Full Gospel Indonesia

Info

 
 

Files

 

Siaran

 

 

 

 

 

------- Mimbar Gereja FULL GOSPEL INDONESIA ---------
 
Siaran Minggu ke 20 : Tanggal 12 Februari 2006
 
Sesi II : Pencobaan Iblis Terhadap Persembahan Persepuluhan
 
Teman2,
Campur tangan Iblis menyanggupkan kita untuk mengerti dengan lebih jelas bahwa persembahan persepuluhan adalah “simbol” kemahakuasaan Allah. Ini merupakan sasaran pertama dari muslihat jahat Iblis. Iblis dengan ulet mencobai Hawa sampai Hawa akhirnya menyerah dan memakan buah pohon pengetahuan itu. Iblis menghasut Herodes agar berusaha membunuh Yesus ketika Ia dilahirkan ke dunia. Yesus diikuti oleh Iblis kemana saja la pergi dan Iblis mengganggu pekerjaanNya.
Tak terhitung banyaknya orang Kristen saat ini yang merasa sukar memberikan persepuluhan mereka kendati pun mereka banyak berdoa dan mengeluarkan air mata, karena Iblis terus menempeli mereka dan menghalangi mereka dengan berbagai pencobaan. Dengan kata-kata bujukan seperti berikut ini, Iblis mencobai kita.
 
“Persembahan Persepuluhan itu tradisi kuno dari hukum orang Yahudi. Kini kita hidup dalam kasih karunia, sehingga hukum itu tidak lagi mengikat kita. Allah mengetahui bahwa engkau miskin, jadi tak apa-apa kalau engkau menunda pembayaran kewajibanmu ini sampai engkau lebih mampu nanti. Saat itu engkau dapat mengganti kelalaian membayarmu ini dengan memberikan dua kali lipat dari bagian persepuluhanmu.” ------ Inilah argumentasi khas yang iblis pakai
 
Untuk mencegah kita dari membayar persepuluhan, dan hal ini semakin menguatkan keyakinan kita bahwa persepuluhan itu adalah lambang kekuasaan Allah. Apakah dengan demikian argumentasi Iblis itu benar ?
 Pertama-tama marilah kita menyelidiki argumentasi bahwa persepuluhan itu adalah peninggalan dari hukum Taurat.
Hukum Taurat pertama kali diberikan kepada umat Israel melalui Musa, namun Alkitab mengatakan bahwa Abraham yang hidup 430 tahun sebelum Musa, sudah membayar persepuluhan.
 
 “Melkisedek, raja Salem, membawa roti dan anggur; ia seorang iman Allah yang Mahatinggi. Lalu la memberkati Abraham, katanya, ‘Diberkatilah kiranya Abraham oleh Allah Yang Mahatinggi, Pencipta langit dan bumi, dan terpujilah Allah Yang Mahatinggi, yang telah menyerahkan musuhmu ke tanganmu.’ Lalu Abraham memberikan kepadanya sepersepuluh dari semuanya” (Kej 14:18 -20).
 
Alkitab selanjutnya mengatakan bahwa Yakub, cucu Abraham, diberkati didalam sebuah mimpi. Dalam mimpi itu ada para malaikat Allah turun naik. Yakub bernazar bahwa ia akan terus mempersembahkan persepuluhannya ketika ia lari dari rumah menuju tempat pamannya untuk menghindari murka kakaknya.
 
 “Lalu bernazarlah Yakub, ‘Jika Allah akan menyertai dan akan melindungi aku di jalan yang kutempuh ini, memberikan kepadaku roti untuk dimakan dan pakaian untuk dipakai, sehingga aku selamat kembali ke rumah ayahku, maka Tuhan akan menjadi Allahku. Dan batu yang kudirikan sebagai tugu ini akan menjadi rumah Allah. Dari segala sesuatu yang Engkau berikan kepadaku akan selalu kupersembahkan sepersepuluh kepadaMu”' (Kej 28:20-22).
 
Selama masa Perjanjian Baru, pernahkah Yesus mengatakan bahwa kita tidak perlu lagi mempersembahkan persepuluhan ?
 
Di bagian manakah dari Alkitab ada tertulis bahwa kita tidak lagi terikat pada kewajiban untuk membayar persepuluhan ? karena hal itu merupakan peninggalan hukum Taurat yang seharusnya kita tinggalkan ? Kita harus memahami bahwa argumentasi yang mengatakan bahwa kewajiban membayar persepuluhan hanya berlaku selama masa hukum Taurat adalah pencobaan dan tipuan Iblis agar kita melanggar kekuasaan Allah.
 
Perintah Allah tentang persepuluhan adalah firman Allah yang hidup yang tetap sama kemarin, sekarang dan selama-lamanya.
 
Marilah kita memeriksa pencobaan Iblis bahwa kita boleh menunda pelaksanaan kewajiban ini sampai keuangan kita memungkinkannya. Karena iblis
 
“datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan” (Yoh 10:10 )
 
maka dustanya yang disengaja dalam hal ini, secara jelas menunjukkan betapa palsu dan buruknya argumentasi yang ia berikan. Iblis tidak ingin melihat kita kaya. Dan la tahu bahwa jika kita mengikuti nasehatnya untuk menunda pembayaran persepuluhan kita, kita akan menjadi semakin miskin. Tidak pernah disebutkan dalam Alkitab bahwa seharusnya kita membayar dua persepuluh dari penghasilan kita. Allah ingin kita mempersembahkan persepuluhan supaya kita mengalami hidup yang diberkati. Dengan persepuluhan itu Allah mcmbuat kita mengakui bahwa Dia-lah yang berkuasa atas dunia materi dan bahwa kita harus taat kepadaNya.
Sama sekali tidak benar bahwa Allah begitu miskin sehingga la memerlukan persernbahan persepuluhan kita. Allah adalah pencipta semesta alam yang menciptakan langit dan bumi. la dapat menciptakan dunia yang lain jika la mau. Kita baca dalam Mazmur 50:9-12,
]
“Tidak usah Aku mengambil lembu dari rumahmu atau kambing jantan dari kandangmu, sebab punyaKu-lah segala binatang di hutan, dan beribu-ribu hewan di gunung. Aku kenal segala burung di udara, dan apa yang bergerak di padang adalah dalam kuasaKu. Jika Aku lapar, tidak usah Kukatakan kepadamu, sebab punyaKu-lah dunia dan semua isinya.”
 
Iblis mendatangi kita dan menuduh Allah. Iblis mengubah kehendak Allah di taman Eden dengan berkata kepada Hawa,
 
“Sekali-kali kamu tidak akan mati, tetapi Allah mengetahui bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat” (Kej 3:4-5).
 
Citra Allah sehubungan dengan persepuluhan diubah oleh Iblis seakan-­akan Allah mengambil uang kita itu untuk keperluanNya sendiri. Kalau kita menyerah kepada Iblis dan menganggap remeh kekuasaan Allah dengan mencuri persepuluhan itu, kita akan hidup dalam kutuk yang tak berkesudahan. Tidak pernah kita akan begitu kaya untuk dapat mempersembahkan dua persepuluhan dari penghasilan kita. Seandainya kita dapat sekalipun, hal itu akan sangat sukar. Meskipun kita miskin dan hanya memiliki sedikit, kita tetap harus memberikan sepersepuluh kembali kepada Allah, bagaimanapun keadaan kita. Seandainya kita miskin sekalipun kita tetap harus membayar persepuluhan itu. Dengan demikian kita mengakui kemahakuasaan Allah dalam rencana persepuluhan yang la tetapkan itu
 
( berlanjut sepanjang tahun 2006 )
 
Bambang Wiyono
HP 0812 327 3886
cell groups :
 
 
1
Hosted by www.Geocities.ws