TEKNOLOGI PENGEMBANGAN SISTEM USAHATANI KEDELAI PADA MK II DI DAERAH PENYANGGA KARAWANG JABAR KELUARAN Hasil per ha meningkat dari 1 ton menjadi 2,2 ton/ha sehingga keuntungan bersih meningkat 2,3 kali. BAHAN DAN PERALATAN 1. Bahan Bibit kedelai umur pendek (Lokon), pupuk Urea, TSP dan KCL, pestisida 2. Peralatan Alat tanam, alat pemberantasan hama dan penyakit, timbangan dan alat prosesing hasil PEDOMAN TEKNIS 1. Penyiangan lahan Lahan tanpa diolah, jerami disabit rata dengan permukaan tanah. Saluran drainase dibuat searah dengan kemiringan lahan. Jarak antar drainase 2 m, lebar saluran ñ 20 cm (satu cangkul) kedalaman ñ 20 cm. 2. Tanam dan pemupukan - Penanaman dilakukan paling lambat satu minggu setelah panen padi gadu (MK I) waktu tanam yang paling baik paling lambat minggu ke II bulan Juli. - Sebelum tanam, benih di campur dengan Marshal 25 ST, dengan takaran 10 gr/kg benih, hal ini mencegah serangan lalat bibit. - Jumlah benih 40 kg/ha, jarak tanam sesuai dengan jarak tanam padi (25 x 25) cm di tugal 2-3 biji dipinggir bekas tunggul padi. Varietas yang digunakan berumur genjah (76-78) hari misal Lokon. - Satu-dua sebelum tanam dilakukan pengairan agar kelembaban tanah cukup merata. - Pupuk dilarik 5-7 cm dipinggir barisan kedelai paling lambat 5-7 hari setelah tanam dengan dosis 100 kg urea + 50 kg TSP + 100 kg KCL l/ha dan diberikan sekaligus - Jerami padi dihamparkan kembali segera setelah pemupukan selesai sebagai mulsa sekaligus menutup lubang tanaman dan larikan pupuk