Kenapa Kita Ada sebagai Jemaat
Visi seperti tonggak nun jauh di horison yang mendorong kita untuk terus berlari tahap demi tahap hingga mencapainya. Visi menantang kita untuk hidup pada saat ini sejalan dengan visi tersebut. Visi, dengan demikian, dapat menjadi daya dorong yang kuat untuk hidup lebih bijaksana, lebih tekun, tertib dan mau bekerja keras. Seorang raja yang arif pernah mengatakan, “Kalau tidak memiliki visi, kita akan hidup secara liar.”
Sesuatu yang berharga menuntut komitmen dan pengorbanan. Pertanyaannya: Bersediakah kita terus mengejar visi kita – berapapun harganya? Pada titik itu kita akan menyadari bahwa bukan lagi kita yang membentuk visi tersebut, namun visi itulah yang akan membentuk kehidupan kita.
Kita keluarga besar GBI Generasi Baru, Yogyakarta, ada sebagai jemaat untuk: (1) mengasihi Tuhan; (2) melayani sesama; (3) memenangkan jiwa; (4) membentuk karakter Kristus melalui pemuridan; dan (5) menjangkau dunia ini. Secara singkat, Generasi Baru ada sebagai jemaat untuk memuliakan Allah. Bagaimana kita memuliakan Allah?
Memuliakan Allah berarti melakukan dan menyelesaikan kehendak Allah. Seperti dinyatakan oleh Yesus dalam Yohanes 17:4, “Aku telah mempermuliakan Engkau di bumi dengan jalan menyelesaikan pekerjaan yang Engkau berikan kepada-Ku untuk melakukannya”, dan Yohanes 4:34, “Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya.”
Pekerjaan yang dimaksudkan Yesus ini sesuai dengan misi kedatangan-Nya ke dunia, yaitu untuk menyerahkan nyawa-Nya sebagai korban penebus dosa. Dengan menyelesaikannya, Ia telah mempermuliakan Bapa yang mengutus Dia. Begitu juga dengan jemaat Generasi Baru; jemaat ini memiliki pekerjaan-pekerjaan yang harus diselesaikannya.
Untuk memahaminya lebih jauh, kita akan memilah visi ini menjadi dua aspek.
Aspek Organisme = Jemaat sebagai Keluarga
Gereja dalam arti yang sesungguhnya adalah sebuah keluarga Allah. Berbagai contoh atau perumpamaan yang diberikan Alkitab untuk menggambarkan gereja, semuanya menekankan pentingnya gereja dilihat sebagai sebuah organisme hidup. Aspek pertama visi jemaat ini menegaskan hakikat jemaat sebagai organisme, bukan organisasi. Dalam bagian ini, kita memandang dan menghayati kehidupan berjemaat sebagai kehidupan keluarga – keluarga ilahi, keluarga yang lahir dari kerinduan hati Bapa sendiri.Bagaimana kita semestinya kita hidup sebagai keluarga? Paulus mengingatkan, “Janganlah engkau keras terhadap orang yang tua, melainkan tegorlah dia sebagai bapa. Tegorlah orang-orang muda sebagai saudaramu, 2 perempuan-perempuan tua sebagai ibu dan perempuan-perempuan muda sebagai adikmu dengan penuh kemurnian” (1 Timotius 5:1).
“Keluarga” berarti memiliki elemen-elemen yang ada di bawah ini:
- HUBUNGAN (kepada Allah dan sesama anggota) --> (a) pengertian – pengenalan; (b) hormat; (c) kepercayaan; (d) kasih;
- IKATAN KASIH (kepada Allah dan sesama anggota) --> (a) pemberian diri; (b) komitmen; (c) saling memperhatikan – caring system;
- PERSEKUTUAN (kepada Allah dan sesama anggota) --> (a) pertemuan sel; (b) pertemuan kongregasi; (c) pertemuan perayaan;
- PENGENALAN (kepada Allah dan sesama anggota) --> (a) pemuridan; (b) pengajaran; (c) persekutuan;
- KESATUAN (kepada Allah dan sesama anggota) --> (a) kesadaran akan panggilan – tujuan hidup; (b) visi dan misi; (c) fungsi – jemaat bersatu, bila setiap bagian berfungsi.
Mengadakan dan mempertahankan elemen-elemen ini adalah tugas semua anggota jemaat. Untuk menghalau berbagai elemen asing yang dapat merusak (1) hubungan, (2) ikatan kasih, (3) persekutuan, (4) pengenalan, (5) kesatuan, itu juga tugas setiap anggota. Tetapi, pengawas yang ditetapkan Tuhan dalam mengadakan elemen-elemen di atas, bahkan sampai melipatgadakannya serta memeliharanya, adalah departemen penggembalaan.
Aspek Organisasi: Memuliakan Allah
Memuliakan Tuhan berarti melakukan dan menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan yang Tuhan tetapkan kepada gereja-Nya (lihat Yohanes 17:4). Hal ini hanya dapat tercapai melalui sebuah organisasi yang efektif dan efisien. Selain menghidupi aspek gereja sebagai organisme hidup, gereja juga perlu dilengkapi atau diseimbangkan dengan menjadi sebuah organisasi yang sistematis, rapi dan teratur.
Bagian kedua visi jemaat ini mengacu pada tujuan. Tujuan perlu dicapai. Pencapaiannya hanya mungkin terlaksana bila dilakukan oleh semua anggotanya. Banyaknya anggota dan fungsi yang ada dalam gereja ini perlu diorganisasikan.
Secara spesifik, apakah pekerjaan Tuhan yang perlu diselesaikan oleh Generasi Baru? Pekerjaan Tuhan tersebut tidak lain dari:
- MEMENANGKAN JIWA – membawa orang-orang yang terhilang, murtad, kompromi, yang kasihnya telah menjadi dingin, untuk kembali kepada Kristus;
- MEMURIDKAN – membangun pribadi-pribadi jemaat ke dalam karakter Kristus; memperlengkapi dan membangkitkan mereka untuk menjadi pemimpin-pemimpin (pemenang-pemenang) di dalam Kristus Yesus;
- MENJANGKAU DUNIA INI BAGI KRISTUS – membawa jemaat untuk terlibat aktif dalam misi dunia; memperlengkapi jemaat untuk menjadi duta-duta Kristus di dunia ini.
© 2007 Gen-B, Yogyakarta