Spiritual
Leadership -17
How
To Dream and Think Creatively
(Bagaimana
Cara Bermimpi dan Berpikir yang Kreatif)
Oleh
: David Yonggi Cho
Ketika kita menggambarkan pengalaman kita sewaktu dipenuhi oleh Roh
Kudus, kita mengatakan bahwa kita merasa geli atau tiba-tiba merasa
bersukacita. Namun, fenomena yang seperti itu hanya sebentar.
Kemudian mereka tidak lagi dipenuhi oleh Roh Kudus.
Dipenuhi dengan Roh Kudus berarti bahwa hati dan pikiran kita
ditangkap oleh Kristus dan kita selalu bersyukur kepada Tuhan, serta
berbicara kepada yang lainnya dengan mazmur, pujian dan lagu-lagu
rohani.
Kehidupan yang bagaimanakah yang seharusnya dimiliki oleh orang
Kristen yang dipenuhi oleh Roh Kudus?
Seseorang yang dipenuhi oleh Roh Kudus harus memiliki pikiran yang
kreatif di hadapan Tuhan. Tuhan bekerja melalui impian dan
pikiran kita yang kreatif dan produktif. Mari kita uji
bagaimana cara bermimpi dan cara berpikir yang kreatif.
Syarat yang terutama bagi kita agar memiliki visi dan impian yang
kreatif adalah dengan berpikir, “Saya dapat melakukannya di dalam
Kristus.” Kristus mengatakan di dalam Markus 9:23, “Tidak
ada yang mustahil bagi orang yang percaya!” Jika kita
mengatakan, “Hal itu tidak mungkin terjadi,” maka kita telah
gagal.
Ketika kita mulai berpikir, “Saya dapat melakukannya di dalam
Kristus,” maka kreatifitas Roh Kudus akan mengalir di dalam kita,
dan banyak ide akan muncul di pikiran kita, menunjukkan jalan kepada
kita agar dapat menyelesaikan tugas-tugas kita.
Sebagai contoh, ketika kita menyimpulkan, “Keanggotaan gereja kami
telah mencapai puncaknya dan tidak bisa bertambah lebih lagi,”
maka hambatan akan mulai menghalangi jalan kita, dan gereja kita
akan benar-benar berhenti bertambah. Malahan, jumlahnya akan
mulai menurun. Namun, apabila kita percaya, “Gereja kami
dapat bertumbuh lebih besar lagi,” maka ide-ide akan bermunculan
dengan cara dan kemungkinan yang baru untuk semakin bertumbuh, dan
kemudian gereja itu akan semakin bertumbuh.
Tuhan tidak bekerja bersama mereka yang berpikiran tidak mungkin.
Tidak peduli seberapa sulit sebuah tugas, apabila kita berusaha
menemukan solusinya dengan iman, maka Roh kudus akan membimbing
pikiran kita. “Ada jawaban bagi semua masalah. Mari
kita pikirkan jawabannya.” Ini adalah kata-kata yang ingin
didengar oleh Roh Kudus.
Sikap apa yang harus kita ambil apabila kita bekerja bersama dengan
Roh Kudus, apakah kita harus percaya bahwa sesuatu dapat dilakukan
lewat pikiran yang kreatif dan produktif?
Pertama-tama kita harus melepaskan cara piker kita yang tradisional.
Tidak ada hal yang sempurna bagi manusia. Kita dapat selalu
berubah agar menjadi lebih baik. Kita tidak boleh membiarkan
tradisi menghentikan kita, tetapi kita harus siap untuk mengubah
pikiran kita. Apabila kita dikendalikan oleh tradisi, kita
akan menemukan bahwa diri kita tidak mampu mengubah dan menjadi
stagnan. Hal ini sama seperti gereja. Apabila suatu gereja
hanya menekankan pada tradisi dan perayaan, maka gereja tersebut
akan tetap statis dan berhenti bertumbuh. Dengan ide-ide dan
pikiran-pikiran yang baru, kita harus mau untuk membuat
perubahan-perubahan.
Yang kedua, kita harus selalu siap untuk menerima ide-ide baru di
dalam hati dan pikiran kita. Apabila seseorang di antara kita
mengemukakan suatu ide yang baru, janganlah kita beragumen tentang
manfaatnya atau kemungkinannya untuk dikerjakan, tetapi kita harus
mendengarkan keseluruhan ide itu dulu dan memikirkannya. Hanya
orang-orang yang demikianlah yang dapat menjadi seseorang yang dapat
bermimpi dan berpikir dengan kreatif.
Yang ketiga, kita harus memiliki keberanian untuk memulai sesuatu
yang baru. Jika kita melangkah mundur dan menyerah tanpa
usaha, maka kita tidak dapat mengharapkan sesuatu yang kreatif atau
produktif.
Yang keempat, kita harus selalu memiliki cara pikir yang maju.
Mereka yang mengembangkan dan meningkatkan diri dengan cara pikir
yang maju akan berada di depan yang lainnya, baik itu dalam bidang
politik, ekonomi, pendidikan, budaya maupun bisnis.
Sebagai seorang hamba Tuhan, kita harus selalu menyimpan keempat
poin ini di dalam pikiran kita, sehingga pelayanan kita akan semakin
bertumbuh dan sejahtera.
Tidak ada yang hal yang sempurna pada diri manusia. Keturunan
kita akan lebih baik daripada kita. Baik itu di dalam
pertemuan sel kita, janganlah membiarkan tradisi dan peraturan yang
lama, carilah cara baru untuk meningkatkannya.
Pertemuan sel yang lebih baik dari yang ada sekarang adalah
pertemuan sel yang orang-orangnya dapat menemukan berkat yang lebih
besar. Pertemuan sel yang seperti itu tidak terbentuk dengan
sendirinya. Hal tersebut harus dipikirkan dan diusahakan
dengan pendekatan-pendekatan baru secara terus menerus.
Saya tidak pernah berhenti memikirkan cara-cara baru untuk
meningkatkan pelayanan saya. Saya yakin gereja saya akan
bertumbuh lebih besar. Meskipun tampaknya mustahil untuk menampung
lebih banyak lagi anggota, namun saya positif bahwa akan ada cara
untuk melakukannya jika kita keluar dari cara tradisional.
Untuk ide-ide dan arah-arah yang baru, kita perlu melakukan brainstorming.
Roh Kudus tidak melakukan diskriminasi kepada siapa Ia akan
memberikan ide baru. Oleh karena itu, ide setiap orang itu
berharga untuk dipertimbangkan. Apabila seseorang memiliki suatu
ide, tidak peduli siapapun itu, janganlah kita mengabaikan ide
tersebut, tetapi kita harus mendengarkan baik-baik dulu dan melihat
apakah ide tersebut dapat diterapkan di dalam gereja kita dan di
dalam pelayanan kita. Jika kita mengabaikan ide tersebut tanpa
memikirkannya dengan seksama, itu adalah suatu kesalahan besar.
Jika kita tidak memiliki sikap kreatif yang sama seperti Roh Kudus,
Ia tentu saja tidak akan bekerja melalui kita. Roh Kudus hanya
bergerak maju. Roh Kudus selalu mempunyai ide-ide baru dan Ia
siap melangkah maju dengan tujuan yang lebih baik.
Roh Kudus membawa kita kepada hari esok yang lebih baik, bulan
selanjutnya yang lebih baik, dan kepada masa depan yang lebih baik,
Jangan pernah berkata, “Hal itu tidak mungkin terjadi.”
Jika anda terkena masalah, pikirkanlah cara-cara baru untuk
melepaskan diri anda. Apabila anda mengatakan, “Tidak
mungkin,” maka anda hanya akan menghalangi Roh Kudus untuk
mengangkat hambatan tersebut.
Jangan
mudah menyerah dalam keadaaan apapun jua, tetapi teruslah maju
dengan cara pikir yang maju. Jangan biarkan tradisi dan cara
yang lama menjadi halangan. Kita harus lepas dari tradisi dan
cara yang lama. Dan kita harus membiarkan ide-ide yang baru
dan kreatifitas menjadi sayap kita yang baru. Apabila kita
melakukannya, kita akan menemukan bahwa pelayanan kita menghasilkan
buah yang melimpah.