Full Gospel Indonesia

Info

 
 

Files

 

Siaran

 

 

 

 

 

Lebih Cepat dari

yang Saudara Kira

Ia yang memberi kesaksian tentang semua ini, berfirman

“Ya, Aku datang segera!” Amin, datanglah, Tuhan Yesus!

WAHYU   22:20

Puteri Ku, Choo Nam, Aku Tuhanmu.” Suara yang biasa terdengar dari Tuhan saya diucapkan dengan penuh kasih dan keyakinan di dalam kamar tidur saya pagi-pagi sekali pada 24 Pebruari.

Goncangan badan saya telah membangunkan saya sekitar tengah malam. Saat ini saya melihat jam untuk mengethaui berapa lama goncangannya. Sesudah kira-kira dua puluh menit, keluhan dari dalam roh saya mulai. Saya terus bergetar, dan hawa panas urapan Tuhan menyebabkan saya berkeringat. Segera setelah waktu persiapan, saya mendengar Tuhan berkata kepada saya.

Saya menjadi seperti sudah biasa dengan hadirat Nya. Kebanyakan saya sangat menikmati kunjungan-kunjungan Nya. Pada kesempatan ini, gambaran hadirat Nya sangat terang. Bentuk badan Nya bermandikan cahaya putih murni yang lembut dan hangat. Ia mengulurkan tangan Nya kepada saya sementara saya terus bergoncang dengan lebih kuat, dan lengan-lengan saya mengebas ke semua arah.

Seperti yang saya alami minggu sebelumnya, roh saya terangkat dari badan saya, dan saya dapat melihat diri saya sendiri sebagai seorang gadis muda dengan rambut panjang dan lurus. Sekali lagi saya sedang berjalan di pantai dengan Tuhan. Kami berjalan dan terus berjalan. Waktu yang sunyi Yesus sepertinya sedang berpikir, dan waktu yang paling lama tanpa Ia berkata sepatah katapun.

Satu hal yang akhirnya dikatakan Nya, berulang-ulang, yaitu, “Kita puya sangat banyak pekerjaan.”

 

KITA AKAN KE SURGA

 

Tuan saya membawa saya lagi ke dalam sebuah terowongan yang besar sekali. Tidak seperti kebanyakan terowongan, terowongan yang satu ini terang dan bersinar. Saya segera sadar bahwa ini adalah terowongan yang sama Ia membawa saya untuk pertama kalinya. Saya berpikir ini mestinya terowongan yang orang-orang hamper mati sering mengalami keadaan seperti lorong dari kehidupan ini kepada kehiudpan selanjutnya.

Dalam kebanyakan keadaan mengalami keluar dari badan, orang melaporkan bahwa mereka terlempar ke dalam terowongan yang panjang, gelap dengan cepat sekali. Jauh di ujung terowongan itu mereka dapat melihat kemilau sinar cahaya surga. Ini, saya piker, mesti jalannya kepada kerajaan Surga yang menakjubkan, yang tak dapat digambarkan dengan kata-kata. Sekarang Tuhan dan Juruselamat saya sedang membawaku ke sana lagi.

Kami berjalan di samping sungai yang sangat bening dan indah sekali lagi, dan kemudian kami kembali ke pantai. Yesus lalu berkata, “Kita akan ke surga.”

Hati saya seakan melonjak sampai ke leher jiwa saya dibanjiri oleh keinginan yang begitu menggembirakan karena saya menyadari, bahwa saya akan ke surga. Saya akan pulang, dan Yesus sendiri mengantar saya berkeliling kea lam baka supaya saya dapat menulis mengenainya dan supaya orang lain tahu. Begitu menggetarkan hati bisa terpilih untuk mendapat penghargaan seperti itu, dan saya hamper tidak dapat menahan kegirangan yang menyelubungi saya.

Segera setelah Yesus mengumumkan tujuan kami, saya mulai terbang. Saya pernah naik pesawat udara, penerbangan-penerbangannya selalu menggetar-kan dan menggembirakan; tetapi kali ini badan saya sedang terbang seperti seekor burung. Saya teringat ayat dari Yesaya : “Tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru : mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu; mereka berjalan dan tidak menjadi lelah” (Yesaya 40:31).

Saya selalu menafsirkan itu dari sudut rohani, tetapi sekarang sudah menjadi suatu kenyataan yang hidup. Saya terbang dan membumbung seperti seekor  rajawali, dan saya tidak takut, sebab saya tahu Yesus bersama saya.

Bagaimanapun, pengalaman terbang ini hanya sebentar. Seperti satu detik saja. Segera kami sampai pada suatu jalan yang sempit, berliku yang dibatasi dengan indahnya oleh pohon-pohon tinggi dan lebatnya rumput hijau. Di depan, saya melihat sebuah gerbang yang besar sekali yang dipasang dengan sebuah pagar putih. Sewaktu kami mendekati gerbang saya melihat bahwa jalan pada bagian lain dari pagar itu semuanya putih, dan pada kedua belah sisi jalan kecil itu, segala jenis bunga-bunga yang indah permai dan beraneka warna memamer-kan bermacam-macam warnanya dan mekar.

Saya belum pernah melihat keindahan seperti itu, dan ayat lain dari Firman Tuhan datang ke pikiran saya :

Dan mengapa kamu kuatir akan pakaian ? Perhatikanlah bunga bakung di lading, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal, namun Aku berkata kepadamu : Salomo dalam segala kemegahan-nyapun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu. Jadi jika demikian Allah mandandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, hai orang yang kurang percaya ?

Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata : Apakah yang akan kami makan ? Apakah yang akan kami minum ? Apakah yang akan kami pakai ? Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Tuhan. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu. Tetapi carilah dahulu Kerajaan Tuhan dan kebenarannya, maka emuanya itu akan ditambahkan kepadamu.

Matius 6:28-33

 

Kemudian saya mulai mengerti dengan lebih jelas mengapa Tuhan meng-ijinkan saya mengunjungi kerajaan Nya. Saya sadar pada saat itu, bahwa jika yang dapat mati di bumi dapat melihat apa yang saya lihat, mereka tidak perlu kuatir lagi. Saya tahu harus menceritakannya kepada semua orang yang saya temui mengenai pengalaman saya sehingga mereka juga tidak akan pernah kuatir lagi.

Tuhan sungguh-sungguh menjaga semua keperluan hidup kita. Tuhan sedang melaksanakan kehendakNya. KasihNya kepada anak-anakNya tak pernah padam. Firman Nya benar. Sekarang keinginan hati saya yang membara adalah untuk menolong orang supaya mengerti, melihat, percaya kebenaran. Pengalaman-pengalaman saya mengajar saya, bahwa “Tuhan turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Tuhan” (Roma 8:28).

SURGA LEBIH BAIK

 

Susunan bunga-bunganya lebih hebat dari kebun manapun yang pernah saya lihat. Saya terpekur, Saya gembira karena mengetahui bahwa ada bunga di surga. Bunga-bunga merekah paling indah yang pernah saya lihat, dan mereka seakan-akan tumbuh lebih bercahaya dan lebih berwarna-warni sewaktu kami mendekati pintu masuk ke istana putih yang luas yang telah kami lalui.

Yesus menuntun saya ke atas anak tangga kepada pintu berganda di depan, saya melihat bahwa pintu masuknya berbingkai emas, dan berpanel kaca ornament warna yang indah pada kedua sisinya. Kami berjalan melalui pintu sampai pada lantai pualam yang putih. Dinding-dinding batu lorong ruang tahta Tuhan, dan dengan setiap langkah yang kami ambil, hati saya berdebar-debar lebih kuat.

Kami masuk ke suatu ruangan, dan kejadian ini lebih mempesona dari sebelumnya. Tahta Tuhan terbuat dari emas yang mengkilat berdiri megah sedikit lebih tinggi dari podium yang berbentuk bujur telur. Sorot cahaya kemuliaan mengalir dari tengah-tengah ruangan di mana podium itu terletak.

Saya dibimbing oleh seorang malaikat ke suatu kamar kecil di samping, dan saya heran menjumpai kamar rias di situ. Sebuah kaca berukuran badan meliputi seluruh dinding sebelah kiri ruangan ini, dan banyak kursi beludru yang indah teratur dengan rapi di depan kaca.

Suatu makhluk yang cantik berdiri di depan saya, dan saya langsung menyimpulkan bahwa saya sedang bersama seorang malaikat. Makhluk itu membuka sebuah lemari pakaian yang sangat besar berisi banyak jubah, pakaian, dan mahkota. Malaikat itu memilih satu dari pakaian-pakaian itu dan meletakkan sebuah mahkota di atas saya. Setiap jubah bersulamkan warna-warna yang kaya. Saya berpendapat bahwa pakaian-pakaian ini adalah yang paling mempesona dan paling mahal yang pernah saya lihat.

Setelah saya berpakaian, malaikat itu menemani saya kembali ke ruangan utama. Tuhan sedang menunggu saya. Saya melihat bahwa Ia memakai pakaian dan mahkota yang sama dengan saya.

Ia membawa saya ke suatu bangunan yang lain yang menyerupai gambar-gambar istana di zaman pertengahan Eropa yang sering saya lihat. Ada dinding batu pada kedua sisi istana itu, dan bunga-bungaan yang indah ditanam di sekeli-lingnya. Pada waktu saya menikmati pemandangan di depan saya, saya merasa seperti saya berada di suatu negeri yang indah menakjubkan, tenteram dan bahagia. Saya tidak ingin kembali ke bumi.

Alkitab mengatakan kita semua akan menyembah Tuhan di hadapan tahta Nya : “Segala bangsa yang Kau jadikan akan datang sujud menyembah di hadapan Mu, ya Tuhan, dan akan memuliakan nama Mu. Sebab Engkau besar dan melakukan keajaiban-keajaiban; Engkau sendiri saja Allah” (Mazmur 86:9-10).

Di bagian lainb si pemazmur menyatakan, “TUHAN sudah menegakkan takhtaNya di sorga dan kerajaan Nya berkuasa atas segala sesuatu. Pujilah TUHAN, hai malaikat-malaikat Nya, hai pahlawan-pahlawan perkasa yang melaksanakan firman Nya” (Mazmur 103:19-20).

Nabi Yesaya mencatat perkataan Tuhan : “Langit adalah takhta Ku dan bumi adalah tumpuan kaki Ku” (Yesaya 66:1).

Surga adalah tempat yang begitu mulia, dan adalah suatu kegembiraan untuk sujud menyembah Tuhan di sana selama-lamanya.

Saya pernah mendengar sekali paduan suara tentang surga yang berbunyi : “Surga lebih baik dari ini / Puji Tuhan / Sungguh gembira dan bahagia / Menyusu-ri jalan-jalan dari emas murni / Engkau akan masuk ke suatu negeri di mana engkau tidak akan pernah menjadi tua” (sumber tak dikenal). Sekarang saya mengerti kebenaran lagu ini. Surga jauh lebih baik dari bumi. Sungguh, tidak ada bandingannya di antara bumi dan surga.

Kami memasuki istana, dan saya langsung melihat betapa serambinya berpermadani warnai-warni. Perabotnya yang elok dipilih sesuai dengan warna dan gaya permadaninya. Dindingnya berkilauan dan mengkilap – sangat gemerlap, nyatanya, hamper membutakan saya. Pada akhir ruang masuk, terus sedikit, saya melihat pintu dorong. Saya ingin tahu apa yang akan kami temukan di bagian yang lain.

 

KOLAM  ISTIMEWA

 

Saya segera tahu, pintu dorong kaca tidak menuju ke ruangan yang lain : melainkan adalah pintu keluar masuk ke kebun istana. Di tengah-tengah tempat yang mengagumkan ini ada sebuah kolam. Seluruh “halaman belakang” dikelilingi oleh dinding batu. Bunga-bunga dari segala jenis dan rupa membentuk suatu lautan cantik ke manapun saya memandang.

Saya melihat bermacam pohon buah-buahan tumbuh dekat dinding batu itu. Pohon-pohon ini dipenuhi oleh buah-buahan yang paling besar dan paling lezat yang belum pernah saya lihat. Mereka dilingkari oleh bunga-bunga yang cantik dan indah lebat. Tersebar di seluruh kebun yang mempesona ini adalah batu-batu sungai yang besar yang kelabu kelihatannya dipasang secara teratur untuk duduk dan istirahat.

Kolam itu membangkitkan rasa ingin tahu saya, dan secepat saya memandangnya, saya mulai menyanyi dalam Roh dan menari dengan riang. Saya sungguh-sungguh tak dapat menerangkan mengapa saya memberikan reaksi kepada pemandangan itu dengan begitu gairah, tetapi sesuatu yang ajaib mendorong saya untuk mengungkapkan rasa terima kasih saya, kegembiraan, dan kedamaian dengan cara begitu. Tuhan duduk atas batu dan menonton saya menari.

Saya teringat akans atu ayat dari Kitab Perjanjian Lama : “Dan Daud menari-nari di hadapan TUHAN dengan sekuat tenaga” (2 Samuel 6:14). Kolam itu mengingatkan saya satu ayat dalam buku Wahyu : “Roh dan pengantin perem-puan itu berkata : “Marilah!” Dan barangsiapa yang mendengarnya, hendaklah ia berkata : “Marilah!” Dan barangsiapa yang haus, hendaklah ia datang, dan barang-siapa yang mau, hendaklah ia mengambil air kehidupan dengan cuma-Cuma!” (Wahyu 22:17). Ya, ada sekelompok air di surga, dan air dari kolam mini jernih dan tenang. Airnya bersinar seperti kristal.

Ia, Tuhan, berkata kepada saya, “Ini adalah kolam yang istimewa.”

Saya tahu, tetapi saya tidak tahu mengapa. Tuhan tidak menerangkan perkataan Nya kepada saya saat ini, tetapi saya menduga, bahwa kolam itu menyimpan banyak rahasia rohani yang akhirnya saya akan pelajari, satau persatu. Saya berpikir : Inikah dimana dosa saya dan dosa-dosa orang-orang percaya yang lain dikubur ? Apakah kola mini lambing air dalam Firman Tuhan ?

Tentu saja, air melambangkan penyucian dosa yang telah diberikan oleh Tuhan kepada kita. Firman Nya berkata bahwa “Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan” (lihat 1 Yohanes 1:9). Firman Yesus seperti yang tercatat oleh Rosul Yohanes, masuk ke dalam pikiran saya : “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang todak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan TUHAN” (Yohanes 3:5).

 

YESUS SUDAH SIAP ….. DAN MENUNGGU

 

Sesudah beberapa saat yang sungguh-sungguh menggembirakan, ketika saya menari dan menyanyi dekat kolam, Tuhan membawa saya kembali ke istana putih di mana saya mengganti pakaian yang saya pakai ketika ia membawa saya ke syurga. Kemudian kami berjalan kembali ke tempat kami mendarat di gunung yang tertutup oleh pohon-pohon dan semak-semak hijau.

“Kita sedang kembalike bumi,” Tuhan berkata.

Ia memegang tangan saya lagi dan kami mulai terbang dari cakrawala surgawi ke bumi. Kami kembali ke tempat dimana kami mulai perjalanan khusus ini – sepanjang pantai yang cantik dan tenteram tempat kami berjalan-jalan sebelumnya.

Yesus berkata : “Puteri Ku, sekarang kamu tahu betapa istimewanya engkau bagi Ku. Aku mau engkau menginat bahwa mengambil waktu yang lama bagi Ku untuk mempersiapkanmu bagi membawamu ke dalam kerajaan Ku, untuk menunjukkan hal-hal ini sebagai engkau dapat memberitahu dunia.”

Saya mengangguk setuju dengan apa yang dikatakan Nya kepadaku.

Tuhan meneruskan : “Aku mau engkau mengingat semua yang Aku berita-hukan dan tunjukkan kepadamu. Pastikan engkau menulis segala sesuatunya. Aku akan memastikan setip orang mengerti segala hal yang Aku tunjukkan dan beritahu kepadamu.”

Bagian kata-kata Nya ini mengangkat beban tanggung jawab yang berat, yang saya rasakan sejak Ia pertama kalinya memberitahu saya, bahwa saya telah terpilih untuk melakukan pekerjaan Nya. Sekarang saya tahu, bahwa Ia hanya berkata melalui saya untuk disampaikan kepada orang lain. Saya hanya harus bersedia untuk dipakai oleh Nya. Rupanya mudah sekali, setelah segala yang saya lihat dan alami.

Yesus melanjutkan, “Banyak orang berpikir Aku tidak pernah datang untuk mereka, tetapi Aku berkata, Aku datang lebih cepat dari yang mereka duga.”

Ketika Ia mengatakan ini, nada suara Nya berubah. Ia seolah-olah hamper marah, atau setidak-tidaknya saya merasakan urgensi yang sangat di dalam kata-kata Nya. Ini adalah suatu peringatan. Satu pesan yang harus saya sampaikan – dan saya sampaikan sekarang. Akhir zaman itu betul-betul ada pada saat ini. Yesus datang segera.

Saya percaya Tuhan telah siap untuk orang-orang Nya, tetapi orang-orang Nya-lah yang belum siap bagi Nya. Tapi pesan ini kedengarannya sangat mendesak. Inilah sebabnya saya harus menyampaikan pesan ini. Saya tidak punya pilihan lain – saya harus patuh kepada Tuhan. Manusia perlu diingatkan bahwa kedatangan Tuhan sudah dekat. Manusia perlu bersiap untuk Kedatangan Nya yang kedua dengan menyesal atas dosa-dosa mereka dan menerima Dia ke dalam hidup mereka.

Alkitab jelas sekali tentang ini :

Tetapi semua orang yang menerima Nya diberi Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama Nya; orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah daging atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah. Firman itu telah menjadi manusia dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemulian Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.

Yohanes 1:12-14

Yesus – Firman Tuhan yang hidup – memberitahu saya untuk cepat pergi dan menyampaikan kepada orang lain, bahwa Ia segera kembali. Itulah yang dimaksudkan Nya ketika Ia berkata, “Kita ada banyak pekerjaan untuk dilakukan.”

 

KUASA DALAM DARAH

 

Akhir Pebruari 1996 lebih menggetarkan dari permulaannya. Dari pukul 4 pagi sampai 5.30 pagi pada tanggal 28 Pebruari, Tuhan bersama saya. Ia datang kepadaky dan memberikan salam, “Choo Nam, Aku Tuhanmu.”

Ia mengulurkan tangan dan memegang tangan saya, dan kami secara ajaib diangkat ke pantai yang indah. Ia memegang tangan saya ketika kami berjalan sepanjang tepi laut, dan kali ini Tuhan seakan-akan ingin berbocara dengan saya. Seolah-olah dengan hasrat yang membara Ia ingin menyampaikan banyak hal kepada saya.

Kami duduk di atas pasir dekat tepi lautan. Sementara air surut dan mengalir di depan kami, satu kejadian yang mengherankan terjadi. Tepi air ber-ubah menjadi darah. Ombak berbuih merah tua memecah di depan kami. Seakan-akan darah itu kotor, dan saya bertanya, “Mengapa darahnya begitu kotor ?”

“Darah Ku, Choo Nam,” Ia berkata. “Darahku menyucikan semua dosa-dosa anak-anakKu.”

Saya mulai menangis mendengar pernyataan ini. Ia telah menumpahkan darah Nya untuk saya, menyucikan saya dari semua dosa-dosa saya. Ia yang tak mengenal dosa telah menjadi dosa untuk saya supaya saya dapat berpakaian kebenaran Tuhan. Dosa Domba Tuhan yang sempurna telah membasuh bersih dan membebaskan saya. Air mata tangisan saya timbul dari lubuk yang dalam di hati saya ketika saya sadar dengan segala syukur atas segala yang dilakukan oleh Yesus untuk saya.

“Jangan menangis, Puteri K,” Ia berkata.

Badan transformasi saya tidak mempunyai perasaan jasmani sama sekali ketika kami terangkat dari tepi laut. Sensasi terbang dalam badan saya merasa pusing atau pening kepala. Sebab badan transformasi saya tidak memberi reaksi seperti badan duaniawi saya jika dalam keadaan yang sama.

 

BENANG MERAH TUA

 

Ketika kami sampai di kerajaan Surga, kami berjalan melalui jalan yang telah kami kenal, melewati gerbang yang sekarang sudah biasa kami lalui dan masuk istna aputih. Kami mengganti pakaian dengan pakaian-pakaian kerajaan yang indah. Lalu kami pergi ke kolam lagi.

Kolam ini sangat istimewa, tempat yang luar biasa. Sekali lagi saya menyanyikan lagu-lagu dalam roh dan menari di hadapan Tuhan. Ia hanya duduk di atas batu laut dan menonton saya; menikmati kegenbiraan saya. Kelihatannya Ia senang melihat saya menari dan meyanyi dan memuji Tuhan.

“Apakah engkau suka tempat ini, puteriKu ?”

“Ya, Tuhanku,” saya menjawab, sambil tersenyum.

“Aku akan membawmu kemari setiap kali engkau ke surga.”

Pernyataan ini menggetarkan perasaan saya untuk dua sebab – saya ingin terus kembali, dan saya suka sekali keadaan yang istimewa dan luar biasa dekat kola mini. Tempat ini seperti suatu sumber yang tenang jauh kesibukan dunia – tempat yang menyegarkan, penuh sukacita. Saya mencintai keadaan di sini.

Tidak lama, kami meninggalkan kolan dan berjalan menuju bangunan putih dimana pantai kami berganti jubah seperti sebelumnya dan terbang ke bawah menuju pantai bumi. Saya heran mengapa Ia tidak menunjukkan sesuatu yang baru ketika Ia membawa saya ke durga kali ini. Kami berjalan sepanjang sungai dimana terowongan yang pernah saya lihat itu berada, dan saya melihat sungainya berubah nebjadi darah. Yesus menunjuk, “Itu darahKu – darah yang Kutumpahkan bagi anak-anak Ku.”

Kata-kataNya menyebabkan saya menangis. Saya menundukkan kepala saya dan mulai tersedu-sedu.

Tuhan memegang kepala saya dan berkata, “Jangan menangis, puteriKu.”

Suara Nya bernadakan permohonan yang memilukan, menyebabkan saya terus menangis. Ia ingin sekali anak-anak Nya mengetahui bahwa dengan sukarela Ia mencucurkan darah Nya untuk mereka, tetapi banyak yang gagal untuk mengetahui pemberian yang luar biasa ini dalam hidup mereka. Lagi, kebenaran Alkitab bergema di dalam pikiran saya : “Ia datang kepada milik kepunyaan Nya, tetapi orang-prang kepunyaan Nya itu tidak menerima Nya” (Yohanes 1:11). Saya tahu, bahwa kenyataan ini menyebabkan sakit dan pedih dalam hati Tuhan saya, dan saya merasa begitu berharga dan bersyukur bahwa Ia telah memilih untuk berbagi perasaan-perasaan ini dengan saya.

“Aku melakukan segelanya untuk anak-anakKu,” Ia berkata. “Walaupun demikian, ada dari mereka yang tidak percaya, dan bahkan beberapa yang percaya tidak hidup menurut firmanKu.”

Kesedihan yang terpantul dari suara Tuhan saya sangat nyata. Saya teringat bagaimana Ia menangisi kota Yerusalem karena orang-orang di sana tidak peduli akan Dia. Saya teringat bagaimana Ia sedih berduka oleh kenyataan bahwa beberapa dari antaranya tertidur daripada berdoa pada malam Ia dikhianati.

Bagaimana sakit hati Nya ketika Petrus menyangkal bahwa ia mengenal Nya, dan bagaimana dalamnya penderitaan yang dialami Nya ketika Yudas Iskariot mengkhianati Nya. Bahkan setiap hari, seperti yang dikatakan pada saya, anak-anak Nya mennolak Dia, mengkhianati Nya, melupakan Dia dan kehilangan kuasa darah Nya yang telah ditumpahkan Nya bagai mereka. Saya dapat merasakan kedukaan yang dalam dialami oleh Tuan saya.

Sekarang saya tahu lebih dari sebelumnya mengapa panggilan saya harus dipenuhi. Orang-orang – baik yang diselamatkan maupun yang sesat – perlu mengetahui kuasa darah Yesus. Mereka perlu mengerti segala yang telah dilakukan Nya untuk mereka di bukit Kalvari.

Umat Tuhan, demikian juga dengan orang-orang dunia, perlu mengetahui bahwa Yesus telah membuka jalan bagi mereka yang mengalahkan dunia, kegelapan, yang jahat dan semua pekerjaan musuh. Darah Yesus – benang merah tua yang menyusun seluruh Alkitab – telah membuka jendela bagi mereka.

Mereka perlu mengerti bahwa kebenaran yang dikatakan Yesus di dalam Wahyu sekarang ini pada zaman kita juga :

Karena engkau menurut firmanKu, untuk tekun menantikan Aku, maka Akupun akan melindungi engkau dari hari pencobaan yang akan datang atas seluruh dunia untuk mencoba mereka yang diam di bumi. Aku datang segera. Peganglah apa yang ada padamu, supaya tidak seorangpun mengambil mahkotamu.

Barangsiapa menang, aia akan Kujadikan sokoguru di dalam Bait Suci AllahKu, dam ia tidak akan keluar lagi dari situ; dan padanya akan Kutuliskan nama AllahKu, nama kota AllahKu, yaitu Yerussalem baru, yang turun dari sorga dari AllahKu, dan namaKu yag baru. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat.

Wahyu 3:10-13

Maranatha!

 
 
 
1
Hosted by www.Geocities.ws