Syahadat, seberapa pengtingkah ia, hingga dapat
mengeliompokkan manusia, hingga menjadi faktor penentu apakah manusia masuk
Surga dan Neraka. Dan mengapa pula banyak orang, bahkan di zaman nabi tidak
mau bersyahadat, padahal mereka mengakui Allah sebagai Tuhan mereka, dan
bahkan ketika ditanya untuk apa patung yang diletakkannya di ka’bah itu, maka
dijawablah bahwa ia digunakan untuk mendekatkan diri kepada Allah, sang
pencipta alam semesta.
Jika orang Qurays waktu itu mengakui keberadaan Allah, lalu mengapa mereka
menolak saat Allah menurunkan Rasul, yang akan menuntun mereka ke jalan
kebaikan. Toh hanya dengan mengucapkan Asyhadu Anla Ilaaha Illallaah Wa
Asyhadu Anna Muhammadar Rosuululloh.
Dalam Islam syahadat adalah persoalan tertinggi, yang tak ada yang lebih
tinggi darinya, syahadat adalah sebuah pengakuan bahwa tiada ilah, tiada
sesembahan melainkan hanya Allah semata, dan sebuah pengakuan bahwa Muhammad
adalah utusan Allah. Setelah mengakui, maka tentulah ia akan menaati, karena
sebuah ketaatan adalah bukti dari pengakuan, pengakuan tanpa ketaatan bukanlah
pengakuan namanya, akan tetapi hanyalah mengaku-ngaku saja. Barangkali itulah
mengapa orang-orang kafir quraysh yang pada saat lalu susah untuk diminta
mengucapkan syahadah adalah karena konsekwensi yang harus ditempuhnya tatkala
ia berani mengucapkannya, meletakkan Allah dan Rasul diatas segala-galanya,
mencintai Allah dan Muhammad diatas segala-galanya.
Dengan mengetahui makna syahadah, maka tentu akhirnya kita akan tahu,
sebenarnya setelah kita mengucapkan pengakuan dalam syahadat itu, ketaatan apa
yang harus kita jalani, bagaimana seharusnya kita berbuat dan sebagainya.
Syahadat adalah amalan hati, yang jika sebuah hati telah tersibghah syahadat,
maka ia akan mengendalikan seluruh aktifitas hidupnya. Semua persendian
tubuhnya akan hanyut dan larut dalam kenikmatan aktifitas di bawah naungan
syahadah, meski terkadang bencana dan rintangan musti dihadapinya. Ia rela
mengorbankan apa saja yang dimilikinya, bahkan nyawanya untuk sebuah kalimat
laailaha illallah, MuhammadarRasuulullah.
Dari stahadat pula, kemudian akan muncul tiga golongan manusia yang akan kita
bahas kemudian, yaitu yang menolak syahadat, dan bahkan memusuhi orang-orang
yang bersyahadat, maka ialah golongan orang kafir. Ada pula yang berpura-pura
bersyahadat, padahal hatinya menolak, maka ialah munafiq. Dan ada pula yang
dengan ikhlash mau menyerahkan dirinya dibawah kalimat syahadat, maka ialah
orang mukmin.
Dan hanyalah orang mukmin, yang akan beruntung, didunia dan akhirat tentu saja.
Wallahu a’lam