PAKET TEKNOLOGI BUDIDAYA KEDELE DI LAHAN SAWAH BERPENGAIRAN KELUARAN Teknologi Budidaya Kedele setelah Padi di Lahan Sawah Berpengairan BAHAN DAN PERALATAN Bahan : Benih, pupuk, jerami Alat : KONDISI PERTANAMAN KEDELE - Kedele ditanam di lahan sawah berpengairan pada musim kering - Penanaman dilakukan segera setelah panen padi selesai pada saat kelembaban tanah sudah mencapai kapasitas lapang untuk ditanami kedele KONDISI AGROEKOSISTEM - Lahan sawah, tanah warna hitam (grumusol) - pH tanah 5 - 7,5 - Topografi rata, tinggi di atas permukaan laut 10 -12,5 m - Tipe iklim D4, E5 dengan curah hujan rata-rata per tahun 99 mm. - Air irigasi tersedia di musim kemarau. PAKET TEKNOLOGI 1. Benih - Varietas : Wilis - Kebutuhan benih : 40 kg/ha. - Gunakan benih bersertifikat - Perlakuan benih : * Campur benih dengan Furadan 3G (1 kg Furadan untuk 10 kg benih) * Campur lagi dengan Legin, bila tidak ada gunakan tanah bekas kedele (25 gr tanah untuk 1kg benih) berikan air agar lengket. 2. Persiapan Lahan - Lahan tidak diolah - Babatlah jerami segera setelah panen padi dan kumpulkan di tepi pematang untuk digunakan sebagai mulsa. - Buat saluran drainase untuk pengairan per 3 m bidang olah, lebar dan dalam saluran 25x25 cm. - Bila tanah terlanjur kering dan retak genangilah lahan sekaligus pembuatan drainase. 3. Penanaman - Tanamlah kedele pada saat lahan dalam keadaan lembab (tidak becek dan tidak kering) secara tugal, 2/3 biji per lubang, sedalam 3 - 5 cm. Jarak tanam 40 x 10 cm. 4. Pemupukan - Berikan pupuk : 50 kg Urea, 100 kg TSP, 50 kg Kcl per Ha. - Berikan pupuk seluruhnya pada waktu tanam dengan ditebar secara larikan disamping baris tanaman (10-15 cm). 5. Pemulsaan Tebarkan jerami sebagai mulsa secara merata di atas hamparan setelah kedele selesai tanam. 6. Pemberian Air Salurkan air saat fase pertumbuhan, percabangan, pembuangaan dan pengisian polong. 7. Pengendalian Hama dan Penyakit - Dilakukan sesuai dengan keadaan hama dan penyakit yang muncul di lapangan - Untuk hama gunakan Azodrin 15 WSC dengan dosis 1,5 l/ha. 8. Panen dan Pasca Panen - Varietas Wilis dipanen pada umur 88-100 hari dengan ciri-ciri : daun menguning dan mudah rontok, polong mengering berwarna kecoklatan - Lakukan panen dengan cara memotong tanaman pada pangkal batangnya dengan sabit. - Jemurlah brangkasan kedele di atas tikar/plastik/terpal dengan ketebalan yang cukup. - Setelah kering, rontokkan biji kedele dengan Tresher atau dengan cara dipukul-pukul dengan pemukul kayu. - Bersihkan biji dari kotoran dan keringkan sampai kadar air 14 %. 9. Penyimpanan kedele - Setelah kering, kemaslah kedele dalam wadah kedap udara (palstik) - Jika untuk benih, keringkan kedele sampai kadar air 9 %, kemudian pilih biji yang sehat dan bersih dan simpan dalam plastik kedap udara sampai batas 6 bulan.