seluruh karya Kristus, dari apa yang telah dibebankan pada Kristus untuk dilakukan dalam rangka misi menebus umat manusia. Kebangkitan Kristus mempunyai posisi sangat penting di dalam pengajaran Alkitab (Baca I Kor 15:1-5). Yesus menampakan diri semenjak Kristus dibangkitkan terjadi berkali-kali sepanjang 40 hari lamanya.
     Kebangkitan Kristus bukan hanya karena pengalaman atau suatu ilusi karena begitu dekat dengan seseorang sehingga kadang-kadang muncul gambarnya.  Karena itu konsep dari dunia orang mati adalah dunia yang berbeda. Alkitab sama sekali menolak hal yang demikian , Alkitab tidak pernah mengajarkan bahwa ada dunia orang mati, dimana orang hidup sesudah kematian lalu mereka juga ada ditengah-tengah kita. Semua orang yang sudah mati adalah satu kali mati dan dia ada di suatu tempat penantian. Apakah dia menanti untuk masuk dalam penghukuman yang kekal atau dalam suatu penantian untuk bersama-sama masuk di dalam kehidupan yang kekal.
     Makna kebangkitan Tuhan Yesus bagi kita, orang yang mengikut Firman Tuhan akan melihat kemuliaan Tuhan. Pengalaman kita apabila kita kaitkan dengan Firman Tuhan, pengalaman harus mengalah pada Firman Tuhan. Ada saatnya kita berpikir dengan akal budi, tetapi pada saat tertentu kita akan mengatakan bahwa: �Firman-Mu melampaui pengalaman saya, karena Firman itu di atas segala-galanya. Karena itu kita di ajak untuk mampu menempatkan Firman Tuhan pada posisinya.
     Ketaatan pada Tuhan jauh lebih penting dari segala keahlian dan kepandaian kita. Di dalam kita menanggung ada penderitaan, karena penderitaan itu layak dan mempunyai makna, tetapi kata Paulus: �Penderitaan yang kita alami di dunia ini, tidak sebanding dengan kemuliaan yang disediakan bagi kita, karena dunia itu hanya bersifat sementara. Kita hidup bersama-sama dari sini, kita meninggalkan satu kesan dan pesan yang baik. Kita semua mempunyai satu tujuan hidup, karena Tuhan telah berjanji: �Aku menyertai kamu senantiasa sampai pada akhir zaman�. (RS)
kembali ke index Ringk.Khotbah
kembali ke halaman depan
Hosted by www.Geocities.ws

1