KEBUDAYAAN INDONESIA

Seminggu yang lalu saya mencoba melakukan koneksi ke internet Via dial-up dengan telepon rumahku.Tetapi apa yang terjadi?? ternyata jaringan telepon saya mengalami masalah. Saya mencoba menghubungi 117 dan berharap mereka segera menyelesaikan masalah ini. Namun sampai hari ini tidak ada tanda-tanda bahwa komputer saya bisa memanfaatkan koneksi telkomnet. Dan alasannya tetap sama "Sedang di periksa". Anda bisa membayangkan? Kita harus membayar tagihannya setiap bulan dan akan di denda jika terlambat. Kita harus menanggung abodemen dan membayar mahal untuk kecepatan koneksi tidak lebih dari 44 kbp/s. Kita juga dibebani kebudayaan "Uang kopi" setiap kali si baju biru datang. Uang kopi yang diselipkan ketika mereka menyodorkan selembar kertas untuk di tanda tangani sebagai bukti. Bukti bahwa mereka telah melakukan jasa yang luar biasa kepada pelanggannya. Sebagai tambahan, Solusi alternatif koneksi internet �Speedy� yang katanya �stabil dan cepat� milik telkom dengan kecepatan 384kbp/s adalah Rp 2.000.000 perbulan dengan batas pemakaian unlimited. Sedangkan hampir semua jasa penyedia internet di Malaysia dengan kecepatan 1000kbp/s adalah 225.000 rupiah juga dengan batas unlimited. Pemerintah Indonesia bahkan menetapkan aturan absolut kepada pihak jasa penyedia internet swasta untutk menyamakan tarif sesuai dengan �Speedy� Lucu bukan?? kita membayar sesuatu yang seharusnya murah tetapi menjadi mahal karena dijalankan dengan ketamakan.

Lalu bagaimana dengan baju biru yang lain seperti baju biru urusan tiang dan kawat? Mereka juga sama seperti si baju biru untuk urusan pulsa. Si tiang kawat memadamkan listrik lebih dari empat kali setiap minggunya secara bergilir. Tahun-tahun yang lalu mereka punya alasan "Ada beberapa pembangkit yang rusak, jadi pembangkit yang masih berfungsi harus dihidupkan secara bergilir. Perlu waktu dan dana untuk mengatasi masalah ini. Masyarakat diharapkan bersabar" namun tahun ini mereka mengubah alasannya menjadi "Belajar hidup sederhana dan Hemat BBM paska kenaikan harga minyak dunia". Iya.... benar-benar sebuah solusi yang sangat tepat.. hidup hemat karena negara ini sudah terlalu banyak hutang. Negara yang katanya bersiap "tinggal landas" ini sudah kembali lagi menggunakan pelita yang diisi minyak tanah. Mereka memberikan solusi hidup hemat ala baju biru tetapi setiap bulannya selalu mengaku perusahaan monopoli milik negara ini rugi lagi. Sedangkan kita tidak pernah membayar rekening yang lebih ringan daripada bulan-bulan sebelumnya. Mereka memadamkan listrik di semua daerah kecuali satu tempat saja, Tempat tinggal dimana banyak orang-orang besar yang mempunyai kuasa untuk memberhentikan mereka jika satu jam saja lampu di ruang tamu tidak hidup. Yaitu komplek tempat tinggal si pimpinan semua jenis baju biru.

Juga baju biru untuk urusan pipa dan ledeng. Baju biru jenis ini juga separah dua baju biru sebelumnya. Kota Pontianak adalah kota yang cukup besar dengan jumlah penduduk lebih dari 700 ribu jiwa pada tahun 2005. Tetapi masalah air ledeng yang bersih masih menjadi kendala perusahaan milik pemerintah di kota ini. Entah kekurangan dana atau kemalasan si baju biru akibat gaji yang tidak sesuai, air yang sampai ke perumahan kadang berkesan dialirkan begitu saja tanpa disaring. Yang lebih membingungkan lagi, air tersebut diklaim dapat diminum secara langsung dari keran. Jika kemarau berkepanjangan, mereka akan sangat kewalahan dalam hal mendistribusikan air karena sungai kapuas yang payau. Mereka tidak mempunyai ide bagaimana menyelesaikan masalah air ini. Saya memang tidak tahu sama sekali tentang teknik menyaring air bersih tetapi yang saya tahu sumber daya manusia di negara ini jauh sekali di bawah sumber daya manusia negara tetangga yang lain. Contohnya di Kuching, Malaysia. Meskipun kemarau selama empat bulan, perusahaan air minum mereka tidak akan kesulitan dalam menyalurkan air bersih dan layak kepada masyarakat.

Selain itu juga masih banyak jenis-jenis warna baju yang lain. Baju abu-abu dengan celana coklat yang biasa kita jumpai di perempatan dengan peluit dan tongkat kerasnya. Untuk baju warna ini kita selalu diberikan dua solusi "damai atau mengambil surat-suratmu di tempat sidang". Baju abu-abu ini biasanya lebih suka mengajak kamu ke posnya untuk membantu menyelesaikan masalah melewati zebra cross atau helm yang katanya tidak standar. Untuk masalah ini sebaiknya anda jangan menghabiskan waktu untuk sidang. Sebab tiga puluh ribu rupiah tidak akan lebih berarti daripada waktu yang habis dengan surat ijin mengemudi yang dibolongi. Anggap saja anda telah membantu si baju abu-abu mengumpulkan dana sebagai upeti kepada jendralnya. Agar dia bisa menambah satu bintang lagi di bajunya.

Baju kuning polos.. Tidak semua tapi kebanyakan dari warna baju ini mendekati sifat tikus. Mereka memakan apa saja yang terlihat dan bisa di makan. Mereka memakan biaya untuk tanda tangan legalisir akte pernikahan, akte kelahiran dan akte-akte lain hasil rekayasa hukum pemerintah Indonesia. Mereka memakan setengah dari dana ini itu termasuk dana memperbaiki atap kantornya yang bocor. Mereka juga memakan pajak dari setiap orang yang memasang papan nama di gedung. Biasanya mereka datang ke tempat usaha seseorang dengan dalih memeriksa surat ijin usaha. Tetapi pemeriksaan surat akan berujung ke tunjangan hari raya ataupun dana berobat. Mereka memakan apa saja meskipun makanan itu kotor dan tidak layak. Mereka tetap akan kenyang sekotor apapun makanan itu.

Baju putih ber-jas pilihan rakyat kecil. Wakil rakyat yang datang ke kantornya sekitar jam sepuluh pagi dan kerjaannya membahas "siapa yang akan kita jatuhkan hari ini" lalu pulang ke rumah jam dua sore. Ini berlangsung setiap harinya, setiap minggunya, setiap bulannya selama si bapak masih boleh masuk lewat pintu depan. Benarkah ? itukah kegiatan rutin mereka? Benar!! itulah kenyataan. Sebuah inVestasi yang konyol dengan mencetak wajahnya diatas kaos oblong dan membeli nasi bungkus untuk dibagikan kepada orang ramai. Berharap supaya dengan sandang dan pangan sehari itu rakyat akan mencoblos fotonya ketika pemilihan umum berlangsung. Mereka tentu akan mendapatkan kembali hasil dari investasi itu dengan upah 38 juta perbulan dan waktu kerja kurang dari 20 jam per minggu. Beberapa waktu sebelum si bapak duduk di kantor, dia bersumpah atas nama Tuhannya bahwa dia akan membela rakyat. Tetapi lucunya hari ini belasan juta orang di negara ini mendatangi rumah pak RT mereka dan kemudian melempari kaca kantor Kelurahan karena tidak mendapat kartu dana kompensasi seratus ribu rupiah untuk bulan ini. Sementara si bapak ber-jas sedang membuat proposal kenaikan tunjangan sebesar sepuluh juta rupiah per bulan.

Teman. Kamu tidak akan heran lagi melihat pasar yang diruntuhkan oleh pak walikota tanpa mencari solusi meluasnya pedagang kaki lima. Kemudian bapak ini mengatakan bahwa kota ini akan menjadi modern karena bangunannya yang megah dan berharap ada pedagang cabe yang mampu membelinya. Kamu tidak akan heran lagi melihat sejumlah pejabat yang dengan lagaknya menyatakan akan memberikan bantuan kepada negara lain yang tertimpa bencana alam sedangkan dia lupa di dekat kantornya masih banyak pengungsi tidak terurus akibat kerusuhan. Itulah Indonesia, tempat aku dilahirkan, tempat aku tinggal. tempat aku melihat semua kebobrokan di negeri ini. Suatu hari kamu menyalakan TV lalu kamu akan melihat pimpinan negara ini berpendapat bahwa jalan kaki itu sehat daripada naik kendaraan bermotor sementara dia sendiri belum tentu mau melakukannya. Kamu akan melihat bom yang tiba-tiba meledak setelah satu hari kenaikan bahan bakar dan minyak yang pelakunya sudah di tangkap satu bulan kemudian. Kamu akan membaca di koran tentang seorang istri yang mengatakan suaminya mati demi agama dengan cara memapah ransel berisi bom. Kamu akan melihat koruptor-koruptor yang selalu sakit jika dipanggil ke ruang sidang. Kamu akan melihat mantan kepala negara sekaligus bapak dari semua koruptor dan penjahat perang-politik yang masih bisa berlebaran meskipun dia telah membunuh ratusan ribu masyarakat dari etnis tertentu pada tahun 1970an dan 1990an sementara seorang pencuri celana dalam bisa babak belur dan dipenjara enam bulan. Kamu dibohongi dengan idiologi demokrasi Lima sila dari sekolah dasar sampai perguruan tinggi yang kenyataannya tidak bisa diterapkan dalam kehidupan. Kamu didiskriminasi, Kamu ditekan, kamu dipercundang, kamu dibungkam tetapi tetap saja kamu yang disebut kriminal. Mereka para aroganisme politik dan militer membuat perang, membunuh, memperkosa tetapi tetap saja kamu yang disebut kriminal. Kamu akan dipaksa untuk mempercayai bahwa semua yang mereka lalukan adalah demi kebaikan kita. Kamu akan melihat lebih banyak lagi dan kamu juga tidak akan bisa memperbaiki kebobrokan di negeri ini.

poni @ #H.A.C.K irc DALnet Kami membuka ruang komunikasi untuk semua aktivis bawah tanah. Please be feel free to join us.

#Khuntong #H.A.C.K | www.poniponi.tk
Hosted by www.Geocities.ws

1