Fokus 2008:
Memperlengkapi Orang-orang Kudus
untuk Melakukan Kehendak Allah
Saya sangat bersyukur bahwa kita bersama-sama telah melewati tahun 2007 dan memasuki tahun baru 2008. Saya sungguh-sungguh antusias dengan apa yang akan Tuhan lakukan melalui jemaat-Nya.
Nabi Yesaya berkata “Aku mengabarkan hal-hal yang baru dari sejak sekarang dan hal-hal yang tersimpan yang belum kauketahui.” Jadi, saya sungguh-sungguh percaya bahwa sesuai dengan nas ini Allah akan menyatakan hal-hal yang baru di tengah-tengah kita. Sekarang bukan lagi saatnya kita melihat ke belakang. Apa yang telah kita lalui sepanjang tahun 2007 merupakan suatu pelajaran yang sangat berharga bagi kita sebagai satu jemaat, namun kita tidak boleh terhenti di situ, melainkan terus bergerak melanjutkan rencana Tuhan bagi jemaat ini.
Allah mau melakukan sesuatu yang baru di tengah-tengah jemaat. Sudah sepatutnya kita mempersiapkan diri kita untuk menggenapi keinginan hati-Nya pada tahun 2008 ini. Tanpa persiapan yang memadai, kita bisa kehilangan apa yang Allah rencanakan bagi jemaat-Nya.
Kolose 4:5b mengingatkan kita untuk mempergunakan waktu yang ada. Nah, kita mau mempergunakan waktu yang ada ini untuk mempersiapkan diri kita agar dapat melakukan kehendak Tuhan bagi jemaat-Nya. Itulah sebabnya pada tahun 2008 ini jemaat akan berfokus dalam “MEMPERLENGKAPI ORANG KUDUS UNTUK MELAKUKAN KEHENDAK ALLAH.”
Sebagai orang percaya kita perlu diperlengkapi, dimotivasi, diimpartasi untuk melakukan kehendak Tuhan bagi jemaat-Nya. Dengan demikian, kita melakukan pekerjaan dan pelayanan karena kita sungguh-sungguh mengerti dan memperoleh pencerahan dari Tuhan. Kita bertindak bukan karena paksaan manusia, melainkan karena, melalui hubungan dan persekutuan yang intim dengan Tuhan, kita mengerti kehendak Tuhan tentang apa yang patut kita lakukan. Paulus mengatakan di dalam kitab Galatia, “Dari Paulus, seorang rasul, bukan karena manusia, juga bukan oleh seorang manusia, melainkan oleh Yesus Kristus dan Allah, Bapa, yang telah membangkitkan Dia dari antara orang mati.”
Saya percaya sebagai jemaat kita akan sampai ke tempat tersebut: bahwa kita melakukan firman Tuhan bukan karena manusia dan juga bukan oleh seorang manusia, melainkan karena kehendak Allah semata. Amin.
Jadi jemaat Tuhan yang terkasih, mari kita mempersiapkan diri kita, hati kita, untuk menyambut apa yang hendak Allah lakukan melalui jemaat-Nya.
-- Pdp. Tommy Hastanto Wibowo
© 2007 Gen-B, Yogyakarta