TEKNIK PEMBESARAN KRAPU Bahan dan Peralatan 1. Bahan Jaring polietilen, tali plastik, benang, bambu, kayu, balok, besi, PVC, drum, pemberat (jangkar), dll. 2. Peralatan Pisau, coban (jarum), meteran, dll Pedoman Teknis a. Persiapan * Menentukan lokasi budidaya yang tepat : mudah dicapai, kedalaman air yang cukup, dasar perairan berupa lumpur berpasir, tidak banyak tanaman air, kualitas air baik, terlindung dari ombak besar dan angin kencang, bebas dari biota pengotor, dll * Kriteria karamba jaring apung di laut : kuat, ringan, tidak mudah keropos, mudah dikerjakan, murah, mudah didapat, tahan terhadap organisme pengganggu. Ukuran 2 x 2 x 2 m. * Penyediaan benih yang baik dan pakan yang bekualitas dalam jumlah yang memadai. Pakan yang diberikan berupa pellet (dengan penyesuaian bahan penyusun berupa penambahan serat, protein hewani, zat penarik, tekstur yang kenyal, lunak setengah basah, warna berkilau, ketika tenggelam gerakannya berputar-putar). b. Pemeliharaan * Padat tebar optimal 50 - 60 ekor/m3, berat awal ñ 25 g * Kualitas air : suhu 28,8 - 32ø C, salinitas 30 - 31,5 ppt, oksigen 4,3 - 5,6 ppm dan pH 7,9 - 8,3. * Dilakukan penggantian jaring secara berkala, jika kualitas air membahayakan ikan dan sulit diperbaiki sebaiknya unit keramba dipindahkan ke tempat yang lebih aman. * Panen dilakukan setelah 4 - 5 bulan pemeliharaan. Cara panen yang dilakukan lebih baik apabila pemeliharaan dengan keramba mini, karena ikan dan keramba dapat diangkat langsung dengan mudah untuk dipindahkan ke tempat penampungan. Cara transportasi hidup adalah menggunakan tangki berisi air laut yang dilengkapi dengan sistem aerasi dan sirkulasi.