PERIKANAN JARING INSANG TUNA Keluaran Teknik penangkapan yang efektif untuk menangkap tuna (cakalang) yang berada dalam keadaan menyebar di lapisan permukaan laut pada perairan lepas pantai dan laut lepas yang dalam Bahan dan Peralatan - Kapal kayu yang terbuat dari kayu bungur dengan panjang 10,3 m, lebar 2,59 m dan dalam 0,95 m, dengan bobot mati 5,01 GT, dilengkapi dengan palka berinsulasi styrofoam. Tenaga penggerak kapal adalah mesin diesel dalam berkekuatan 25 sampai 25 DK. - Jaring payang tuna yang terbuat dari nilon benang ganda PA 210d/21 yang berukuran mata 139,7 mm. Dimensi panjang 53,4 m dan dalam 15,81 m, koefisien pengikatan 0,58. - Unit jaring insang tuna terdiri dari 25 tinting. Jumlah tinting yang dioperasikan dalam setiap penawuran adalah 20 buah. Pedoman Teknis a. Pengoperasian Jaring insang tuna dioperasikan pada malam hari, ditawur sore hari dan diangkat pada pagi hari berikutnya. Jaring diturunkan ke air, tinting demi tinting dimulai dari tinting pertama yang ujungnya berpelampung tanda sampai tinting terakhir yang akan diikatkan pada kapal. Kapal dan jaring dibiarkan menghanyut sepanjang malam tergantung arah dan kecepatan arus. Pengangkatan dimulai dari tinting terakhir yang diikatkan ke kapal sampai tinting pertama yang berpelampung tanda. Pada saat pengangkatan ikan yang terjerat pada tinting dilepas satu persatu. b. Penanganan hasil tangkapan - Ikan setelah dikeluarkan dari kantong dan ditempatkan di dek kapal harus dicuci dengan air laut, dan diletakkan terlindung dari panas matahari. - Ikan disusun berlapis-lapis dengan menempatkan curahan/butiran es secukupnya diantara lapisan, lapisan paling atas dan dasar lebih banyak butiran esnya dari lapisan-lapisan di bawahnya.