PERIKANAN PAYANG TUNA Keluaran Teknik penangkapan yang efektif untuk menangkap tuna (cakalang) dalam kawanan besar di lapisan permukaan laut Bahan dan Peralatan - Kapal kayu yang terbuat dari kayu bungur dengan panjang 11,5 m, lebar 2,97 m dan dalam 0,72 m, dengan bobot mati 4,97 GT, dilengkapi dengan palka berinsulasi styrofoam. Tenaga penggerak kapal adalah mesin diesel berkekuatan 40 DK - Jaring payang tuna yang terbuat dari nilon benang ganda PA 210d/18 dan PA 210d/21, bagian kantong terbuat dari PA 210d/21 berukuran mata bervariasi mulai dari 30,90-142 mm dan panjang 15,44 m, bagian sayap terbuat dari PA 210d/18, berukuran mata 300 mm. - Tali ris terbuat dari PE 4,0 mm, panjang 223 m. Tali ris bawah terbuat dari PE 5 mm, panjang 175,5 m. Tali selembar 2 buah terbuat dari PE 16 mm panjang 180 m. Pedoman Teknis a. Pengoperasian - Jaring dilingkarkan memotong arah renang kawanan ikan yang akan ditangkap. Pelingkaran jaring dimulai dengan menurunkan salah satu ujung sayap, kemudian kapal bergerak melingkari kawanan ikan sampai ujung sayap pertama diturunkan. - Arah pelingkaran jaring harus memperhatikan arah arus dan angin - Penarikan jaring dimulai setelah kedua ujung sayap diangkat ke kapal. Penarikan dimulai dari bagian sayap, badan sampai akhirnya seluruh bagian jaring berada di atas dek kapal. - Jaring payang tuna dioperasikan pada siang hari, mulai pagi sampai sore terutama pada saat ikan tuna makan. - Jumlah tawuran per hari sangat bervariasi tergantung keberadaan dan kepadatan kawanan ikan tuna atau pelagis lainnya (paling sedikit 3 atau 4 penawuran). Trip penangkapan umumnya adalah trip sehari. b. Penangan hasil tangkapan - Ikan setelah dikeluarkan dari kantong dan ditempatkan di dek kapal harus dicuci dengan air laut, dan diletakkan terlindung dari panas matahari - Ikan disusun berlapis-lapis dengan menempatkan curahan/butiran es secukupnya diantara lapisan, lapisan paling atas dan dasar lebih banyak butiran esnya dari pada lapisan-lapisan di bawahnya