Full Gospel Indonesia

Info

 
 

Files

 

Siaran

 

 

 

 

 

MALAIKAT-MALAIKAT

DI   SURGA DAN DI BUMI

“Aku alam menjadi bapakNya, dan Ia akan menjadi AnakKu …

Semua malaikat Allah harus menyembah Dia.” Dan malaikat-

malaikat Ia berkata : “Yang membuat malaikat-malaikatNya menjadi badai

dan pelayan-pelayanNya menjadi nyala api.”

IBRANI  1:5-7

Pengalaman-pengalaman ajaib saya dengan Yesus dan rumah surgawi tempat mana semua orang percaya akan menikmati suatu hari nanti, membuka mata saya pada beberapa kebenaran rohani. Saya mulai mengerti, bahwa dengan cara yang sama Tuhan telah menciptakan kita serupa dengan Dia. Ia telah menciptakan bumi serupa dengan surga. Ini menggetarkan hati saya – untuk mengetahui bahwa hal-hal yang paling indah yang kita nikmati di bumi akan menjadi bagian daripada kehidupan kekal kita.

Berfirmanlah Tuhan: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi” (Kejadian 1:26). Tuhan memberi kita sebuah bumi yang indah, diisi dengan ikan, burung-burung maupun ternak, dan Ia ingin kita mengu-asainya. Di surga, seperti yang telah saya sebutkan, ada ikan, burung-burung maupun ternak. CiptaanNya bagus sekali dalam segala seginya – suatu tempat untuk kita nikmati selama-lamanya.

Tetapi setan datang, dan, dalam kesombongan dan kecemburuannya, ia mencobai orang-orang pertama untuk menentang Tuhan. Setan pun kehilangan haknya atas kemulian kekal di surga karena dosanya. Dengan cara yang sama, Adam dan Hawa dibuang dari Firdaus duniawi mereka untuk selamanya, dan mereka yang tidak mentaati Tuhan dalam kehidupan ini akan dilarang masuk ke Firdaus surgawi. Tuhan menegaskan hal ini berulang-ulang kali.

Saya sering bertanya siapa Kita yang disebut dalam kitab Kejadian 1:26, dan sekarang saya mengerti artinya yaitu Tritunggal Mahakudus. Banyak orang, seperti saya, akan mengalami pengalaman-pengalaman yang menggugah hati dengan malaikat-malaikat pada akhir-akhir ini. Malaikat-malaikat mengunjungi kita dengan cara yang sama mereka lakukan pada zaman dahulu. Mereka akan menyakinkan manusia akan kasih Tuhan, dan mereka mengingatkan mereka tentang hal-hal yang akan segera datang. Seperti sering kali Yesus memberitahu saya, kita ini benar-benar hidup pada hari-hari terakhir.

Malaikat-malaikat adalah pembawa-pembawa beritaNya. Saya telah ber-temu salah satu daripada mereka, dan mereka adalah makhluk-makhluk yang indah yang memancarkan kasih dan kemuliaan Tuhan. Mereka suka menyembah Bapa di surga, dan mereka taat pada Nya dengan memberitahukan pesan Nya kepada kita di bumi.

Saya menyayangi malaikat-malaikat kudus Tuhan, dan saya percaya mereka bersama saya bahkan waktu saya menulis. Tuhan memberitahu saya, bahwa saya mempunyai malaikat-malaikat pribadi di sekeliling saya. Kita tidak pernah boleh melupakan janji Tuhan tentang malaikat Nya : “Sebab malaikat-malaikat Nya akan diperintahkan Nya kepadamu untuk menjaga engkau di segala jalanmu. Mereka akan menatang engkau di atas tangannya, supaya kakimu jangan terantuk kepada batu.” (Mazmur 91:11-12).

 

DI ATAS AWAN-AWAN

 

Pagi 8 April membawa lagi sebuah pertemuan yang manis dengan Tuhan Ia mengunjungi saya dari pukul 06.00 pagi sampai 09.00 pagi. Badan saya bergoncang selama empat puluh menit sebelum saya mendengar suaraNya yang tegas memanggil saya. Ia memegang tangan saya, dan didalam badan transformasi saya, kami pergi ke pantai dimana kami berjalan lebih lama dari biasanya. Kemudian kami terbang naik kesurga.

Setelah berganti, kami berjalan menyeberangi jembatan emas dan menuju ke jalan yang biasa kami ambil Akhirnya kami membelok ke kiri dan mulai berjalan sepanjang sebuah jalan yang putih dan lebar yang dibatasi dengan pohon-pohon yang sangat besar dan rimbun daunnya.

Daun-daunan itu berwarna jingga tua yang terang.

Kami berjalan agak jauh dan kemudian membelok menuju sebuah jalan berbatu-batu yang berliku-liku dan membelok melalui batu-batu yang tinggi. Jalan itu menuju ke sebuah jembatan yang tinggi yang terbentang di antara dua gunung. Sesudah menyeberangi jembatan ini, kami mendaki sebuah gunung dan melihat pemandangan di depan kami.

Kami berada di atas awan. Sesungguhnya, kemanapun saya memandang adalah awan. Tuhan berkata, “Kita ada di atas awan-awan.”

Awan mempunyai arti penting bagi Tuhan. Alkitab mengatakan bahwa pada waktu Ia kembali “mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit; sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan. Karena itu hiburkanlah seorang akan yang lain dengan perkataan-perkataan ini” (1 Tesalonika 4:16-18). Kitab Wahyu yang menyebut tentang awan-awan : “Lihatlah, Ia datang dengan awan-awan dan setiap mata akan melihat Dia, juga mereka yang telah menikam Dia” (Wahyu 1:7; 14:14).

Ini adalah satu lagi waktu yang mempesonakan di surga. Saya gembira mengetahui, bahwa akan ada awan-awan di surga sebab saya selalu mendapati mereka begitu tenang dan cantik. Saya ingat, sebagai seorang gadis kecil, berpikir bagaimana rasanya naik mengatasi awan-awan, dan sekarang saya tahu. Suatu pemandangan yang luar biasa yang Tuhan dan saya sedang nikmati.

Saya ingin tahu apakah kami akan terbang di atas awan-awan yang lembut dan mengalun yang kelihatannya begitu jauh dari tempat kami berdiri. Saya tidak mengerti dengan jelas mengapa Ia menunjukkan saya awan-awan itu. Banyak sekali orang bertanya kepada saya, “Mengapa Tuhan menunjukkannya kepadamu?” Saya biasanya tidak tahu jawaban atas pertanyaan mereka.

Yang saya ketahui ialah, bahwa Ia kelihatan senang sekali menunjukkan kerajaan surga kepada saya. Saya menduga Ia ingin kita tahu bahwa surga adalah sangat menyerupai bumi, hanya amat sangat lebih bagus.

Satu hal yang pasti – Ia adalah Tuhan yang Mahakuasa, dan saya tahu bahwa segala sesuatu yang ditunjukkan Nya kepadaku sangat penting bagi Nya. Kenyataan bahwa Ia meluangkan waktu untuk secara pribadi mengiringi saya keliling kerajaan sangat membahagiakan saya, tetapi pengalaman-pengalaman dan pesan-pesan yang berkaitan dengan pengalaman-pengalaman itu lebih berarti bagi saya daripada hidup ini.

Saya sama sekali berkobar oleh semangat rohani ini untuk menceritakan pengalaman-pengalaman dengan orang lain yang perlu mengetahui dan mengerti, dan dengan menjadi seorang wakil umat manusia saya dapat menjadi tempat Bapa menyalurkan curahan kasih karuniaNya kepada orang-orangNya. Kita ini ang-katan yang sangat mujur. Tuhan sudah berada diambang pergerakan yang luar biasa. Tuhan akan kembali dengan cepat.

 

PERCAYALAH AKAN SURGA

 

Seseorang telah menulis kata-kata yang sangat benar ini: “Surga adalah sebuah tempat yang disediakan untuk orang-orang yang bersedia.” Tuhan telah memberi saya pengalaman-pengalaman ini sehingga aku akan siap menerima tempat yang telah disediakanNya untuk saya, dan supaya aku dapat membantu orang lain bersedia.

Inti daripada kata-kata ini adalah : “Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di surga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu” (Matius 5:12). Pengharapan akan surga adalah sukacita bumi.

Sesudah kunjungan kami ke puncak gunung, diatas awan-awan kemuliaan, Tuhan kembali membawa saya ke gedung putih, dimana kami biasa berganti baju. Abraham ada di sana menyambut kami, dan ia bercakap-cakap dengan Tuhan untuk beberapa menit sementara saya dan berdiri diam dan membayangkan kembali pemandangan diatas awan-awan.

Kemudian Tuhan pergi ganti baju, dan Abraham mendatangi saya. Ia meletakan tangannya ke punggung saya dan berkata, “Tuhan telah menunjukkan banyak mengenai kerajaan.” Abraham adalah seorang yang sangat tinggi dan berjanggut panjang.

Saya mengangguk, dan seorang malaikat yang elok datang mengiringi saya kedalam ruangan ganti. Dengan mengenakan mahkota dan jubah surgawi saya, Tuhan dan saya berjalan menuju kolam. Tiba-tiba saya menyanyi.

Tuhan mengambil tempatNya di atas batu, dan saya mulai menari, tetapi saya tidak dapat melanjutkannya. Kesedihan yang dalam menyelubungi saya, dan saya mulai menangis. Saya mendapat firasat, bahwa Tuhan tidak akan membawa saya ke kolam setelah kunjungan ini, dan ini menyebabkan saya bertambah sedih sekali.

Saat ini, saya menangis tersedu-sedu. Tuhan, saya mengetahui semua pikiran dan perasaan kita, memanggil saya untuk datang kesebelahNya. Saya tidak mau ikut perintahNya, sebab saya menyangka saya tahu apa yang akan dikata-kanNya kepada saya – bahwa kami tidak akan kembali ke kolam.

Ia memanggil saya lagi, dan saya dengan enggan menurutiNya. Saya duduk disebelahNya , memegang tanganNya dan meneruskan menangis.

“Tuhan,” saya berkata, “Aku merasa Engkau tak akan membawaku kemari lagi. Jangan meninggalkan aku, sebab aku sangat rindu padaMU.” Saya meremas lenganNya dan memegangNya erat-erat.

“PuteriKu sayang, engkau benar. Aku tidak membawamu kesini sampai hari terakhir. Engkau tahu bahwa ia akan terjadi segera, jadi sabarlah sehingga sampai waktunya. Aku telah cukup menunjukkan tentang surga untuk diceritakan kepada dunia, tetapi Aku masih ada hal-hal untuk ditunjukkan padamu di bumi.

“Aku akan membawamu kepantai dan brcakap-cakap denganmu disana, jadi aku ingin engkau tidak menangis lagi. Aku akan bersamamu di mana saja. Setiap kali engkau ingin berjumpaKu, Aku akan disana dan engkau akan melihatKu. Aku akan melindungimu daripada segala kejahatan di bumi.”

“Puteri, Aku tahu di dalam hatimu engkau selalu ingin membantu mereka yang miskin. Aku akan memberkatimu dengan melimpah sehingga engkau dapat membantu siapa saja yang ingin kau bantu.”

“Terima kasih, Tuhan. Aku sangat mengingininya. Sungguh aku ingin membantu mereka yang miskin.

“Itulah salah satu sebabnya Aku sangat menyayangimu, puteriKu. Apabila engkau kembali ke kerajaan untuk hidup disini selama-lamanya, Aku kan memba-wamu ke kolam ini. Engkau selalu menjadi puteriKu yang istimewa. Aku tak ingin engkau menangis untukKu lagi. Aku mau engkau bergembira setiap hari selama engkau di bumi.

“Terima kasih karena bersabar dan mengerjakan semua pekerjaan ini bagiKu. Aku ingin engkau dan suamimu melayaniKu sehingga hari-hari akhir. Buku ini yang sedang engkau tulis untukKu – selesaikanlah, dan engkau akan diberi petunjuk. Jangan kuatir akan apapun.”

“Aku ingin anak-anakKu membaca buku ini, sebab banyak sekali dari mereka mempunyai keragu-raguan tentang surga. Aku ingin mereka percaya bahwa surga itu ada dan menjalani hidup yang kudus dan taat supaya mereka dapat masuk ke dalam kerajaan-Ku. “

“Buku ini mengenai segala firmanKu dan kerajaan yang Aku sediakan untuk siapa saja yang ingin datang. Segala sesuatu telah tersedia.”

“Buku ini harus ditulis oleh seorang yang penuh urapan Roh. PuteriKu, jikalau engkau tidak di bawah kuasa istimewa Roh Kudusku. Aku tidak akan dapat memakaimu untuk pekerjaan ini. Seperti yang telah Kukatakan sebelumnya, Aku telah menyiapkanmu lama sekali untuk perjalanan ini, sebab Aku tahu Aku akan segera datang dan Aku ingin anak-anak Ku tahu bahwa segera Aku akan datang untuk mereka. PuteriKu sayang, Aku selalu ingin engkau ingat akan kolam ini.”

Kata-kataNya sangat menggerakkan hati saya. Hati saya sungguh diliputi cinta akan Tuhan. Ia berdiri, dan saya tahu tiba waktunya bagi kami untuk pergi. Saya meneruskan menangis, tetapi hati saya diyakinkan dengan pengetahuan akan bersama dengan Tuhan selamanya dan bahwa Ia akan selalu bersamaku di bumi.

Di kamar ganti, seorang malaikat Tuhan memeluk saya. Suasana sangat menggirangkan hati di tempat di mana selalu ada banyak sekali cinta, kasih sayang, dan pengertian. Waktu saya berganti pakaian saya, saya menduga bahwa Abraham maupun malaikat itu tahu ini adalah kunjungan terakhir saya ke surga. Ketika saya keluar dari ruangan ganti pakaian, malaikat itu memeluk saya sekali lagi.

Malaikat itu berambut pirang, berjubah putih melambai dan berparas lembut dan hangat. Malaikat itu tersenyum kepada saya ketika saya berjalan ke arah Tuhan.

Kami kembali ke bumi di mana kami duduk ditepi laut, dan Tuhan meng-ingatkan saya akan hal-hal yang dikatakanNya di kolam surgawi. Ia memberitahu saya Ia tidak akan meninggalkan atau mengabaikan saya. Ia berkata kami akan bertemu di pantai. Ia mengingatkan saya untuk mencatat semua yang ditunjukkan dan diceritakan Nya kepada saya.

Ketika Ia pergi, kesedihan saya lenyap. Saya percaya kata-kata Nya. Saya memegang janji-janjiNya. Sebuah ayat Alkitab berkata ke dalam hati saya: “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa muridKu dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai akhir jaman” (Matius 28:19-20).

Saya mengerti bagaimana perasaan murid-murid ketika mereka menge-tahui bahwa Yesus akan meninggalkan mereka dan pergi ke surga. Ia menyakin-kan mereka dengan kata-kata yang sama yang diucapkan Nya kepada saya. Saya tahu Ia akan selalu bersama saya dan malaikat-malaikat Nya akan menjaga saya sementara saya berusaha keras membantu memenuhi firman tentang Tugas Besar Nya.

 

Aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gadaMu dan tongkatMu, itulah yang menghibur aku. Engkau menyediakan hidangan bagiku, dihadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah. Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa.

Mazmur 23:4-6

 

Saya sungguh percaya firman dari Mazmur 23

 

KENANG-KENANGAN INDAH

 

Walaupun sedih, karena saya sadar saya tidak akan kembali ke surga untuk waktu ini, saya juga tahu saya tidak akan menukar sesaatpun dari pengalaman-pengalaman surgawi saya dengan apapun juga yang dapat diberikan oleh bumi ini. Sungguh, tiada apapun dapat dibandingkan dengan kemuliaan surga.

Saya menghabiskan waktu pagi dan siang pada 8 April menyanyikan lagu-lagu surgawi, mendalami firman, dan mencoba lebih dari biasanya sebab saya tidak tahu kapan saya akan dapat bertemu dengan Tuhan lagi. Saya melakukan setiap pagi, tetapi pagi itu saya menghabiskan berjam-jam dalam terus berdoa, memuji dan mendalamu Firman Tuhan. Sejak saya menjadi orang percaya, berdoa menjadi kebiasaan saya. Dengan cara inilah Tuhan hadir di dalam hidup saya setiap waktu.

Khususnya pagi itu saat yang sangat menyushkan bagi saya, karena saya memikrikan tidak dapat ke surga dengan Tuhan lagi sehingga hari terakhir. Kira-kira pukul 1 siang itu saya mulai merasa sangat sedih lagi. Saya mengingat-ingat bahwa saya tidak akan bersama dengan Tuhan ke surga lagi. Bersama dengan Tuhan adalah pengalaman yang paling bahagia seumur hidup saya. Tiada kata-kata yang dapat menerangkan dengan sempurna kegembiraan yang saya alami sawaktu kunjungan-kunjungan ke surga itu. Meskipun saya merasa sangat letih selama bulan-bulan itu, saya telah disegarkan secara rohani.

Saya mulai menangis. Suara Tuhan yang tegas dan kuat menarik perhatian saya. Ia berkata, “PuteriKu, Aku berkata kepadamu jangan menangis untuk Ku lagi.”

Saya mencoba membendung air mata saya tetapi tidak dapat.

“Tuhan, maafkan aku. Aku hanya berharap Engkau membawa ke surga bersama Mu.”

Saya ingin Ia membawa saya seketika itu juga, sebab saya sudah tidak peduli mengenai hal-hal apa saja di dunia ini lagi. Pikiran bersama dengan Yesus di surga mememnuhi seluruh pikiran saya. Saya dengan tidak malu-malu menya-takan ini kepada Tuhan.

“Aku tidak mau menunggu,” saya berkata.

Teguran Nya menusuk hati saya : “Puteriku sayang,  Aku telah memberi-tahumu, bahwa Aku memerlukanmu untuk melakukan pekerjaanKu di bumi. Sabarlah.”

Nada suaraNya memantulkan kemarahan. Ia meneruskan : “Saya akan datang lebih cepat daripada yang dipikir oleh setiap orang. Hanya ingat bahwa Aku tidak akan meninggalkanmu. Engkau perlu istirahat.”

Dengan itu, Ia pergi. Beban saya telah diambil dari saya, meskipun saya masih ingin bersama dengan Tuhan di surga. Semua ketakutan akan kematian telah dihapuskan daripada saya, sebab saya tahu, bahwa kematian berarti permulaan hidup yang kekal di surga. Kadang-kadang bahkan saya berharap untuk mati, tetapi saya mengulangi janji untuk memenuhi tugas yang telah diberikan oleh Yesus kepada saya.

Sementar itu, saya mempunyai banyak knangan-kenangan yang berharga untuk dingat dan dihidupkan lagi. Pikiran saya ingat segala ssuatu yang saya lihat di surga – setiap jalan yang kami susuri, bangunan-bangunan yang kami masuki, gunung-gunung yang kami daki, malaikat-malaikat, Abraham, awan-awan, sungai-sungai, hewan-hewan, bunga-bunga, pohon-pohon, burung-burung, batu-batu, lautan, danau, kolam-kolam, orang-orang, ketenteraman, dan kegembiraan yang sangat dari semuanya itu.

Saya tidak akan seperti dulu lagi ketika saya berpikir saya ingin menikmati bumi ini sebanyak tahun mungkin – hidup sampai tua dan melancong ke sana-sini. Saya hanya ingin bersama Tuhan lebih dari apapun juga. Saya tahu surga itu sangat nyata, dan jarang yang lebih penting, saya tahu Yesus selalu ada di sana. Saya mencintaiNya lebih daripada hidup saya, dan saya ingin setiap orang prcara pada Nya dan dia tahu ada surga yang telah disediakan bagi mereka.

Saya setuju dengan pemazmur, yang menulis :

 

Sebab kasih setiaMu lebih baik daripada hidup; bibirku akan memegahkan Engkau. Demikianlah aku mau memuji Engkau seumur hidupku dan menaikkan tangaku demi namaMu … Apabila aku ingat kepadaMu di tempat tidurku, merenungkan Engkau sepanjang kawal malam, - sungguh Engkau telah menjadi pertolonganku, dan dalam naungan sayapMu aku bersorak-sorai. Jiwaku melekat kepadaMu, tangan kananMu menopang aku.

Mazmur 63:4-9

 

Saya biasanya ingin tahu akan hal-hal ini, dan kadang-kadang saya bergelut untuk percaya, tetapi sekarang saya tahu, sebab saya tahu saya sudah tahu. Ada surga, dan itulah rumah kita yang sebenarnya. Tuhan sangat sering menunjukkan kepada saya kumpulan-kumpulan air di surga, dan Ia berkata pada saya : “Hati siapapun yang tidak semurni air dan tidak hidup sesuai dengan FirmanKu dan tidak akan masuk ke kerajaanKu.”

Ia mengulangi sekali ini dan sekali lagi, jadi saya tahu ini penting. Ia juga berkata : “Banyak yang tidak akan ke kerajaan sebab mereka tidak hidup sesuai dengan FirmanKu. Sebab itulah Aku menunjukkan kepadamu orang-orang yang memakai jubah berwarna coklat pasir dan kelabu.

Saya tahum bahwa saya tidak mengetahui apa-apa tentang menulis buku, dan saya hanya tahu sedikit tentang Firman Tuhan, kecuali betapa pentingnya taat dan takut akan Tuhan, tetapi Ia memberitahu saya untuk tidak kuatir. Akhirnya saya belajar bagaimana menyerahkan segala kekuatiran saya kepada Nya, sebab saya tahu, Ia peduli saya. Saya ingin melakukan yang terbaik untuk menye-nangkan Tuhan selalu.

 

SURGA ITU SUNGGUH ADA

 

Delapan hari setelah kunjungan terakhir saya ke surga, Tuhan mengun-jungi saya hampir dua jam lamanya. Pada pagi hari 16 April. Badan saya bergon-cang selama dua puluh menit, dan saya mengeluh dan berkeringat dalam persiapan menyambut kunjungan Tuhan. Ia berkata, “PuteriKu, Aku harus bercakap denganmu.”

Dengan cara biasanya, Ia memegang tangan saya, dan saya melihat badan transformasi saya berjalan dengan Dia di pantai. Kami menuju ke arah batu di mana kami sering duduk.

Sambil kami berjalan, saya berkata : “Aku rindu untuk bersamaMu Tuhan. Sekarang sudah delapan hari sejak ngkau terakhir membawaku ke surga.”

Ia mendengarkan, dan saya tahu Ia mengerti, tetapi Ia diam sejenak. Kami meneruskan berjalan, dan kemudian kami duduk di atas batu. Tuhan berkata, “Aku merindukanmu juga.”

Saya mulai menyanyi dalam roh. Nyanyian-nyanyian keluar, dan saya tidak dapat mengendalikannya apalagi saya bersama Tuhan. Ini membuat saya sadar, bahwa Tuhan suka akan lagu dan tarian. Ketika saya menyanyi, Ia melihat wajah saya dan Ia kelihatan gembira. Tetapi kali ini Ia memotong, “Puteri, Aku harus berbicara denganmu.”

Saya masih terus menyanyi, jadi Ia mengulangi, “Aku harus berbicara denganmu.”

“Maafkan saya, Tuhan.”

“Aku lihat buku Ku berjalan dengan lancar. Apakah engkau menulis judul dari buku yang Kuberikan padamu ?”

“Ya, Tuhan.”

“Aku telah berkata kepadamu Aku akan mengatur segalanya.”

Berusaha mendapatkan judul yang sesuai untuk buku itu bukan satu tugas yang mudah. Seolah-olah judul yang tepat susah lahir. Kemudian, ketika waktu doa minggu sebelumnya, saya minta Tuhan akan sebuah judul. Sewaktu saya berdoa dalam Roh, kata-kata surga itu nyata berulang-ulang keluar dari Roh saya. Sesungguhnya, saya tidak dapat berhenti mengucapkannya.

Perasaan sangat damai datang kepada saya ketik saya sadar, bahwa ia adalah judul dari Tuhan untuk buku Nya – Heaven is so Real! – dan apa judul yang lebih baik lagi ? Inilah artinya yang tepat, temanya, isi buku ini. Inilah yang dikehendaki Yesus untuk diketahui oleh semua orang.

“Barangsiapa yang ingin datang ke kerajaanKu harus percaya dan bersiap untuk kedatanganKu.” Tuhan melanjutkan. “Ini akan sangat lebih cepat dari yang mereka kita.

“Bahkan orang-orang percaya yang setia tidak yakin, bahwa sungguh ada kerajaan surga. Aku mau semua anak-anakKu yang ragu-ragu menjadi percaya bahwa, kerajaanKu itu nyata. Ini akan memimpin mereka untuk berhati lebih setia, taat dan kudus sehingga mereka dapat masuk kerajaan Ku.”

 

TIDAK ADA JALAN MUDAH KE SURGA

 

Tuhan ingin semua orang percaya. Penulis Ibrani menekankan pentingnya untuk percaya dengan mengatakan bahwa kita sesungguhnya tidak dapat menye-nangkan Tuhan tanpanya.

Tetapi tanpa iman tidak mungkin berkenan kepaad Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia.

Ibrani 11:6

 

Iman datangnya dari mendengar firman Tuhan, seperti yang dijelaskan oleh Paulus : “Jadi iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus” (Roma 10:17). Tuhan ingin kita percaya firman Nya, dan firmanNya menunjukkan kita ke surga.

Yesus berkata, “Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firmanKu tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan mene-rimanya.” Firman Tuhan menanamkan iman ke dalam hati kita sehingga kita dapat menjangkau dengan iman ketika kita berdoa, dan karena itu menerima jawaban-jawaban atas doa-doa kita.

Inilah yang terjadi ketika saya minta Tuhan judul dari bukuNya. Ia men-dengar doa saya dan menjawabnya. Ia adalah Tuhan yang sangat besar dan mulia, dan surga Nya sungguh nyata !

Tuhan meneruskan : “Aku akan membawa semua orang yang hidup dalam firmanKu ke dalam kerajaanKu, tetapi jalan ke kerajaan bukan jalan yang mudah.

“Puteri, engkau terus bertanya mengapa Aku memilihmu untuk pekerjaan ini.” Aku memberitahumu lagi. Engkau adalah puteri yang tepat untuk buku ini. Aku tabu engkau akan berbuat apa saja yang Kuperintahkan untuk engkau lakukan, walau bagaimanapun sulitnya untukmu.”

“Engkau akan membuat banyak orang sangat heran, sebab Aku memilih seorang puteri dan bukannya seorang putera untuk pekerjaan akhir zaman. Aku tahu banyak puteri-puteri lebih tahir hatinya daripada putera-putera dan mereka sangat menyenangkan hatiKu. Melaluimu banyak puteri-puteri akan bahagia. Aku bermaksud untuk memberikan urapan istimewa kepada banyak puteri-puteri untuk pekerjaan akhir zaman, dan mereka harus bersedia untuk menerimanya.”

“Aku ingin engkau menulis tepat seperti apa yang Kutunjukkan dan beri-tahukanmu. Tidak lebih dan tidak kurang. Setelah ini selesai, engkau akan mene-rima karunia-karunia istimewa untuk melayaniKu, dan engkau akan menjadi berkat bagi orang-orangKu. Aku akan memberikatimu juga lebih daripada yang engkau harapkan.”

“Tuhan, berkat satu-satunya yang kuinginkan adalah untuk membaha-giakanMu. Saya tidak memerlukan apapun, sebab Engkau telah memberikan semua yang kuperlukan atau inginkan di bumi ini. Sekarang, jikalau saya dapat melayani Mu dengan sepenuhnya, itulah yang akan membuatku lebih bahagia dari apapun juga, dan saya ingin seluruh keluargaku melayaniMu dan bersedia memberikan hidup mereka bagiMu.”

“Itulah sebabnya Aku sangat mengasihimu, puteri,” Ia berkata, dan menambahkan : “Jangan lupa memakai kata-kata nubuatan Pendeta Randolph di dalam buku ini. Dan ingat, Aku akan membawamu ke mari lagi.”

Kami berdiri, berjalan di atas pasir, dan memandang Lautan Pasifik. Sebelum naik, Ia berkata, “Tuliskan semua yang Kukatakan kepadamu.”

Saya memegangNya dengan kuat ketika kami berpelukan. Saya tidak mau Ia pergi, tetapi saya tahu ini perlu. Saya tahu surga itu sungguh ada dan bahwa saya tidak perlu kuatir apapun. Selama-lamanya saya akan bersama Dia.

 
 
 
1
Hosted by www.Geocities.ws