Absolutely 100% PLU

 
 
Terbitan 15 May 2001

Point of View

 -  Home -

Homosexual : Suatu Tinjuan

Oleh : Abang Khairi Abang Narwawi, Kuching Sarawak.

Homosexual sudah dikenal sejak lama, misalnya pada masyarakat Yunani Kuno, Romawi, Persian bahkan peradaban Muslim. Di England baru pada abad akhir ke-17. Homoseksualiti tidak hanya dipandang sebagai tingkah laku seksual belaka, namun juga sebagai peranan yang agak rumit sifatnya, yang timbul dari keinginan, maupun aktiviti dari para homoseks. Homoseksual lazim terjadi antara tentera yang terlibat dalam Perang Saudara di Amerika Serikat, dan ada kelompok lelaki yang mengikutinya di medan perang. Biasanya homoseks di gambarkan sebagai orang yang jahat, tidak berpendidikan,  penghuni penjara. Tapi ada juga homoseks yang mempunyai penyesuaian diri yang baik, berpendidikan dan sukses dalam pekerjaannya. Ramai orang terkenal yang difigurekan sebagai kaum homoseksual, seperti Alexander The Great, Sappho, Michelangelo, Oscar Wilde, Peter Tchaiskovsky dan Virginia Woolf.

Sedangkan lesbian dikenal melalui Sappho yang hidup di pulau Lesbos pada abad ke-6 sebelum masehi. Dia adalah tokoh yang memperjuangkan hak-hak wanita, sehingga banyak pengikutnya. Akan tetapi kemudian dia jatuh cinta kepada beberapa pengikutnya dan menulis puisi-puisi yang bernadakan cinta. Menurut Sappho, kecantikan wanita tidak mungkin dipisahkan dari aspek seksualnya. Oleh karena itu kepuasan seksual juga mungkin diperolehnya dari sesama wanita.

Homoseksual agak berbeza dengan homofilia. Homofilia adalah pengalaman jatuh cinta kepada seseorang dari jantina yang sama, tapi cinta itu tidak begitu mendalam dan baru diungkapkan dengan kemesraan ringan seperti saling merangkul dan memeluk. Sedangkan bagi homoseksual, sudah terbentuk perhubungan  yang lebih berat lagi seperti berhubungan seksual seperti suami isteri walupun dengen cara yang abnormal.

Apakah homoseksual itu " suatu penyakit "   ??

Dalam kehidupan masyarakat kita, heterosexual telah dinyatakan sebagi tingkah laku sosial yang direstui. Sedangkan homoseksual itu telah dinobatkan sebagi tingkah laku seksual yang menyimpang (mental disorder). Homoseksual dapat digolongkan dalam tiga kategori, yakni:

  • Golongan yang secara aktif mencari pasangan ditempat-tempat tertentu, seperti di bar, disko atau sauna homoseksual.
  • Golongan pasif (bottom), artinya yang menunggu.
  • Golongan situasional yang mungkin bersikap pasif atau melakukan tindakan tertentu.
Azab yang dijatuhkan oleh Allah pada kaum Luth sungguh hebat. Karena sesungguhnya hubungan sejenis itu adalah dosa besar. 

Penjelasan secara sosiologi mengenai homosexualiti bertitik tolak pada tanggapan, bahwa tidak ada pembawaan lain pada dorongan seksual, selain keperluan untuk menyalurkan ketegangan. Oleh karena itu, maka baik tujuan maupun objek dorongan seksual diarahkan oleh faktor sosial. Artinya , arah penyaluran ketegangan dipelajari dari pengalaman-pengalaman sosial. Dengan demikian tidak ada pola seksual alamiah, oleh karena yang ada adalah pola pemuasnya yang dipelajari dari adat istiadat lingkungan sosial. Lingkungan sosial akan menunjang atau mungkin menghalangi sikap tindak dorongan seksual tertentu. Seseorang menjadi homoseksual oleh karena pengaruh orang-orang sekitarnya. Sikap tindaknya yang kemudian menjadi pola seksualnya, dianggap sebagai sesuatu yang dominan, sehingga menetukan segi-segi kehidupan lainnya.

Ada lebih banyak hubungan dalam homoseksualiti dari pada sekedar dari level seksual yang serta diperbolehkan. Secara psikologi, demi untuk kebahagian, perkawinan antar sex yang sama itu mungkin saja terjadi. Bagaimana dua orang lelaki atau dua orang wanita, yang sama secara biologikal, menemukan karakter yang berbeza di dalam diri mereka dan akhirnya merasa sesuai antara satu dengan yang lain. Dua lelaki atau dua wanita, dimana yang satu berperanan sebagai sisi maskulin sedangkan yang satu berperan sebagai feminin. Mereka berinteraksi dalam secara romantik seperti pasangan normal.

Pada kalangan lesbian, dorongan utamanya adalah pada kasih sayang. Lagi pula , karena faktor kasih sayang itu, lesbianisme cenderung terjadi secara sementara, oleh karena sama sekali tidak memberi perubahan peranan pada diri wanita yang bersangkutan. Oleh karena itu dapat dikatakan, bahwa lesbianisme terjadi dalam konteks interpersonal.

Sehingga pertengahan tahun 50-an study mengenai penyimpangan seksual memang tidak begitu dikenali. Tentang homoseksualiti yang memang ada hubungan erat dengan agama ini juga belum dibahas. Kaum gay-lesbian lebih banyak berhubung secara sembunyi-sembunyi. Waktu itu seluruh dunia mendakwa bahwa perilaku homoseksual yang sudah menjalar itu disebut sebagai perilaku kejahatan/kriminal. Pandangan mengenai homosexual sebagai mental disorder telah berubah. Banyak ahli psikolog barat menyatakan kalau perilaku homosexual itu bukan perilaku menyimpang, akan tetapi perilaku normal, alami dan merupakan orientasi seksual. Pada tahu 1973, APA (American Psychiatric Association) memindahkan homoseksual dari klasifikasi sebagai psikiatric disorder dan menjelaskan homosexual bukan lagi mental disorder. Hal ini juga diikuti oleh organisasi-organisasi internasional yang lain. Diantaranya adalah American Law Institute dan WHO. World Health Organization. Ini menghapus tanggapan homoseksual dari daftar penyakit mental sekitar 1981. Dan yang paling terbaru adalah The American Psychological Association yang mengeluarkan pernyataan tentang masalah homoseksual pada bulan Julai 1994.

Pernyataan itu ialah :  Homoseksualiti bukanlah sakit mental ataupun kerosakan moral. Itu jelas merupakan suatu cara dimana kaum minoriti itu mengungkapkan rasa cinta dan seksualitinya. Penelitian tentang penilaian, stabiliti, reliabiliti dan vocasional adaptiviti, semuanya menunjukkan gay-lesbian berfungsi sama halnya dengan kaum heteroseksual. Homoseksualiti juga bukan masalah tentang pilihan individual. Riset menyatakan kalau homosexual orientasi berada ditempat yang paling awal dari lingkaran kehidupan, kemungkinan sudah ada sebelum lahir. 

Ada beberapa macam jenis Homosexual :

  1. Blatant homosexuals : homosexual jenis ini dengan kaum gay sejati, dimana laki-laki dengan personaliti seperi wanita atau feminin. Sedangkan kaum lesbian, wanitanya berkepribadian seperti laki-laki atau maskulin. Termasuk juga "Leather boy" yang memakai jaket kulit, rantai dan sepatu boots.
  2. Desperate homosexual : biasanya kaum homosexual ini sudah menikah akan tetapi tetap menjalani kehidupan homosexualnya dengan bersembunyi dari isterinya. 
  3. Secret homosexual : kaum homoseksual ini terdiri dari bermacam-macam jenis dan dari tingkat sosial yang berbeza-beza, walaupun kebanyakan dari mereka itu termasuk golongan menengah yang berkemampuan. Sering juga mereka itu ada yang sudah  menikah dan beranak. Kaum homosexual ini pandai sekali menyembunyikan identiti sehingga tak seorangpun tahu yang mereka homoseks. Hanya beberapa teman dekat atau kekasihnya saja yang tahu sebenarnya.
  4. Situational homosexuals : ada kalanya seseorang berada pada situasi sehingga individu itu bertingkah laku seperti homoseks. Karena keadaanlah yang memaksa mereka berbuat demikian. Misalnya seperti dalam penjara, sekolah-sekolah berasrama dan institusi sejenis lainnya. Setelah mereka keluar, tingkah laku sexual mereka akan kembali normal, tapi tak kurang juga yang meneruskan  pola homosexual itu. Atau juga karena alasan ekonomi, misalnya mencari duit....
  5. Bisexuals : adalah individu yang "engage" dengan kehidupan homoseks dan juga heteroseks. Biasanya yang termasuk golongan ini adalah kaum homoseks yang sudah menikah lama. Mereka sama-sama menikmati kedua kehidupan itu, baik sebagai homoseks maupun heteroseks. Agak serupa juga dengan golongan desperate homosexual yang mereka lebih enjoy dan menikmati hidup mereka sebagai homoseks secara diam-diam.
  6.  
"Namun kadar "perceraian" antara pasangan homosex lebih tinggi berbanding dengan heterosex.

Adjusted homosexuals : golongan homosexual ini lebih berterus terang hidup diantara sesama  mereka. Dengan mudah menyesuaikan dirinya. Banyak kaum homosexual hidup dalam tingkat keintiman yang tinggi dari pada heterosexual. Namun kadar "perceraian" antara pasangan homosex lebih tinggi berbanding dengan heterosex. Dan antara gay dengan lesbian, tingkat keintiman lesbian lebih tinggi karena lesbian lebih menggunakan emosi dalam menjalin hubungan."

 

Homoseksual dan Kehidupan sosial

Homoseksual sudah dikenal sejak dulu kala, misalnya pada zaman Nabi Luth. Dalam Al-Qur'an di surat Huud, diceritakan bahwa Nabi Luth merasa susah dengan kedatangan utusan-utusan itu (malaikat), Nabi Luth bimbang kalau tamunya diganggu oleh kaumnya yang gemar melakukan homoseksual. Azab yang dijatuhkan oleh Allah pada kaum Luth sungguh hebat. Karena sesungguhnya hubungan sejenis itu adalah dosa besar.

Ada beberapa faktor penyebab seseorang menjadi homoseksual. Iaitu :

  1. Genetic & hormonal factors : ada beberapa ahli sains yang menyatakan homosexual itu karena faktor keturunan ( gay are born not made ) tapi ada juga yang juga menyangkal pernyataan itu dengan alasan "teori" itu tidak manusiawi dan terlalu sempit.
  2. Pengalaman homosexual dan reinforcement positif mereka : biasanya menjelang adolescence atau pada peringkat awal adulthood, pengalaman homosexual sering berlaku. Dan jika individu menikmati pengalaman tersebut maka kebiasaan itu akan berlanjutan.
  3. Keadaan negatif dari perilaku heterosexual : larangan kepada anak laki-laki dan perempuan untuk mengadakan perhubungan diantara mereka juga dijadikan alasan mengapa suatu individu lebih "memilih" homosexual dari pada heterosexual. Hal ini berlaku karena sejak kecil mereka hanya diberi kebebasan bergaul diantara mereka sahaja seolah-olah perilaku heterosexual itu begitu jahat.
  4. Family patterns : biasanya keluarga yang mempunyai jenis ibu yang seductive dan ayah yang apatis (absent father). Ayah bersikap menolak kehadiran anak, karena dianggapnya sebagai rival, sehingga anak memendam sifat maskulinnya yang dianggap dapat merosak hubungan antara ayah dan ibunya. Dan akhirnya kepribadian anak terbentuk, menjadi pemalu, takut terluka, lemah, penyendiri dan merekapun jarang melakukan aktiviti adventures serta sukan yang keras.
  5. General sosiocultural factors : berbagai macam budaya-culture, membuat berbagai macam faktor sosial-budaya pula. Bagaiman perilaku yang diharapkan oleh masyarakat juga berpengaruh. Penekanan sosial juga membuat terjadinya insiden homosexual ini. Banyak ilmuwan barat mengatakan bahwa orientasi seksual sudah mulai terbentuk sejak usia muda melalui hubungan atau intereksi yang kompleks atau secara biologi dan psikologi dan karena faktor-faktor sosial.

Ahli psikologi tadi tidak mempertimbangkan bahwa orientasi seksual itu merupakan pilihan dalam keadaan sedar dan boleh diubah. Banyak para psikologi barat tetap menyatakan homosexualiti itu bukan sakit mental ataupun masalah emosi.

Homosexual

Salah satu bentuk penyimpangan seksual atau biasa disebut disfungsi seks adalah Homosexualiti pada lelaki. Iaitu keadaan dimana seorang lelaki memiliki daya tarik dengan pada pasangan sejenis. Sebenarnya keadaan merupakan masa peralihan atau transisi pada masa remaja. Tapi apakah peralihan ini sihat atau tidak, tergantung dari individu yang bersangkutan. Peralihan biasanya bersifat sementara akan tetapi kalau pola homosexual ini kekal maka itulah yang tidak sihat dan harus diubah.

  1. Bagi yang bener -bener ingin sembuh, kembali ke heterosexual, kesungguhan motivasi untuk berubah sangatlah menetukan.
  2. Pemulihan hendaknya difokuskan pada 4 perkara:
    • pengurangan ketakutan terhadap hetersoseksual.
    • peningkatan respon heteroseksual.
    • mengembangkan rasa puas pada tingkah laku heteroseksual.
    • mengurangkan minat atau interest pada penyimpangan sexual ini.

 

Kesimpulan

Salah satu jalan yang mudah untuk menyembuhkan homoseksualiti adalah dengan tidak memulakannya. Walaupun kini masih ada kontradiksi apakah homoseksualiti adalah biological atau merupakan kebiasaan yang dipelajari.

Rujukkan:

Rosenfels, Paul.1971.Homosexuality: The Psychology of the Creative Process.

Macions, J.J.1991.Sosiology.Englewood cliffts: Prentice Hall, Inc.

Kisker, G.W.1997.Disorganized Personality. Tokyo: McGraw Hill.

.

Copyright © 2001 GayMalaysia.Com  All Rights Reserved.

Hosted by www.Geocities.ws

1