Full Gospel Indonesia

Info

 
 

Files

 

Siaran

 

 

 

 

 

Segala Sesuatu Mungkin

Yesus memandang mereka dan berkata :

“Bagi manusia hal ini tidak mungkin, tetapi bagi Tuhan

Segala sesuatu mungkin.”

Matius 19:26 (Tekanan Ditambahkan)

Pada tanggal 1 Pebruari Tuhan mengunjungi saya segera setelah saya tidur sekitar jam 11 malam. Disebabkan getaran badan saya yang selalu menyertai kunjungan Tuhan, Roger sekarang tidur di kamar tidur tamu. Kebetulan sekali ia membuat keputusan ini, sebab terutama pada malam ini goncangannya lebih kuat dari sebelumnya, lagipula diikuti oleh berbagai manifestasi perwujudan hadirat Tuhan.

Tuhan langsung berkata kepada saya : “Puteri Ku yang Kukasihi, Aku harus memperlihatkan hadirat Ku padamu dan berbicara denganmu sebelum pekerjaan ini dimulai.”

Gemilang hadirat Tuhan selalu bersinar menakjubkan, tetapi kali ini Ia berpakaian putih bercahaya seperti matahari. Bentuk Nya sangat indah untuk dipandang, dan memberi dorongan yang kuat sekali.

Kali ini saya membalas dengan berbahasa roh dan memuji dalam roh. Ketika saya nyayian, tangan saya terangkat ke depan dan mulai bergerak menurut irama nyanyian. Seakan-akan saya menari, tetapi saya tetap tinggal di tempat tidur.

Saya tidak dapat menahan gerakan tangan saya dan melihat mereka bergoyang ke belakang dan depan sepertinya mereka digerakkan oleh angina yang tenang. Ini adalah angina Roh Tuhan yang membuatnya bergerak, dan setelah menyadarinya, saya diliputi oleh kegirangan dan mulai tertawa. Meskipun saya tidak dapat melihat wajah Tuhan, saya mendengar tertawa Nya juga.

Gejala ini dikenal sebagai “tertawa kudus” (Holy Laughter) di beberapa kalangan. Saya mengatakan terus terang bahwa saya mengerti inilah perwujudan hadirat Tuhan.

Alkitab mengatakan :

 

Bersorak-soraklah bagi TUHAN, hai seluruh bumi ! Beribadahlah kepada TUHAN dengan sukacita, datanglah kehadapan Nya dengan sorak-sorai! Ketahuilah, bahwa TUHAN lah Allah : ialah yang menjadikan kita dan punya Dialah kita, umat Nya dan kawanan domba gembala Nya. Masuklah melalui pintu gerbang Nya dengan nyanyian syukur, ke dalam pelataran Nya dengan puji-pujian, bersyukurlah kepada Nya dan pujilah nama Nya! Sebab TUHAN itu baik, kasih setia Nya untuk selama-lamanya, dan kesetiaan Nya tetap turun-temurun.

Mazmur 100:1-5

 

Kita tidak perlu heran jika terjadi kegembiraan dan tertawa ketika waktu penyembahan dan memuji di hadirat Tuhan. Ini sesuai dengan Alkitab, dan kita akan terus berada di hadirat Nya, dengan menyanyi, menyembah, tertawa, merayakan dan mengalami kesenangan Nya. Sebetulnya, inilah yang dikehendaki Nya untuk kita karena kita adalah anak-anakNya. Nama Ishak – anak mujizat Abraham – terjemahannya berarti “ia tertawa,” dan Tuhan menghendaki kita menikmati hadirat Nya melalui karunia tertawa.

Meskipun banyak bagian dari Mazmur adalah nyanyian kesedihan, ada beberapa yang menggambarkan keriangan dan tertawa yang adalah benar warisan umat Tuhan. Contohnya, kita membaca di Mazmur 126:1-3 “Ketika TUHAN memulihkan keadaan Sion, keadaan kita seperti orang-orang yang bermimpi. Pada waktu itu mulut kita penuh dengan tertawa, dan lidah kita dengan sorak-sorai. Pada waktu itu berkatalah orang di antara bangsa-bangsa : ‘TUHAN telah melakukan perkara besar kepada orang-orang ini!’ TUHAN telah melakukan perkara besar kepada kita, maka kita bersukacita.”

Waktu orang menanyakan tentang goncangan, nyanyian dalam Roh dan tertawa kudus, saya tunjukkan Firman Tuhan kepada mereka. Salomo, penulis kitab Pengkhotbah, berkata kepada kita bahwa “ada waktu untuk menangis, ada waktu untuk tertawa” (Pengkhotbah 3:4). Sungguh memalukan, kalau ada orang percaya mengira kekristenan harus kaku dan formal, padahal Tuhan menghendaki kita mengalami kegirangan yang amat sangat. Nabi Nehemia menyatakan, “sukacita karena TUHAN itulah perlindunganmu” (Nehemia 8:11), dan kitab Amsal mengatakan, “Hati yang gembira adalah obat yang manjur” (Amsal 17:22). Sekarang saya tahu arti sebenarnya kata-kata yang mengobati ini.

Sungguh saya diberi semangat oleh tertawa Tuhanku ketika kunjungan Nya bersama saya malam itu. Ia kelihatan begitu puas hati dengan saya. Waktu saya menyanyi dalam Roh, suara saya sendiripun berubah menjadi lain. Betul suara saya – saya tahu – tetapi kedengarannya begitu berbeda, begitu indah, jernih dan berkumandang.

Sekitar tengah malam Tuhan berkata, “Aku mengasihi Mu, puteri Ku, dan Aku akan terus mengunjungi.” Ketika Ia pergi saya merasa ringan dan bebas lebih daripada yang pernah saya rasakan sebelumnya, dan hati saya bergairah dengan mengetahui bahwa Ia akan segera mengunjungi saya lagi.

 

MENGHARAPKAN BANYAK HAL DI LUAR DUGAAN

 

Keesokan harinya, tanggal 2 Pebruari, dimulai dengan satu kunjungan istimewa dari Tuhan. Ia mulai membagikan banyak hal dengan saya, seperti yang telah dijanjikan Nya, “Aku sedang melepaskan semua kuasa yang akan engkau perlukan untuk melakukan pekerjaan yang mana kau telah Kupilih untuk mengerjakannya.” Seperti yang telah saya lakukan malam sebelumnya, saya gemetar dan menyanyi dalam roh.

Tuhan meneruskan pesan pribadi Nya kepada saya : “Puteri, cara Ku memakai engkau akan berbeda sekali. Banyak anak-anak Ku akan tercengang. Aku mempunyai karunia-karunia untuk semua anak-anakKu, tetapi Aku akan memberi setiap anak sebuah karunia yang berbeda. Puteri, Aku ingin engkau bersukaria dengan apa yang akan kau terima.”

Suatu janji yang menggembirakan. Tuhan meyakinkan saya, bahwa Ia sedang mempersiapkan saya untuk suatu pelayanan yang istimewa. Saya hanya ingin menyenangkan Nya.

Dari pukul 2.20 sampai 4.18 pagi keesokan harinya Ia kembali ke kamar tidur saya untuk memberitahu saua lebih banyak tentang kuasa doa. Ia berdiri di depan saya dalam pakaian yang putih bercahaya.

“PuteriKu, jangan takut untuk berdoa bagi orang lain, sebab engkau sedang menerima karunia kesembuhan dan semua karunia roh lainnya,” Ia berkata. “Aku tahu bahwa engkau selalu ingin berdoa untuk orang lain dan membuat mereka berbahagia. Sebab itu, Aku memberikan engkau karunia-karunia roh ini.”

Mula-mula, kata-kata Nya sukar untuk didengar. Saya merasa sangat tak berharga untuk menerima begitu banyak dari Tuhan dan Tuan saya.

Ia melanjutkan : “Engkau mempunyaihati yang istimewa, dan sebab itulah Aku menjawab doa-doamua. Aku melihat hatimu murni, dan engkau seorang puteri yang patuh. Aku mempercayaimu dengan banyak hal. Inilah sebabnya Aku memilihmu untuk melakukan pekerjaan yang penting ini. Imanmu telah membuat Ku sangat bersuka, demikian juga keinginanmu yang kuat. Hatimu kuat dan merdeka, dan Aku sangat menyukainya.”

Taat kepada Tuhan menjadi hal yang sangat penting bagi saya sebagai seorang percaya. Tujuan utama saya adalah untuk selalu menyenangkan Nya. Begitu menakjubkan mendengar Dia memberitahu saya, bahwa saya menyenangkan Dia dan bahwa Ia telah menyucikan hati saya dan telah melihat ketaatan saya. pesanNya kepada saya malam itu membuat saya lebih yakin untuk mengikuti Dia di dalam segala-galanya.

“Inilah sebabnya imanmu tumbuh begitu kuat dan engkau membuang hal-hal duniawi untuk Aku.” Yesus melanjutkan. “Jikalau engkau bukan engkau yang sekarang ini, Aku tidak dapat memakaimu untuk pekerjaan yang telah Kusediakan. Apa yang akan kulakukan denganmu akan mengherankanmu. Puteriku, Aku Tuhanmu. Ingat, segala sesuatu mungkin bagiKu di bumi atau di surga. Aku akan melepaskan kuasa Ku ke atasmu sehingga Aku dapat memakaimu.”

Cara Tuhan memanggil saya sebagai “Puteriku” berulang-ulang selalu memuat saya menghapus air mata kasih. Ia sangat berbeda dengan ayah saya yang di dunia ini. Tuhan lemah-lembut, hormat, memberi semangat, dan peka dalam segala perlakuan Nya terhadap saya. Saya tahu, bahwa Ia tahu keperluan saya sebelum saya mengucapkan kepada Dia. Saya tahu, bahwa Dia adalah Tempat Keselamatanku – Batu perlindunganku – dan apapun jika dibandingkan dengan Nya, maka “perlindungan” yang lain itu adalah pasir yang tenggelam.

Kemudian Ia menerangkan tentang goncangan badan saya. “Badanmu bergoncang lama sebab engkau memerlukan kuasa bagi kerja ini. Aku mau supaya engkau mengharapkan banyak hal yang di luar dugaan.”

Lebih banyak yang mengherankan ? Saya terpekur, dengan gembira. Saya merasa seperti telah mengalami banyak dan sudah cukup untuk seumur hidup. Kunjungan-kunjunganNya, waktu doa saya, dan Firman, saat-saat berharga dalam penyembahan di gereja saya – semuanya ini memberi pengaruh dalam yang drastic dalam hidup saya.

Iman saya di dalam Tuhan bertumbuh pesat sekali. Saya tahu, tanpa ragu, bahwa Ia sanggup “melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita” (Efesus 3:20). Goncangan badan saya adalah kuasa Nya yang sedang bekerja di dalam saya. Ia sedang mempersiapkan saya supaya pada waktunya Ia dapat membuktikan kesanggupan Nya melakukan jauh lebih banyak melalui saya.

 

TIDAK TAKUT

 

Pada tanggal 12 Pebruari malam, badan saya bergerak lebih kuat dari pada sebelumnya. Saking kuatnya goncangan, saya hamper terpelanting keluar dari tempat tidur. Saya mencoba menarik seprei untuk menahan badan saya, tetapi tidak dapat sebab saya tidak dapat mengendalikan diri saya sendiri. Goncangan-nya begitu kuat tak terkendalikan sehingga saya menjadi takut. Pikiran saya mulai menguasai saya. Apakah semua ini hanya tipuan setan belaka ? Apa yang terjadi pada diri saya ? Apakah saya sudah gila ?  saya bertanya-tanya dalam hati.

Kemudian saya ingat akan hal yang telah diberitahukan seseorang kepada saya suatu waktu dulu : “Ketika engkau sebentar lagi menerima anugerah, Setan berusaha menghancurkannya.” Apakah goncangan hebat ini pekerjaan setan atau pekerjaan Tuhan ? Saya piker mungkin dari setan yang mencoba menyakiti saya. Saya menjadi marah sambil menengking setan, ketika Tuhan memanggil saua, “Puteri, jangan takut; Aku Tuhanmu.”

Ini sudah cukup bagi saya. Suara Nya yang lembut mengubah ketakutan saya menjadi tertawa. Terdengar pantulan tawa Nya yang lemah lembut dekat jendela. Dengan suara yang sangat merdu dan tenang, Ia berkata : “Tidak ada seorangpun akan menyakitimu sebab Aku akan selalu bersamamu akan melin-dungimu dari yang jahat di dunia ini. Engkau adalah puteriKu yang terkasih.”

Satu bagian Alkitab muncul dalam pikiran saya dan melengkapi kata-kata Nya. “Di dalam kasih tidak ada ketakutan : kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan mengandung hukuman dan barang siapa takut : ia tidak sempurna di dalam kasih. Kita mengasihi, karena TUHAN lebih dahulu mengasihi kita.” (1Yohanes 4:18-19).

Kasih Tuhan di dalam hidup saya bertambah nyata dari pada sebelumnya. Saya tahu Ia mengasihi saya. Dalam sinar kasih yang begitu mengagumkan, bagaimana saya takut ? Pengalaman malam itu mengajar saya untuk tidal perlu takut akan setan, hal-hal yang jahat, atau saya sendiri lagi, sebab Tuhan telah menjanjikan bahwa Ia akan bersama saya untuk selamanya.

Firman Nya menyokong janji ini : “Aku sekali-kali tidak akan membiar-kan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau” (Ibrani 13:5).

Saya tahu bahwa Ia memanggil saya untuk membantu memenuhi amanat agung Nya : “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa muridKu dan baptislah mereka dalam nama Napa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu, senantiasa sampai kepada akhir zaman” (Matius 28:19-20).

Ayat sebelum ini menyatakan kepada kita bahwa hal ini mungkin : “KepadaKu telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi” (Matius 28:18). Kuasa, otoritas, kekuatan, dan kehebatan Nya akan berlaku dalam setiap keadaan jikalau kita menyerahkan diri sepenuhnya kepada Nya.

Tuhan memberi jaminan tambahan atas kehendakNya dan kasihNya ketika Ia berkata : “Aku memberimu segala karunia yang akan engkau perlukan untuk memampukanmu memulai pelayanan yang Kuberikan padamu. Catatlah waktu dan hari saat Aku bertemu denganmu …”

“Suamimu, Roger, akan mendapat karunia pelayanan juga. Engkau tidak perlu kuatir akan apapun juga sebab Aku berjanji padamu bahwa Aku akan menjagamu selama engkau di bumi.”

Di dalam hati saya, saya tahu saya tidak perlu kuatir tentang apapun juga. Ia akan menjaga segala sesuatu bukan hanya dalam kehidupan ini saja tetapi juga di dalam kehidupan yang akan datang. Janji Nya yang memerdekakan mengingat-kan saya kepada Mazmur 23, dan saya menekankan terutama dalam ayat terakhir dari Mazmur yang membangkitkan semangat : “Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa” (Mazmur 23:6).

Dengan pikiran yang begitu tenteran saya mengantuk dan Tuhan berkata : “Aku tahu engkau lelah. Tidurlah.”  Betul juga, Tuhan memberi kekasih Nya tidur.

 

SATU TUMBUH BARU

 

Dari pukul 11 malam sampai 1.08 pagi pada tanggal 19 dan 20 Pebruari, Tuhan membawa saya berjalan-jalan dengan Nya. Sekali lagi, goncangan kuat badan saya seperti biasanya dan hawa panas urapan Nya memberi saya tanda akan kedatang Nya sesaat lagi. Hadirat Nya lebih kuat daripada sebelumnya, kemudian terdengar suara Nya : “Aku adalah Tuhanmu, puteri yang Kukasihi, dan Aku akan segera menyerahkan segala pekerjaan yang telah Kusediakan untukmu.” Saya dapat melihat Nya berdiri dekat jendela, dan bentuk tubuh Nya yang mulai lebih jelas daripada yang telah saya alami sebelumnya.

“Puteri, Aku harus memperlihatkan beberapa hal kepadamu,” Ia berkata sambil mengulurkan tangan Nya kea rah saya. Seterusnya, saya mengalami perasaan yang aneh seakan-akan badan saya terangkat dari tempat tidur. Tak mengetahui apa yang sedang terjadi, saya mulai berteriak dan mengebaskan tangan saya dengan tak tentu arah. Seolah-olah apa yang di dalam badan saya semuanya melepaskan diri dari diri saya. Suatu pengalaman yang tak dapat di-gambarkan, bahkan saya meraba-raba badan saya untuk melihat apakah keadaan-nya masih sama. Saya bertanya-tanya kalau-kalau saya sudah mati.

Pikiran saya jernih, dan saya sedang merintih dalam roh saya. Tiba-tiba saya sadar bahwa saya sedang bersama Tuhan, memakai jubah putih seperti Dia. Tubuh saya baru. Baru seperti seorang gadis muda lagi. Bahkan rambut saya panjang dan lurus.

Saya menyadari saya sedang berjalan sepanjang pantai yang sepi dengan Tuhan. Mungkin Saudara dapat membayangkan betapa herannya saya. Ia meng-angkat saya dari tempat tidur, rumah, dan badan saya terbang dan berjalan dengan Dia. Tuhan surga dan bumi telah menghentikan hokum daya-tarik bumi, hidup, dan ruang untuk menunjukkan kepada saya beberapa hal yang tidak akan dapat saya lupakan.

Alkitab berkata : “Daging dan darah tidak mendapat bagian dalam Kera-jaan TUHAN dan bahwa yang binasa tidak mendapat bagian dalam apa yang tidak binasa” (1 Korintus 15:50). Saya hamper menemukan arti harafiah dari kata-kata Rasul Paulus ini.

Saat saya mulai sadar akan tubuh baru saya, saya merasa menyerupai saya, tetapi juga bukan saya. Saya pernah mendengar tentang pengalaman di luar jasma-niah saya dan di tempatkan ke satu tubuh yang bukan saya – tetapi itu adalah saya.

Inilah saya seperti ketika saya seorang gadis muda remaja. Saya mempu-nyai rambut sama seperti yang saya miliki waktu saya remaja. Saya tak dapat melihat wajah saya dengan jelas, tetapi saya merasa pasti wajah itu paras muka remaja yang bingun yang tanpa Tuhan dan tanpa pengharapan. Walau bagaimanapun, saat ini, gadis muda ini telah mengenal Tuhan, dan ia penuh dengan pengharapan. Begitu mempesonakan. Apa arti semua itu ?

 

SEBUAH TEROWONGAN YANG BERCAHAYA

DAN TEMBOK BATU

 

Ke mana Tuhan telah membawa saya ? Mengapa Ia membawa saya bersama Nya ? Saya tak sabar mendengar jawaban-jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini, karena saya tahu semuanya baik untuk saya, yang akan dipakai Nya untuk memimpin saya.

Mula-mula kami langsung pergi ke samping suatu bukit yang hidup, penuh dengan tumbuh-tumbuhan hijau. Saya dapat melihat sebuah jalan sempit berliku menelusuri sampai ke puncaknya. Lalu kami berjalan sepanjang sebuah sungai kecil yang mengalir dengan airnya yang terjernih sekali yang pernah saya lihat. Kami mengikuti sungai ke jalan masuk sebuah terowongan yang tinggi dan lebar, dan bila dibandingkan, Tuhan dan saya sangat kecil. Kami berjalan melewati terowongan yang penuh teka-teki, dan ketika kami muncul di bagian lainnya, kami berjalan di tepi pantai lagi.

“Kita akan pergi ke satu tempat yang sangat tinggi.” Tuhan berkata.

Saat Ia berkata demikian, Ia memegang tangan saya, dan badan saya mulai terangkat ke atas permukaan pantai. Waktu itu, badan jasmaniah saya di tempat tidur bergoyang dengan kuat sekali. Tangan dan lengan saya mulai bergerak ke segala arah seakan-akan saya sedang berenang mati-matian berusaha agar tidak tenggelam. Keluhan yang keluar dari roh saya bertambah keras dan lebih kuat.

Kami benar-benar sedang terbang di udara. Kami mendarat pada satu tempat yang dipenuhi oleh pohon-pohon dan rumput, dan kaki kami menginjak di atas jalan berliku yang sempit.

Tuhan dan saya berjalan sepanjang jalan yang turun dari puncak bukit. Akhirnya kami sampai pada sebuah pintu gerbang putih yang berdiri di depan sebuah bangunan putih yang besar. Kami melalui pintu gerbang itu dan terus ke bangunan yang putih.

Kami masuk dan berjalan sepanjang gang yang panjang menuju kepada sebuah ruangan yang sangat luas, di mana kami masuk. Ketika saya melihat ke bawah, saya baru sadar bahwa saya sedang memakai jubah yang lain dari pada yang saya pakai di pantai, dan saya dapat merasakan sesuatu yang berat sedang terletak di atas kepala saya. Saya meraihnya dan menemukan sebuah mahkota yang indah telah di letakkan di sana tanpa saya sadari.

Kemudian saya langsung memandang Tuhan. Ia sedang duduk diatas takhta, dan Ia memakai pakaian yang bercahaya dan mahkota meas. Yang lainnya bersama dengan saya, bersujud di atas lantai dan meniarap di hadapan Nya.

Dinding rungan itu terbuat dari batu-batu besar yang bersinar dan gemilang. Batu-batu yang beraneka warna mengakibatkan ruangan itu hangat dan gembira, meskipun penuh misteri.

 

KE TEMPAT DI MANA HANYA YANG

BERHATI MURNI BOLEH PERGI

 

Lalu, secepat saya diangkat ke gunung dan ke dalam bangunan putih, saya menemukan diri saya di pantai lagi. Seperti yang telah saya lakukan selama ini, saya menemukan diri saya sebentar tertawa, berteriak, menangis, gemetar, mengebaskan lengan saya tak tentu arah, dan berkeringat. Rasa gembira begitu padat, saya merasa seolah-olah saya dapat menyentuhnya. Saya tahu saya telah diangkut ke suatu dunia yang lain, tetapi dimana itu ? Mengapa ini terjadi ? Apa maksud semua ini ?

Tuhan menjawab pertanyaan saya dengan jelas dan tegas. “Puteri Ku, tadi kita pergi ke kerajaan.”

Ia segera tahu pertanyaan yang sedang terkumpul di hati saya : Bagaimana kami sampai ke sana ?

“Mereka yang akan pergi ke sana adalah anak-anak yang taat dan berhati murni.”

Tuan saya berhenti sebentar lalu melanjutkan, “Beritahukan anak-anak Ku untuk memberitakan injil. Aku datang segera untuk mereka yang menanti dan siap untuk Aku.”

Sekarang saya tahu tugas saya yang terutama. Saya telah melihat kerajaan surga, dan ini begitu nyata sekali. Saya tak akan pernah lupa segala keajaiban yang saya lihat.

Tuhan menambahkan, “Mereka yang tidak memberikan perpuluhan adalah anak-anak yang tidak patuh.”

“Apakah saya harus menceritakannya kepada siapapun, tuhan ?”

“Aku mau engkau memberitahukannya kepada setiap orang.”

Kemudian Ia mengulangi sesuatu yang pernah diperintahkan Nya kepada saya untuk mengerjakannya beberapa kali sebelum ini : “Tuliskan segala sesuatu yang Kuperlihatkan dan Kuceritakan padamu.”

“Beritahu saya ;ebih, Tuhan.”

“Lain kali, puteri Ku. Aku tahu engkau lelah. Tidurlah.”

Ketika Ia pergi, demikian jugalah dengan badan transformasi saya. Saya menyalakan lampu, mengambil buku catatan dan pena saya, serta mulai menulis segala sesuatu yang telah saya alami selama perjalanan yang menggairahkan ke karajaan Tuhan. Saya merasa terpesona dan rendah hati. Tiada kata-kata yang dapat menggambarkan perasaan saya. Saya merasa seakan-akan saya bukan milik dunia ini lagi.

Sejak itu, yang dapat saya pikirkan hanya tentang Tuhan dan Surga. Saya ingin sekali kembali ke kerajaan. Kerinduan itu rupanya terdengar Tuhan sebagai suatu doa, sebab seperti yang akan Saudara lihat nanti, Tuhan membawa saya beserta Nya berulang kali setelah itu.

 
1
Hosted by www.Geocities.ws