|
FILOSOFI PERANGKAT LUNAK
(Philosophy of Software )
MISTERI YANG
MENGHERANKAN
Carnegie-Melon Software Development Institute
dan pihak-pihak lain yang menghabiskan waktunya untuk mencoba mendefinisikan
disiplin/bidang akademis, mengakui bahwa tidak ada definisi yang jelas
tentang software. Namun demikian software dapat ditemukan dimana saja.

Software dan akses internet telah menghisap
waktu yang demikian besar, bahkan telah mencandu. Sekali tersangkut, orang
normal dengan cepat diperbudak untuk melakukan manipulasi file, me-load dan
me-releoad.

Kita dapat membangun gedung pencakar langit,
mobil balap dan peralatan elektronik canggih; mekanik kuantum dan partikel
subatomik, tapi mengapa tidak dapat menghasilkan software yang berkualitas?
KEBENARAN DIBALIK
MISTERI
Kebenaran tentang software adalah bahwa ia
berdasarkan pada pemikiran. Komputer dan software untuk menjalankannya
adalah cermin dari otak manusia. Oleh karenanya software mengalami masalah
yang sama seperti halnya psikologi dan psikiater. Profesi medis ini
mempelajari jiwa manusia (psyche). Hanya saja psikologi selalu
mencoba untuk memahami jiwa yang sulit, sedangkan software barangkali lebih
buruk lagi karena ia adalah model dari mental manusia yang memprosesnya.
Software muncul dari mentalitas manusia dan mental adalah bagian dari jiwa
(psyche).
Software dalam berbagai hal lebih dekat untuk
mengasosiasikannya dengan psikologi daripada egineering, teknoogi atau
matematika. Software muncul langsung dari buah pikir jiwa manusia. Software
yang terbaik sering mengambil kelebihan dari kreativitas jiwa. Hanya terdiri
dari bagian kecil beauty of art (seni) dan disiplin ilmu, selebihnya
dipastikan merupakan polesan psikologi dari pembuatnya.
Software merefleksikan perspektif psikologi dari
pembuatnya. Ada beberapa hal yang berkontribusi pada perspektif ini yaitu:
individu programmer atau pengembang ybs, lingkungan pengembangan dan sistem.

Software adalah se-fluida dan se-fleksibel
manusia. Ia merupakan subyek dari tingkah laku, imajinasi, ketakutan dan
harapan. Ia merefleksikan cara pandang pengembangnya, pemahamannya akan
obyektif, perasaannya tentang pelanggan, konsepnya pada kecerdasan,
gagasannya tentang kualitas, respeknya terhadap kekuasaan dan pengetahuannya
terhadap pelanggan. Jika ingin membangun sebuah produk yang lebih baik
dengan komputer, software adalah kuncinya. Software merepresentasikan pola
pikir dari sistem. Sesuatu yang memberikan sentuhan dan perasaan kepada
suatu produk -- sisi kemanusiaannya -- adalah kepribadian.
KEPRIBADIAN YANG TIDAK BERGERAK
Adakah software memiliki kepribadian? Ya, tanpa
keraguan. Ketika pengembang telah menyelesaikan, software itu akan memiliki
kosakata untuk berkomunikasi, logika analitik internal, dukungan
audio-visual dan memori. Seluruh sumber daya tersebut dengan teknologi
dewasa ini secara virtual tidaklah terbatas. Lalu dimana kesulitannya? Yaitu
pada definisi yang diprogramkan, dipinjam dan dihitung oleh pembuatnya.
Terdapat sifat kosakata apakah eksternal ataupun
internal, kosakata membangun blok dasar dari pikiran. Seseorang tidak dapat
berpikir melebihi kosakatanya. Kekuatan dari komunikasi dengan mesin yang
tidak bergerak terletak pada kosakatanya. Komputer dapat dengan mudah diajar
untuk merespon terhadap kosakata apapun. Kemampuannya secara virtual
tidaklah terbatas. Lalu dimana kesulitannya?
Pertama, komputer memiliki potensi kosakata yang
tidak terbatas sementara itu manusia biasanya sangat terbatas. Manusia
menginginkan sesuatu yang pendek dan sederhana. Hal itu berarti bahwa
pendukung komputer yang baik haruslah menyederhanakan, mengurangi dan
memperpendek komunikasi dengan pemakainya. Artinya software itu harus
mengkonsolidasikan, kompak dan menyimpulkan.
Kedua, software dengan kosakata yang banyak
mungkin menjadi besar, kompleks dan sulit untuk mengembangkan dan
memeliharanya. Jadi, sementara komputer menawarkan kemungkinan yang tidak
terbatas, ia dibatasi oleh keterbatasan pengembangnya.
HUBUNGAN PENCIPTA-CIPTAAN
"Ciptaan
tidak akan pernah melebihi penciptanya."
Pembuat tembikar adalah master diatas pot tanah liat. Pot tidak akan
pernah melebihi kemampuan pembuatnya. Analogi ini relevan untuk komputer
dengan pengembang software. Programmer tidak akan pernah mendapatkan
kemampuan yang lebih dari komputer melebihi yang diizinkan oleh
mentalitasnya. Hal ini tidak berarti bahwa seorang programmer tidak
dapat melakukan pekerjaan yang lebih besar lebih cepat daripada komputer
manusia, tetapi hal itu berarti bahwa ia tidak pernah dapat membuat
komputer menyeleaikan apa yang terlebih dahulu tidak dipahaminya. Tentu
saja hal ini relevan untuk kesalahan (error).
Pengembang sistem programmer memiliki kans yang monumental. Ia memiliki
kekuatan sebagai penguasa terhadap komputer. Ia dapat membuat apa saja
dengan keterbatasan mentalnya. Komputer akan melakukan dengan persis apa
yang diprogramkan untuk melakukan. ia akan mematuhi setiap perintah
persis seperti yang dilatih untuk melakukan. Pengembang dapat
menggabungkan semua ke-eksentrisan dari geniusnya, embel-embel,
berliku-liku melalui angkasa menuju ciptaannya. Keterbatasan
kemanusiaannya dapat menjadi menguasai. Ia dapat mencapai ketinggian,
harapan dan ambisi yang baru. Dia mempunyai kekuasaan komputasi sesuai
aturannya. Ia memasuki dimensi baru dari mentalitas.
Walaupun programmer dapat melakukan hal besar, keahliannya segera
melebihi inteligensianya. Dan dengan jiwa dari masalalu, ia mendapati
dirinya mencari pekerjaan. Tidak dapat memikirkan kebutuhan dirinya, ia
tunduk kepada siapa yang memberinya makan, pakaian dan yang memberinya
pendapatan. Dia biarkan mereka memberinya kebutuhan, memilihkan warna,
memutuskan hingga pernak-perniknya dan menjelaskan jadwal pengirimannya.
Hidupnya, bahkan dengan kekuasaan dunia ditangannya, segera dikurangi
menjadi jadwal harian dari pekerja biasa. Baaimana bisa kegebiusan itu
tunduk pada kehidupan pekerja, menyerahkan kekuasaan atas ciprtaannya
kepada boss atau pelanggan yang berubah-ubah, tunduk pada pemeliharaan,
atau menjadi budak kontrol konfigurasi? Bagaimana bisa ia biarkan orang
lain mendikte hidupnya?
SIKLUS BISNIS
Perusahaan memtuskan produk, programmer
membuatnya bernyanyi dan menari. Penguji mencoba untuk merusakkannya dan
memungutnya bagian per bagian. Pelanggan membelinya, terutama yang paling ia
sukai. Siapa yang meminta pelanggan untuk membeli? Mereka sering digerakkan
oleh jiwanya. Ia membeli apa yang ia butuhkan, inginkan, dan apa yang harus
ia butuhkan. Siapa yang tahu kenapa. Tetapi siklus berputar dan berputar.
Siklus hidup suatu produk berada di tangan
designer. Bisa pendek, panjang, besar, lebar, incremental, evolusioner, atau
spiral.
Komputer seharusnya lebih stabil daripada kita,
karena komputer tak memiliki emosi. Ia dapat bertindak obyektif, logis dan
benar. Ia tidak memiliki perasaan.
SUMBER PENYIMPANGAN PSIKOLOGI
Ada banyak hal yang mempengaruhi hidup kita,
tetapi manusia memiliki kemauan. Ia membuat keputusannya sendiri. Ia
memutuskan bagi dirinya betapapun tekanan yang dihadapi. Komputer tidak
memiliki kemauan. Ia mengikuti kode. Ia laksana budak, patuh kepada setiap
perintah, sederhana atau kompleks, besar atau kecil, betapa panjang atau
pendek pun ia. Tetapi siapakah tuan dari komputer? Programmer, supervisor,
CIO atau CEO? Atau pelanggan yang menentukan pasar?
Terdapat banyak pengaruh jelas yang
mengakibatkan kepribadian produk komputer. Sebagaimana robot, penyimpangan
kepribadian akan menjadi lebih unggul. Namun, programmer tentunya
bertanggungjawab terhadap buatannya. Supervisor memperoleh nilai atas
produktivitasnya, CIO atas kecerdikannya, CEO untuk profit yang dihasilkan
sedangkan programmer dianggap hanya ketika ada bugs. Programmer
bertanggungjawab terhadap buatannya dan buatannya adalah cermin psikologi
dari dirinya.
Sekarang kita telah membuat siklus penuh yang
diawali dengan programmer. Kemudian apa yang direfleksikan adalah perspektif
psikologi dari programmer yang diterjemahkan kedalam kode. Kandungan
psikologi programmer adalah mentalitas, otak kiri dan kanan, gudang sukukata,
visual cortex, memory, processor dan yang hilang adalah emosi, kepercayaan
dir, kemauan dan cinta. Kemauan tidaklah berkualitas karena walaupun ada
pilihan, tidak ada kebebasan untuk memilih.
Komputer hanyalah memberikan apa yang kita
berikan padanya. Ia mengamil perintah kita dan menterjemahkan menjadi
sesuatu yang bermanfaat atau menyenangkan kita. Pemikiran dan manipulasi
berjam-jam kembali dengan instan dengan ketidaksempurnaan.
Kita memberikan ke komputer algoritma logika
kita, mental dan penglihatan kita. Kita memperoleh jwaban yang tidak lebih
baik daripada asumsi, logika dan keahlian akademik kita. Kita tidak berubah,
produk kita secara otomatis atau manual merefleksikan hal tersebut. Setelah
dua generasi mempelajari komputer, kita bahkan tidak memutuskan hingga
kosakata dasar baginya.
KESIMPULAN
Teknologi komputer membantu dan menyakiti,
bekerja dan gagal, berjalan dan berhenti,. Komputer terbaik tidak pernah
memiliki kemampuan menduplikasi akal manusia, dan tidak akan pernah.
Diterjemahkan secara bebas dari artikel "Philosophy of Software"
karya Larry Wood, melalui alamat website:http://www.biblenews1.com/phylosophy/philosop.html
|