Ringkasan Khotbah April 2003
06 April 2003
Pdt. Rev. Esrom Lempao
Pembacaan Alkitab: Mazmur 62
Cara mengatasi kesulitan       

     Di manapun kita berada, Alkitab mengatakan kita menghadapi berbagai tantangan, pergumulan dalam kehidupan. Kesulitan dan pergumulan tidak pernah akan berakhir, tetapi orang yang ulet, setia dan sungguh-sungguh dapat berhasil. Sebagai orang percaya, pergumulan dan tantangan yang kita hadapi tidak membatasi kita untuk mengalami perkara-perkara ajaib dari Tuhan kita Yesus. Karena hidup orang Kristen itu adalah hidup karena mujizat, hidup orang Kristen itu karena percaya kepada Tuhan. Alkitab berkata:�tanpa iman orang tidak mungkin berkenan kepada Allah.� Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat. Jadi, masalah dan pergumulan itu ada dimana-mana tetapi jika kita punya Tuhan Yesus, dan bergantung pada Tuhan Yesus segala masalah dan pergumulan itu kita lewati dengan sukacita.        
     Dalam menghadapi situasi yang sulit dan sukar, Alkitab mengatakan kemanapun kita pergi, kita tidak lagi akan mengalami hidup seperti apa yang kita inginkan. Dimanapun tidak akan ada tempat yang tenang selain jika kita memiliki Yesus dalam hati kita. Hanya dekat Allah saja aku tenang, daripadaNyalah keselamatanku (Mazmur 62:2), sebab daripadaNyalah harapanku (Mazmur 62:6b). Jadi, ketenangan itu terjadi kalau kita punya pengharapan pada Yesus. Dan pengharapan itu tidak akan mengecewakan. Apapun yang terjadi sikap pertama yang harus kita ambil adalah tenang. Sebab ketenangan ini merupakan kemenangan yang diberikan Tuhan kepada setiap orang yang percaya pada Dia. Tuhan tidak akan membiarkan dan meninggalkan kita (Ibrani 13:5b).        
     Yang kedua, kita harus mendengarkan suara Tuhan sebab Tuhan berbicara dan bersabda kepada orang yang takut akan Tuhan. Tuhan akan memberitahukan kepada kita apakah itu melalui Doa, Firman, kesaksian, puji-pujian dll. Allah tidak pernah kekurangan cara untuk membimbing kita dalam kehidupan kita asal kita bergantung dan berharap padaNya. Ada akibatnya jika kita tidak mendengar suara Tuhan. Terkadang kita tidak sabar menunggu rencana dan kehendak Tuhan, sehingga sering kita mengambil keputusan sendiri, akibatnya kita akan kehilangan segala-galanya. Oleh sebab itu kita harus peka mendengarkan suara Tuhan.          
     Yang ketiga kita harus bertanya pada Tuhan akan kehendak dan rencana Tuhan. Persoalan yang kita hadapi tidak ada yang terlalu berat bagi Tuhan. Satu hal rahasianya tanyakan pada Tuhan dan jawabanNya selalu tepat dan terbaik bagi kita, asal kita betul-betul percaya pada Dia janjiNya tidak berubah sekarang sampai selama-lamanya.(SM)
13 April 2003
Pdt. Albert. Adam S.Th
Pembacaan Alkitab: Lukas 22 : 1-6
Makna penderitaan Kristus dalam hidup kita    

     Dalam minggu-minggu sengsara menjelang Paskah, kita senantiasa diingatkan akan suatu peristiwa dimana Yesus Tuhan kita hadir sebagai manusia dan Ia mau menjalankan kehendak BapaNya dalam kemanusiaanNya. Yesus telah menjadi Imam Besar dan senantiasa setelah Ia naik ke sorga Ia telah menjadi Juru Syafaat bagi kita. Ia setiap saat selalu bersyafaat untuk kita baik kita dalam suka maupun dalam berbagai tantangan dan tidak pernah berhenti sampai Ia datang nanti kedua kalinya.     
     Ketika Tuhan Yesus ada dalam dunia ini hari-hariNya jelas dalam suatu program untuk menjadi Domba Allah yang akan menghapuskan dosa dengan darah tercurah menyediakan pengampunan dan jalan kepada Allah yang selama ini tidak dapat ditempuh oleh manusia. Selalu saja manusia tidak dapat menjangkau kekudusan Allah (Roma 7). Tapi melalui Kristus kita ditebus untuk bisa datang kepada Allah. Maksud kedatangan Tuhan dalam dunia ini sebagai pembawa damai untuk mendamaikan manusia dengan Allah.      Hari raya roti tidak beragi adalah hari raya yang senantiasa diperingati orang Israel sejak keluar dari tanah Mesir yang kita kenal dengan istilah �Paskah� atau artinya �melewati� sebab Tuhan melewati rumah orang Israel yang memiliki tanda darah anak domba yang dalam penggenapannya digenapi Yesus. Yesus telah menjadi Domba Paskah dan dengan darahNya kita dikuduskan, didamaikan dengan Allah satu kali untuk selama-lamanya. Sukacita yang kita alami karena kita berdiri di atas penderitaan Tuhan Yesus. Jadi perlu bagi kita membawa dalam diri kita pemahaman penderitaan Yesus. �Yesus menderita semata-mata supaya saya bisa hidup dihadapan Tuhan, melakukan kehendak Tuhan, belajar kehendak Tuhan.� Inilah yang Tuhan mau, dengan mengingat penderitaan Kristus kita dihantar terus untuk rendah hati melayani sesama kita.      
     Yudas Iskariot dilihat dari luar adalah seorang yang begitu setia kepada Tuhan dalam pelayanannya. Tapi kenyataannya ia adalah orang yang licik, ia tidak memperhatikan pelayanan tapi ia mementingkan dirinya sendiri. Ia kemudian dimasuki iblis dan menyerahkan Kristus. Semua ini bukan terjadi sebagai suatu hal yang biasa tapi Allah telah mencanangkan semua ini sesuai dengan kehendakNya sebagai suatu kasih karunia Allah kepada manusia.      
     Kita tidak mungkin dapat menghampiri tahta Allah jika ada dosa, Bait Allah dipisahkan oleh tabir agar tidak ada orang masuk langsung menghadap Tuhan sebab pasti akan mati, tapi ketika Tuhan Yesus mati Ia katakana �sudah selesai� dan saat itu pula tabir diBait Allah terkoyak dari atas samapai kebawah. Kristus telah membuka jalan antara manusia dengan Allah. Ia sudah masuk untuk mati bagi kita agar kita bisa masuk menghadap Tuhan di dalam dan melalui Dia. Namun sebelum itu ada penderitaan yang begitu luar biasa sudah Ia alami. Maka betapa penting makna penderitaan Kristus dalam hidup anak-anak Tuhan (Roma 8:17).  Penderitaan adalah bagian yang indah dalam proses dibentuk menjadi saksi ditengah dunia ini maka berbahagialah jika engkau menderita oleh karena kebenaran itu karena Roh Allah ada di atasmu. (SM)
Kembali ke Index Ringkasan Khotbah
Kembali ke Halaman Depan
Hosted by www.Geocities.ws

1