Full Gospel Indonesia

Info

 
 

Files

 

Siaran

 

 

 

 

 

------Mimbar Gereja FULL GOSPEL INDONESIA ------
Siaran Minggu ke 20 : Tanggal 12 Februari 2006
 
Sesi I :
Subject : Kemahakuasaan Allah dan Persembahan Persepuluhan
 
Teman2,
Minggu yang lalu kita bicara masalah Kekuasaan uang, kini kita perlu memahami kemahakuasaan Allah dan Persembahan Persepuluhan, karena ini penting untuk memompa iman kita, agar kita punya iman sukses dalam bisnes.
Bahasan ini saya ambil dari naskah buku yang akan saya terbitkan “ Born To Be Blessed “ :
-         Kemahakuasaan Allah Dan Perembahan Persepuluhan
-         Persembahan Persepuluhan Adalah Persembahan Yang Indah
-         Hukum Manabur dan Menuai
-         Sikap Hidup Yang Membawa Kegagalan Dalam Bisnes
Dalam Kristus kita ditebus dan dibebaskan dari kutuk yang selalu membuntuti kita, seperti hukuman yang diterima o1eh Adam. Iblis tidak bisa lagi datang dan menakuti-nakuti kita dengan tuduhan palsu. Kita tak perlu hidup dalam ketakutan atau kegelisahan seperti pada masa lalu, juga tak perlu malu seperti seorang yang berutang.
 
Tak ada lagi yang menjatuhkan hukuman karena dosa kepada kita. Kita tidak akan dituding dengan cemoohan karena kita adalah keturunan Adam. Karena itu angkatlah kepala saudara dan pandanglah ke atas! Tak dapatkah saudara membaca nama saudara tertulis disana sebagai seorang anak Tuhan ?
 
Kita adalah orang-orang yang seharusnya mengalami segala sesuatu dengan berhasil. Tinggal satu perkara yang harus kita buang ialah citra diri lama kita yang dengannya kita selalu melihat diri kita secara negatif, yaitu seperti tertindas, dirampok, dan tidak berlayak, karena hukuman atas dosa kita. Sekarang kita harus memakai citra diri baru sebagai penggantinya. Sekarang kita dengan berani dapat bersorak,
 
 “Saya diciptakan oleh Allah dan saya adalah anakNya : Saya telah menjadi mahluk baru karena darah Yesus Kristus. Saya tak berutang kepada siapa pun, dan saya mengasihi saudara-saudara saya seperti diri saya sendiri. Saya telah ditebus dari hukuman dosa karena Yesus telah mengenakan mahkota duri itu”.
 
Ada orang bertanya, “Apa lagi yang harus kita lakukan untuk menikmati berkat-berkat Tuhan ? Bukankah nasib kita telah diubah oleh penyaliban Yesus Kristus ?”
Meskipun semua kelezatan di dunia ini disajikan di meja, semuanya tidak bermakna bagi kita sebelum kita mengecap dan menikmatinya. Meskipun kita mendapat curahan pada akhir musim kering, drum air kita tidak bisa penuh kalau kita tidak membuka tutupnya. Begitu juga bagaimana pun baiknya berkat-berkat Allah ditetapkan dan disediakan dan diulurkan kepada kita, kita tidak pernah dapat menikmatinya sebelum kita menerimanya. Sesudah kita menerimanya barulah kita dapat menikmatirya dengan mengucap syukur.
Pekerjaan kita setiap hari mempunyai arti penting hanya karena pekerjaan kita itu menjadi suatu syarat yang perlu sekali. Dengan pekerjaan itu kita tak dapat memperoleh berkat kita dalam semua hal, meskipun memperoleh berkat mungkin hanya semudah makan dengan sendok atau membuka tutup drum air untuk menadah air hujan.
Marilah kita menengok satu demi satu rincian syarat-syarat untuk pekerjaan kita.
 
Kesalahan yang pasti dalam kehidupan Adam adalah pelanggarannya terhadap kemahakuasaan Allah.
 
Adam tak dapat lagi diijinkan untuk makan dari buah pohon kehidupan itu dan hidup kekal, karena kutuk selalu mengikuti siapa saja yang melanggar kekuasan Allah. Karena itu, Adam dikutuk dan diusir dari Taman Eden dan ditetapkan untuk menjalani hidup penuh penderitaan di tempat yang ditumbuhi semak duri dan rumput duri.
 
“ Pohon Pengetahuan Jaman ini “
 
Barangkali kita  berpikir bahwa pohon pengetahuan itu ada di Taman Eden dahulu, tetapi sekarang tidak ada lagi.
Namun pohon pengetahuan (sebenarnya menggambarkan kemahakuasaan Allah) bahkan nampak lebih jelas lagi sekarang ini.
 
Meskipun “ pohon pengetahuan”  yang dahulu di Taman Eden tidak ada lagi sekarang, namun maknanya masih tetap ada di depan mata kita. Dalam dunia rohani dewasa ini, kemahakuasaan Allah dinyatakan melalui Yesus.
 
Makanya jika kita menerima Yesus sebagai Juruselamat kita dan la menjadi pusat hidup kita, maka iman yang ada di dalam kita merupakan satu manifestasi dari kemahakuasaan Allah.
 
 Akan tetapi dewasa ini ada orang-orang yang melanggar kemahakuasaaan Allah dengan melanggar Yesus atau dengan salah mengerti tentang Dia.
Pengajaran palsu tentang penebusan oleh Yesus Kristus mengakibatkan kehancuran kekal bagi para pengajarnya dan juga bagi mereka yang mendengarkan dan mengikuti ajaran itu.
 
Yesus Kristus melambangkan kemahakuasaan Allah
 
dan janganlah kita melanggar kemahakuasaanNya jika tidak ingin murka Allah melanda kita. Rasul Yohanes menulis, “Barangsiapa memiliki Anak, ia memiliki hidup, barangsiapa tidak memiliki Allah, la tidak memiliki hidup”.
Jika sesorang tak mempunyai hidup, berarti dia mati. Ketika Adam mengambil dan mengecap buah yang terlarang itu, maka ia dinyatakan mati.
Demikian juga, bagaimanapun seorang nampak sangat rohani, tetapi jika orang itu mengajar doktrin yang berbeda dari Alkitab yaitu bahwa Yesus dilahirkan dari seorang anak dara, disalibkan untuk penebusan seluruh dunia, bangkit pada hari yang ketiga, naik ke surga, duduk di sebelah kanan Allah Bapa, dan akan datang kembali - maka orang itu adalah anak Iblis dan berada dalam murka Allah.
 
Setiap pikiran sesat tentang Yesus merupakan benih yang ditabur oleh roh antikristus.
Iblis tetap berusaha agar kita tidak mengakui Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat, dan ia menipu kita agar melanggar kekuasaan Allah dengan makan buah yang tcrlarang itu.
 
 “Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Allah; Sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia. Demikianlah kita mengenal roh Allah, setiap roh yang mengaku bahwa Yesus Kristus telah datang sebagai manusia, berasal dari Allah, dan setiap roh, yang tidak mengaku Yesus, tidak berasal dari Allah. Roh itu adalah roh antikristus” (I Yoh 4:1-3).
 
Di kitab Maleakhi kita dapat melihat bahwa Allah mengutuk orang Israel karena melanggar kemahakuasaan Allah seperti yang dilakukan oleh Adam.
 
 “Sejak jaman nenek moyangmu kamu telah menyimpang dari ketetapanKu dan tidak memeliharanya. Kembalilah kepadaKu maka aku akan kembali kepadamu, firman Tuhan semesta alam. Tetapi kamu berkata, `Dengan cara bagaimanakah kami harus kembali?' Bolehkah manusia menipu Allah? Namun kamu menipu Aku. Tetapi kamu berkata, `Dengan cara bagaimanakah kami menipu Engkau?' Mengenai persembahan persepuluhan dan persembahan khusus ! Kamu telah kena kutuk tetapi kamu masih menipu Aku, ya kamu seluruh bangsa” (Maleakhi 3:7-9).
 
Dari ayat-ayat diatas kita tahu bahwa kutuk di Taman Eden dan kutuk dalam kitab Maleakhi keduanya terjadi karena pelanggaran terhadap kemahakuasaan Allah. Kutuk di “Taman Eden diberikan karena mencuri buah pohon pengetahuan, sedang kutuk di kitab Maleakhi karena mencuri persepuluhan. Sama seperti pohon pengetahuan di Eden dahulu, persepuluhan merupakan suatu simbol dari kekuasaan Allah dalam dunia materi dewasa ini.
 
( berlanjut sepanjang tahun 2006 )
 
Bambang Wiyono
HP 0812 327 3886
cell groups :
Tuhan Yesus bersabda di sini bahwa jika kita melayani atau mengabdi kepada Allah dan bukannya uang, kita tak perlu menguatiri hal-hal semacam itu. Bukankah gagasan ini sangat bertentangan dengan paham yang biasanya kita percayai, setidak-tidaknya dalam praktek hidup sehari-hari?
Empat kali dalam pembahasan ini Tuhan Yesus meyakinkan kita bahwa jika kita telah menempatkan Allah pada kedudukan pertama dalam hidup kita maka kita tak perlu kuatir akan kebutuhan lahiriah:
Siapakah di antara kamu yang oleh kuatirnya dapat menambah hidupnya barang sejam saja? (Matius 6: 27).

"Dan mengapa engkau kuatir mengenai pakaianmu?"(
6:27 )

Jadi janganlah kuatir dengan mengatakan: “apa yang akan kami makan?” atau “apa yang akan kami minum?” ataupun “apa yang akan kami pakai?” (
6:31 ) Karena semuanya itu dicari oleh orang kafir sedangkan Bapamu yang di surga tahu bahwa engkau memerlukannya ( 6:32 ).
Sudahkah anda menyerap maknanya? Tuhan Yesus sedang mengatakan bahwa kita tak perlu menguatiri hal-hal ini - halhal yang disangka banyak orang akan diperoleh jika uang diutamakan dalam hidup mereka. Allah sudah mengetahui dengan tepat kebutuhan kita itu!
Masih ingatkah anda akan Ted Baxter teman saya yang berkata: “Menurut anggapan saya, bisnis itu bisnis dan gereja itu gereja”? la tak setuju dengan gagasan memperpadu agama dan bisnis. Ingatkah anda betapa ia berprihatin mengusahakan pembayaran upah para karyawannya? Dapatkah anda menerkanya? Melalui serangkaian pernyataan yang didaftarkan di atas, Tuhan Yesus menunjukkan bahwa Allah mengetahui hal-hal yang dikuatirkan oleh para usahawan, la tahu caranya menjalankan suatu bisnis. Dan bukan saja ia mengetahui, la bahkan berjanji bahwa bila kita menjadikanNya Penguasa dan Majikan dari bisnis kita maka ia akan menyediakan segala sesuatu yang kita butuhkan.

Akhirnya, Tuhan Yesus memerintahkan kita untuk mencari dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya maka semuanya itu akan diberikan kepada kita (Matius
6:33 ). Hal-hal apa sajakah yang akan diberikan kepada kita? Semua hal yang dicari oleh orang-orang kafir dengan menjadikan uang sebagai majikan mereka! Dan bagaimanakah caranya kita memperoleh semua hal ini? Dengan menempatkan Allah, bukannya uang, pada urutan pertama dalam bisnis kita.
Jadi kita melihat bahwa Allah sedang mengatakan kepada semua usahawan: “Kalian mempunyai sebuah pilihan. Kalian dapat mengabdi kepadaKu atau kepada uang, tetapi kalian tak dapat mengabdi kepada kami berdua sekaligus. Karena itu, kalian harus memilih di antara kami berdua.
 
Bila kalian memilih Aku, kalian tak usah kuatir mengenai cara kebutuhan bisnis kalian dapat dipenuhi; selama kalian menempatkan Aku dan kerajaanKu pada urutan pertama, Aku akan menyediakan bagi kalian semua hal yang berusaha dicari oleh para usahawan lain yang menempatkan uang pada urutan pertama.”

Kunci keberhasilan sejati dalam bisnis ialah menjadikan Allah sebagai penguasa bisnis kita.
 
Itu berarti kita harus mencari KerajaanNya dan kebenaranNya terlebih dahulu dalam bisnis dan hidup kita.
Iblis menipu sebagian besar usahawan untuk berpikir bahwa cara untuk mendatangkan sukses dalam bisnis ialah dengan menghasilkan uang; karena itu, uang telah menjadi majikan mereka. Bagi mereka, “pengertian bisnis yang baik” ialah melakukan hal-hal yang akan mendatangkan uang sebanyak-banyaknya. Dilihat sepintas lalu, memang ini tampaknya seperti cara yang paling masuk akal untuk menjalankan suatu bisnis --- ini tipu daya iblis!
 
( berlanjut )
 
Catatan :
 
Myron D.Rush ialah Presiden dari Management Traning Systems, sebuah perusahaan konsultan yang memberi training dan kunsultasi baik untuk organisasi2 Kristen maupun sekuler. Ia juga seorang pengarang buku Management : A Biblical Approach ( Victor ) yang berhasil memenangkan Evangelical Christian Publishers Association Gold Medallion Award pada tahun 1984.
 
Bambang Wiyono
HP : 0812 327 3886
 
 
1
Hosted by www.Geocities.ws