DALAM
PERJALANAN KE SURGA
Aku
berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan
surgawi dari Allah Yesus Kristus
FILIPI
3:14
Nama saya Choo Nam Thomas. Saya adalah
seorang Amerika kelahiran Korea. Saya puteri satu-satunya dari tiga
bersaudara. Saya mempunyai seorang kakak dan seorang adik laki-laki. Saya
telah berumah tangga dan mempunyai dua orang anak, seorang putera dan
seorang puteri, keduanya telah menikah. Saya juga telah mempunyai dua cucu
laki-laki dan dua cucu perempuan.
Di Korea, keluarga saya tidak beragama sama sekali. Saya tidak pernah
mendengar tentang Yesus sehinga saya tidak pergi ke Gereja. Saya hanya
mendengar tentang Gereja dan Tuhan.
Saya menjadi orang percaya pada bulan
Pebruari 1992. saya sangat jatuh cinta pada Yesus setelah saya ikut ke
gereja beberapa kali. Ketika saya menyadari apa yang telah dilakukan Nya
untuk saya, saya telah memutuskan bawa saya ingin memberikan seluruh jiwa
raga saya kepada Nya seumur hidup saya.
Tuhan menjawab dengan mengabulkan
doa-doa saya, dan ini menjadikan iman saya bertambah kuat setiap hari.
Saya mulai kehilangan keinginan-keinginan lama saya setiap hari, dengan
sangat cepat. Saya hanya dapat memikirkan tentang Yesus setiap saat saya
sedang tidak tidur. Saya begitu menghormati Tuhan sehingga dengan sadar
saya tidak akan berbuat sesuatu yang salah melawan kehendak Nya. Saya
hanya ingin menyenangkan Nya, dan saya ingin tahu segala sesuatu mengenai
Nya supaya saya dapat menceritakannya kepada orang lain.
SUATU PENGLIHATAN
DAN API TUHAN
Saya
menerima api Roh Kudus ketika saya sedang berdoa di rumah dalam bulan
Januari 1994. Sebulan sesudahnya, saya melihat hadirat Tuhan ketika saya
sedang menyembah di Neighborhood Assembly of God di Tacoma,
Washington. Ia sedang duduk dekat mimbar. Kaki Nya bersilang, dan saay
dapat melihat Nya dengan terang dalam sosok Anak Manusia, hanya saya tidak
dapat melihat wajah Nya.
Menurut pandangan saya, Ia mempunyai
rambut putih sutera dan memakai jubah putih murni. Pribadi Nya jelas
kelihatan kepada saya hampir lima menit lamanya. Setelah melihat Nya badan
saya seperti berkobar dengan kegirangan yang tak terkatakan, dan saya
menyerahkan sepenuh hati saya kepada Yesus. Segera setelah pengalaman yang
mengubah hidup ini, keluarga saya dan saya mulai ikut Puget Sound
Christian Center di Tacoma, Washington.
Saya mengalami lagi pengalaman rohani
yang luar biasa pada waktu Minggu Paskah tahun 1995. Ketika menghadiri
kebaktian dengan keluarga saya di Puget Sound Christian Center,
tubuh saya mulai bergoncang dengan kuat sekali, dan saya harus tinggal
sampai kebaktian di kedua. Saya mengalami gejala yang sama seperti dialami
oleh kaum Quakers, Shaker, dan Pentakosta di jaman mula-mula.
Sejak itu, tubuh saya tak pernah
berhenti bergoncang di gereja atau waktu berdoa di rumah. Dua minggu
setelah pengalaman di Minggu Paskah itu, saya menerima roh ketika di rumah
dan mulai memuji dalam Roh. Ketika sedang menonton suatu program Benny
Hinn di televisi, saya bangun berdiri dan mengangkat tangan saya berdoa/
kemudian saya jatuh ke lantai selama hampir tiga jam. Urapan Roh Kudus
Tuhan begitu kuat sehingga saya tidak dapat bangun dan yang dapat saya
lakukan hanya menyanyi dan berbahasa roh dan tertawa.
Setiap kali kebaktian pujian setelah
itu, saya dapat melihat kehadiran Tuhan Yesus di gereja.
Penglihatan-penglihatan yang terus menerus saya terima mengenai Dia memang
tidak sejelas yang pertama kalinya, tetapi sama nyatanya.
BEJANA YANG SIAP
DIPAKAI
Saya
percaya pengalama-pengalaman yang menggairahkan dan luar biasa ini adalah
persiapan untuk pekerjaan yang Tuhan sediakan bagi saya. Saya mempunyai
keinginan kuat untuk menerima karunia kesembuhan gan memenangkan jiwa-jiwa,
tetapi saya tidak tahu bagaimana melayani Dia, kecuali dengan menceritakan
tentang Yesus kepada setiap orang.
Mula-mula
beberapa anggota keluarga serta kawan-kawan menolak berita saya dan
membenci saya karena terus menceritakan tentang Yesus. Sekarang
bagaimanapun juga, keadaan berubah. Tidak perduli dengan siapa saja, saya
hanya ingin bercerita tentang tuhan, dan Ia telah memberi saya anugerah
untuk membimbing banyak orang kepada Nya, termasuk keluarga dan
teman-teman saya. Semua orang yang saya kasihi telah selamat sekarang.
Yesus
senantiasa dalam pikiran serta lidah saya. Ketika waktu-waktu yang sukar
datang, saya berpikir tentang apa yang telah dilakukan oleh Yesus bagi
kita. Ketika saya ingat semua yang dilakukan Nya, saya sadar bahwa tak ada
sesuatupun yang sukar bagi saya. Ketika seseorang menyakiti hati saya,
saya hanya membayangkan semua yang telah dilakukan oleh Yesus bagi saya di
Kalvari, dan rasa damai langsung datang kepadaku.
Sebelum
kunjungan Tuhan untuk pertama kalinya, saya mendapat mimpi yang sangat
istimewa tentang awan. Mimpi-mimpi ini mengingatkan saya suatu hal yang
pernah diberitahukan oleh mendiang ayah kepada saya.
Ayah saya
bercerita, bahwa ibu saya telah mendapat mimpi yang aneh tentang saya
sebelum ia mengandung saya. Ia berkata bahwa ibu saya tidak pernah lupa
akan mimpi tersebut tentang suatu hari yang terang tiba-tiba menjadi
mendung. Awan-awan datang menuju depan rumah. Salah satu awan itu datang
ke dalam kamar di mana ia sedang tidur dan memenuhi kamar dengan suatu
cahaya putih.
Ibu saya
menderita sakit hamper selama hidupnya, dan ia meninggal ketika ia masih
berusia empat puluh. Ia tidak pernah membagikan mimpi-mimpi dan
penglihatan-penglihatan ini dengan saya, tetapi ayah saya banyak kali
mencerita-kannya, terutama tentang awan-awan. Saya tidak pernah berpikir
lebih panjang tentang itu sampai saya mengalami sendiri pengalaman saya
dengan mimpi-mimpi dan penglihatan-penglihatan.
Tafsiran
ayah saya tentang mimpi tersebut adalah bawah saya dapat menjadi seorang
yang sangat sukses sekiranya saya dilahirkan sebagai anak laki-laki, sebab
pada waktu itu seorang Timur percaya bahwa hanya anak laki-laki saja yang
dapat mencapai kejayaan dalam hidup. Saya percaya, bagaimanapun juga,
bahwa mimpi itu adalah suatu tanda dari Tuhan. Sementara Saudara memba
buku ini, Saudara akan melihat, bahwa awan memainkan bagian yang penting
dalam persiapan yang telah danmasih dilakukan oleh Tuhan dalam kehidupan
saya.
Sejak
bertemu dengan Yesus, saya telah memiliki keinginan yang kuat untuk berdoa
bagi orang lain. Saya telah menjadi penjang doa yang tekun. Doa syaafat
telah menjadi gaya hidup saya. Saya ikut belajar Alkitab secara teratur
pada sebuah gereja Korea-Amerika selama setahun sebelum suami saya, Roger,
diselamakan.
Saya,
tidak melayani sepenuh waktu di gereja ataupun mengenal banyak firman
Tuhan, tetapi Ia memilih saya untuk tugas istimewa Nya. Menurut Tuhan saya
Yesus, Ia ingin saya mengenal Nya terlebih dahulu dan belajar untuk
memenuhi Nya dan memusatkan perhatian kepada Nya saja. Dengan
memperlihatkan surga kepada saya dan semua penglihatan-penglihatan yang
lain, saya telah mendapatkan keistimewaan untuk mengalami, bagaimana Is
mulai mempersiapkan saya untuk bidang pelayanan di mana Ia telah memanggil
saya. Sekarang saya belajar tentang Dia melalui doa dan belajar Firman Nya.
PENGLIHATAN
TENTANG SURGA
Sisa
bab-bab dalam buku ini, seperti yang akan Saudara temukan, mencatat
beberapa perjalanan yang luar biasa di mana Tuhan telah membawa saya sejak
saya menyerahkan hidup saya kepada Nya. Ia minta saya mencatat
pengalaman-pengalaman luar biasa ini di dalam buku ini, sehingga orang
lain akan melihat dan mengerti. Mengapa Ia memilih saya untuk pekerjaan
yang penting ini masih merupakan suatu teka-teki untuk saya, tetapi saya
mengerti, bahwa Ia ingin saya mengingatkan orang di dunia dan di gereja
bahwa kita sudah tidak mempunyai banyak waktu di mana kita telah dipanggil
oleh Nya untuk menyelesaikannya.
Bapa di
Surga menghendaki setiap orang tahu betapa Ia mencintai mereka dan ingin
memberkati mereka, jika mereka percaya pada Nya dan mematuhi Firman Nya.
Dia menunjukkan saya bahwa banyak orang percaya, pada kenyataannya, adalah
fungsionil atheis – mereka
tidak begitu percaya akan adanya sebuah surga. Saya dapat mengatakan
dengan sangat pasti bahwa mungkin bagi kita – pada sudut kekekalan ini
– untuk mengetahui bahwa surga itu
nyata. Lagi pula, saya sekarang tahu bahwa Tuhan kita sanggup seperti
Firman Nya berkata, yang dapat melakukan “jauh lebih banyak dari pada
yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang
bekerja di dalam kita” (Efesus 3:20).
Tujuan
buku ini adalah untuk memuliakan Nya : “bagi Dialah kemuliaan di dalam
jemaat dan di dalam Kristus Yesus turun temurun sampai selama-lamanya.
AMin.” (Efesus 3:20).
Bacalah
halaman-halaman buku ini dengan pikiran dan hati yang terbuka dan biarlah
Tuhan berbicara kepada Saudara. Ia mempunyai suatu rencana dan tujuan yang
luar biasa untuk kehidupan Saudara. Ia telah menyediakan sebuah rumah
untuk Saudara di surga. Seperti saya, hidup Saudara dapat mengalami gairah
mengetahui bahwa Saudara ditetapkan untuk Tanah yang Dijanjikan