|
Shaloom,
Berikut ini adalah sebagian kecil dari kesaksian saya selama melayani di
Semarang.
Hari Senin 22 Jan 2001, rencananya jam 18:00 saya akan ke gerejanya Pak
Yakub Sulistyo di Ambarawa untuk menghadiri pemutaran Film "Left
Behind" di layar lebar. Kebetulan gereja beliau baru saja membeli
sebuah LCD proyektor. Jadi ini kesempatan emas saya untuk menyaksikan
"Left Behind" di layar lebar.
Rupanya Tuhan punya maksud lain. Sekitar jam 5:30 pagi saya mengantarkan
adik saya ke Stasiun bis untuk kembali ke Salatiga karena dia pas hari itu
ada ujian. Pulangnya dari stasiun, mobil saya mogok. Jadi saya yang saat itu
sedang memakai pakaian seadanya (malu
banget lagi..... ) harus berhenti di pinggir jalan dan memperbaiki mobil
saya. Saya pikir harus ganti busi, jadi harus menunggu sampai jam 8 pagi
sampai toko onderdil buka. Setelah ganti busi, ternyata masih tidak bisa
jalan, jadi harus kuras karburator dengan alat seadanya (telapak tangan).
Setelah itupun ternyata master kopling bawah bocor, jadi harus mengisi ulang
minyak kopling. Alhasil, sudah jam 2 siang ketika semuanya selesai. Saya
langsung mandi dan berganti pakaian, dan jam 3 atau 3:30 sampai ke rumah Pak
Yakub, belum sempat
minum air segelaspun, apalagi makan.
Persis saya keluar dari mobil saya, Pak Yakub dan antek-anteknya (he he he)
yaitu Mas Mieke dan Mas Moko sedang keluar dari rumah. Langsung saya diajak
pergi, yaitu untuk melayani orang yang katanya kerasukan setan. Jadi seorang
suster dari sekolah SMU / Arama Sedes (sekitar 10KM dari Ambarawa ke arah
Magelang) menelpon Pak Yakub dan minta supaya datang karena beberapa
muridnya kemasukan setan dari jam 1 siang. Sesampainya di sana, pada siswi
pertama Mas Mieke langsung berkata, ini karunia bahasa lidah. Tetapi karena
tidak ada yang mendoakan (hamba Tuhan yang tumpangi tangan misalnya) maka
perlu di test (apalagi ini di sekolah katholik dimana para Susternya
kebingungan dan berpikir ini Setan). Pak Yakub langsung mendoakan, tetapi
beliau mendeteksi ini benar dari Tuhan dan bukan kerasukan Setan. Pada siswi
kedua, saya bertanya pada Mas Mieke, apakah kasusnya sama. Beliau langsung
bilang, sama. Maka saya langsung keluar ruangan dan mencari suster untuk
minta ijin menjelaskan pada siswi - siswi lainnya yang langsung di OK oleh
sang suster. Pada saat ini Pak Yakub dan Mas Mieke sedang mendoakan siswi
kedua tadi.
Ketika saya bertanya kepada para siswi apakah mau saya jelaskan, mereka
semua berteriak kegirangan. (apakah jumlahnya mencapai 100 orang saya kurang
jelas, tapi yang jelas banyak sekali). Mereka semua langsung masuk ke aula.
Detik itu saya merasakan urapan Allah yang
sangat kuat seperti aliran - aliran listrik di kedua tangan saya.Saya
bertanya apakah ada alkitab tetapi karena para siswi tidak punya maka saya
berkotbah dari kitab Yoel pasal 2 sejauh yang saya hapal (salah - salah
dikit tentunya) :
28 "Kemudian dari pada itu akan terjadi, bahwa Aku akan mencurahkan
Roh-Ku ke atas semua manusia, maka anak-anakmu laki-laki dan
perempuan akan bernubuat; orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi,
teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan.
29 Juga ke atas hamba-hambamu laki-laki dan perempuan akan
Kucurahkan Roh-Ku pada hari-hari itu.
30 Aku akan mengadakan mujizat-mujizat di langit dan di bumi: darah
dan api dan gumpalan-gumpalan asap.
31 Matahari akan berubah menjadi gelap gulita dan bulan menjadi
darah sebelum datangnya hari TUHAN yang hebat dan dahsyat itu.
Selesai saya membacakan ayat - ayat ini, para siswi berteriak kegirangan.
Ketika saya bertanya siapa yang mau Tuhan pakai lebih dahsyat dari sekedar
"mabuk dalam roh" seperti yang dialami kedua rekan mereka, kontan
para siswi berteriak - teriak kegirangan sambil
bertepuk tangan dan memuji - muji Tuhan. Saya langsung sadar bahwa para
siswi Katholik ini begitu merindukan Tuhan menjamah mereka. Maka langsung
mereka saya ajak berdiri dan berdoa. Ketika saya merasakan dorongan Roh
Kudus, saya meminta yang mau Tuhan jamah supaya tetap berdiri, yang ragu -
ragu supaya duduk lagi.
Sekitar 80% siswi tetap berdiri. Dan ketika saya menumpangkan tangan keatas
kepala dan pundak siswi pertama kejadian yang cukup aneh buat saya terjadi,
saya belum berdoa apa - apa siswi itu sudah jatuh di dalam roh. Begitu pula
siswi - siswi lainnya. Saya ingat saat itu Mas Moko ikut juga mendoakan
siswi - siswi lainnya. Hal aneh lainnya adalah bahwa Roh Kudus menuntun saya
jelas sekali siapa saja yang perlu saya doakan. Hal baru lainnya yang bisa
saya saksikan adalah ketika saya menumpangkan tangan keatas seorang siswi
yang ditopang oleh rekannya (rupanya siswi yang ditopang ini sudah setengah
mabuk dalam Roh) maka begitu tangan saya menempel ke kepala si siswi, yang
menopang justru mental ke samping dan mulai berkarunia lidah. Tidak tahu
berapa banyak yang sudah Tuhan jamah sendiri, sehingga menangis dan
tergeletak di lantai.
Ketika Pak Yakub dan Mas Mieke datang, merekapun langsung ikut mendoakan.
Dan tiba - tiba saya merasakan urapan Roh Kudus diangkat atau hilang, lalu
saya bertanya pada Mas Moko dalam bahasa jawa kasar, "wis bar yo mas
(sudah selesai ya mas)" dan beliau jawab, "sudah selesai
sepertinya". Pak Yakub menghampiri saya dan berkata bahwa beliau akan
kotbah sebentar.
Rupanya Mas Mieke pergi ke kantor suster dan meminta ijin untuk kebaktian
kharismatik sebentar sekaligus meminjam sebuah Alkitab. Saya memimpin doa
Firman Tuhan dan Pak Yakub mulai berkotbah - lucunya juga dari kitab Yoel 2
diatas. Padahal komunikasi diantara kami berempat ya hanya sebatas yang saya
saksikan diatas. Setelah itu
kami semua menyembah Tuhan
dalam lagi "Ajaib Tuhan" (how great thou art) dan mulai mendoakan.
Tetapi rupanya sebelum kami doakanpun Roh Kudus sudah bekerja sendiri dan
menjamahi para siswi itu. Maka Pak Yakub memutuskan untuk menutup kebaktian.
Maka kamipun pulang.
Ini adalah pengalaman yang luar biasa bagi saya, dimana ada kasus dikira
kesurupan setan padahal dipenuhi Roh Kudus. Dan dimana Tuhan memilih untuk
bekerja tanpa melalui hambaNya, tetapi Dia sendiri bekerja sesuai dengan
keinginanNya. Sungguh ini adalah akhir daripada akhir jaman. Halleluya !!!!
Sebelum pulang, saya berbincang pada suster yang mengantarkan kami keluar
pintu. Beliau berkata bahwa tadinya beliau bingung karena para siswi mulai
"berjatuhan" dan mengeluarkan kata - kata aneh. Tetapi saya
berkata, "oh suster ini masih terus, nanti malampun masih ada
lagi." Lalu beliau dengan terkejut dan panik bertanya "sampai
kapan ??????" ^-^ wah ini kita serahkan pada Tuhan saja ya suster,
tetapi kalau ada yang jatuh lagi biarkan saja, itu kerja Roh Allah. Amin !!!
Mungkin sampai disini dulu yang bisa saya sampaikan. Mohon doakan kepulangan
saya ke Jakarta, yang saya sendiri masih belum tahu kapan. Yang jelas selama
saya ada di Semarang, di Jakarta, di Taipei atau dimana saja, saya mau dan
rindu untuk jadi berkat, jadi mohon doakan juga supaya Tuhan memberikan saya
kesempatan untuk melayani jiwa - jiwa walaupun hanya satu jiwa saja untuk
hormat kemuliaan namaNya. Amin !!!
In Him,
Ev.
Ade Sugeng Wiguno
Adm. Pelayanan Maleakhi (Club Malachi, Milis Maleakhi dan Galaxy Web)
|