Fadjar's site

a continuous aviation learning

home

Tenerife, kecelakaan memakan korban terbesar dalam sejarah penerbangan

27 Maret 1977,  semua pesawat yang datang ke Las Palmas de Gran Canaria terpaksa diverted ke Los Rodeos Airport, karena ada ancaman bom teroris di airport tersebut. Belakangan di ketahui ancaman tersebut adalah palsu dan Las Palmas airport kembali di buka.

PanAm 7136 dan KLM 4805 adalah termasuk diantara pesawat yang terpaksa mendarat di Los Rodeos. Pesawat PanAm datang dari Los Angeles sedangkan KLM datang dari bandara Schipol.

Setelah Las Palmas di buka kembali, pesawat KLM di perintahkan untuk taxi backtrack di runway dan  pesawat PanAm mengikuti dari belakang. Di bawah ini sketsa kasar bandara Los Rodeos. (maaf kalau kurang jelas)

 

safety
knowledge
technology
links
about me
 

Setelah pesawat KLM berada ujung runway siap untuk lepas landas, pesawat Pan Am masih berada di landasan untuk keluar dari salah satu taxi way. Sebelum pesawat PanAm keluar dari landasan, pesawat KLM memulai lepas landas tanpa ijin dan keduanya bertabrakan di landasan.

583 orang meninggal sedangkan hanya 56 orang penumpang PanAm dan 5 crew selamat. Beberapa faktor penyebab kecelakaan:

Human factor: Capt. KLM adalah instruktur dan 'top man' yang cukup senior di perusahaan, tergesa-gesa karena terdesak maximum duty time. Lack of CRM,  dengan tidak mendengarkan kata-kata copilot dan flight engineer. Komunikasi dari tower dan pilot tidak jelas, tidak di mengerti dengan baik. Komunikasi dengan phrase Non standard

 

Cuaca: Sangat buruk dengan jarak pandang yang rendah.

Berikut ini adalah link laporan lengkap dan video dari kecelakaan tersebut

 

http://www.project-tenerife.com

http://en.wikipedia.org/wiki/Tenerife_disaster

 

 

Hosted by www.Geocities.ws

1