KOMPONEN TEKNOLOGI PENGENDALIAN PENYAKIT BERCAK DAUN DAN KARAT PADA KACANG TANAH Keluaran (Output): a. Intensitas serangan penyakit bercak daun dan karat tertekan hingga 25,07% dan 29,30% (lebih rendah dibanding kontrol yang mencapai 44,12% dan 57,15% (Leafspot and rust disease intensities were suppressed up to 25.07% and 29.30%, respectively, lower than unsprayed plots i,e : 44.12% and 57.15%) b. Kehilangan hasil kacang tanah dapat ditekan 27% (Yield loss of groundnut can be reduced by 27%). c. Pendapatan petani meningkat Rp 260.000/ha (Farmers income increased by Rp 260.000/ha) Bahan dan Alat Fungisida thiofanat metil (Topsin-M) Pedoman Teknis a. Prosedur kerja - Tanah diolah secara sempurna (untuk tanah bertekstur ringan tidak diperlukan pengolahan tanah). - Prosedur kerja. Kacang tanah ditanam dengan jarak 40 cm x 10 cm, 1 tanaman/lubang. - Pemupukan 25 kg Urea + 50 kg TSP + 25 kg KCl/ha. - Penyiangan dilakukan pada umur 3 dan 5 minggu setelah tanam - Pengendalian hama dilakukan berdasar pemantauan populasi atau tingkat kerusakan tanaman. b. Pengujian : - Fungisida thiofanat metil disemprotkan pada umur 7 dan 9 minggu setelah tanam dengan dosis 0,5 kg/ha/aplikasi (volume semprot 400-500 t/ha). c. Pengamatan: - intensitas serangan penyakit bercak daun dan karat pada umur 12 dan 14 minggu setelah tanam (berdasar sistem skor 0-9 (ICRISAT, 1995)) - hasil panen ubinan atau seluruh petakan - analisis biaya dan tambahan pendapatan