Budidaya Ikan Kakap Putih Keluaran Ikan kakap putih mempunyai nilai ekonomis tinggi dan prospek yang baik untuk dibudidayakan secara intensif. Bahan dan Peralatan 1. Bahan Induk kakap putih (jantan dan betina) 2. Peralatan Suntikan, air dan pakan Pedoman Teknis Pemilihan induk : - induk selalu memperlihatkan gerak aktif - sirip tubuh, sirip ekor dan sisik masih lengkap tanpa cacat atau luka - bebas dari penyakit - ratio seks induk jantan dan betina = 1 : 1 Pemijahan - Untuk memacu pemijahan, induk disuntik dengan hormon yaitu : HCG dan Puberogen - HCG dan Puberogen adalah hormon golongan seks steroid yang memacu pemijahan sesuai penentuan waktu Pendederan I - Dimaksudkan untuk mengaklimatisasi/menyesuaikan sedikit demi sedikit sehingga benih ikan dapat hidup - Pemeliharaan benih kakap putih dilakukan seleksi/sortir ukuran agar seragam. - pemberian pakan yang cukup, dan frekuensi pemberian pakan umumnya bervariasi 2-4 kali sehari tergantung dari ukuran dan jenis ikan. Pendederan II - Pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan kakap putih sangat dipengaruhi oleh umur, ukuran, tempat pemeliharaan, lingkungan, pakan dan padat penebaran. - Kualitas air dalam pendederan II yang layak untuk kehidupan kakap putih sbb: - suhu : 23,8 s.d 30 derajat celcius - Salinitas : 33 s.d 35 ppt - Oksigen terlarut : 5,6 - 7,1 ppm - Kecerahan : 3,5 - 5,5 m - Pakan diberikan 2 kali sehari, pada pagi dan sore hari berupa ikan rucah sampai ikan kenyang atau tidak mau makan lagi.