TEMAN CHATTING (1)
Cerpen F1do - Teman Chatting (1) ------------------------------------------------------------------------------------------------- Created by : Freedi Djajadi May 29th 2000 Aku memutuskan mengambil cutiku selama seminggu. Ya, hari-hariku yang jenuh ini harus diisi dengan liburan yang bermanfaat. Tiket ke Pontianak sudah kupesan jauh-jauh hari. Liburan ini ingin kuisi dengan bertemu teman chatting yang spesial. Teman chatting yang selama ini kukenal secara virtual saja. Tentu saja, kunjunganku ke rumahnya kurahasiakan, karena aku ingin mengejutkannya. :D Berbekal 7 bungkus indomie untuk persiapan selama seminggu dan uang sebesar 500.000 di dompet, aku berangkat dari pelabuhan Tanjung Priok ke sana. Dan kelas kambing kurasakan benar-benar membikinku menderita. Sebab harga tiketnya paling murah. Peluh keringat menjadi satu dan panas benar-benar membikinku tidak betah. Selama tiga hari itu benar-benar kurasakan derita yang tidak pernah kurasakan sebelumnya di dalam kapal laut yang berjalan terombang ambing. Akhirnya setelah tiga hari menderita dalam perjalanan, sampai juga ke tanah Pontianak. Aku tiba di sana hari minggu pagi-pagi subuh benar, ketika matahari belum nampak. Dengan kepala pusing, karena kurang tidur, aku menjejakkan kakiku yang pertama kali baru merasakan tanah Pontianak ini. Dengan menanyakan alamat yang dikasih dari teman chattingku ke orang di pelabuhan itu, aku mendapatkan informasi yang tidak begitu jelas. Dengan modal nekat, aku naik saja ke angkutan umum. Tujuannya ke pusat kota... Asal saja kaki ini melangkah. Aku mengandalkan Tuhan yang memimpin langkahku. Di tengah-tengah kota, aku bagaikan domba yang kehilangan gembala. Aku benar-benar panik ketika tidak ada seorang pun yang mengetahui alamat di sakuku ini. Kakiku kuarahkan ke arah warteg di depan mukaku. Perutku benar-benar meronta-ronta minta diisi. Setelah mengisi perutku dengan sayur seadanya, aku menanyakan barangkali ibu warteg itu tahu alamat ini. Puji Tuhan... ternyata saudara ibu warteg itu tinggal di daerah dekat sana. Aku benar-benar dapat diberi informasi yang akurat oleh ibu itu kemana angkutan umum yang kutuju dan berapa langkah harus kutempuh. Perjalanan sekitar 3 jam kutempuh. Aku turun di ujung jalan. Dan mulai memperhatikan urutan nomor rumah yang tertata asri. Nah, ketemu juga akhirnya... Aku memberanikan diri untuk mengetok pintu. Ternyata yang keluar bukan dia . Weksss... tapi biarin deh, aku mulai menanyakan keberadaan teman chattingku ini. "Permisi, ci. Ci numpang tanya, apakah ini rumahnya monik ?" tanyaku penuh harap. "Iya, benar, anda siapa ya ?" Dia menanyakan balik. "Hmm... saya F1do, ci. Temannya" "Wah, monik sedang ke gereja tuh." Wekssss, sia-sia saja pikirku kalau sudah jauh-jauh tidak ketemu dia. Lalu aku menanyakan keberadaan dan letak gerejanya itu dimana. Setelah tahu angkutan umum yang harus kutempuh, aku mengucapkan terima kasih kepada perempuan itu dan bergegas menuju ke sana. Perjalanan 1/2 jam kutempuh lagi. Dan kakiku benar-benar sudah pegal dan capek sekali. Tapi untunglah, gerejanya sudah kutemukan. Dengan muka lesu, aku masuk ke persekutuan yang telah dari tadi dimulai. Aku mengambil tempat duduk paling belakang seperti biasanya. Dan mulai melemparkan pandanganku ke arah sekitar untuk mencari dia. Tapi tidak usah susah-susah, karena aku paham betul bahwa dia adalah pemain keyboard dalam pelayanan gerejanya. Permainan keyboardnya yang energik dan selalu membikin hati Cheerful^_^ membuat segala capek dan lesu ini hilang seketika. Tetapi dia tidak tahu kalau ada seseorang yang memperhatikannya. Seorang F1do_D1do yang kurus dan lesu karena kekurangan energi setelah melampaui perjalanan yang membuat capek. Jalannya ibadah dan liturgi tidak begitu kuperhatikan, karena mataku tidak kulepaskan ke arah dia. Hihihi... :P Tidak banyak perbedaan antara tampangnya dari photo yang pernah dia kirim kepadaku saat chatting. Tak terasa, kebaktian usai. Dan ketika jemaat sedang bergegas pulang, dengan gayaku yang cuek dan khas, kuhampiri dia. "Halo, permainan keyboard kamu sangat enak. Aku sangat interest mendengarnya..." Dia menoleh ke arahku dan memperhatikanku. Mungkin pikirnya, siapa ini orang ? Cowok yang lagi merayu ? Hahaha ! :} Sepertinya dia kenal aku, tapi dia nggak tahu siapa aku. Gitu loh... "Terima kasih, anda siapa ya ? Orang baru ya ?" "Hehe... Iya.." sahutku polos. "Nama anda siapa ?" tanyanya penuh rasa ingin tahu. "Monika lupa ya ?" Lalu aku mulai tertawa lebar-lebar. Dia sangat terkejut aku tahu namanya. Dia mulai memperhatikan lebih mendetail lagi mukaku. Hehe... Aku memang lain dari photo yang telah kukirim. Sekarang mukaku emang udah jelek, banyak jerawatan, dan tidak baby face lagi. Hihi... Aku tertawa dalam hati. "Iya tuh. Mmmm. F1do ya ?" tebaknya. "Kok tahu ?" tanyaku. Dia hanya tersenyum. Lalu obrolan menjadi seru dan panjang. Kami berbicara ngalor ngidul. Asyiknya bertemu teman chatting secara face to face. Lalu aku minta dia memainkan sebuah lagu kesukaanku di keyboardnya. Ia mengajakku ke rumahnya. Aku diperkenalkan kepada keluarganya. Kepada papinya, maminya, adiknya yang galak kalau aku telpon, hehehe :D tapi sewaktu bertemu sangat ramah sekali. Dia mengajakku keliling-keliling kota Pontianak. Hari minggu itu menjadi hari spesial dan tak terlupakan olehku. Hari dimana bisa bertemu teman chatting secara langsung. Minggu malamnya, kami pergi ke persekutuan pemuda di gerejanya. Aku mengenalkan diri pada mereka. Malam itu, di losmen, aku benar-benar tak bisa tidur mengingat masa-masa indah tadi. Wah, kesan yang tak terlupakan... Sayangnya, ... esok aku harus balik pulang ke Jakarta, sebab masa cutiku tidak mengijinkan lagi. Sebagai kenang-kenangan, aku memberikan dia topiku. Dan dia memberiku sesuatu yang kurahasiakan kepada para pembaca. Hehehe :D Kami photo-photo bersama. Dia mengantarku sampai ke pelabuhan dan mengucapkan selamat tinggal. Bye bye, Cheerful^_^ ! Kenangan indah ini benar-benar tak terlupakan... -----(END)-----