Kepuasan pelanggan,
The Never Ending Journey !
Bobby Reza, Skom,MM
FE-UBL
If you concern about customer
satisfaction, prepare your self for never ending journey..........!!!
Kepuasan pelanggan selalu menggelitik saya,bagaimana
kita dapat memuaskan pelanggan,bagaimana kita dapat melakukan suatu usaha yang
dapat menyentuh dan menggetarkan perasaan pelanggan kita sehingga kita
dipandang memiliki sesuatu yang “lebih”. Kepuasan......., its a long and never
ending journey, betulkan.............! bagaimana ukuran kepuasan bisa
diterapkan kepada manusia bila kata “puas” tidak akan ada batasnya didalam diri
manusia. Sampai botak kepala kita,pusing tujuh keliling berusaha memikirkan
bagaimana caranya agar kita benar-benar dapat memuaskan makhluk yang bernama
“manusia” ini. Seluruh daya upaya kita keluarkan, dana,waktu dan energi kita
kuras agar mereka mau menggunakan atau mengkonsumsi barang dan jasa yang kita
punyai.
Suatu saat kita yakin bahwa dengan menurunkan harga
atau memberikan diskon gila-gilaan atas apa yang kita keluarkan, kita yakin
mereka akan puas dengan menyikat habis produk kita. Dilain pihak kita melakukan
promosi besar-besaran dengan harapan konsumen kita akan tahu lalu akan berusaha
mencari untuk menyikat habis juga produk kita, sampai pada suatu titik puncak
kita melakukan aktifitas yang super inovatif dengan mengutak – atik produk kita
dengan harapan agar kita dapat memberikan nilai lebih/added value bagi
pelanggan dengan demikian, harapan kita pelanggan akan terkunci dan mau tidak
mau mereka akan menggunakan produk kita.
Tujuan
memuaskan pelanggan.
Sebenarnya ada apa dengan kepuasan pelanggan, mengapa
kita harus begitu bekerja keras untuk kepuasan pelanggan ? jawabannya bukan
karena kita ingin membuat pelanggan kita bahagia, tetapi lebih kepada esensialnya
yaitu kita ingin mereka kembali dan menghabis uang mereka untuk
menggunakan/mengkonsumsi barang dan jasa yang kita hasilkan. Bayangkan bila
mereka puas maka kita akan menghadapi suatu kondisi dimana pelanggan kita akan:
1.
Membeli dan
terus, dan teruuus membeli barang atau jasa yang kita hasilkan.
2.
Membeli atau
mengkonsumsi item-item tambahan (additional feature).
3.
Memberikan Kita
proporsi yang besar dari pembelanjaan mereka yang mereka keluarkan.
4.
Memudahkan
setiap aktifitas yang berhubungan dengan kita.
5.
Menyebarkan
reputasi kita kepada calon pelanggan yang baru,tanpa usaha marketing kita akan
kedatangan paling tidak 5 orang pelanggan baru......enak kan !
6.
Sedikit agak
lebih cuek terhadap harga, price is not
the greatest motivator,bayangkan 68 % pelanggan yang lari bukan karena harga
atau kualitas produk tetapi karena pelayanan yang jelek. Ingat saja kasus AWAIR
yang memberikan pelayanan yang buruk walau harga kompetitif akhirnya harus
merelakan dirinya terhempas persaingan akhirnya out of business.
7.
Pelanggan puas
akan mempengaruhi moral karyawan, mereka akan menjadi lebih, lebih asertif
dalam setiap tindakan yang mereka lakukan.
Diatas adalah hal-hal yang baik, yang akan terjadi
bila kita memiliki barang dan jasa yang dapat memuaskan pelanggan, anda akan
lebih terkejut bila kepuasan pelanggan tidak terwujud maka kita akan mendapat
suatu kondisi dimana :
1.
Sama sekali
tidak diberikan kesempatan kedua, They’re gone and we are R.I.P
2.
Pelanggan tidak
memberi tahu masalah sebenarnya yang kita hadapi, mungkin hanya 10% pelanggan
saja yang akan berkata jujur dengan memberikan komplain –nya kepada kita
selebihnya tidak.
3.
Pelanggan akan
mengalihkan hati dan cintanya kepada yang lain.
4.
Reputasi buruk
kita akan tersebar dengan cepat, dalam suatu hasil penelitian mengatakan bahwa
pelanggan yang unhappy akan
menyebarkan berita buruk tentang kita ke sembilan orang yang lain dan 13 %
pelanggan akan menyebarkan reputasi buruk itu ke 20 orang yang lain.
5.
Pelanggan akan
berfokus pada harga bukan pada kesetiaan.
6.
Pelanggan yang kecewa akan mempengaruhi moral karyawan,
income menurun dan di mata pelanggan hanyalah ketakutan akan....... lay off
atau istilah keren perampingan.
Pelanggan, siapa sih dia......bila kita berfokus pada
pelanggan eksternal maka kita sudah melakukan kesalahan yang besar. Sebagai
sebuah organisasi yang menghasilkan suatu barang atau jasa maka kita tidak
boleh lupa dengan yang namanya internal customer atau pelanggan internal,
mati-matian kita menguras energi untuk memuaskan pelanggan eksternal tapi kita
lupa apakah kita sudah mati-matian juga memuaskan karyawan kita. Keeratan
hubungan antara pelanggan internal dan eksternal tergambar pada gambar dibawah
ini :

Dari model diatas dapat terlihat bahwa pelanggan akan
puas apabila perusahaan atau organisasi memberikan pelayanan yang tidak hanya
sesuai dengan harapan tetapi juga memberikan nilai tambah (added value) bagi
diri mereka,keluarga,lingkungan sosial serta pihak-pihak terkait. Nah
perma-salahan justru terletak disini, kepuasan pelanggan lahir atau akan
tercapai bila setiap karyawan di perusahaan tersebut atau organisasi tersebut
berkinerja tinggi, highly productive untuk memenuhi berbagai tingkatan
kebutuhan pelanggan. Bagaimana keadaan –nya bila karyawan sebagai internal
customer merasa puas, maka kita akan menemukan keadaan :
1.
Mereka akan bekerja
lebih lama didalam organisasi tersebut, akan mengurangi biaya-biaya yang timbul
akibat rekruitmen pegawai.
2.
Karyawan akan
lebih baik dalam melakukan pekerjaannya, tingkat kesalahan dan biaya yang
timbul akibat perbaikan dari kesalahan akan berkurang.
3.
Karyawan akan
lebih mengenal lebih baik siapa pelanggannya dan akan berupaya dalam setiap
aktifitasnya untuk mengantarkan nilai-nilai kepuasan kepada pelanggannya.
4.
Karyawan akan
lebih proaktif dalam memberikan sumbangan pemikiran untuk kemajuan perusahaan
atau organisasi anda.
5.
Karyawan akan
mempromosikan perusahaan kepada khalayak ramai dengan membicarakan good things yang kita miliki, nah enak
kan...secara tidak langsung kita punya humas.
Bila karyawan tidak puas maka keadaan yang harus kita
terima adalah :
1.
Keluarnya
karyawan dari perusahaan, bayangkan bila yang keluar tersebut adalah yang
terlatih atau skill full dibidangnya maka kita akan terbebani dengan
biaya-biaya rekruitment dan biaya-biaya pelatihan.
2.
Kehilangan
semangat pada bidang pekerjaannya,sering berbuat kesalahan, dan berkurangnya
efisiensi.
3.
Tentunya mereka
akan meng –gembar gemborkan kejelekan organisasi atau perusahaannya kepada
khayalak ramai.
4.
Banyak timbulnya
perbedaan pendapat.
Loyalitas
Pelanggan
Loyalitas atau kesetiaan seorang pelangganlah yang
membuat perusahaan kita atau organisasi kita survive dari persaingan. Pelanggan akan selalu terus, terus dan
terus menggunakan atau mengkonsumsi produk kita tanpa menghiraukan berapa harga
yang harus dibayar untuk mendapatkannya,-karyawan kita akan selalu menemani
kita dalam perjalanan hidup organisasi dan perusahaan serta mereka merasa
perusahaan atau organisasi kita adalah urat nadi kehidupan mereka.
Oxford dictionary menerangkan bahwa definisi
loyalitas adalah true faithful (to duty,love,or obligation) ; steadfast in
allegiance,devoted to the legitimate sovereign or goverment of one’s country.
Dari pemikiran ini timbul pertanyaan mengapa kita harus menunjukkan kesetiaan
kita kepada perusahaan atau organisasi kita ? apa landasan fundamental
perusahaan atau organisasi untuk menuntut kita harus memiliki kesetiaan? Dan
mengapa pelanggan mempunyai kewajiban untuk memperlihatkan kesetiaan
kita?.tentu saja mereka tidak perlu memperlihatkan kesetiaan yang dimiliki
karena semakin tinggi tingkat pendidikan,tingkat keyakinan,dan semakin besar
kekuatan yang dimiliki pelanggan membuat pelanggan sadar bahwa mereka adalah raja dan kita sebagai penghasil barang
dan jasa dituntut untuk loyal kepada mereka bak seorang raja. Melindungi
kepuasan pelanggan tidaklah mudah, salah bila anda berpikir bahwa pelanggan
dapat disuap agar mereka loyal kepada kita, seperti yang dilakukan oleh
beberapa politisi yang tidak sungkan-sungkan untuk menyuap pelanggannya agar pelanggan
tersebut bersedia memilih partainya lagi. Salah satu cara untuk melindungi
ingatan pelanggan terhadap barang atau jasa yang kita hasilkan sehingga
tercipta loyalitas pelanggan adalah dengan cara membuat barang atau jasa yang
kita hasilkan sesuai dengan apa yang
dibutuhkan pelanggan kita, tentunya kita harus yakin terlebih dahulu bahwa apa
yang kita hasilkan mempunyai nilai yang lebih dari pesaing kita.