|
Order : |
||||||
| Wanita & | ||||||
| Keluarga | ||||||
| Depan |
|
Judul | : | Kebebasan Wanita Jilid 1 | ||
| Anak-anak | Pengarang | : | Abdul Halim Abu Syuqqah | |||
| Al Qur'an & Hadits | Penerbit | : | Gema Insani Press | |||
| Aqidah | Halaman | : | 326 Hal | |||
| Buku Saku GIP | Cetakan | : | Kedua, Mei 2002 | |||
| Do'a & Dzikir | Harga | : | Rp. 36.500,00 | |||
| Harun Yahya | ||||||
| Ibadah | ||||||
| KH Abdullah Gymnastiar |
|
|||||
| Novel & Cerpen | ||||||
| Pengetahuan | ||||||
| Tazkiyatun Nafs |
Belakangan ini muncul berbagai kajian tentang masalah wanita. Sayangnya,
kajian tersebut berpihak pada hadits-hadits maudhu' atau mendekati maudhu'
sehingga merebak pandangan yang diklaim membela hak kaum wanita agar sama
dengan kaum laki-laki (feminisme) atau sebaliknya pandangan yang
mengantarkan kaum wannita pada kebodohan dan keterbelakangan (konsep
jahiliah). Sangat jarang sekali kita temukan kajian yang mengangkat
karakteristik kemanusiaan wanita sekaligus membebaskannya dari belenggu
tradisi jahili sebagaimana rentangan sejarah para sahabat dan shahabiyah.
Lewat hadits-hadits shahih Bukhari dan Muslim kita akan menemukan konsepsi
Islam yang sarat dengan pengakuan atas keberadaan dan kiprah wanita dalam
berbagai bidang kehidupan. Kajian yang membebaskan tersebut dapat kita baca karya Abdul Halim M. Abu Syuqqah ini. Pada jilid pertama ini, beliau mengupas tuntas karakter wanita yang dikaitkan dengan hadits yang diklaim oleh kebanyakan orang sebagai dalil bahwa wanita paling dominan menghuni neraka. Kenyataannya ada kelompok yang pro dan kontra terhadap wanita, tetapi Dr. Yusuf Qardhawi dalam pengantar buku ini berujar bagi yang terlanjur hendaklah surut dan yang tertinggal hendaklah menyusul. Tentang pentingnya buku ini, Muhammad al-Ghazali mengatakan bahwa semestinya kajian seperti ini sudah dimulai sejak berabad-abad yang lalu. Prof. Abdul Halim Muhammad Abu Syuqqah adalah cendekiawan muslim yang sejak remaja aktif dalam pergerakan Ikhwanul Muslimin. Bahkan ia akrab dengan pendiri organisasi ini, Hasan Al-Banna. Pengalaman di penjara karena aktivitas dakwah, menempanya menjadi seorang pemikir mujaddid yang istiqamah. Dialah yang membidani lahirnya majalah al-Muslim al-Muashir, media dakwah yang terkenal kritis. Sang penulis yang juga pengajar ini, bekerja satu atap dengan Dr. Yusuf Qardhawi di Departemen Pendidikan dan Pengajaran di Qatar. |
|||||
| Uswatun Khasanah | ||||||
| Wanita & Keluarga | ||||||
| VCD | ||||||
| Software | ||||||
| Nasyid | ||||||