Full Gospel Indonesia

Info

 
 

Files

 

Siaran

 

 

 

LANGIT TERBUKA

Tetapi ia, yang penuh dengan Roh Kudus, menatap ke langit,

lalu melihat kemuliaan Allah dan Yesus  berdiri di sebelah kanan Allah.

Lalu katanya “Sungguh, aku melihat langit terbuka dan

Anak Manusia berdiri di sebelah kanan Allah.”

KISAH PARA RASUL 7:55-56

Pada 16 Mei 1988, Tuhan memberitahu saya pada pagi hari, bahwa saya harus pergi tidur awal sore itu.  Sebab itu, setelah waktu doa tidur saya ucapan yang khusus datang ke atas saya, dan Tuhan berkata, “Aku harus menunjukkan  sesuatu padamu.”  Pada saat ia mengeluarkan kata-kata ini, mata saya menutup  rapat-rapat dan keluhan yang  khusus keluar dan roh saya.  Langit mulai terbuka dihadapan saya.

Pada mulanya semuanya kelihatan bercahaya, kemudian saya melihat keseluruhan surga. Ia adalah tempat yang tak bernoda dan putih dan jalan-jalan dan bangunan-bangunan teratur bersih.

Ia membaya saya ke surga sekali lagi dan  Ia mulai menunjukkan hal-hal satu per satu. Kecermelangan seperti sinar matahari ada dimana-mana.

Kemudian Tuhan menunjukkan saya semua lautan di dunia dan seluruh  bumi.  Salju sedang menutupi bumi Tuhan menerangkan : “Aku harus menguduskan orang-orangKu sebelum Aku bawa mereka  ke kerajaanKu. Kecuali mereka berhati suci, mereka tidak dapat melihat kerajaanKu.”

Kemudian saya ingat salah satu dari ucapan bahagia : “Berbahagialah orang yang suci, karena mereka akan melihat  Allah” (Matius 5:8).

Lengan saya merentang ke samping membuat bentuk seperti salib dengan badan saya.  Ini berlangsung selama sekurang-kurangnya sepuluh menit. Saya menangis sepanjang waktu itu, tetapi saya tidak pasti apakah air mata saya keluar karena rasa syukur, gembira atau sakit. Tuhan mengulangi beberapa hal dari pelajaran-pelajaran sebelumnya dan ia menyatakan lagi, bahwa Ia menghendaki saya menulis  semuanya di dalam buku.

Ini membantu saya untuk lebih mengerti judul yang diberikanNya untuk buku ini, Heaven is so Real! Dengan mengulangi pelajaran-pelajaran dan pengalaman-pengalaman ini dalam hidup  saya, saya lebih tahu lagi dengan tepat bagaimana nyatanya surga itu.

 


TAKHTA ALLAH

 

Pada 6 Juni 1998, Tuhan menyuruh saya tidur lebih awal sekali lagi. Saya tahu sesuatu yang hebat akan terjadi. Sesudah do’a waktu tidur saya, urapan yang sangat kuat datang dan sekali lagi langit terbuka di atas saya. Saya melihat takhta Allah dan saya melihat Bapa duduk di atasnya. Ia memakai mahkota dan jubah yang putih, dan Ia berambut panjang putih. Tuhan Yesus berdiri di sebelah kanan Nya. Rupa Yesus sama seperti yang telah saya ingat selalu.

Kedua Bapa dan Putera memakai warna putih. Saya tidak dapat melihat wajah Mereka, tetapi saya mendengar suatu suara berkata : “Cboo Nam, aku melepaskan engkau untuk melakukan kerja yang Aku sediakan bagimu. Engkau akan melayani Aku sekarang. Aku puas dengan segala sesuatu mengenaimu.”

Mendengar pengesahan ini adalah lebih menggetarkan hati daripada kata-kata apapun juga. Sesudah penglihatan ini hilang, hadirat Tuhan muncul sekali lagi, dan Ia mengulangi apa yang Bapa telah katakan pada saya. Seakan-akan saya dilancarkan ke dalam pelayanan yang saya telah dipanggil oleh Tuhan untuk mengerjakannya dan sangat hebat sekali untuk mengetahui bahwa ini betul-betul terjadi.

 

MALAIKAT-MALAIKAT MENJAGA KITA

 

Sepanjang bulan Desember 1998, Tuhan memperlihatkan lagi kepada saya banyak hal-hal yang telah diperlihatkan Nya kepada saya. Ia mengulangi beberapa latihan jasmani juga. Ia membuka langit bagi saya berulang kali. Setiap kali ia melakukan ini saya melihat seluruh langit dengan sangat terang. Sekali, termasuk bintang-bintang cemerlangnya surga.

Di atas bintang-bintang saya melihat awan dan di atas awan saya melihat surga. Terangnya surga sangat mengherankan dan keluasannya tak dapat dilukiskan. Sungguh suatu ruang tanpa henti-hentinya yang mengelilingi seluruh bumi. Apabila Tuhan menunjukkan surga kepada saya, saya membalas dengan nyanyian gembira terus.

Kali ini waktu Tuhan menunjukkan surga kepada saya, Ia juga menunjukkan banyak sekali malaikat terbang ke mana-mana. Saya juga melihat malaikat-malaikat surga sedang terbang seluruh atmosfir bumi. Tuhan memberitahu saya bahwa malaikat-malaikat yang saya lihat terbang seluruh keliling bumi sedang menjaga orang-orangNya.

Beberapa penglihatan yang diberikan Tuhan kepada saya datang setelah Tuhan membuat tangan saya menyentuh mata saya lebih dari seribu kali dalam dua bulan. Ia membawa saya melalui; setiap langkah tujuh kali yang berlainan.

Apabila ini terjadi saya akan melihat cahaya gemerlap yang paling indah seperti berlian, kemudian saya melihat permata-permata surga yang cantik. Sebuh permata, khususnya, kelihatan seperti sebuah mata bola. Mula-mula ia kelihatan ungu tua sekali, kemudian ia berangsur-angsur berubah kepada warna-warna yang lebih muda sehingga ia menyerupai sebuah berlian yang jernih berkilau-kilauan. Ini adalah batu permata berwarna yang paling indah yang pernah saya lihat. Ia seakan-akan hampir ada di dalam tangan saya sebab saya dapat melihat kilaunya dengan jelas sekali.

 

KENANGAN MALAM NATAL BERSAMA TUHAN

 

Pada 24 Desember 1998, Tuhan datang kepada saya sekali lagi dalam jubah dan mahkota NatalNya yang indah sekali. KehadiranNya sama seperti dua tahun Malam Natal sebelumnya, tetapi pengalamannya berbeda. Saat saya melihat hadiratNya kali ini, saya berlutut di hadapanNya, kemudian menyanyi, menari, dan menangis dengan kegembiraan yang tiada taranya. Ini bukan sesuatu yang saya reka; semuanya timbul akibat Roh Kudus mengendalikan hidup saya.

Dengan jujur saya dapat mengatakan, bahwa saya tidak akan pernah melupakan apa saja yang diperlihatkan Tuhan kepada saya atau yang dikatakanNya kepada saya. Ia sering mengulangi hal-hal untuk membantu saya mengembangkan kesabaran, dan Ia mengingatkan saya bahwa tanpa kesabaran tidak ada seorangpun yang sungguh-sungguh dapat melayani Dia.

Ia menegaskan bahwa keselamatan adalah kasih karuniaNya yang sepatutnya tidak layak kita terima, tetapi menerima karunia-karunia lain yang istimewa memerlukan kerja keras. Semua karunia adalah gratis, tetapi kita harus melatih kesabaran untuk memperolehnya. Segala sesuatu dalam kehidupan kita harus disesuaikan dengan caraNya, bukan cara kita. Kita harus mematuhi Dia dengan sekuat tenaga kita.

Ia menerangkan bahwa selama hidupNya dibumi ini Ia hidup hanya untuk mematuhi kehendak BapaNya. Ia tidak tertarik untuk mengejar keinginan atau rencanaNya sendiri, hanya kehendak Bapa. Ia juga menegaskan kepada saya, bahwa kepada siapa yang diberiNya karunia istimewa utuk pelayanan harus membayar lebih tinggi daripada yang lain. ia mengakhiri dengan mengatakan, “Walaupun seandainya engkau tidak mau mengerjakan pekerjaan ini, engkau tetap harus membuatnya, sebab Aku telah memilih menjadi seorang nabiah Akhir Zaman.”

Seperti yang saya katakan sebelumnya, Tuhan itu mengerti sekali akan keperluan saya, meskipun waktu saya mengeluh. Ia selalu berdiri di sana da mendengarkan segala sesuatu yang saya ucapkan. Ketika saya selesai, Ia berkata : “PuteriKu, Aku mengerti bagaimana perasaanmu, tetapi Aku harus mengerja-kannya dengan cara ini. Ia harus dengan caraKu dan dengan waktuKu.” Sesudah teguranNya yang halus saya selalu merasa rendah hati dan saya membalasnya dengan minta ampun atas ketidak-sabaran saya, kesangsian saya, dan kekurangan pengertian saya.

 

FAJAR TAHUN BARU

 

Pada 1 Januari 1999, Tuhan menunjukkan pada saya jubah dan mahkotaNya yang indah sekali lagi. Ini adalah pertama kalinya Ia berbuat demikian pada hari Tahun Baru. Saya bertanya padaNya apa yang begitu penting bagi perubahan ini dan Ia menerangkan, “PuteriKu, ini adalah tahun yang sangat istimewa bagi orang-orangKu.” HadiratNya yang penuh kasih meliputi saya, dan saya mulai menyanyi dan menari dan menangis di hadapanNya.

Pada 8 Januari 1999, Tuhan kembali memakai mahkota dan pakaianNya yang istimewa. Suara-penglihatan datang kepada saya dan saya mulai mengangis. Saya menyadari bahwa Tuhan memakai jubah khusus ini hanya pada waktu-waktu yang sangat berarti saja, biasanya untuk merayakan peristiwa besar yang penting.

Ia memberitahu saya bahwa Ia sedang merayakan pencapaian saya. Kami bercakap-cakap sebentar, kemudian tangan saya menjangkau ke arahNya, dan Ia meletakkan tanganNya di atas tangan saya. Ia hanya berkata, “Diberkatilah engkau.”

Ketika Ia berkata demikian, kuasanya begitu kuat sehingga saya merasa seluruh tubuh saya bergabung dengan Dia. Saya menangis tersedu-sedu dibawah urapan yang melimpah pada saat itu kemudian tangan saya sekali lagi berhenti di atas dada saya ketika tangisan saya mereda.

Jangka waktu dari 9 Januari terus sampai 14 Januari 1999 terutama sangat berkesan bagi saya. Tuhan menunjukkan kepada saya suatu penglihatan tentang gereja di mana saya ikut. Di dalam penglihatan rohani ini saya melihat banyak orang di gereja yang dilimpahi oleh Roh Kudus, dan saya melihat orang-orang cacat berjalan, kursi-kursi roda yang kosong dan anugerah-anugerah lainnya. Saya mulai menyanyi dan menari sementara saya juga melihat tempat parkir gereja dipenuhi oleh mobil-mobil.

 

KUASA DOA

 

Pada 15 Januari 1999, setelah doa waktu tidur saya, Tuhan datang dan kami berdua bercakap-cakap. Urapan istimewa turun ke atas saya dan suara penglihatapun keluar. Lalu saya mulai menyanyi. Saya melihat Tuhan berganti dalam mahkota dan jubahNya yang indah dan saya mulai menyanyi dan menari. Saya melakukan beberapa pergerakan tangan dan setiap satunya dilakukan dalam tujuh kali yang berlainan.

Sesudah pertemuan kerja jasmani ini selesai, Tuhan berganti kembali dalam baju putih biasaNya. Ia meneruskan dengan memberitahu saya, bahwa Ia mengungkapkan semua kerja yang telah disediakanNya untuk saya kerjakan. Mulai saat ini dan seterusnya, Ia menerangkan, saya harus berdoa dalam roh saja untuk mengungkapkan terus menerus segala kerja yang Ia sediakan dan semua janji-janjiNya kepadaku. Pada waktu Ia mulai pelayanan tarian saya, saya hanya akan bergaul dengan Dia dan akan berdoa untuk pekerjaan. Ia menegaskan bahwa saya tidak mempunyai banyak waktu untuk berdoa.

Selama bertahu-tahun saya telah terlibat dalam doa syafaat tujuh hari seminggu. Ia memakan waktu hampir dua jam bagi saya berdoa untuk orang-orang  yang Tuhan berikan dalam hati saya, dan untuk semua bangsa-bangsa di dunia. Saya berkata, “Tuhan, sangat susah sekali bagiku untuk tidak berdoa bagi orang-orang ini.”

Ia menjawab, “Sudah waktunya mereka berdoa bagimu.”

Kemudian Ia meneruskan dengan memberitahuku bagaimana cara berdoa yagn paling berkesan. “Cboo Nam, pada waktu engkau mulai berdoa, selalu memuji Bapa dahulu, kemudian mulai berdoa dalam roh untuk pekerjaan dan pelayananmu.” Ia terus mendorong saya untuk menyatakan janji-janjiNya dengan keyakinan supaya musuh tidak dapat mencuri janji-janji itu daripada saya.

Ketika Tuhan saya mengajar saya lebih tentang berdoa, saya menyadari bagaimana sangat pentingnya berdoa didalam setiap kehidupan kita. Ia mengajar saya untuk berdoa dalam roh pada waktu saya bangun pagi sehingga alirannya berhenti setiap hari Minggu sebelum saya pergi ke gereja. Kemudian Ia mendorong saya untuk ke gereja tiga puluh menit lebih pagi setiap kali dan berdoa dalam roh tanpa gangguan sehingga penyembahan dimulai.

Beberapa orang tidak mengerti mengapa saya berbuat demikian, tetapi mereka yang mengerti adalah mereka yang mempunyai hubungan pribadi yang dalam dengan Tuhan. Mereka mengerti apa yang saya maksudkan jikalau saya berkata bahwa Yesus lebih nyata bagi saya daripada aku untuk diriku sendiri.

Ia mendengar dengan sabar sekali apabila saya berbicara dengan Dia. Tidak peduli bagaimana buruknya keadaan pada waktu itu, saya hanya memper-bincangkannya dengan Dia lalu keadaan menjadi lebih baik. Saya berbicara kepadaNya dalam Roh, tetapi bagi saya, Ia begitu manusiawi dan nyata sehingga sepertinya saya memasuki satu dimensi hidup yang baru sama sekali. Tiada seorangpun mengerti saya seperti Yesus. Saya menghargaiNya lebih daripada hidup itu sendiri.

Pekerjaan gereja saya sekarang terdiri diri hanya berdoa bagi gereja,  jemaatnya, hamba-hamba Tuhan-nya dan sebagainya.  Saya melakukan ini setiap pagi hari, dan saya menyembah Tuhan dengan segenap hati saya selama kebaktian gereja.  Sepanjang waktu penyembahan yang mulia itu saya sama sekali lupa akan mereka yang berada di sekeliling saya.

Saya biasanya melihat Tuhan berjalan keliling  depan gereja dengan wajah yang sangat gembira.  Itulah sebabnya saya sering  menemukan diri saya tertawa terbahak-bahak selama penyembahan.  Selama waktu-waktu itu saya  memberikan setiap tenaga dan perhatian saya kepada Tuhan, dan saya percaya itulah arti penyembahan yang sesungguhnya.

 

TINGGAL DIAM SEHINGGA TEPAT WAKTUNYA

 

Dalam bulan Januari 1999 saya diberi perintah oleh Tuhan untuk tidak memberitahukan apa yang telah ia lakukan dalam dan untuk saya kepada orang lain. Ia telah berkata Ia akan menyatakan hal-hal itu kepada orang jikalau waktunya yang tepat tiba.  Kadang-kadang ini sangat sukar bagi saya, terutama yang berhubungan dengan keluarga dan pendeta saya, tetapi saya tidak mempunyai pilihan lain selain mematuhi Tuhan sebab jika tidak saya tahu saya akan kehilangan anugerah.

Kadang-kadang kenyataan ini membuat saya ingin meninggalkan gereja saya dan pergi ke gereja yang lain dimana tidak seorangpun mengenal saya.  Saya hampir ingin menyembunyikan diri dari orang lain, sebab saya adalah seorang yang sangat peka, dan saya tidak suka orang lain berpikir saya sedang meng-hindarkan  diri dari mereka.

Semuanya memerlukan kesabaran luar biasa, saya menyadari bahwa banyak yang mungkin tidak percaya kepada saya tentang penglihatan saya mengenai surga, tetapi saya tidak peduli akan hal ini, sebab saya tahu Tuhan Yesus-ku yang akan mengaturnya seperti yang telah dikatakanNya.  Sekarang saya tahu bagaimana perasaaan Yesus ketika tidak ada yang percaya kepadaNya pada waktu Ia hidup di bumi ini.  Sadar akan apa yang telah dialamiNya bagi saya selalu membuat saya merasa lebih baik ketika saya disalahkan mengerti atau dihakimi oleh orang lain.

 

BEJANA YANG SEMPURNA

 

Sepanjang bagian permulaan Januari 1999 Tuhan menunjukkan kepada saya tanah liat berwarna coklat kasar dan berkata : “Puteriku, engkau adalah seperti ini sebelum Aku mulai bekerja pada tubuh jasmani dan rohanimu.  Sekarang engkau adalah sebuah bejana yang tergosok sempurna.” Ia memperlihatkan ini kepada saya lagi dan tanah liat coklat itu menjadi sangat bercahaya dan berkilauan. Penglihatan ini menyebabkan saya merasa rendah hati sekali lagi, karena saya baru mengerti apa yang telah Tuhan lakukan dalam hidup saya.

Pada 23 Januari 1999, Tuhan memberitahu saya, bahwa pada hari berikutnya (hari Minggu) pada pukul 06 pagi saya harus mulai berdoa dalam roh atas segala janji-janjiNya dan terus sehingga alirannya berhenti. Ia juga menyuruh saya pergi ke gereja tiga puluh menit lebih pagi, memuji Bapa dahulu dan berdoa dalam roh sehingga mulai waktu penyembahan.

Ia sangat hati-hati dalam memperingatkan saya untuk tidak membiarkan siapapun menganggu saya. PetunjukNya jelas, “Engkau boleh pergi lebih pagi, tetapi jangan lebih lambat dari pukul 09.30.” Ini, saya sadari, mesti akibat dari bahasa roh baru yang diberikanNya kepada saya kira-kira sepuluh hari yang lalu.

Seminggu kemudian, Tuhan menyuruh saya melakukan hal-hal yang sama.  Kira-kira sepuluh menit sebelum ibadah penyembahan mulai, saya melihat Tuhan berdiri di podium, dan Ia memakai gaun dan mahkota yang indah yang selalu dipakaiNya pada waktu-waktu yang khusus. Ia kelihatan sangat gembira dan saya melihat hadiratNya saya mengalami urapan rohani yang sangat kuat.

Saya hampir tidak dapat berdiri selama waktu penyembahan. Sesudah kebaktian, saya berdosa seperti biasa, dan saya bertanya kepada Tuhan mengapa Ia memakai pakaian khusus di gereja pagi itu.  Ia menjawab, ”Aku telah membuka pintu untuk memulai pekerjaan.”

 

PEKERJAAN TELAH BERMULA

 

Pada 7 Pebruari 1999, Tuhan membangunkan saya kira-kira pukul 2 pagi untuk memberitahu saya, bahwa pekerjaan saya telah dimulai.  Ia menerangkan, bahwa hari itu adalah hari yang sangat istimewa, jadi saya mengharapkan Dia membawa saya ke depan gereja untuk menari seperti yang telah lama dijanjikan Nya, tetapi ini tidak terjadi.

Saya sangat kecewa dan saya menangis dan mengeluh di depanNya ketika saya pulang. Selama sekurang-kurangnya satu jam Tuhan mendengarkan saya dan ketika saya selesai mencurahkan perasaan, saya merendahkan hati saya sambil minta ampun. Tuhan hanya berkata, bahwa saya mungkin salah mengerti. Bagai-manapun, walau dengan semua perasaan negatif ini, inilah urapan yang paling kuat yang pernah saya alami selama waktu penyembahan.

Pada 11 Maret 1999 setelah waktu doa pagi biasa saya, tangan saya mulai menyentuh mata saya, dan Tuhan memperlihatkan saya permata-permata yang indah sekali lagi. Saya tidak ingin membuka mata saya. Suatu gagasan datang kepada saya, dan saya memberitahu Tuhan jika boleh saya tidak usah bertemu siapapun atau sesuatupun lagi selama saya masih didunia ini, bahwa saya masih menghendaki Dia memakai saya seperti yang telah dijanjikan oleh Nya, supaya orang-orang yang buta rohaninya di bumi ini benar-benar dapat melihat.

Saya telah cukup melihat dunia ini dan segala yang ada padanya menjadi tidak berarti dan tidak berharga dibandingkan dengan cahaya penglihatan surgawi yang telah dikasih karuniakan oleh Tuhan kepada saya. Hanya dengan melihat Tuhan dan melayani Dia sepanjang hidup saya cukuplah bagi saya, saya menyadari dan saya mulai menangis. Saya betul-betul mengerti setiap kata yang saya ucapkan dan Tuhan mengerti pikiran saya. Ia berkata, “PuteriKu, engkau diberkati berlipat ganda.”

Meskipun saya tidak pasti benar apa artinya itu, saya tahu saya telah memberitahu Tuhan bahwa jika saya harus menggantikan hidup saya untuk buku ini, saya akan merasa terhormat sekali untuk melakukan demikian. Kehidupan saya didunia ini mempunyai arti yang kecil sekali bagiku sekarang. Saya hanya ingin setiap orang membaca buku ini dan menemukan cara masuk kerajaan Tuhan.

 
 
 
1
Hosted by www.Geocities.ws