Spiritual
Leadership -23:
The Kind of a
Person God Will Use for His Work
(Tipe
Orang-orang yang Dipakai Tuhan)
Oleh David
Yonggi Cho
Kita semua
adalah para hamba Tuhan yang dipilih olehNya. Sikap apa yang
seharusnya kita miliki agar Tuhan dapat memakai kita
sepenuhnya dan agar kita dapat melayani orang lain?
Pertama-tama,
kita harus membebaskan diri kita dari kecemasan dan
kekhawatiran. Kata kerja dari cemas atau khawatir dalam
bahasa Yunani adalah "merimnaw" yang artinya
"terpisah atau terbagi." Ketika kita merasa cemas
atau khawatir, hati kita terbagi-bagi untuk banyak hal.
Selain itu, energi mental dan spiritual kita mengering dan
kita menjadi tidak mampu untuk menjalankan pekerjaan kita
bagi Tuhan. Penting bagi kita untuk mengusir kecemasan dan
kekhawatiran dari hati kita.
Bagaimana kita
mengatasi kecemasan dan kekhawatiran? Pertama-tama kita
harus berdoa. Kita harus datang kepada Kristus dan berdoa
sampai kita merasakan damai sejahtera. Ketika kita berdoa
dan merasakan hadiratNya, Ia menolong kita dan mempedulikan
kita, dan semua kecemasan dan kekhawatiran kita akan hilang.
Alkitab
mengatakan kepada kita di dalam Filipi 4:6-7,
"Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga,
tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah
dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Damai
sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara
hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus."
Beberapa orang
mengatakan bahwa mereka sangat sibuk sehingga mereka tidak
bisa menunggu hingga damai sejahtera dari Allah memenuhi
mereka. Namun, mereka yang dipenuhi dengan kecemasan dan
kekhawatiran tidak bisa dipakai Tuhan sepenuhnya. Bahkan
apabila Tuhan memberikan mereka beberapa tugas, mereka tidak
akan memberikan hasil yang baik. Mereka yang hatinya
terbagi-bagi akan banyak hal tidak dapat berfokus pada satu
tujuan besar saja; mereka benar-benar tidak dapat melakukan
hal-hal besar. Mereka hanya berdoa sebentar dan berpikir
bahwa itu sudah cukup meskipun mereka belum merasakan damai
sejahtera di hati mereka. Namun mereka salah. Mereka
seharusnya terus berdoa hingga mereka dapat merasakan
kecemasan dan kekhawatiran mereka menghilang dan damai
sejahtera Tuhan melingkupi mereka.
Apakah anda
merasa cemas dan khawatir di dalam hati anda? Tuhan tidak
menyukai kecemasan dan kekhawatiran karena itu berasal dari
Setan. Setan berusaha untuk mencuri, membunuh dan
menghancurkan anda. Apakah anda tahu bagaimana Setan
melakukan semuanya itu? Ia menanamkan kecemasan dan
kekhawatiran di dalam hati anda agar hati anda terbagi-bagi.
Sekitar 300
ribu tentara Amerika kehilangan nyawanya selama Perang Dunia
II. Tetapi, pada waktu yang sama, orang-orang yang meninggal
di rumah karena cemas dan khawatir ada sekitar satu juta
orang. Kecemasan dan kekhawatiran membunuh orang lebih
banyak daripada perang.
Setan tidak
menyerang kita dengan sensasi yang kelihatan dan suara
keras.
Ia lebih suka
menggunakan pendekatan step-by-step (tahap demi tahap). Pada
tahap pertama, ia membuat kita cemas dengan kekhawatiran.
Tahap berikutnya adalah tahap penindasan. Meskipun kita
dapat memilih untuk melepaskan diri dari kecemasan dan
kekhawatiran pada tahap pertama, pada tahap kedua yaitu
tahap penindasan, kita tidak banyak memegang kendali.
Ketakutan, keputusasaan dan kekecewaan digunakan untuk
menindas dan menekan kita sehingga membuat kita sakit. Ini
merupakan tahap dimana orang berjuang dan berperang melawan
Setan. Tahap ketiga adalah tahap depresi atau kemurungan.
Pada tahap ini, kita kehilangan kendali atas hidup kita dan
kehilangan makna hidup. Tahap keempat adalah tahap
penyerahan. Kemudian tahap terakhir adalah tahap kekalahan,
yang merupakan tahap kemenangan bagi Setan yang membuat kita
menuju kehancuran.
Kita bisa
menemukan contohnya dalam Alkitab.
Mari kita
melihat Yudas Iskariot. Meskipun ia menghabiskan banyak
waktu bersama Yesus, ia selalu memiliki keinginan khusus,
yaitu keterikatan akan uang. Kemudian ia tertindas oleh
keinginannya itu dan mulai mencuri uang. Hal ini tertulis
dalam Yohanes 12:6, "... karena ia adalah seorang
pencuri; ia sering mengambil uang yang disimpan dalam kas
yang dipegangnya."
Yudas
memasuki tahap depresi atau kemurungan. Ia mulai
menjaga jarak dengan murid-murid lainnya dan selalu
memiliki perasaan iri dan benci terhadap situasinya
saat itu. Kemudian ia menyerah dalam keputusasaan dan
akhirnya ia memberikan dirinya kepada Setan yang membuatnya
menjual Yesus seharga 30 keping perak.
Dengan cara
yang demikian, Setan selalu berusaha untuk merampok,
membunuh dan menjatuhkan orang-orang. Namun, Setan tidak
dapat menyerang perlindungan damai sejahtera Allah. Alkitab
mengatakan, "Kamu berasal dari Allah, anak-anakku, dan
kamu telah mengalahkan nabi-nabi palsu itu; sebab Roh yang
ada di dalam kamu, lebih besar daripada roh yang ada di
dalam dunia" (I Yohanes 4:4).
Saya telah
melihat banyak hamba Tuhan menjadi tidak kompeten karena
mereka mengijinkan hati mereka dan pikiran mereka dipenuhi
dengan kecemasan dan kekhawatiran. Obat untuk kecemasan dan
kekhawatiran adalah damai sejahtera Allah. Namun, damai
sejahtera Allah tidak bisa didapat dengan latihan atau
meditasi mental. Hanya apabila kita berdoa kepada Allah
sambil bergantung kepada kuasa Roh Kudus, maka kita dapat
merasakan damai sejahtera Allah mengisi hati kita.
Yang kedua,
agar kita dipakai Tuhan sebagai hambaNya yang baik, kita
harus memiliki kerinduan terhadapNya. Tuhan memakai orang
yang memiliki kerinduan. Ketika Tuhan memilih
hamba-hambaNya, Ia tidak mengukur seberapa sempurnanya
karakter mereka, karena tak seorangpun akan dianggap benar
menurut pandanganNya berdasarkan hukumNya. Petrus sebagai
contoh. Meskipun ia memiliki banyak kekurangan, namun ia
memiliki kerinduan yang luar biasa ketika melayani Yesus.
Orang-orang
yang memiliki kerinduan ini juga bisa mengobarkan kerinduan
yang ada di dalam diri orang lain. Saya selalu
berusaha untuk bergairah di dalam pekerjaan Kristus. Gereja
Yoido Full Gospel telah mampu untuk berkembang dan bertumbuh
sehingga menjadi gereja yang terbesar di dunia karena ada
banyak hamba Tuhan yang penuh kerinduan yang bekerja dan
berdoa bagi gereja ini.
Sebelumnya,
diperlukan hamba Tuhan yang penuh kerinduan.
"Aku tahu
segala pekerjaanmu: engkau tidak dingin dan tidak panas.
Alangkah baiknya jika engkau dingin atau panas!" (Wahyu
3:!5)
Berdoalah
dengan penuh kerinduan. Bersaksilah dengan penuh kerinduan.
Kasihilah sesama dengan penuh kerinduan. Layanilah Tuhan
dengan penuh kerinduan. Kristus mengangkat orang-orang yang
bekerja dengan penuh kerinduan dan Ia memakai mereka luar
biasa.
Yang ketiga,
agar dipakai oleh Kristus, kita harus mengasihi sesama
dengan hati yang tulus. Dengan menjadi hamba Tuhan, bukan
berarti kita memiliki otoritas untuk memerintah orang lain.
Semua orang sama di mata Tuhan. Karena tidak ada seorangpun
yang suka ditindas, maka kita tidak boleh menindas mereka.
Dengan kasih kita harus belajar untuk menghargai
keberhasilan mereka, sekaligus kita juga membantu mereka
untuk memperbaiki dan mengatasi kegagalan mereka. Apabila
kita melayani dengan penuh kasih, serta mendorong dan
menolong mereka, maka kita akan menghasilkan buah yang luar
biasa.
Hal ini cukup
sederhana. Agar dipakai Tuhan secara luar biasa, kita harus
melupakan semua kekhawatiran, memiliki kerinduan untuk
melayani Kristus dan mengasihi sesama dengan hati yang
tulus.
Yang keempat,
agar menjadi hamba Tuhan yang luar biasa, kita harus
dibaptis dan dipenuhi oleh Roh Kudus. Jika kita tidak
bekerja bersama dengan Roh Kudus, kita tidak akan dapat
melakukan apa-apa selain membangun "gereja yang tanpa
kehidupan" dan memenuhinya dengan "orang-orang
yang mati secara spiritual". Banyak pendeta berusaha
untuk membangun gereja agar sesuai dengan keinginan mereka.
Gereja semacam itu hanya dapat mengajarkan tentang sejarah
Yesus yang tidak akan menghasilkan apa-apa. Selain itu,
kebaktian mereka akan seperti persembahan Kain yang tidak
dapat menyenangkan hati Tuhan. Tanpa Roh Kudus, kita para
hamba Tuhan bukanlah apa-apa.
Roh Kudus yang
diturunkan 2000 tahun yang lalu masih bersama dengan kita,
Ia masih tinggal di dalam kita dan terus memperhatikan kita.
Roh Kudus juga memiliki kepribadian. Roh Kudus rindu agar
kita mengenalNya, menyambutNya dan mempercayaiNya
sepenuhnya.
Apakah anda
mengenal Roh Kudus? Apakah anda menyambut Roh Kudus?
Sudahkah anda menerima Roh Kudus di dalam hati anda? Apakah
anda mempercayai Roh Kudus?
Apabila kita
dipenuhi dengan Roh Kudus, kecemasan dan kekhawatiran di
dalam hati kita akan lenyap, dan kita akan memiliki
kerinduan serta mampu untuk mengasihi sesama dengan tulus.
Selain itu, apabila kita dipenuhi dengan Roh Kudus, kita
akan menjadi hamba-hamba Tuhan yang baik, yang memberitakan
tentang Yesus ke seluruh dunia.