Lebih
Cepat dari
yang
Saudara Kira
Ia
yang memberi kesaksian tentang semua ini, berfirman
“Ya,
Aku datang segera!” Amin, datanglah, Tuhan Yesus!
WAHYU
22:20
Puteri Ku,
Choo Nam, Aku Tuhanmu.” Suara yang biasa terdengar dari Tuhan saya
diucapkan dengan penuh kasih dan keyakinan di dalam kamar tidur saya
pagi-pagi sekali pada 24 Pebruari.
Goncangan badan saya telah membangunkan saya
sekitar tengah malam. Saat ini saya melihat jam untuk mengethaui berapa
lama goncangannya. Sesudah kira-kira dua puluh menit, keluhan dari dalam
roh saya mulai. Saya terus bergetar, dan hawa panas urapan Tuhan
menyebabkan saya berkeringat. Segera setelah waktu persiapan, saya
mendengar Tuhan berkata kepada saya.
Saya menjadi seperti sudah biasa dengan hadirat
Nya. Kebanyakan saya sangat menikmati kunjungan-kunjungan Nya. Pada
kesempatan ini, gambaran hadirat Nya sangat terang. Bentuk badan Nya
bermandikan cahaya putih murni yang lembut dan hangat. Ia mengulurkan
tangan Nya kepada saya sementara saya terus bergoncang dengan lebih kuat,
dan lengan-lengan saya mengebas ke semua arah.
Seperti yang saya alami minggu sebelumnya, roh
saya terangkat dari badan saya, dan saya dapat melihat diri saya sendiri
sebagai seorang gadis muda dengan rambut panjang dan lurus. Sekali lagi
saya sedang berjalan di pantai dengan Tuhan. Kami berjalan dan terus
berjalan. Waktu yang sunyi Yesus sepertinya sedang berpikir, dan waktu
yang paling lama tanpa Ia berkata sepatah katapun.
Satu hal yang akhirnya dikatakan Nya,
berulang-ulang, yaitu, “Kita puya
sangat banyak pekerjaan.”
KITA
AKAN KE SURGA
Tuan saya membawa saya lagi ke dalam sebuah
terowongan yang besar sekali. Tidak seperti kebanyakan terowongan,
terowongan yang satu ini terang dan bersinar. Saya segera sadar bahwa ini
adalah terowongan yang sama Ia membawa saya untuk pertama kalinya. Saya
berpikir ini mestinya terowongan yang orang-orang hamper mati sering
mengalami keadaan seperti lorong dari kehidupan ini kepada kehiudpan
selanjutnya.
Dalam kebanyakan keadaan mengalami keluar dari
badan, orang melaporkan bahwa mereka terlempar ke dalam terowongan yang
panjang, gelap dengan cepat sekali. Jauh di ujung terowongan itu mereka
dapat melihat kemilau sinar cahaya surga. Ini, saya piker, mesti jalannya
kepada kerajaan Surga yang menakjubkan, yang tak dapat digambarkan dengan
kata-kata. Sekarang Tuhan dan Juruselamat saya sedang membawaku ke sana
lagi.
Kami berjalan di samping sungai yang sangat
bening dan indah sekali lagi, dan kemudian kami kembali ke pantai. Yesus
lalu berkata, “Kita akan ke surga.”
Hati saya seakan melonjak sampai ke leher jiwa
saya dibanjiri oleh keinginan yang begitu menggembirakan karena saya
menyadari, bahwa saya akan ke surga. Saya akan pulang, dan Yesus sendiri
mengantar saya berkeliling kea lam baka supaya saya dapat menulis
mengenainya dan supaya orang lain tahu. Begitu menggetarkan hati bisa
terpilih untuk mendapat penghargaan seperti itu, dan saya hamper tidak
dapat menahan kegirangan yang menyelubungi saya.
Segera setelah Yesus mengumumkan tujuan kami,
saya mulai terbang. Saya pernah naik pesawat udara,
penerbangan-penerbangannya selalu menggetar-kan dan menggembirakan; tetapi
kali ini badan saya sedang terbang seperti seekor burung. Saya teringat
ayat dari Yesaya : “Tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN
mendapat kekuatan baru : mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan
kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu; mereka berjalan
dan tidak menjadi lelah” (Yesaya 40:31).
Saya selalu menafsirkan itu dari sudut rohani,
tetapi sekarang sudah menjadi suatu kenyataan yang hidup. Saya terbang dan
membumbung seperti seekor rajawali,
dan saya tidak takut, sebab saya tahu Yesus bersama saya.
Bagaimanapun, pengalaman terbang ini hanya
sebentar. Seperti satu detik saja. Segera kami sampai pada suatu jalan
yang sempit, berliku yang dibatasi dengan indahnya oleh pohon-pohon tinggi
dan lebatnya rumput hijau. Di depan, saya melihat sebuah gerbang yang
besar sekali yang dipasang dengan sebuah pagar putih. Sewaktu kami
mendekati gerbang saya melihat bahwa jalan pada bagian lain dari pagar itu
semuanya putih, dan pada kedua belah sisi jalan kecil itu, segala jenis
bunga-bunga yang indah permai dan beraneka warna memamer-kan
bermacam-macam warnanya dan mekar.
Saya belum pernah melihat keindahan seperti itu,
dan ayat lain dari Firman Tuhan datang ke pikiran saya :
Dan
mengapa kamu kuatir akan pakaian ? Perhatikanlah bunga bakung di lading,
yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal, namun Aku berkata kepadamu :
Salomo dalam segala kemegahan-nyapun tidak berpakaian seindah salah satu
dari bunga itu. Jadi jika demikian Allah mandandani rumput di ladang, yang
hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, hai orang yang kurang percaya
?
Sebab
itu janganlah kamu kuatir dan berkata : Apakah yang akan kami makan ?
Apakah yang akan kami minum ? Apakah yang akan kami pakai ? Semua itu
dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Tuhan. Akan tetapi Bapamu yang di
sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu. Tetapi carilah dahulu
Kerajaan Tuhan dan kebenarannya, maka emuanya itu akan ditambahkan
kepadamu.
Matius 6:28-33
Kemudian saya mulai mengerti dengan lebih jelas
mengapa Tuhan meng-ijinkan saya mengunjungi kerajaan Nya. Saya sadar pada
saat itu, bahwa jika yang dapat mati di bumi dapat melihat apa yang saya
lihat, mereka tidak perlu kuatir lagi. Saya tahu harus menceritakannya
kepada semua orang yang saya temui mengenai pengalaman saya sehingga
mereka juga tidak akan pernah kuatir lagi.
Tuhan sungguh-sungguh menjaga semua keperluan
hidup kita. Tuhan sedang melaksanakan kehendakNya. KasihNya kepada
anak-anakNya tak pernah padam. Firman Nya benar. Sekarang keinginan hati
saya yang membara adalah untuk menolong orang supaya mengerti, melihat,
percaya kebenaran. Pengalaman-pengalaman saya mengajar saya, bahwa
“Tuhan turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan
bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai
dengan rencana Tuhan” (Roma 8:28).
SURGA
LEBIH BAIK
Susunan bunga-bunganya lebih hebat dari kebun
manapun yang pernah saya lihat. Saya terpekur, Saya
gembira karena mengetahui bahwa ada bunga di surga. Bunga-bunga
merekah paling indah yang pernah saya lihat, dan mereka seakan-akan tumbuh
lebih bercahaya dan lebih berwarna-warni sewaktu kami mendekati pintu
masuk ke istana putih yang luas yang telah kami lalui.
Yesus menuntun saya ke atas anak tangga kepada
pintu berganda di depan, saya melihat bahwa pintu masuknya berbingkai
emas, dan berpanel kaca ornament warna yang indah pada kedua sisinya. Kami
berjalan melalui pintu sampai pada lantai pualam yang putih.
Dinding-dinding batu lorong ruang tahta Tuhan, dan dengan setiap langkah
yang kami ambil, hati saya berdebar-debar lebih kuat.
Kami masuk ke suatu ruangan, dan kejadian ini
lebih mempesona dari sebelumnya. Tahta Tuhan terbuat dari emas yang
mengkilat berdiri megah sedikit lebih tinggi dari podium yang berbentuk
bujur telur. Sorot cahaya kemuliaan mengalir dari tengah-tengah ruangan di
mana podium itu terletak.
Saya dibimbing oleh seorang malaikat ke suatu
kamar kecil di samping, dan saya heran menjumpai kamar rias di situ.
Sebuah kaca berukuran badan meliputi seluruh dinding sebelah kiri ruangan
ini, dan banyak kursi beludru yang indah teratur dengan rapi di depan
kaca.
Suatu makhluk yang cantik berdiri di depan saya,
dan saya langsung menyimpulkan bahwa saya sedang bersama seorang malaikat.
Makhluk itu membuka sebuah lemari pakaian yang sangat besar berisi banyak
jubah, pakaian, dan mahkota. Malaikat itu memilih satu dari
pakaian-pakaian itu dan meletakkan sebuah mahkota di atas saya. Setiap
jubah bersulamkan warna-warna yang kaya. Saya berpendapat bahwa
pakaian-pakaian ini adalah yang paling mempesona dan paling mahal yang
pernah saya lihat.
Setelah saya berpakaian, malaikat itu menemani
saya kembali ke ruangan utama. Tuhan sedang menunggu saya. Saya melihat
bahwa Ia memakai pakaian dan mahkota yang sama dengan saya.
Ia membawa saya ke suatu bangunan yang lain yang
menyerupai gambar-gambar istana di zaman pertengahan Eropa yang sering
saya lihat. Ada dinding batu pada kedua sisi istana itu, dan bunga-bungaan
yang indah ditanam di sekeli-lingnya. Pada waktu saya menikmati
pemandangan di depan saya, saya merasa seperti saya berada di suatu negeri
yang indah menakjubkan, tenteram dan bahagia. Saya tidak ingin kembali ke
bumi.
Alkitab mengatakan kita semua akan menyembah
Tuhan di hadapan tahta Nya : “Segala bangsa yang Kau jadikan akan datang
sujud menyembah di hadapan Mu, ya Tuhan, dan akan memuliakan nama Mu.
Sebab Engkau besar dan melakukan keajaiban-keajaiban; Engkau sendiri saja
Allah” (Mazmur 86:9-10).
Di bagian lainb si pemazmur menyatakan, “TUHAN
sudah menegakkan takhtaNya di sorga dan kerajaan Nya berkuasa atas segala
sesuatu. Pujilah TUHAN, hai malaikat-malaikat Nya, hai pahlawan-pahlawan
perkasa yang melaksanakan firman Nya” (Mazmur 103:19-20).
Nabi Yesaya mencatat perkataan Tuhan : “Langit
adalah takhta Ku dan bumi adalah tumpuan kaki Ku” (Yesaya 66:1).
Surga adalah tempat yang begitu mulia, dan
adalah suatu kegembiraan untuk sujud menyembah Tuhan di sana
selama-lamanya.
Saya pernah mendengar sekali paduan suara
tentang surga yang berbunyi : “Surga lebih baik dari ini / Puji Tuhan /
Sungguh gembira dan bahagia / Menyusu-ri jalan-jalan dari emas murni /
Engkau akan masuk ke suatu negeri di mana engkau tidak akan pernah menjadi
tua” (sumber tak dikenal). Sekarang saya mengerti kebenaran lagu ini.
Surga jauh lebih baik dari bumi. Sungguh, tidak ada bandingannya di antara
bumi dan surga.
Kami memasuki istana, dan saya langsung melihat
betapa serambinya berpermadani warnai-warni. Perabotnya yang elok dipilih
sesuai dengan warna dan gaya permadaninya. Dindingnya berkilauan dan
mengkilap – sangat gemerlap, nyatanya, hamper membutakan saya. Pada
akhir ruang masuk, terus sedikit, saya melihat pintu dorong. Saya ingin
tahu apa yang akan kami temukan di bagian yang lain.
KOLAM
ISTIMEWA
Saya segera tahu, pintu dorong kaca tidak menuju
ke ruangan yang lain : melainkan adalah pintu keluar masuk ke kebun
istana. Di tengah-tengah tempat yang mengagumkan ini ada sebuah kolam.
Seluruh “halaman belakang” dikelilingi oleh dinding batu. Bunga-bunga
dari segala jenis dan rupa membentuk suatu lautan cantik ke manapun saya
memandang.
Saya melihat bermacam pohon buah-buahan tumbuh
dekat dinding batu itu. Pohon-pohon ini dipenuhi oleh buah-buahan yang
paling besar dan paling lezat yang belum pernah saya lihat. Mereka
dilingkari oleh bunga-bunga yang cantik dan indah lebat. Tersebar di
seluruh kebun yang mempesona ini adalah batu-batu sungai yang besar yang
kelabu kelihatannya dipasang secara teratur untuk duduk dan istirahat.
Kolam itu membangkitkan rasa ingin tahu saya,
dan secepat saya memandangnya, saya mulai menyanyi dalam Roh dan menari
dengan riang. Saya sungguh-sungguh tak dapat menerangkan mengapa saya
memberikan reaksi kepada pemandangan itu dengan begitu gairah, tetapi
sesuatu yang ajaib mendorong saya untuk mengungkapkan rasa terima kasih
saya, kegembiraan, dan kedamaian dengan cara begitu. Tuhan duduk atas batu
dan menonton saya menari.
Saya teringat akans atu ayat dari Kitab
Perjanjian Lama : “Dan Daud menari-nari di hadapan TUHAN dengan sekuat
tenaga” (2 Samuel 6:14). Kolam itu mengingatkan saya satu ayat dalam
buku Wahyu : “Roh dan pengantin perem-puan itu berkata : “Marilah!”
Dan barangsiapa yang mendengarnya, hendaklah ia berkata : “Marilah!”
Dan barangsiapa yang haus, hendaklah ia datang, dan barang-siapa yang mau,
hendaklah ia mengambil air kehidupan dengan cuma-Cuma!” (Wahyu 22:17).
Ya, ada sekelompok air di surga, dan air dari kolam mini jernih dan
tenang. Airnya bersinar seperti kristal.
Ia, Tuhan, berkata kepada saya, “Ini
adalah kolam yang istimewa.”
Saya tahu, tetapi saya tidak tahu mengapa. Tuhan
tidak menerangkan perkataan Nya kepada saya saat ini, tetapi saya menduga,
bahwa kolam itu menyimpan banyak rahasia rohani yang akhirnya saya akan
pelajari, satau persatu. Saya berpikir : Inikah dimana dosa saya dan
dosa-dosa orang-orang percaya yang lain dikubur ? Apakah kola mini lambing
air dalam Firman Tuhan ?
Tentu saja, air melambangkan penyucian dosa yang
telah diberikan oleh Tuhan kepada kita. Firman Nya berkata bahwa “Jika
kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan
mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan”
(lihat 1 Yohanes 1:9). Firman Yesus seperti yang tercatat oleh Rosul
Yohanes, masuk ke dalam pikiran saya : “Aku berkata kepadamu,
sesungguhnya jika seorang todak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak
dapat masuk ke dalam Kerajaan TUHAN” (Yohanes 3:5).
YESUS
SUDAH SIAP ….. DAN MENUNGGU
Sesudah beberapa saat yang sungguh-sungguh
menggembirakan, ketika saya menari dan menyanyi dekat kolam, Tuhan membawa
saya kembali ke istana putih di mana saya mengganti pakaian yang saya
pakai ketika ia membawa saya ke syurga. Kemudian kami berjalan kembali ke
tempat kami mendarat di gunung yang tertutup oleh pohon-pohon dan
semak-semak hijau.
“Kita
sedang kembalike bumi,” Tuhan berkata.
Ia memegang tangan saya lagi dan kami mulai
terbang dari cakrawala surgawi ke bumi. Kami kembali ke tempat dimana kami
mulai perjalanan khusus ini – sepanjang pantai yang cantik dan tenteram
tempat kami berjalan-jalan sebelumnya.
Yesus berkata : “Puteri
Ku, sekarang kamu tahu betapa istimewanya engkau bagi Ku. Aku mau engkau
menginat bahwa mengambil waktu yang lama bagi Ku untuk mempersiapkanmu
bagi membawamu ke dalam kerajaan Ku, untuk menunjukkan hal-hal ini sebagai
engkau dapat memberitahu dunia.”
Saya mengangguk setuju dengan apa yang dikatakan
Nya kepadaku.
Tuhan meneruskan : “Aku
mau engkau mengingat semua yang Aku berita-hukan dan tunjukkan kepadamu.
Pastikan engkau menulis segala sesuatunya. Aku akan memastikan setip orang
mengerti segala hal yang Aku tunjukkan dan beritahu kepadamu.”
Bagian kata-kata Nya ini mengangkat beban
tanggung jawab yang berat, yang saya rasakan sejak Ia pertama kalinya
memberitahu saya, bahwa saya telah terpilih untuk melakukan pekerjaan Nya.
Sekarang saya tahu, bahwa Ia hanya berkata melalui saya untuk disampaikan
kepada orang lain. Saya hanya harus bersedia untuk dipakai oleh Nya.
Rupanya mudah sekali, setelah segala yang saya lihat dan alami.
Yesus melanjutkan, “Banyak
orang berpikir Aku tidak pernah datang untuk mereka, tetapi Aku berkata,
Aku datang lebih cepat dari yang mereka duga.”
Ketika Ia mengatakan ini, nada suara Nya
berubah. Ia seolah-olah hamper marah, atau setidak-tidaknya saya merasakan
urgensi yang sangat di dalam kata-kata Nya. Ini adalah suatu peringatan.
Satu pesan yang harus saya sampaikan – dan saya sampaikan sekarang.
Akhir zaman itu betul-betul ada pada saat ini. Yesus datang segera.
Saya percaya Tuhan telah siap untuk orang-orang
Nya, tetapi orang-orang Nya-lah yang belum siap bagi Nya. Tapi pesan ini
kedengarannya sangat mendesak. Inilah sebabnya saya harus menyampaikan
pesan ini. Saya tidak punya pilihan lain – saya harus patuh kepada
Tuhan. Manusia perlu diingatkan bahwa kedatangan Tuhan sudah dekat.
Manusia perlu bersiap untuk Kedatangan Nya yang kedua dengan menyesal atas
dosa-dosa mereka dan menerima Dia ke dalam hidup mereka.
Alkitab jelas sekali tentang ini :
Tetapi
semua orang yang menerima Nya diberi Nya kuasa supaya menjadi anak-anak
Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama Nya; orang-orang yang
diperanakkan bukan dari darah daging atau dari daging, bukan pula secara
jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah. Firman itu
telah menjadi manusia dan diam di antara kita, dan kita telah melihat
kemulian Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada Nya sebagai Anak
Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.
Yohanes 1:12-14
Yesus – Firman Tuhan yang hidup –
memberitahu saya untuk cepat pergi dan menyampaikan kepada orang lain,
bahwa Ia segera kembali. Itulah yang dimaksudkan Nya ketika Ia berkata, “Kita
ada banyak pekerjaan untuk dilakukan.”
KUASA
DALAM DARAH
Akhir Pebruari 1996 lebih menggetarkan dari
permulaannya. Dari pukul 4 pagi sampai 5.30 pagi pada tanggal 28 Pebruari,
Tuhan bersama saya. Ia datang kepadaky dan memberikan salam, “Choo
Nam, Aku Tuhanmu.”
Ia mengulurkan tangan dan memegang tangan saya,
dan kami secara ajaib diangkat ke pantai yang indah. Ia memegang tangan
saya ketika kami berjalan sepanjang tepi laut, dan kali ini Tuhan
seakan-akan ingin berbocara dengan saya. Seolah-olah dengan hasrat yang
membara Ia ingin menyampaikan banyak hal kepada saya.
Kami duduk di atas pasir dekat tepi lautan.
Sementara air surut dan mengalir di depan kami, satu kejadian yang
mengherankan terjadi. Tepi air ber-ubah menjadi darah. Ombak berbuih merah
tua memecah di depan kami. Seakan-akan darah itu kotor, dan saya bertanya,
“Mengapa darahnya begitu kotor ?”
“Darah
Ku, Choo Nam,” Ia berkata. “Darahku menyucikan semua dosa-dosa
anak-anakKu.”
Saya mulai menangis mendengar pernyataan ini. Ia
telah menumpahkan darah Nya untuk saya, menyucikan saya dari semua
dosa-dosa saya. Ia yang tak mengenal dosa telah menjadi dosa untuk saya
supaya saya dapat berpakaian kebenaran Tuhan. Dosa Domba Tuhan yang
sempurna telah membasuh bersih dan membebaskan saya. Air mata tangisan
saya timbul dari lubuk yang dalam di hati saya ketika saya sadar dengan
segala syukur atas segala yang dilakukan oleh Yesus untuk saya.
“Jangan
menangis, Puteri K,” Ia berkata.
Badan transformasi saya tidak mempunyai perasaan
jasmani sama sekali ketika kami terangkat dari tepi laut. Sensasi terbang
dalam badan saya merasa pusing atau pening kepala. Sebab badan
transformasi saya tidak memberi reaksi seperti badan duaniawi saya jika
dalam keadaan yang sama.
BENANG
MERAH TUA
Ketika kami sampai di kerajaan Surga, kami
berjalan melalui jalan yang telah kami kenal, melewati gerbang yang
sekarang sudah biasa kami lalui dan masuk istna aputih. Kami mengganti
pakaian dengan pakaian-pakaian kerajaan yang indah. Lalu kami pergi ke
kolam lagi.
Kolam ini sangat istimewa, tempat yang luar
biasa. Sekali lagi saya menyanyikan lagu-lagu dalam roh dan menari di
hadapan Tuhan. Ia hanya duduk di atas batu laut dan menonton saya;
menikmati kegenbiraan saya. Kelihatannya Ia senang melihat saya menari dan
meyanyi dan memuji Tuhan.
“Apakah engkau suka tempat ini, puteriKu ?”
“Ya, Tuhanku,” saya menjawab, sambil
tersenyum.
“Aku akan membawmu kemari setiap kali engkau
ke surga.”
Pernyataan ini menggetarkan perasaan saya untuk
dua sebab – saya ingin terus kembali, dan saya suka sekali keadaan yang
istimewa dan luar biasa dekat kola mini. Tempat ini seperti suatu sumber
yang tenang jauh kesibukan dunia – tempat yang menyegarkan, penuh
sukacita. Saya mencintai keadaan di sini.
Tidak lama, kami meninggalkan kolan dan berjalan
menuju bangunan putih dimana pantai kami berganti jubah seperti sebelumnya
dan terbang ke bawah menuju pantai bumi. Saya heran mengapa Ia tidak
menunjukkan sesuatu yang baru ketika Ia membawa saya ke durga kali ini.
Kami berjalan sepanjang sungai dimana terowongan yang pernah saya lihat
itu berada, dan saya melihat sungainya berubah nebjadi darah. Yesus
menunjuk, “Itu darahKu – darah
yang Kutumpahkan bagi anak-anak Ku.”
Kata-kataNya menyebabkan saya menangis. Saya
menundukkan kepala saya dan mulai tersedu-sedu.
Tuhan memegang kepala saya dan berkata, “Jangan menangis, puteriKu.”
Suara Nya bernadakan permohonan yang memilukan,
menyebabkan saya terus menangis. Ia ingin sekali anak-anak Nya mengetahui
bahwa dengan sukarela Ia mencucurkan darah Nya untuk mereka, tetapi banyak
yang gagal untuk mengetahui pemberian yang luar biasa ini dalam hidup
mereka. Lagi, kebenaran Alkitab bergema di dalam pikiran saya : “Ia
datang kepada milik kepunyaan Nya, tetapi orang-prang kepunyaan Nya itu
tidak menerima Nya” (Yohanes 1:11). Saya tahu, bahwa kenyataan ini
menyebabkan sakit dan pedih dalam hati Tuhan saya, dan saya merasa begitu
berharga dan bersyukur bahwa Ia telah memilih untuk berbagi
perasaan-perasaan ini dengan saya.
“Aku
melakukan segelanya untuk anak-anakKu,” Ia berkata. “Walaupun
demikian, ada dari mereka yang tidak percaya, dan bahkan beberapa yang
percaya tidak hidup menurut firmanKu.”
Kesedihan yang terpantul dari suara Tuhan saya
sangat nyata. Saya teringat bagaimana Ia menangisi kota Yerusalem karena
orang-orang di sana tidak peduli akan Dia. Saya teringat bagaimana Ia
sedih berduka oleh kenyataan bahwa beberapa dari antaranya tertidur
daripada berdoa pada malam Ia dikhianati.
Bagaimana sakit hati Nya ketika Petrus
menyangkal bahwa ia mengenal Nya, dan bagaimana dalamnya penderitaan yang
dialami Nya ketika Yudas Iskariot mengkhianati Nya. Bahkan setiap hari,
seperti yang dikatakan pada saya, anak-anak Nya mennolak Dia, mengkhianati
Nya, melupakan Dia dan kehilangan kuasa darah Nya yang telah ditumpahkan
Nya bagai mereka. Saya dapat merasakan kedukaan yang dalam dialami oleh
Tuan saya.
Sekarang saya tahu lebih dari sebelumnya mengapa
panggilan saya harus dipenuhi. Orang-orang – baik yang diselamatkan
maupun yang sesat – perlu mengetahui kuasa darah Yesus. Mereka perlu
mengerti segala yang telah dilakukan Nya untuk mereka di bukit Kalvari.
Umat Tuhan, demikian juga dengan orang-orang
dunia, perlu mengetahui bahwa Yesus telah membuka jalan bagi mereka yang
mengalahkan dunia, kegelapan, yang jahat dan semua pekerjaan musuh. Darah
Yesus – benang merah tua yang menyusun seluruh Alkitab – telah membuka
jendela bagi mereka.
Mereka perlu mengerti bahwa kebenaran yang
dikatakan Yesus di dalam Wahyu sekarang ini pada zaman kita juga :
Karena
engkau menurut firmanKu, untuk tekun menantikan Aku, maka Akupun akan
melindungi engkau dari hari pencobaan yang akan datang atas seluruh dunia
untuk mencoba mereka yang diam di bumi. Aku datang segera. Peganglah apa
yang ada padamu, supaya tidak seorangpun mengambil mahkotamu.
Barangsiapa
menang, aia akan Kujadikan sokoguru di dalam Bait Suci AllahKu, dam ia
tidak akan keluar lagi dari situ; dan padanya akan Kutuliskan nama
AllahKu, nama kota AllahKu, yaitu Yerussalem baru, yang turun dari sorga
dari AllahKu, dan namaKu yag baru. Siapa bertelinga, hendaklah ia
mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat.
Wahyu 3:10-13
Maranatha!