Full Gospel Indonesia

Info

 
 

Files

 

Siaran

 

 

 

 

 

Spiritual Leadership – 13

 

God`s Will and God`s Way

(Kehendak Tuhan dan Jalan Tuhan)

Oleh: David Yonggi Cho

 

            Beberapa pendeta melakukan apa yang mereka kehendaki tanpa bertanya terlebih dahulu kepada Tuhan mengenai waktunya dan caranya.  Tetapi Alkitab mengatakan kepada kita, “Sebab rancanganKu bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalanKu, demikianlah firman Tuhan.  Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalanKu dari jalanmu dan rancanganKu dari rancanganmu.” (Yesaya 55:8-9)

 

            Kita harus selalu bertanya kepada Tuhan lewat doa mengenai waktu dan cara yang tepat untuk melakukan pekerjaanNya. Apabila para hamba Tuhan membuat kesimpulan yang terburu-buru tanpa mencari nasehat Tuhandan memulai suatu arah berdasarkan keinginan mereka sendiri, maka mereka akan menemukan kegagalan dan akan mudah frustasi. Yang lebih buruk lagi adalah mereka akan membuat yang lainnya mengalami kegagalan dan keputusasaan juga.  Hal ini dikarenakan oleh rencana dan ide mereka yang dibatasi oleh pikiran manusiawi mereka.  Kita tidak boleh mendahului Tuhan.

 

            Walaupun telah diperintahkan oleh Tuhan untuk melakukan suatu hal pada suatu waktu tertentu, beberapa hamba Tuhan masih gagal menaatiNya karena mereka tidak memiliki iman yang kuat. Pemimpin-pemimpin yang seperti itu tidak akan bisa mempermuliakan Tuhan.  Selain itu, ia juga tidak akan menikmati berkat-berkatNya.

 

            Ketika kita bekerja untuk Tuhan, yang terpenting adalah kita bekerja berdasarkan perintahNya.  Apabila kita melakukannya, kita tidak hanya berjalan di jalan yang menuju berkat, namun kita juga bisa mengarahkan yang lainnya agar berada di jalan yang menuju berkat.

 

            Apabila kita membaca Kisah Para Rasul 16:6-10, kita dapat melihat bahwa rasul besar seperti Paulus saja dapat mengalami kegagalan ketika ia merencanakan dan bekerja berdasarkan kehendaknya sendiri.

 

            Meskipun Tuhan tidak pernah menyuruh Paulus untuk pergi ke Asia, namun Paulus membuat keputusan sendiri untuk pergi ke Asia dan menyebarkan Injil.  Hal ini tentu saja membuahkan kegagalan.  Paulus tidak mempunyai pilihan lain selain pergi ke Troas dan menantikan perintah Tuhan.

 

            Dalam sebuah penglihatan, Paulus diperintahkan untuk pergi ke Macedonia.  Tuhan menghendaki Paulus agar pergi ke Macedonia, bukan ke Asia.  Jika Paulus telah pergi ke Asia, hanya sebagian kecil Asia yang akan mendengar tentang Kabar Baik tersebut.  Namun, Tuhan menghendaki agar seluruh dunia mendengar tentang injil Kabar Baik tersebut, dan Ia menyuruh Paulus untuk pergi ke Macedonia.  Maka ini membuka jalan untuk menyebarkan Injil melalui Eropa ke seluruh dunia.

 

Bekerja untuk Tuhan berarti mengikuti kehendak Tuhan.  Mendengarkan dan menaati kehendak Tuhan adalah pekerjaan seorang hamba Tuhan.  Tidak peduli seberapa bagus pekerjaan atau tindakan kebaikan yang kita lakukan, jika itu berasal dari keinginan atau inisiatif kita sendiri, maka hal itu akan sia-sia.  Para hamba Tuhan tidak dipanggil untuk maksud agar melakukan pekerjaan bagus atau tindakan kebaikan.  Mereka dipanggil dengan maksud sederhana yaitu melakukan kehendak Tuhan.

 

Di dalam cerita Alkitab dikatakan, seseorang berlari-lari kepada Yesus, lalu bertelut di hadapanNya dan berkata, “Guru yang baik!”  Yesus menjawab orang itu, “Tak seorangpun yang baik selain daripada Allah saja.” (Markus 10:17-18; Lukas 18:18-19).

 

Pekerjaan yang benar-benar bagus dan benar hanya bisa dilakukan bila berdasarkan atas kehendak Allah. Kita tidak boleh mendahului Allah, tetapi kita harus menunggu perintahNya.  Lalu apabila kita mendengar peluit Allah berbunyi, maka kita harus berhenti berlari dan mengikutiNya.

 

Setiap harinya surat-surat berdatangan ke kantor saya dari banyak gereja di Korea untuk mencari pertolongan dan bimbingan.  Ketika saya membaca surat-surat ini, saya dapat melihat ada beberapa gereja yang benar-benar membutuhkan pertolongan kami, dan ada juga yang tidak.

 

Beberapa gereja meminta bantuan bahkan untuk hal-hal kecil seperti “Atap kami bocor, dinding membutuhkan cat baru, hujan melunturkan tembok, kami memerlukan ruang ekstra,” dan lain sebagainya.  Orang-orang meminta bantuan keuangan untuk banyak hal, dan mereka sering mengatakan, “Tuhan telah memberikan anda sebuah gereja yang besar.  Jika anda membantu kami dalam proyek ini, Tuhan akan memberkati anda.”  Tentu saja adalah hal yang sungguh-sungguh baik apabila kami menolong gereja-gereja ini.  Namun, sebelum melakukan hal tersebut, kita harus terlebih dahulu menanyakan apakah hal tersebut merupakan kehendak Tuhan atau tidak.

 

Bahkan jika kita melakukan kehendak Tuhan, kita tidak memiliki kebebasan untuk melakukannya sesuai dengan keinginan kita.  Pertama-tama kita harus berlutut kepada Tuhan di dalam doa dan menunggu sampai Ia memberikan kedamaian di dalam hati kita dan kita mendapatkan kepastian dariNya. Namun, jika Tuhan menghendaki, maka kita harus melakukannya, walaupun kita tidak menyukainya.

 

            Dulu saya pernah mengadakan KKR di Stadion Chang-choong.  Saat itu, saya tidak benar-benar berencana mengadakan KKR. Namun, ketika saya kembali dari mission trip (perjalanan misi) ke Eropa, Tuhan menyuruh saya untuk mengadakan KKR di Stadion Chang-choong.  Pada  mulanya, karena hal tersebut melibatkan sejumlah biaya yang besar, saya tidak dapat merancang suatu rencana atau langkah yang pasti.  Namun, Tuhan tetap menyuruh saya untuk membuat rencana.  Meskipun saya tidak ingin melakukannya, saya memberikan seluruh usaha saya untuk menyelenggarakan KKR tersebut karena Tuhan menyuruh saya untuk melakukannya.

 

            Apakah KKR tersebut sukses besar?  Tentu saja KKR tersebut sukses besar!  Karena Tuhan yang merencanakannya.  Bagaimana mungkin tidak sukses?

 

            Biasanya para hamba Tuhan diharuskan mengasihi sesamanya tanpa syarat dan harus menghormati sesamanya.  Tetapi yang terpenting adalah mematuhi dan mengikuti kehendak Tuhan. Yang menyedihkan, ada beberapa hamba Tuhan yang sangat sibuk mengasihi dan menghormati orang-orang sehingga mereka mulai mengikuti keinginan jemaatnya.  Ini tidak boleh terjadi.

 

            Sering kali ketika Tuhan menyuruh kita untuk melakukan hal tertentu, anggota gereja kita memprotes dan tidak setuju.  Jika ini terjadi, kita harus menuruti kehendak Tuhan, bukan mengikuti keinginan anggota gereja kita.  Tidak peduli seberapa banyak orang yang menuduh bahwa kami telah melakukan kesalahan atau kami telah salah membimbing jemaat kami, jika Tuhan sungguh-sungguh menyuruh kita, maka kita harus mematuhi suaraNya.  Apabila kita melakukan hal ini, maka kita mungkin kelihatannya gagal, tetapi pada akhirnya, semuanya akan berlangsung baik, dan kita akan menjadi pendeta yang berhasil.

 

            Oleh karena itu, apabila kita bekerja untuk TUhan, maka kita harus berdoa seperti ini, “Allah Bapa, tunjukkanlah padaku apa yang menjadi kehendakMu.  Aku tidak mau berjalan di depanMu dan aku juga tidak mau tertinggal di belakang.  Aku hanya mau mengikuti langkahMu dan semakin dekat denganMu.”

           

 
 
1
Hosted by www.Geocities.ws