1.
Apakah Doa Syafaat Itu?
Doa
adalah Nafas Rohani Untuk Menguatkan Roh Kita
Sebelum
mempelajari tentang doa syafaat, kita harus bertanya terlebih dahulu,
“Apakah doa itu? Apa pikiran Anda tentang doa?”.
Kita dapat mengemukakan bermacam-macam jawaban, tetapi hubungan
atau keterkaitannya hampir sama. Doa adalah percakapan rohani dengan
Tuhan, yaitu saat kita berbicara kepada Tuhan dan Dia menjawab atau saat
Tuhan berbicara kepada kita, dan kita menjawab. Itulah yang disebut doa.
Doa bukan percakapan satu arah. Dan kita tahu, dalam Alkitab tertulis,
“Tetaplah berdoa” (I Tes 5:17).
Dalam tubuh kita, ‘organ’ yang terus bekerja dan tidak pernah
berhenti adalah jantung. Siapapun mengetahui hal itu. Kalau jantung kita
berhenti, semua organ di dalam tubuh kita juga berhenti. Doa
adalah nafas rohani, sama seperti kerja jantung. Kalau doa berhenti,
kehidupan rohani kita juga berhenti. Kehidupan doa seperti peredaran
darah yang bersikulasi di dalam tubuh kita. Tenaga yang baru, tersedia
untuk hidup kita sewaktu darah beredar atau bersikulasi di dalam tubuh
sambil menyaring semua kotoran. Doa juga memperbaharui dan membersihkan
bagian yang sudah kotor. Doa adalah sarana untuk menyucikan dan
membersihkan diri kita, ini merupakan keinginan Tuhan. Doa adalah nafas
rohani untuk memeperkuat roh kita.
Syafaat
Sekarang kita
menyelidiki tentang syafaat. Syafaat berarti datang di hadapan Tuhan
dengan tujuan menggantikan posisi seseorang. Saya ingin Anda mempercayai
bahwa Tuhan Yesus adalah seorang yang menggantikan posisi kita di
hadapan Allah untuk selama-lamanya. Firman Tuhan
berkata, “Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita;
sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh
sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak
terucapkan” (Roma 8:26). Ingatlah, Roh Kudus membimbing kita
supaya dapat berdoa.
Perantara
(Intercession)
Syafaat
diekspresikan dalam bahasa Inggris sebagai kata “intercession.”
Arti kosakata ini adalah berdiri di antara dua orang, seperti
saya berada dalam kelompok itu, yaitu saya berdiri di antara dua orang
yang datang bersama di hadapan Tuhan. Penjelasan yang
lain, syafaat adalah berdoa di hadapan Tuhan dengan menggunakan haknya
agar menerima rahmat Tuhan. Orang-orang yang mempunyai hak, akan berdoa.
Siapakah
Pendoa Syafaat?
Pendoa
syafaat adalah seseorang yang datang mendekat dan berdoa di hadapan
Tuhan untuk menggantikan posisi orang lain yang sudah jauh dari Tuhan
atau hidup tanpa Tuhan. Jadi sebelum berdoa untuk
orang lain, pendoa syafaat harus sudah mendapat pengampunan dosa dari
Tuhan.
Kita tahu bahwa pendoa syafaat adalah seseorang yang datang di
hadapan Tuhan dengan membawa haknya. Hak-hak pendoa
syafaat itu diterima dari Tuhan yang dimulai dari pengampunan dosa
sampai menjadi anak Tuhan. Dan karena sudah mendapat pengampunan dosa
maka kita dapat membimbing orang lain untuk mendapat pengampunan dosa
juga. Prinsip yang sama dengan hal ini adalah anugerah, kasih, rahmat
Tuhan dan mengampuni tanpa syarat.
Kita sudah banyak diampuni oleh Tuhan. Ingat perumpamaan, jika
kita mempunyai hutang sepuluh ribu talenta dan dihapuskan, apa yang akan
kita lakukan kepada orang yang berhutang seratus dinar? Hal
ini sama seperti saya yang seharusnya dilemparkan ke dalam api neraka
yang kekal (berhutang besar), tetapi karena menerima Yesus Kristus
kemudian diampuni oleh Tuhan, lalu sekarang apa yang harus saya lakukan
kepada orang lain yang melakukan kesalahan kecil kepada saya (berhutang
kecil)? Jadi, orang yang mempunyai pengalaman
diampuni dan menerima pengampunan dari Tuhan, dapat mengampuni orang
lain tanpa syarat. Orang seperti itu sajalah yang dapat berdoa syafaat
untuk orang lain.
Lalu bagaimana cara dapat berdoa dengan sepenuh hati?
Sama seperti hal tadi, yaitu jika kita sudah menerima kasih Tuhan
tanpa syarat, maka kita dapat berdoa untuk orang lain dengan kasih tanpa
syarat. Seseorang yang sudah menerima kasih Tuhan dapat mengetahui dan
mengerti konsep kasih. Kasih itu bukan cinta yang sering dikatakan oleh
semua orang. Seseorang dapat mengasihi tanpa syarat dan
berdoa tanpa syarat jika sudah menerima kasih Tuhan
yang tidak pernah berubah. Sebagai pendoa syafaat
kita harus memperhatikan hal-hal ini. Pada saat berdoa di hadapan
Tuhan jangan melakukan dengan syarat. Karena pendoa
syafaat yang menerima kasih dari Tuhan tanpa syarat harus dapat berdoa
tanpa syarat untuk negara yang belum pernah dikunjungi, yang bahasa dan
sukunya tidak diketahui.
Dalam
kitab Ester ada empat tokoh penting. Tokoh pertama adalah ratu Ester,
tokoh kedua adalah Ahasyweros, seorang raja. Tokoh ketiga adalah
Mordekhai, saudara dari ayah Ester yang membantu Ester. Tokoh
keempat adalah Haman, seorang perdana mentri yang melakukan apa saja
untuk memuaskan hasratnya. Jika kita menyeldiki hal
tersebut dari pandangan doa syafaat, maka ratu Ester melambangkan pendoa
syafaat, Mordekhai melambangkan Roh Kudus, Ahasyweros melambangkan Tuhan
dan Haman melambangkan setan yang membunuh dan menghancurkan. Kita dapat
mengetahui kisah mereka melalui kitab Ester. Pada
saat semua suku Israel berpuasa dan berdoa sehati, maka nasib mereka
berubah dan lolos dari kematian.
Melalui
bangkitnya ‘Gerakan Doa Syafaat Bersama’, maka Tuhan menggenapi
janjiNya menghidupkan orang yang mati dan membinasakan pembunuh.
Doa syafaat mengubah sejarah dengan cara demikian. Hal itu harus
kita percayai dan alami. Karena bukanlah sifat doa
syafaat yang sesungguhnya jika berpikir bahwa wilayah atau apa saja
dapat diubahkan dan digenapi hanya melalui satu orang yang sudah diubah
dan menerima kuasa. Saya berharap semua orang Kristen
di dunia bersatu dan berdoa kepada Tuhan untuk memulihkan dunia ini.
Jika demikian, bagaimana hati seorang pendoa syafaat dapat datang
kepada Tuhan?
Untuk itu,
kita menyelidiki di dalam Alkitab mengenai ciri-ciri orang yang dipakai
Tuhan dengan luar biasa. Kita dpaat mengetahui bahwa mereka semua adalah
pendoa syafaat. Jika kita dapat memilih seseorang
yang mempunyai iman yang luar biasa, tentunya dia adalah pendoa syafaat
di hadapan Tuhan. Dia dapat berdoa untuk orang lain, mendengar suara
Tuhan dan menaati kehendak Tuhan. Tuhan ingin
membimbing zaman ini melalui mereka.
Abraham
adalah Pendoa Syafaat yang Mengagumkan
Sebagai
pendoa syafaat Abraham muncul dalam kitab Kejadian 18:22-33. Namun kita
akan mempelajari mulai pada Kejadian pasal 12 saat pertama kali Abraham
mendengar suara Tuhan lalu dia pergidari negerinya, sanak saudaranya,
rumah dan harta bapaknya serta hanya mempunyai harta yang ada padanya.
Kemudian karena menaati firmanNya, Tuhan memberkati Abraham
dengan melimpah.
Keponakannya
yang bernama Lot juga ikut bersama-sama dengan
Abraham dan Lot pun diberkati oleh Tuhan. Tetapi pada suatu saat di
antara kedua orang tersebut muncul persoalan oleh karena harta mereka
yang sangat banyak. Sperti juga kita yang
kadang-kadang berpikir jika harta semakin banyak, maka karya Tuhan
semakin baik. Tetapi kita harus ingat bahwa ada
kemungkinan hasilnya lebih buruk daripada waktu yang lalu. Umat
Allah yang ingin menjadi pendoa syafaat harus sadar dan bangun dari
lamunan keduniawian bahwa harta menyelesaikan segala masalah: Harta
dapat menjadi berhala.
Kuasa
Tuhan yang Maha Kudus dapat membuat sesuatu yang tidak mungkin menjadi
mungkin. Walaupun keadaan pendoa syafaat lemah dan
tidak lebih baik, dia harus mempercayai bahwa dia berkenan di hati Tuhan
dan berdoa sesuai dengan pokok doa yang diinginkan Tuhan sehingga dia
dapat dipakai dengan dahsyat. Walaupun demikian pada saat kedua orang
tersebut berpisah, Abraham menyesali hal itu. Tetapi di dalam Alkitab
tertulis bahwa persoalan tersebut tidak menjadi masalah untuk Abraham.
Perlu diingat apa yang dilakukan oleh Abraham pada saat terjadi
peperangan di Sodom dan Gomora. Setelah beberapa saat
Lot pindah ke kota tersebut, Abraham pergi ke tempat peperangan itu
untuk menyelamatkan Lot. Dari hal ini kita harus mengambil pelajaran
mengenai hati Abraham yang menolong Lot. Apakah Anda
bersukacita jika orang yang memfitnah dan mengecewakan Anda menderita
kesusahan? Anda harus berdoa supaya perasaan seperti
itu hilang karena seorang pendoa syafaat yang sungguh-sungguh harus
mampu berdoa untuk memberkati orang yang telah menganiaya. Tuhan
juga berfirman, “Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan
berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu” (Mat 5:44). Tetapi
untuk melakukan firman Tuhan ini tidaklah mudah. Hal
tersebut jarang terjadi karena mengasihi musuh biasanya hanya dalam hati
saja. Tetapi kalau firman ini dapat mengubahkan diri
kita maka kita dapat mengasihi.
Setelah
Lot diselamatkan dalam peperangan, Tuhan berfirman akan memusnahkan
semua tanah Sodom oleh karena dosa mereka. Sodom dan
Gomora akan dimusnahkan karena Tuhan tidak menemukan sepuluh orang
benar. Kita akan mengamati apa yang didoakan oleh
Abraham untuk menyelamatkan Lot di hadapan Tuhan.
Berdoa
dengan Iman
Pertama,
berdoa dengan iman. Abraham adalah seorang pendoa yang beriman. Ia
berdoa dengan sikap yang mengakui keadilan Tuhan, yaitu menghadap Tuhan
dengan iman bahwa apa yang dijanjikan oleh Tuhan menurut firman Allah
akan digenapi. Allah berkenan terhadap doa yang didoakan oleh orang yang
beriman. Alkitab menyaksikan hal itu. Allah menghendaki doa seorang yang
percaya bahwa yang didoakan akan diterima. Allah
berkenan ketika kita menanggapi hal yang didoakan. Allah mendengar doa
orang yang dilakukannya dengan iman. Tetapi Aku
berkata kepadamu: “Pada hari penghakiman, tanggungan Tirus dan Sidon
akan lebih ringan daripada tanggunganmu. Dan engkau Kapernaum, apakah
engkau akan dinaikkan sampai ke langit? Tidak, engkau akan diturunkan
sampai ke dunia orang mati! Karena jika di Sodom terjadi mujizat-mujizat
yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, kota itu tentu masih berdiri
sampai hari ini. Tetapi Aku berkata kepadamu: “Pada
hari penghakiman, tanggungan negeri Sodom akan lebih ringan daripada
tanggunganmu” (Mat 11:22-24). “… dan apa juga yang kamu
minta dalam namaKu, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di
dalam Anak. Jika kamu meminta sesuatu KepadaKu dalam
namaKu, Aku akan melakukannya” (Yoh 14:13-14). “Jikalau
kamu tinggal di dalam Aku dan firmanKu tinggal di dalam kamu, mintalah
apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya” (Yoh
15:7).
Abraham
dibenarkan karena iman. Pada waktu Abraham berdoa
syafaat untuk Lot, doa itu dijawab dan digenapi oleh Tuhan. Tanah Sodom
dan Gomora diselamatkan oleh Tuhan melalui doa syafaat Abraham dan Lot
pun tidak tahu tentang hal itu. Tetapi Abraham tidak
berkata, “Karena saya berdoa maka Lot dapat diselamatkan.”
Tetapi dia mengucap syukur kepada Tuhan.
Doa
Orang Benar Hanya Merenungkan Tuhan
Saya berharap ketika pendoa syafaat berdoa untuk orang lain
jangan menonjolkan kebenarannya sendiri, karena dia mendapat jawaban
dari Tuhan dan bersukacita tentang hal itu. Juga
bersyukurlah dengan sungguh-sungguh, karena Tuhan mendengar doa kita dan
melakukan ‘revival.’ Nama Tuhan ditinggikan jika
doa orang yang benar tidak menonjolkan kebenarannya sendiri tetapi hanya
menonjolkan kebenaran Tuhan.
Sebagai pendoa syafaat kita mendapat banyak pengalaman rohani dan
sudah seharusnya pendoa syafaat bersyukur kepada Tuhan dan meninggikan
nama Tuhan. Jika kita berdoa untuk orang lain, mereka juga akan mendapat
pengalaman rohani samapa seperti yang kita alami. Ingat,
jangan menghakimi orang lain ataupun membatasi karya Tuhan yang mau
memakai kita. Caranya, sejak awal kita harus
bersyukur karena diberi kuasa dan kasih karunia dari Tuhan untuk dipakai
sebagai alatNya.
Selain itu, yang diinginkan oleh Tuhan dengan berdoa kita dapat
terus menerus mempertahankan kasih karunia dan kuasa yang ada di dalam
hati. Oleh karena iman orang benar yang memiliki motivasi, tujuan serta
pengharapan yang sesuai dengan kehendak Tuhan, akan menghasilkan doa
yang benar. Kita harus mengetahui tujuan berdoa. Jika
tujuan itu hanya untuk kehormatan, kekayaan, kekuasaan, dan jumlah
pertambahan jemaat saja, maka hal itu akan menjauhkan kita dari Tuhan.
Tetapi doa yang mempunyai tujuan,alas an dan pengharapan yang
jelas dapat menggerakkan sejarah kekristenan pada masa lalu dan sanggup
bertahan karena pendoa syafaat tidak goyah terhadap kesulitan apa saja.
Contohnya, gerakan Kebangunan Rohani di Inggris yang dimulai oleh
Wesley, awalnya hanya melibatkan sekitar 20 orang pendoa syafaat.
Perintah untuk beriman kepada Tuhan juga tertulis dalam kitab
Markus. Supaya dapat berjalan bersama Allah, kita
harus mempunyai iman sesuai dengan tingkat iman yang sudah diberikan
Tuhan. Jika kita melakukannya sesuai tingkat iman yang sudah diberikan
oleh Tuhan, maka tidak akan ada masalah. Tetapi jika
seseorang merasa mempunyai tingkat iman tertentu yang ternyata melebihi
tingkat iman pemberian Tuhan, maka kehidupan rohaninya menjadi
bermasalah. Melalui orang yang taat, Tuhan menggenapi
terjadinya gerakan Kebangunan Rohani yang dahsyat yang mengubahkan dunia
ini. Contohnya, hamba yang mempunyai dua talenta, walaupun dipercayakan
sedikit, tetapi dia menaati untuk menjalankannya dengan jumlah iman
tertentu yang sesuai. Di lain pihak, walaupun
mempunyai lebih banyak talenta, tetapi dipakai untuk memuaskan hawa
nafsunya sendiri, menyebabkan kehidupan rohaninya hancur sehingga Tuhan
tidak berkenan. Tuhan tidak menjawab doa yang
didasari hawa nafsu dan hasrat. Kita harus
menyadari bahwa berdoa dengan hasrat dan ambisi manusia, dapat menjadi
peluang untuk roh jahat melakukan kejahatan. “Atau
kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah
berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan
hawa nafsumu” (Yak 4:3).
Berdoa
Dengan Rendah Hati
Kedua, berdoa dengan rendah hati. Rendah hati dapat diartikan
sebagai kemurnian dan kelemahlembutan. Kita akan
mempelajari Abraham yang adalah nenek moyang orang beriman. Dia
adalah ‘prototype’ (gamabar awal) Yesus Kristus yang memberikan
teladan kerendahan hati. Abraham menyahut,
“Sesungguhnya aku telah memberanikan diri berkata kepada Tuhan,
walaupun aku debu dan abu” (Kej 18:27). Bagaimana cara Abraham
dapat berbicara seperti itu di hadapan Tuhan? Hal itu
menunjukkan walaupun Abraham melihat dirinya tidak baik, tetapi dengan
berani meminta kepada Tuhan dengan sungguh-sungguh. Dia dengan berani
meminta karena Tuhan membenarkan, memilih dan menjadikannya anak Tuhan
serta membimbingnya. Kata-kata ‘Walaupun aku debu
dan abu’ menunjukkan sifat kerendahan hati yang sungguh di hadapan
Tuhan.
Alkitab memberikan tekanan khusus pada kerendahan hati dan tinggi
hati. Dalam Amsal 18:12 tertulis, “Tinggi hati
mendahului kehancuran, tetapi kerendahan hati mendahului kehormatan.”
Rendah hati juga berkaitan dengan kelembutan hati. Kelembutan
hati di dalam Alkitab berarti orang yang bergaul karib dengan Tuhan.
Abraham adalah orang yang bergaul karib dengan Tuhan. Jika
Tuhan memerintahkan kepada Abraham, “Pergi,” maka dia pergi, dan
jika, “Jangan pergi,” maka Abraham tidak pergi.
Bandingkanlah kuda liar dan kuda jinak, yang mana lebih cepat
larinya? Sewajarnyalah, kuda liar berlari lebih cepat dibanding kuda
jinak, namun tidak ada seorangpun yang mau menunggang kuda liar.
Sebab jika kuda jinak disuruh oleh pemiliknya, “Pergi,” maka
kuda itu pergi, dan jika,”Berhenti,” kuda itupun berhenti.
Kuda liar memang berlari lebih cepat, tetapi tidak menaati
pemiliknya, hanya berlari sesuai dengan keinginannya. Demikian
juga kehidupan kerohanian kita, dapat menjadi rendah hati oleh bimbingan
Roh Kudus yang melatih kita. Arti yang lain dari
rendah hati adalah kemurnian hati.
“Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah kepadaKu, karena
Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan”
(Mat 11:29).
“Sebab mata Tuhan tertuju kepada orang-orang benar, dan
telingaNya kepada permohonan mereka yang minta tolong, tetapi wajah
Tuhan menentang orang-orang yang berbuat jahat” (I Petrus 3:12).
Rendah hati berarti kemurnian, kemurnian adalah kesederhanaan
(Bahasa Inggris: ‘simple’). Semakin murni, semakin tidak bercampur
dengan unsure lain. Hampir semua orang di dalam
Alkitab yang beriman besar adalah orang yang sederhana cara berpikirnya.
Jika mereka diperintahkan Tuhan, “Pergi,” pasti pergi.
Kalau Tuhan berkata kepada mereka A, maka mereka mengakui hal itu
akan menjadi A. Tetapi orang yang rumit cara
berpikirnya akan kehilangan iman yang besar karena mereka sering
mempertanyakan alasan dari perkataan Tuhan. Kita dapat memperoleh
kemurnian melalui berdoa. Jika Anda ingin kemurnian dari Tuhan,
berdoalah demikian,
“Tuhan, tolong hapuskan perkara yang tidak Tuhan inginkan dari
hati dan pikiran saya. Saya ingin hidup seperti yang Tuhan inginkan.
Tolong hapuskan juga hal-hal yang menghalangi untuk maju di hadapan
Tuhan dengan rendah hati, baik yang ada di dalam hati, pikiran dan
kehidupan saya. Tolong pimpin saya supaya dapat melayani Tuhan dengan
hati yang murni.”
Kita tidak dapat berdoa syafaat tanpa kerendahan hati. Saya
pernah berdoa untuk setiap negara melalui informasi dari buku. Saya
berdoa untuk tempat yang tidak saya ketahui sama sekali sebagai sasaran
visi dan misi sambil menangis dan berteriak kepada Tuhan. Selesai
berdoa saya tidak merasa sedih, jengkel atau sakit hati walaupun tadi
menangis dan berteriak. Hal itu terjadi karena Roh
Kudus memberikan hati seperti itu di dalam hati saya. Jika saya berdoa
sebenatar saja di dalam hati, Roh Kudus mengijinkan saya merasakan hati
Tuhan.
Berdoa
Dengan Berani
Ketiga, berdoa
dengan berani. Tuhan ingin memakai kita untuk berdoa
syafaat, supaya tidak membatasi Tuhan untuk hal itu,
kita harus mempunyai hati yang berani.
Katanya, “Sesungguhnya aku telah memberanikan diri berkata
kepada Tuhan. Sekiranya dua puluh didapati disana?” FirmanNya: “Aku
tidak akan memusnahkannya karena yang dua puluh itu” (Kej 18:31).
Ayat tersebut menunjukkan sebuah jalan keluar yang memenangkan
setiap peperangan rohani atau perjuangan rohani. Melalui
orang beriman, Tuhan ingin memberikan kemenangan. Kepada
orang yang rendah hati Tuhan mencurahkan anugerah dan kuasa, namun Tuhan
juga ingin memakai orang yang berani. Tuhan tidak
dapat memakai orang yang tidak berani karena orang itu setiap hari
ragu-ragu walaupun dia mempunyai anugerah dan kuasa. Perkataan
Abraham ‘Aku berani meminta’ dapat diganti dengan ‘Aku berani
berdoa di hadapan Tuhan.’
Pada saat Tuhan Yesus memanggil murid-muridNya, Dia berkata
‘Ikutlah Aku’ bukan untuk orang yang diam dan duduk saja.
Tetapi Tuhan memanggil Matius, seorang pemungut cukai dan Petrus
yang menjahit jala supaya dapat menjala ikan di laut dengan hati yang
tulus. Jadi Tuhan memilih dan memakai orang yang
mempunyai ketulusan hati dengan pekerjaan sendiri. Tuhan
sudah melihat kemungkinan orang itu maka Tuhan meminta meninggalkan
semua hal itu sekarang supaya dapat melihat keberaniannya. Tuhan
ingin mengamati apakah dia berani mengikuti Tuhan dengan iman.
Tuhan ingin kita taat kepadaNya. Setelah Tuhan menumbuhkan iman
Abraham, Tuhan memerintahkan untuk mempersembahkan Ishak supaya dapat
melihat ketaatan Abraham. Maka dapat disimpulkan
‘tidak taat adalah tanda tidak beriman.’
Pada saat Roh Kudus menggerakkan hati kita, saat menginginkan
kita berdoa, tetapi jika kita tidak menaati karena memikirkan keadaan
dan kondisi kita, apa yang akan terjadi? Tuhan mencari orang taat yang
menanggapi dengan segera dan melalui orang itu Tuhan selalu menggenapi
karyaNya. Pada saat mendengar musik dan mengemudikan
mobil, di rumah maupun di gereja, kapan saja dan di manapun, Tuhan
meminta keberanian dan ketaatan kita. Tuhan ingin
kita mempunyai keberanian yang tidak goyah. Tanpa
iman dan keberanian kita tidak dapat melayani pengusiran setan dan
berdoa untuk orang sakit. Kalau tidak siap, kita akan
mendapat masalah sendiri pada saat mendoakan. Antara
berteriak karena merasa takut dan berteriak karena merasa berani saat
mengusir setan merupakan tingkatan yang berbeda. Menyadari
keinginan Tuhan membuat kita berani. Kita akan
menyelidiki hal itu lebih dalam pada bagian kedua.
Berdoa
untuk Komunitas
Keempat,
berdoa untuk komunitas. Abraham berdoa untuk Lot dan
orang-orang yang tinggal di dalam kota itu.
“Bagaimana sekiranya ada lima puluh orang benar dalam kota
itu? Apakah Engkau akan melenyapkan tempat itu dan
tidakkah Engkau mengampuninya karena kelima puluh orang benar yang ada
didalamnya itu? Jauhlah kiranya daripadaMu untuk
berbuat demikian, membunuh orang benar bersama-sama dengan orang fasik,
sehingga orang benar itu seolah-olah sama dengan orang fasik!
Jauhlah kiranya yang demikian daripadaMu! Masakan
Hakim segenap bumi tidak menghukum dengan adil?” Tuhan
berfirman: “Jika Kudapati lima puluh orang benar dalam kota Sodom, Aku
akan mengampuni seluruh tempat itu karena mereka. Abraham
menyahut:“Sesungguhnya aku telah memberanikan diri berkata kepada
Tuhan, walaupun aku debu dan abu. Sekiranya kurang lima orang dari
kelima puluh orang benar itu, apakah Engkau akan memusnahkan seluruh
kota itu karena yang lima itu?” FirmanNya, “Aku tidakmemusnahkannya
jika Aku dapati emapat puluh lima di sana!” (Kej 18:24-28).
Di dalam ayat tersebut kita dapat melihat bahwa oleh karena Lot,
Abraham berdoa syafaat untuk semua orang dalam kota itu. Sebagai
hamba Tuhan yang diberkati, kemanapun Abraham pergi maka daerah itu
diberkati dan orang di sekelilingnya juga mendapat berkat. Ini
adalah dalah satu prinsip berkat. Prinsip itu
diterapkan oleh Yusuf. Saya berharap prinsip ini juga
terjadi karena pendoa syafaat yang berdoa, sehingga tempat yang mereka
kunjungi dan doakan serta orang yang bersama dengan mereka diberkati dan
semuanya berjalan dengan baik.
Suatu saat walaupun pendoa syafaat tidak mendapat keuntungan dari
hal tersebut, namun karena berguna untuk komunitas dan kerajaan Allah,
maka dia harus berdoa. Saat itulah akan kita sadari
bahwa Tuhan menumbuhkan iman kita hingga tingkat tertentu. Kita
mampu berdoa dengan hati yang melingkupi seluruh dunia pada saat kita
terus menerus berdoa seperti itu. Kita tahu hati
manusia sangat penuh dengan keinginan. Meskipun
kekayaan, kehormatan dan kenikmatan dimasukkan semuanya di dalam hati,
tetapi tidak pernah merasa puas. Ini adalah
sifat manusia. Bahkan untuk mendapatkan lebih banyak,
hati manusia memberontak. Tetapi saya mengucap syukur
karena hati kita yang besar sudah dipenuhi oleh Tuhan pencipta dunia
ini. Pada saat Tuhan masuk ke dalam hati, maka bagian
kosong hati kita dapat diisi. Selain memiliki hati
yang melingkupi dunia, Kitadapat berdoa juga supaya Tuhan yang memiliki
dan mengawasi berlangsungnya sejarah dunia. Saya
berharap para pendoa syafaat akan berdoa seperti poin-poin tersebut.
Sehingga oleh iman kita menerima hati Tuhan, berdoa dalam jamahan
Roh Kudus, membaca Alkitab dan mendengarkan suara Tuhan. Sebagaimana
Abraham yang berdoa sesuai kehendak Tuhan dengan iman dan kemurnian hati
untuk satu bangsa di hadapan Tuhan.
Berdoa
dengan Kesabaran dan Ketekunan
Kelima, berdoa dengan kesabaran dan ketekunan. Abraham
berdoa dengan kesabaran dan ketekunan untuk keselamatan keponakannya,
yaitu Lot dan kota Sodom. Di sepanjang perjalanan doa
saya pernah melihat banyak orang yang menyerah dan berhenti. Pada saat
Tuhan sudah mendengar doa kita dan menanggapi, kita sangat mudah
berhenti mendoakan hal itu. Begitu bodohnya jika
melakukan hal itu. Kesabaran diperlukan seorang
pendoa syafaat untuk dapat dengan senang hati menunggu sampai mendapat
tanggapan Tuhan. Nikmatilah berdoa dengan kesabaran
dan ketekunan sampai menerima tanggapan Tuhan dan dapat merasakan
kebahagiaan yang dulu tidak pernah dibayangkan.
Sebagai kesimpulan, kita akan mengelompokkannya dalam beberapa
bagian. Melalui doa Abraham kita akan menyelidiki
sikap seorang pendoa syafaat, antara lain:
Pertama, pendoa syafaat adalah orang yang menolong orang lain,
sehingga orang tersebut yang sudah jauh dari Tuhan menjadi orang yang
mengenal Tuhan, lalu mau mendatangi Tuhan dan akhirnya mereka mendekat
lagi kepada Tuhan.
Kedua, pendoa syafaat harus berdoa untuk orang yang belum
mempunyai keselamatan supaya memperoleh keselamatan. Kalau
ada orang yang sakit dan penyakitnya mengganggu hubungannya dengan
Tuhan, maka dia harus berdoa kepada Tuhan supaya orang itu sembuh.
Ketiga, jika roh jahat mengikat seseorang, maka pendoa syafaat
harus mengikat roh jahat dan mengusirnya. Tuhan akan
memberitahu pendoa syafaat jika seseorang karena luka hati tidak
menerima anugerah Tuhan dengan sepenuhnya. Oleh
karena itu pendoa syafaat dapat membimbing mereka di hadapan Tuhan
karena Tuhan siap mencurahkan kuasa yang dapat menyembuhkannya.
Saya
berdoa supaya kehendak Tuhan yang mengagumkan dapat digenapi.
Yesus
Pengantara yang Kekal untuk Umat Manusia
Kita dapat mempelajari di dalam Alkitab Perjanjian Lama.
Saat kita berdoa untuk orang lain, maka gerakan Kebangunan Rohani
pasti digenapi. Contohnya, saat Abraham bertindak
sebagai pngantara dan berdoa untuk keponakannya Lot, maka gerakan
kebangkitan dimulai dan keselamatan diterima. Pada
saat Musa bertindak sebagai pngantara dan berdoa untuk orang Israel yang
berdosa di hadapan Tuhan, gerakan Kebangunan Rohani juga terjadi dan
keselamatanpun diterima.
Sedangkan di dalam Alkitab Perjanjian Baru, pada saat para jemaat
berdoa dengan kesungguhan untuk Petrus yang dimasukkan ke dalam penjara,
maka malaikat menyelamatkan dia. Paulus dan Silas
didukung dari belakang oleh pendoa syafaat yang terus menerus berdoa.
Di dalam suratnya rasul Paulus meminta jemaat terus menerus
berdoa untuk dirinya. Walaupun kuasa dari Tuhan sudah banyak diterima
Paulus dengan berdoa sendirian tetapi segalanya tidak dapat digenapi.
Paulus dapat menggenapi pekerjaan kebangkitan Tuhan yang dahsyat melalui
pendoa syafaat yang terus menerus berdoa di sekelilingnya tanpa dilihat.
Seperti itulah pelayanan doa syafaat, bisa menghidupkan jiwa yang sedang
mengalami kematian, bisa melakukan salah satu bagian peranan yang
penting untuk pekerjaan Tuhan. Jika demikian siapa
yang paling banyak melakukan pelayanan doa syafaat?
“Karena itu Ia sanggup juga menyelamatkan dengan sempurna
semua orang yang oleh Dia datang kepada Allah. Sebab Ia hidup senantiasa
untuk menjadi pengantara mereka” (Ibr 7:25).
Kita dapat mengetahui melalui ayat tadi bahwa Yesus Kristus
senantiasa berdoa untuk kita di sebelah kanan tahta Allah. Itu
berarti pengantara kekal kita adalah Yesus Kristus.
Sementara tinggal di bumi ini menjadi seperti Yesus Kristus
adalah kerinduan kita. Lalu bagaimana caranya?
Yaitu dengan menaati dan meneladani pelayanan yang dilakukan oleh
Yesus Kristus. Langkah pertama menjadi pengantara
seperti Yesus Kristus dan langkah berikutnya dengan meneladani pelayanan
Yesus Kristus.
Yesus meruntuhkan tembok dosa yang menghalangi hubungan manusia
dengan Tuhan, sehingga menghancurkan manusia. Saat
Yesus berada di dunia, Dia juga menjadi pendoa syafaat supaya orang yang
percaya kepada Yesus dapat masuk sorga. Selain itu, Tuhan Yesus
mengaruniakan Roh Kudus kepada orang yang percaya setelah Tuhan mati dan
dibangkitkan. Siapapun yang percaya, dapat menerima Roh Kudus sebagai
anugerah.
Roh
Kudus Pendoa Syafaat untuk Kita
Muncul pertanyaan dalam hati kita, siapakah saksi yang dapar
membuktikan bahwa Yesus mendoakan kita? Roh Kudus
adalah saksi itu. Dia memberikan kesaksian di dalam
hati bahwa Tuhan Yesus adalah Kristus, dan sungguh-sungguh adalah pendoa
syafaat kita. Selain sebagai saksi, Roh Kudus juga
berdoa untuk kita di dalam hati.
“Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab
kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri
berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak
terucapkan. Dan Allah yang menyelidiki hati nurani,
mengetahui maksud Roh itu, yaitu bahwa Ia, sesuai dengan kehendak Allah,
berdoa untuk orang-orang kudus.”
(Roma 8:26-27)
Firman Tuhan tadi memberi kesaksian bahwa Roh Kudus juga berdoa
untuk kita. Bagaimana kita dapat mengetahui saat hal
itu terjadi? Yaitu pada saat hati kita disegarkan
dengan membaca firman Tuhan atau ada kebebasan di dalam hati saat kita
memuji Tuhan. Contoh, saya pernah melihat seseorang yang kerasukan setan
disembuhkan pada saat memuji Tuhan. Kita
juga pernah menangis saat berdoa, memuji atau mendengar firman Tuhan,
walaupun tidak ada alasannya. Atau apakah anda pernah
mengalami damai sejahtera yang mengalir di dalam hati? Itulah
yang terjadi saat Roh Kudus mendoakan kita, dan kita juga tidak
menyadari bahwa kita ikut melakukan pekerjaan Roh Kudus, di dalam hati
kita. Kalau kehidpan kita tidak mengecewakan Roh
Kudus dan tinggal dalam kehendakNya yang penuh dengan sukacita, maka Roh
Kudus akan menghilangkan keraguan di dalam hati kita. Dia
akan mendorong kita untuk dapat berdoa serta menolong untuk menjalin
hubungan lebih mendalam dengan Tuhan, sehingga memperoleh pokok doa yang
diinginkan Tuhan.
Pada saat menjalin hubungan lebih mendalam dengan Roh Kudus, kita
dapat mendoakan apa yang menjadi kehendak Tuhan dan apa yang harus kita
lakukan di dunia ini terhadap bangsa dan generasi agar lebih maju.
Saya berharap, kita dapar berdoa kepada Tuhan untuk memulihkan
keadaan rohani bangsa ini dan semua pekerjaanNya sekali lagi.
Saya berangan-angan menjadi pendoa syafaat yang menginjili dunia
dan pada saat itu kita akan mengalami karya Tuhan yang luar biasa, sebab
Tuhan sendiri yang melakukan pekerjaanNya itu.
( Seri Doa
Syafaat ini berlanjut terus )
Sedikit
tentang Rev. Paul Y. Chun :
Beliau
adalah senior Pastor di Gereja Hasamag Korea, orang Korea pertama yang
didispilinkan dalam doa syafaat di Global Harvest Ministries, sebuah
lembaga yang menjadi pusat doa sedunia ( World Prayer Center ) yang
berdoa untuk suku - suku terasing window 10 - 40. Elizabeth Albert ketua
Organisasi Intercessors
International
mengimplementasikan segala hal dan seluk beluk doa syafaat kepada Rev
Paul Y. Chun dan kini Rev Paul Y. Chun diangkat menjadi ketua
Intercessors International untuk wilayah Benua Asia. Kunjungi website :
Di Korea
beliau mendirikan Ministry Development International.Berdomisili di
Amerika, memiliki banyak lembaga pelayanan international.
Di
Indonesia sudah terbit buku " Doa Syafaat yang Hidup
" Edisi Bahasa Indonesia. Terjemahan Bapak / Ibu Barnabas Lee,
diterbitkan oleh MDI, pada bulan Juli 2004 Anda bisa beli di toko2 buku
Kristen.
Prepared
by:
Bambang
Wiyono
HP 0812
327 3886