Full Gospel Indonesia

Info

 
 

Files

 

Siaran

 

 

 

 

 

HIDUP DALAM FIRMAN

 

Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firmanKu tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya. Dalam hal inilah Bapaku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-muridKu. Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasihKu itu.

YOHANES  15:7-9

 


Sementara meluangkan waktu pagi dengan berdoa dan merenungkan firman Tuhan pada 18 April, Tuhan memberi saya suatu urapan yang sangat istimewa. Ini adalah tanda, bahwa Ia akan segera datang, dan, seperti yang saya harapkan, setelah kira-kira lima belas menit saya melihat Dia duduk dekat jendela kamar tidur saya di mana Ia selalu duduk. Saya juga melihat badan transformasi saya duduk di sebelahNya. Lagu-lagu rohani dari dalam roh saya membalas kehadiranNya.

            Sedang saya menyanyi, saya memegang tangan Tuan saya, dan saya mulai mencari bekas luka-luka di telapak tanganNya dengan mencoba membalikkan tanganNya, tetapi Ia mencegah saya melakukan ini. Ia kelihatan sangat gembira atas pertemuan ini, dan Ia mengingatkan saya, “Aku tidak ingin melihat engkau menangis lagi.”

            Tuhan memberitahu saya beberapa hal yang penting hari itu.

            PuteriKu, Aku tidak mau engkau risau tentang apapun berkenaan dengan pekerjaan ini,” Ia mulai. “Aku akan mengatur segalanya. Engkau hanya perlu bergembira untukKu, puteriKu. Aku ingin engkau meletakkan gambarmu pada sampul buku.”

            “Tuhan, Engkau selalu mengejutkanku. Engkau selalu membuatku merasa begitu gembira.”

            Aku tahu semua keperluanmu sebelum engkau memintanya kepadaKu, tetapi Aku tidak mau anak-anakKu berhenti meminta jika mereka memerlukan sesuatu.”

            Kata-kataNya mengingatkan saya akan sesuatu yang telah saya baca di dalam Alkitab pagi itu juga: “Lagipula dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Tuhan. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata doanya akan dikabulkan. Jadi janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepadaNya” (Matius 6:7-8).

            Di dalam ayat Alkitab ini, melalui contoh doaNya yang terkenal sebagai Doa Bapa kami, Yesus terus mengajar kita bagaimana berdoa. Garis besar yang berkesan untuk semua doa syafaat dan doa pribadi, dan saya menggunakan prinsip-prinsipnya kalau saya datang ke hadiratNya dalam penyembuhan, syafaat, dan permohonan. Saya selalu mengklaim janji-janji Tuhan, seperti yang terdapat dalam Filipi 4:19: “Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaanNya dalam Kristus Yesus.” Dan pada pagi musim semi yang khusus ini Tuhan mengingatkan saya kebenaran-kebenaran yang bernilai sekali.

            Sesudah menyampaikan pesan tentang doa ini, Tuhan berdiri dan badan transformasi saya berdiri dengan Dia. Saya mengawasi Tuhan menyentuh kepala dari badan transformasi saya. Ia berangkat, badan transformasi saya hilang, dan goncangan badan duniawi saya berhenti.

 

SUATU PENGLIHATAN TENTANG

BUKU-BUKU YANG BANYAK

 

            Empat hari kemudian, pada 22 April, saya bersama Tuhan dari pukul 6.35 pagi sampai 08.18 pagi. Badan saya bergoncang selama dua puluh lima menit, kemudian saya mendengar suara Tuhan. Ia mengambil tangan saya, dan saya melihat badan transformasi saya berjalan di pantai bersama Dia. Tuhan berkata, “Aku mencintaimu, puteriKu.”

            “Aku mencintaiMu juga, Tuhan.”

            Kami naik ke batu, di mana kami biasa duduk sedang kami memandang Lautan Pasifik yang luas. Ketika kami duduk, saya mulai menyanyi. Kemudian saya menangis karena gembira. Saya memegang lengan Tuhan, dan dengan tangan kananNya Ia menepuk tangan saya dengan lembut.

            PuteriKu, Aku harus menunjukkan sesuatu kepadamu.”

            Suara lain menyertai ketika penglihatan-penglihatan ajaib yang diberikan oleh Tuhan kepada saya keluar. Kemudian saya melihat sebuah toko buku yang besar dipenuhi oleh buku-buku, dan saya bertanya dalam hati mengapa ada begitu banyak buku di sana. Mata saya tertarik oleh sebuah buku yang istimewa. Sampul latar belakang kuning emas dengan sebuah istana di atasnya – sebuah istana yang bagus sekali seperti yang saya lihat di surga. Judulnya ada di tengah-tengah halaman – Heaven is so Real! – dalam huruf-huruf yang tebal, jelas. Di bagian bawah sampul ada awan, mengalun lembut seperti yang saya lihat dari gunung surga.

            Saya terperanjat oleh penglihatan tentang buku itu. Bertambah heran lagi, saya mulai melihat banyak sekali buku-buku terbang di udara, dan orang-orang di bawah sedang mengulurkan tangan dan melompat-lompat berusaha menangkapnya.

            Penglihatan ini lalu berangsur-angsur hilang, dan saya mulai merenungkan kepentingannya. Tuhan menjelaskan, “Aku berkata padamu Aku akan mengatur segalanya untukmu, puteri. Jangan kuatir lagi mengenai apapun.”

            Ia telah menunjukkan kepada saya hasil jadi buku itu yang mengisi begitu banyak waktu dan perhatian saya. Buku itu indah, dan sampulnya sangat memikat. Yang lebih penting, Ia telah menunjukkan kepada saya betapa inginnya orang banyak untuk mengetahui kebenaran tentang surga, dan saya betul menyadari, bahwa buku saya akan menjadi jalan di mana mereka sungguh-sungguh dapat mengetahui.

            “Tuhan, saya percaya segala sesuatu yang Engkau katakan kepadaku,” saya berkata, “tetapi saya tak habis-habisnya berpikir tentang ini.”

            PuteriKu, buku ini harus dikerjakan menurut waktuKu dan oleh kehendakKu. Aku mau engkau tenang saja mengenainya. Aku tahu engkau sesungguhnya tidak mempunyai kehidupanmu sendiri sekarang sebab engkau sangat sibuk dengan buku, tetapi ada hal-hal yang tidak dapat dibuat dengan terburu-buru. Mereka harus diselesaikan pada waktu yang sesuai. Aku mau engkau belajar menjadi sabar. Aku ingin semua anak-anakKu menjadi bahagia di bumi ini.”

“Tuhan, bagaimanapun beratnya, aku menikmati setiap menit waktuku yang aku curahkan untuk bukuMu. Tidak sukar menulis kata-kataMu yang indah. Roh Kudus memimpin aku untuk setiap kata yang kutulis; aku tak akan pernah dapat menulisnya sendiri.”

Bagian yang sukar, saya harus mengakui, adalah waktu menunggu. Tetapi Tuhan setia akan setiap kata yang dikatakanNya kepada saya. FirmanNya benar mutlak. Seperti yang diberi kesaksian oleh Yesaya: “Demikianlah firmanKu yang keluar dari mulutKu: ia tidak akan kembali kepadaKu dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya” (Yesaya 55:11). Dan saya tahu, bahwa hal yang sama akan berlaku sebagai kebenaran untuk buku yang saya telah dimintaNya untuk menulis. Buku ini tidak akan kembali kepadaNya dengan sia-sia. Buku ini akan berhasil, dan akan melaksanakan apa yang dikehendakiNya untuk dilaksanakan.

Hadiratnya, suaraNya, sentuhanNya, kata-kataNya semua begitu meya-kinkan saya dan memberi saya kedamaian yang luar biasa. Saya tahu ini bukuNya, bukan punya saya, dan Ia akan menjaga setiap seginya, dari tulisan sampai pola sampulnya sampai percetakan, pemasaran dan pengedarannya. Ini akan menjadi suatu karya indah yang akan menarik orang dalam penggambarannya tentang kemuliaan surga.

Tuhan berdiri, berjalan ke pinggir lautan di mana kami mulai, dan berkata, “Aku mengasihimu, puteriKu sayang.”

Ia tidak memeluk saya kali ini. Lalu Ia berpaling dan pergi.

 

“SEGALANYA TELAH SIAP!”

 

Pagi hari 25 April Tuhan bercakap-cakap dengan saya dari pukul 07.40 pagi sampai 09.13 pagi. Badan saya bergoyang kuat sekali, dan keluhan-keluhan saya terdengar di seluruh rumah. Lalu Tuhan berkata.

Aku Tuhanmu, puteriKu sayang, dan Aku harus bercakap-cakap denganmu,” Ia berkata.

Ketika Ia memegang tangan saya, badan duniawi saya bergetar dan bergoncang seperti suatu aliran listrik disalurkan ke dalam sistem tubuh saya. Kemudian saya melihat badan transformasi saya berjalan dengan Tuhan di pantai. Kami mengambil tempat kami biasanya di atas batu, tetapi kali ini saya tidak menyanyi.

Sebaliknya, perhatian saya khusus tertuju kepada pakaian yang kami pakai. Sementara saya mengamatinya, Tuhan berkata, “PuteriKu, Aku sungguh senang bersamamu.”

“Tuhan, aku mencintaiMu dan aku ingin bersamaMu selalu.”

Akan segera terjadi, puteriKu. Sudahkah engkau melihat kakimu?”

saya tidak pernah melihat dengan jelas sebelumnya, tetapi hanya saya sedang memakai sandal yang sama saja. Ia sedang memakai warna coklat abu-abu dengan pinggiran emas. Saya meletakkan kaki kanan saya di sebelah kakiNya dan nampak bagaimana kecilnya kaki saya dibandingkan dengan kakiNya. Kami berdua mulai tertawa.

Selanjutnya saya meraba bahan jubah saya. Sangat lembut dan mengkilap.

Tuhan mengulurkan tanganNya dan menyentuh rambut saya.

Engkau memiliki rambut yang cantik,” Ia berkata.

Rambut badan transformasi saya seperti kepunyaan seorang gadis yang muda. Panjang, lurus, lembut, dan berkilau.

Itu seperti rambut yang saya miliki ketika aku masih gadis remaja. Tuhan lalu melihat wajah saya dan berkata, “Engkau cantik, puteriKu.”

Kata-kata itulah yang sungguh-sungguh ingin saya dengar, sebab saya tidak pernah merasa mempunyai penilaian yang bagus sekali, baik mengenai paras maupun kemampuan saya, tetapi untuk mendengar Tuhan saya dari surga memberitahu saya tentang kecantikan saya mengubah segala yang ada di dunia. Saya mulai menangis karena gembira.

Jangan malu, puteriKu,” Tuhan menghibur saya.

Kemudian Ia mengangkat wajah saya. Saya dapat melihat roman wajah transformasi saya dan kilauan rambut saya yang hitam. Untuk pertama kalinya dalam hidup saya, aku merasa betul-betul cantik, kemudian saya teringat akan kata-kata pemazmur:

 


Aku bersyukur kepadaMu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya. Tulang-tulangku tidak terlindung bagiMu, ketika aku dijadikan tempat yang tersembunyi, dan aku direkam di bagian-bagian bumi yang paling bawah; mataMu melihat selagi aku bakal anak, dan dalam kitabMu semuanya tertulis hari-hari yang akan dibentuk, sebelum ada satupun dari padanya.

Mazmur 139:14-16

 

Saya dapat melihat bahwa Tuhan telah menciptakan saya. Ia membentuk saya untuk menjadi seorang yang sangat istimewa, dan inilah yang dicoba untuk diperlihatkanNya kepada saya hari ini. Ia sedang mengagumi ciptaanNya, dan Ia ingin saya pun berbuat yang sama.

Biasanya Tuhan tidak banyak bercakap waktu Ia mengunjungi saya, kecuali jikalau Ia ingin memberitahuku hal-hal yang penting mengenai kehidupan serta pelayanan saya. Seringkali Ia mengulangi pesan-pesan yang penting ini.

Contohnya, Ia memberitahu saya berulang-ulang, bahwa Ia akan datang segera. Ia seringkali mengulangi kenyataan, bahwa kerajaanNya sudah disediakan bagi anak-anakNya. Ia seringkali memberitahu saya supaya tidak kuatir, sabar, dan percaya padaNya.

Ia terus-menerus berkata kepada saya, bahwa buku ini penting sebab akan meyakinkan banyak orang yang ragu-ragu bahwa surga itu betul-betul ada. Semakin saya memikirkannya, semakin saya menyadari bahwa inilah salah satu hal yang paling penting untuk dapat diketahui oleh siapapun – pengetahuan tentang surga adalah rumah kita membuat perjalanan hidup ini sangat jauh lebih berarti.

Itulah yang sebenarnya yang tengah saya rasakan. Sekarang setelah saya telah banyak ke surga, saya tidak sabar lagi menunggu untuk pergi ke sana selama-lamanya. Seorang pernah berkata, “Di bumi, kamu hanya dapat memper-oleh satu hal yang kekal – surga.”

Sungguh suatu kehormatan, sebab itu, bagi saya mendapat bagian di dalam buku ini. Saya tahu Tuhan akan menggunakannya untuk membawa banyak jiwa-jiwa ke dalam kerajaanNya. Itulah yang Ia kehendaki, dan itulah yang saya kehendaki juga.

Pada pagi yang khusus, 25 April, Tuhan kelihatan lebih riang dan lebih banyak bicara daripada biasanya. Kata-kata dan tindak-tandukNya membuat saya sering ketawa, dan Ia juga tertawa. Sungguh waktu yang menyenangkan sekali. Dalam banyak hal Ia seolah-olah hampir mirip seperti manusia biasa daripada Tuhan yang mahakuasa. Ia tentu sedang menikmati saat-saat ini bersama saya.

Setelah beberapa saat, bagaimanapun, suasana pertemuan kami menjadi lebih serius.

Puteri, terima kasih karena menyempatkan dirimu untuk melakukan pekerjaan ini,” Ia berkata. “Hal yang paling penting bagiKu adalah bahwa engkau membuat buku ini persis seperti apa yang telah Kuberitahukan kepadamu untuk mengerjakannya. Jangan sekali-kali mengubahnya. Aku telah membim-bingmu langkah demi langkah, seperti yang telah Kujanjikan padamu. Aku tahu engkau akan taat di dalam pekerjaan ini, dan itulah sebabnya Aku memilihmu.”

“Aku berkata kepadamu lagi bahwa segala sesuatu di kerajaanKu telah siap untuk anak-anakKu. Aku mau setiap orang percaya yang ragu-ragu dan tidak percaya menyadari bahwa ada surga yang nyata. Aku ingin membawa semua anak-anakKu ke kerajaan, tetapi barangsiapa tidak hidup sesuai dengan firmanKu tidak akan masuk. Buku ini akan menolong orang-orang yang tidak percaya.”

“Aku tahu engkau berdoa untuk banyak orang, tetapi Aku tidak dapat menjawab semua doamu sebab ada orang yang mengetahui firmanKu masih mementingkan diri sendiri dan mereka hidup untuk dunia. Barangsiapa hidup tidak jujur dan tidak menghormati firmanKu adalah orang-orang yang tidak akan Aku berkati, meskipun mereka adalah orang-orang yang engkau sayangi.”

“Puteri, Aku mau engkau mengingat tentang mereka yang telah kaudoakan, mereka yang kaukenal, dan Aku mau engkau mengingat doa-doa yang telah Kukabulkan. Ada orang yang tidak akan pernah mengubah hati mereka menjadi kudus, dan mereka tidak akan pernah diberkati.”

“Banyak orang percaya miskin dan mempunyai banyak persoalan dalam hidup mereka sebab hati mereka tidak benar terhadapKu dan mereka tidak memberi persepuluhan. Setiap orang percaya yang tidak memberikan persepu-luhan tidak akan diberkati sebab mereka mencintai uang lebih daripada FirmanKu. Mereka yang mencintai uang lebih daripada FirmanKu tidak akan pernah melihat kerajaanKu. Engkau sudah tahu ke mana mereka akan berada akhirnya.”

“Apabila setiap orang datang kepadaKu dengan hati yang terbuka dan mencoba untuk hidup dengan FirmanKu, mereka akan langsung diberkati, dan mereka akan mendapat damai dan kegembiraan selalu. Barangsiapa mencintai Aku dan ingin Aku memberkati mereka harus memiliki hati yang benar terhadapKu dan mengutamakan Aku dalam segala hal di dalam kehidupan mereka dan mempunyai hati yang baik terhadap orang lain.”

“Sayang, Aku ingin engkau gembira setiap hari dalam hidupmu di bumi. Engkau adalah puteriKu yang istimewa selamanya. Tidak akan henti-hentinya berkatKu untukmu selama engkau di bumi ini.”

“Aku akan melindungimu daripada apa saja yang tidak Kusukai di bumi ini, dan Aku tidak akan pernah meninggalkanmu. Engkau akan selalu mendapat kejutan-kejutan yang tidak kau sangka-sangka daripadaKu.”

“Tuhan, Engkau telah mengherankan aku dengan banyak sekali perkara-perkara. Saya tidak tahu apa yang akan Engkau lakukan selanjutnya.”

Saya dapat merasakan bahwa Ia tersenyum atas jawaban saya. Kemudian Ia berkata, “Sudah waktunya kembali.” Kami berdiri dan mulai berjalan ke arah air.

Kami saling berpelukan, dan Ia berkata, “Aku mengasihiMu, puteriKu.”

“Aku mengasihiMu, Tuhan.”

 


MAHAKUASA DAN MAHAHADIR

 

Kunjungan selanjutnya bersama Tuhan terjadi pada 29 April. Saya bersama Dia dari pukul 06.05 pagi sampai hampir pukul 08.00 pagi itu. Badan saya bergoncang selama setengah jam, lalu Tuhan berkata, “PuteriKu, Choo Nam. Aku harus bercakap dan menunjukkan beberapa hal kepadamu.”

Ketika Ia memegang tangan saya saya dapat melihat badan transformasi saya sedang berjalan bersama Dia di pantai. Segera setelah kami duduk di atas batu, saya berterima kasih kepada Tuhan karena membawa saya ke tempat yang khusus ini untuk bersama denganNya.

Dengan lembut Ia mengingatkan saya, “Aku mengasihimu, puteri.”

“Aku mengasihiMu, Tuhan.” Setelah kami bercakap, saya menyanyi bagi Dia.

Suara luar biasa yang menyertai penglihatan-penglihatan yang diberi-kanNya kepada saya keluar, dan saya melihat sampul Heaven is so Real! lagi. Kemudian, buku itu mulai terbang melalui udara, dan orang-orang di bagian bumi yang tandus melompat-lompat dan mengulurkan tangan mereka untuk menggapainya.

Lalu sebuah buku terbang ke arah kami, dan Tuhan menangkapnya. Ia memberikannya kepada saya. Mula-mula, saya memegangnya dengan erat di dalam kedua tangan saya, dan saya mendekapnya dalam dada saya sebagai sesuatu yang amat berharga. Air mata sukacita terus mengalir turun ke pipi saya.

Penglihatan yang luar biasa kemudian memperlihatkan saya sebuah ruangan utama gereja di mana Tuhan sedang berdiri di belakang mimbar. Ia mengangkat buku ini dengan kedua tanganNya. Orang-orang berlarian maju menghampiriNya. Sungguh menakjubkan, sungguh menggetarkan hati, melihat begitu banyak orang datang kepada Tuhan – kemudian saya mengerti bahwa Ia memakai buku ini untuk menarik orang kepadaNya.

Penglihatan ini membukakan banyak penglihatan-penglihatan lain sekaligus. Saya dapat melihat Tuhan di dalam banyak gereja-gereja yang berlainan di seluruh dunia, dengan orang-orang dari setiap bangsa hadir di dalam berbagai-bagai gereja. Di dalam setiap rumah ibadah orang-orang sedang berlarian menghampiriNya. Tuhan saya yang mahakuasa dan mahahadir dapat berada di manapun juga – di dalam beberapa gereja yang berlainan pada waktu yang sama.

Saya teringat akan sebuah ayat dari kitab Wahyu: “Lalu aku mendengar seperti suara himpunan besar orang banyak, seperti desau air bah dan seperti deru guruh yang hebat, katanya: ‘Haleluya! Karena Tuhan, Allah kita, Yang Maha-kuasa, telah menjadi raja’” (Wahyu 19:6). Ini adalah penglihatan tentang surga yang diterima oleh rasul Yohanes di pulau Patmos di mana ia sedang dipen-jarakan. Inilah apa yang dilakukan oleh orang-orang dalam penglihatan saya – mereka sedang berlari kepada Tuhan untuk menyembah Dia sebab mereka tahu Tuhan adalah Tuhan yang mahakuasa!

Inilah jawaban dari kebenaran yang diberitahukan oleh Yohanes di dalam Wahyu: “Maka kedengaranlah suatu suara dari takhta itu: ‘Pujilah Allah kita, hai kamu semua hambaNya, kamu yang takut akan Dia, baik kecil maupun besar!’” (Wahyu 19:5). Ketika orang-orang kudus melakukan ini, mereka dipenuhi oleh sukacita dan berseru: “’Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin Nya telah siap sedia.’ Dan kepadanya dikaruniakan supaya memakai kain lenan halus yang berkilau-kilauan dan yang putih bersih!’ (Lenan halus itu adalah perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang kudus.) Lalu ia berkata kepadaku: ‘Tuliskanlah: Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba’” (Wahyu 19:7-9).

Seperti Yohanes, saya telah dipanggil untuk menulis, dan tugas saya adalah sama seperti dia – supaya orang tahu bahwa perjamuan kawin Anak Domba sudah disiapkan, dan diberkatilah mereka yang diundang hadir ke perjamuan itu pada hari terakhir. Undangan diberikan kepada semua orang, tetapi hanya mereka yang dengan hati terbuka memilih untuk berjalan di dalam firman Tuhan yang dapat hadir. Penting sekali bagi kita untuk hidup sesuai dengan firman Tuhan, untuk berdoa sesuai dengan ajaranNya dan untuk percaya akan semua janji-janjiNya. Kita adalah mempelai wanita Tuhan, dan Ia menghendaki supaya kita kudus, bersih dan benar di hadapanNya. Hari perkawinan yang luar biasa hebatnya menanti!

Penglihatan berakhir dan Tuhan bertanya, “PuteriKu, apakah engkau telah melihat segalanya?

“Ya, Tuhan. Bagaimana Engkau dapat hadir di mana-mana?”

Aku dapat berada di mana saja dalam sekejap mata.”

“Tuhan, saya tahu ada orang percaya yang sangat setia, tetapi mereka masih mempunyai kebiasaan-kebiasaan lama mereka. Mengapa Engkau tak dapay mengubah mereka?”

Barangsiapa mau berubah akan menerima pertolonganKu. Apabila mereka minta kepadaKu apapun yang mereka kehendaki Aku akan memberi-kannya kepada mereka jika Aku tahu mereka ikhlas dan jika mereka betul-betul bertekad, Aku akan menjawab doa-doa mereka.

“Banyak anak-anakKu, bagaimanapun juga, tidak berdoa dengan jujur atau dengan tekun. Apabila mereka tidak mempunyai kesabaran, mereka tidak dapat menerima berkat.

“PuteriKu, engkau begitu gigih. Engkau tidak pernah menyerah. Engkau terus minta padaKu apa yang engkau inginkan dalam doa. Aku mendengar setiap doamu.”

“Ya, Tuhan, aku tidak akan berhenti sampai aku menerimanya sebab aku tahu Engkau memiliki semua jawabanku. Salah seorang guru Alkitabku memberi-tahuku supaya ‘jangan berhenti berdoa untuk sesuatu yang engkau inginkan.’ Itulah sebabnya aku sangat tekun dalam doa-doaku, Tuhan.

“Aku tahu Engkau mempunyai jawaban-jawaban yang kuperlukan, terutama dalam doa-doa pribadiku. Engkau menjawab doa-doaku lebih daripada yang telah aku harapkan. Terimakasih, Tuhan.”

Aku mencintai anak-anak yang tekun. Ketekunan manusia membuktikan kesetiaan mereka, dan dengan ini Aku tahu bahwa mereka percaya Aku memegang jawaban-jawaban atas semua doa-doa mereka. Aku juga ingin anak-anakKu mengetahui, bahwa meskipun Aku menjawab doa-doa, Aku mungkin juga membatalkan jawaban-jawaban jikalau mereka tidak setia.”

“Apakah kiranya yang dilakukan oleh seseorang sehingga menyebabkan Engkau membatalkan berkat dalam kehidupannya?”

Puteri, waktu beberapa anak-anakKu memerlukan sesuatu, mereka berdoa siang dan malam dan meluangkan waktu bersamaKu. Mereka berusaha dengan gigih untuk taat dan hidup sesuai dengan FirmanKu. Lalu, pada saat Aku memberkati mereka, mereka berubah, menjauhkan diri daripadaKu dan kembali kepada cara hidupnya yang lama. Mereka terus melakukan hal-hal yang tidak Kusukai. Itulah sebabnya Aku kadang-kadang menghentikan berkatKu.”

kunjunganNya, hadiratNya, penglihatanNya telah pergi, dan saya diting-galkan dengan pengertian yang lebih jelas tentang jalan Tuhan. “Adapun Allah, jalanNya sempurna; janji TUHAN adalah murni; Dia menjadi perisai bagi semua orang yang berlindung padaNya” (Mazmur 18:31).

 
 
 
1
Hosted by www.Geocities.ws