KOMPONEN PAKET TEKNOLOGI KACANG TANAH DI LAHAN SAWAH SETELAH PADI Keluaran: Paket teknologi kacang tanah di lahan sawah setelah padi yang dapat meningkatkan hasil dari 1.5 menjadi 2.5 t/ha Bahan dan Alat Bahan: 1. Varietas Gajah, Mahesa atau lokal setempat, sebanyak 80-90 kg/ha biji, daya tumbuh 90% atau lebih 2. Pupuk Urea, TSP, KCl 3. Insektisida, fungisida dan herbisida yang dianjurkan Alat: 1. Tugal Pedoman Teknis: 1. Penyiapan lahan: - Untuk tanah berstruktur ringan hingga sedang: jerami dipotong dekat permukaan tanah, tanah tidak diolah, gulma dibersihkan, dibuat saluran drainase dengan jarak 3-5 m, dalam dan lebar sekitar 25 cm, dan jerami dapat digunakan sebagai mulsa - Pada tanah sawah berstruktur berat, sebaiknya dihindari bertanam kacang tanah, sebab akan banyak masalah saat panen yaitu pada saat tanah kering (banyak polong tertinggal dalam tanah) 2. Tanam: Benih kacang tanah ditugalkan atau dilarikkan dengan jarak tanam (30-40) cm x 10 cm, satu biji per lubang. Waktu tanam paling lambat minggu kedua setelah padi dipanen 3. Pemupukan: - Tanah sesudah Supra Insus Padi: 25-50 kg Urea/ha saat tanam - Tanah sawah lainnya: (50-75) kg Urea + (75-100) kg TSP + (50-75) kg KCl/ha 4. Penyiangan: - pertama 3 minggu setelah tanam - kedua 6 minggu setelah tanam - dapat juga digunakan herbisida pra tumbuh + disiang sekali pada umur sekitar 6 minggu 5. Pengendalian hama: - Ulat daun disemprot dengan insektisida yang dianjurkan, apabila kerusakkan daun mencapai 20% pada umur kurang dari 20 hari dan 20% pada umur lebih dari 20 hari - Untuk tungau merah dan thrips, ambang kendalinya apabila dijumpai 1 ekor/tanaman, dapat dikendalikan dengan insektisida sistemik 6. Pengendalian penyakit: - Bercak daun dan karat daun dapat dilakukan dengan disemprot fungisida sesuai anjuran minimal 2 kali pada umur 7 dan 7 minggu setelah tanam - Guna mencegah serangan penyakit virus belang, dilakukan pengendalian vektor yakni Aphis dengan insektisida yang dinajurkan sejak tanaman berumur 2 minggu sampai 6 minggu dengan interval 7 hari 7. Panen: Tanaman kacang tanah dipanen pada sekitar 95-105 hari tergantung keadaan fisik tanaman di lapang. Dipanen lebih awal bila daun tampak kekuningan, berbercak coklat/karat sebagai indikasi serangan penyakit daun. Bila daun masih hijau segar, panen dapat ditunda hingga maksimal 110 hari setelah tanam 8. Pengolahan hasil: Hasil polong segera dijemur hingga mencapai kadar air sekitar 12%. Pada kondisi terik matahari, pengeringan 5-6 hari telah memadai. Polong muda dibuang atau disishkan sebelum dimasukkan ke dalam karung