TERIMA KASIH TUHAN UNTUK PAPA
Cerpen F1do - Terima Kasih Tuhan Untuk Papa ------------------------------------------------------------------------------------------------- Created by : Freedi Djajadi May 29th 2000 (--- Based On True Story ---) Lama kujalani hidup ini dengan suatu bentrokan dan bentrokan terus dengan papa. Semua nasehatnya kutentang habis-habisan. Segala peraturan yang dia buat, kuanggap telah mengikat diri ini. Diriku tidak bebas ! Aku ingin bebas ! Terbang keluar dan merobohkan tembok-tembok peraturan yang telah dia buat ! Tidak masalah apabila aku bersitegang dan menarik urat leher ini. Walaupun aku telah Kristen, tetapi gesekan-gesekan yang terjadi dengan papa, selalu saja menimbulkan masalah. Selalu saja menimbulkan konflik-konflik yang berakhir luapan kemarahanku dengannya. Bagiku, itu sudah menjadi hal yang biasa. Hari itu bulan Agustus 1998... Emosi papa benar-benar tidak tertahankan lagi. Ia mengusirku karena aku telah menyakiti hatinya. Bahwa aku telah congkak, memandang rendah papa yang sudah tidak bekerja lagi. Aku cuek saja. Sore hari, ketika aku pulang dari kantor dan semua orang tidak ada di rumah, aku merapikan semua pakaianku ke dalam tas. Aku berniat pergi dari semua ini. Aku ingin terbang bebas ! Kutulis surat untuk dibaca. "Aku meninggalkan rumah. Apabila ada kesalahan, mohon dimaafkan." Ketika itu sudah jam 6 sore aku meninggalkan rumah, aku kebingungan mencari aku mau tinggal dimana. Lalu aku memutuskan pergi ke bekas sekolahku. Aku memutuskan tidur di kelas sekolahan saja. Walah.... nyamuknya banyak. Aku tidak bisa tidur. Lalu aku duduk dekat sebuah kampus tidak jauh dari sekolahanku. Aku menimbang-nimbang kemana aku harus tidur. Lalu aku memutuskan tidur di tempat temanku. Dengan mengendarai sepeda motor, aku menuju ke sana. Tapi Tuhan telah berencana, ya... sungguh aneh, rumah temanku tidak kutemukan. Aku kebingungan mencarinya. Padahal aku sudah empat atau lima kali ke sana. Dengan pikiran kacau, aku mencari akal dimana aku harus tidur. Kalau tidur di tempat kerjaku, tidak bisa, sebab ada satpam disana. Lalu aku memutuskan tidur di gereja saja. Ya ! di gereja, itu ide yang cemerlang. Sesampai di sana, aku melihat ada sepeda motor papaku. Papa dan mama sedang ikut Pemahaman Kitab Wahyu. Aku mengintip dari luar jendela, ya papaku yang kubenci itu ada di sana. Aku memutuskan untuk selekas mungkin untuk pergi. Namun beberapa meter dari gereja, Tuhan bekerja melalui Roh Kudus membisikkan hatiku agar tidak melakukan ini semua. Balik ! Kamu harus balik ! Begitu kata-kata dariNya. Seketika itu juga, aku harus melakukan semua yang diperintahkan Roh Kudus. Aku balik ke gereja, dan masuk ke ruang Pemahaman Kitab Wahyu. Sedangkan tas kutinggal di luar. Papa dan mamaku menyangka aku dari tempat kerja, jadi mereka biasa-biasa saja. Begitu bubaran, papa dan mamaku baru tahu bahwa aku telah membawa perlengkapan untuk ngabur. Seketika itu aku mengucapkan kata-kata maaf yang pertama yang keluar dari mulutku kepada papa sambil mata ini berkaca-kaca. Papa menerima maafku. Ia sangat lain dari yang kusangka-sangka sebelumnya. Ia seperti Bapa yang menerima anaknya yang telah hilang yang telah diceritakan dalam kisah Alkitab. Malam itu, di ranjangku, aku berpikir bahwa tiada tempat yang lebih baik, yang bisa tidur tenang dan nyaman selain di rumah sendiri dan ranjang sendiri. Betapa bodohnya aku ini, ingin kabur dari rumah. Betapa jahatnya aku ini, telah menyakiti hati papa yang sedari aku kecil selalu papa menyayangi aku. Walaupun dia kuanggap bawel, tapi nasihatnya adalah untuk membuatku menjadi orang yang benar. Ia mengantarku ke sekolah, sekolah minggu, gereja, kerja dan banyak hal yang ia lakukan bagiku. Mengapa selama ini aku menyakiti hatinya ? Aku menangisi sikapku kepada papa. :~( Papa, maafkan aku. Berulang kali aku menyakiti hatimu. Dan pada perayaan 25 tahun pernikahan papa dan mama pada tanggal 17 Mei 2000, aku mengucapkan syukur kepada Tuhan bahwa Tuhan telah memberikan papa yang sangat baik. Terima kasih Tuhan untuk papa..... -----(END)-----