Kesaksian Hidup - Sugeng Wiguno


Memang pengalaman punya Tuhan itu luar biasa. Waktu SD saya nggak bego - bego amat lah. Kakak saya beda 6 tahun sama saya. Dan waktu dia masuk SMP Marsoed, hari seakan tiada berlalu tanpa pesta, ditelpon cewek dll. Waaah saya pikir inilah pengamalan jadi orang "gede". Ketika masuk SMP kelas satu saya kecewa karena keadaan saya nggak sama dengan kakak saya dulu (akibat tidak pernah menggunakan cermin). Tidak ada satu orangpun yang mengundang saya ke pesta mereka, tidak ada yang menelpon saya, pokoknya saya kecewa berat deh. Sempat seorang cewe yang saya taksir (berkat bantuan seorang temen SD dulu) berhasil jadi pacar saya. Tetapi satu bulan kemudian kita putus nih ceritanya, sebab seperti kata dia sendiri, cowok yang lebih ganteng mau jadian sama dia. Saya coba apa yang saya bisa, dari ngedrums di band (hampir nggak pernah naik panggung) sampai pukul - pukulam sama ketua tim basket. Eh semua ini malah makin mengacaukan reputasi saya saja. Hanya teman bekas SD saja yang masih bersahabat sama saya. Jangan ada yang bilang cowok nggak bisa sakit hati, itu dusta.

Puncaknya ketika kenaikan kelas, raport sama pas 6, just right untuk naik kelas. Orang tua saya dipanggil oleh wali kelas dan seperti biasa mami saya yang gagah perkasa sudah menyiapkan hukuman buat saya. Ketika Tante saya menikah dan butuh pagar bagus, meskipun si Tante itu minta - minta saya supaya bisa membantu mamie saya tidak mengijinkan. Sore harinya Mamie bilang bahwa orang yang menikah ingin wajah - wajah cantik dan ganteng di album foto mereka, bukan wajah jelek. Sejak itu saya mengutuki hari lahir saya, menyesali hari lahir saya.

Kelas dua SMP, ketika bulan Desember tiba, saya ikut KKR Natal di Istora Senayan. Disanalah saya terima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi saya. Tetapi saya belum punya perasaan apa - apa. Tersentuh dll tidak sama sekali. Perasaan tenang, damai itu semua belum saya rasakan. Saya cuma tahu apa kata Alkitab (yang jumlahnya sangat terbatas waktu itu). Saya selalu cerita tentang Yesus sampai efektif kelas dua smp saya cuma punya dua teman yang bukan dari SD dulu (kemana mereka semua jangan tanya saya). SMP kelas dua itu adalah neraka bagi saya. Bahkan seorang teman yang waktu kelas satu dahulu cukup dekat, waktu kelas dua menyebarkan undangan untuk pesta ulang tahunnya. Ajaib, hanya ada satu nama yang tidak diundang .... melalui teman eks SD juga saya dikonfirmasikan bahwa saya memang sengaja tidak diundang. Tapi kali ini biarpun sedih saya gembira, sekalipun ibu dan ayahku menolak aku tetapi Tuhan menyambut aku (MZM 27:10). Saya jadi punya hobi baru, diam di sekolah untuk berdoa, sampai sore hampir gelap baru saya naik mikrolet pulang. 

Akhir kelas dua SMP, saya ikut retreat pelajar. Biasa saja, tidak ada yang istimewa. Sampai pada malam terakhir, Pnt. Samiton Pangellah mengurapi saya dengan minyak. Kalimat pertamanya adalah "Kamu tidak akan ditolak lagi" dan saat minyak nempel di pipi saya BOOM !!! Sugeng yang lama jatuh tumbang dan tidak pernah berdiri lagi. Firman Tuhan yang tidak pernah saya baca sebelumnya mengalir di otak, percakapan dengan Yesus mengalir di pikiran saya, terlalu banyak untuk disebutkan satu - persatu tetapi saya ingat semuanya. Ketika saya bangun dan kembali ke sekolah dalam waktu satu Tahun, yaitu sepanjang kelas tiga SMP dari saya sendiri anak Tuhan di SMP Marsud, ada kira - kita 20 orang yang secara bergantian ikut saya berdoa setelah pulang sekolah, termasuk ketua tim basket, dan beberapa jiwa baru yang diantaranya Tuhan urapi untuk menjadi "penguasa" dibidang teknology dan tinggal di Amerika saat ini. 

Saya menjadi termasuk salah satu orang yang tahu betapa diluar Tuhan saya tidak dapat berbuat apa - apa. Sebelum ada Yesus saya tidak punya setitikpun untuk saya banggakan. Seperti janin yang mungil, yang bila tali pusar itu dicabut pasti mati. Sewaktu Yesus berbicara melalui Firman Tuhan mengenai pokok anggur dan ranting, saya tahu persis harga saya tanpa Yesus, orang yang layak ditolak oleh seisi dunia ini. Tetapi bersama dengan Yesus, anything is possible. Oleh karena itu saya berhutang kepada bangsa - bangsa terutama kepada anak - anak muda bahwa bila ada yang merasa harga diri kita itu nol, saya mau katakan itu benar. Mati, dibuang, dibakar, itu yang layak kita terima. Tetapi ada Bapa kita di surga yang mau memelihara kita, menerima dan memberikan kuasaNya dan berkatnya yang adalah kekayaanNya dalam kemuliaan bila kita mau pulang kepadanya. Jangan pernah putus asa .... Bapa menunggu di rumah. Pulang yuk !!! 


In Him,


Sugeng Wiguno ^-^





Kembali ke Halaman Utama

Return to Main Page

About Galaxy WEBAdvertising Info Submit a Page
©2000 Galaxy M:318

Hosted by www.Geocities.ws

1