TABAH DALAM PENANTIAN
Cerpen F1do - Tabah Dalam Penantian ------------------------------------------------------------------------------------------------- Created by : Freedi Djajadi June 6th 2000 (Cerpen ini benar-benar terjadi dalam hidup seseorang dan dia mengalami sedih dan duka dalam kehidupannya, tapi dia tabah menghadapinya. Sebab Tuhanlah yang menjadi pegangan bagi dirinya. Namun hal ini bisa saja terjadi pada diri anda, semoga anda dapat mengambil hikmahnya) Saya mengucapkan terima kasih pada Puteri (bukan nama sebenarnya/nama samaran) atas ijinnya kepada saya agar menceritakan kepada kalian tentang kesaksian dari dirinya yang sebetulnya sangat privacy dan kesaksian hidup ini betul-betul terjadi. Saya mengucapkan salut pada iman dan keyakinan Puteri atas pegangannya yang teguh kepada Tuhan. Biarlah segala kemuliaan berpulang kepada Tuhan dan nama Tuhan semakin diagungkan oleh kesaksian yang nyata ini. Beginilah kisahnya... Puteri sangat menyayangi seseorang, terlebih dari siapapun kecuali Tuhan. Puteri benar-benar mengharapkan banyak dari pria itu. Pria itu sudah digumuli dalam doa dan keyakinan Puteri, bahwa suatu saat akan menjadi pasangan Puteri kelak. Puteri sudah merencanakan matang-matang dengan pria itu, untuk membangun masa depan dan rumah tangga yang diidamkan. Tetapi betapa hancurnya perasaan Puteri karena dia telah menikah dengan orang lain tanpa pemberitahuan sekalipun. Puteri merasa telah sangat, sangat dikhianati. Puteri hanya tahu dia telah menikah ketika dia datang dan membawa istri dan anaknya. Hati Puteri sangat terluka, lebih terluka dari goresan pisau sekalipun. Selama itu, Puteri sangat merasa kesepian dan sendirian. Luka hati ini belum bisa disembuhkan oleh apapun. Puteri hanya bisa menangis dan jalan satu-satunya berpasrah kepada Tuhan. Tidak ada lagi yang bisa Puteri lakukan... Semenjak 4 tahun itu, Puteri sangat merasa sendiri dan kesepian. Merasa tidak ada seorang pun yang memperhatikan Puteri. Bila Puteri menaruh simpati pada seseorang, tetapi orang tersebut tidak memiliki perasaan apa-apa dengan Puteri, demikian juga sebaliknya. Dan hal itu berlangsung selama 4 tahun Puteri sendiri ....... Itu bukan waktu yang singkat ... Tapi akhirnya Tuhan memberikan Puteri pasangan juga, itu juga lewat Mirc... Wow cool ya ? :D Anggap saja namanya Hidayat (bukan nama sebenarnya/nama samaran). Puteri sangat percaya pada mas Hidayat, karena apa yang telah Puteri alami juga dialami oleh mas Hidayat ini. Mereka berdua (Puteri dan Hidayat ini) berasal dari keluarga dengan berlatar belakang muslim. Ayah Puteri seorang muslim yang taat, malahan eyang Puteri seorang kyai. Begitu juga, dengan Hidayat, tapi keluarga Hidayat berasal dari muslim yang bersekte agak 'lain'. Disebut agak 'lain' karena tujuan sekte mas ini bermaksud untuk menghancurkan umat Kristen. Tapi, puji Tuhan... Mas Hidayat terpanggil akhirnya, walau dengan pergumulan selama bertahun-tahun dan dengan keyakinan yang teguh, mas Hidayat dibaptis menjadi anak Tuhan tahun 1996. Tapi cobaan mulai menimpa mas Hidayat ini. Mas ini dibuang dari keluarganya karena dianggap telah murtad dari agamanya. Dan saat yang hampir bersamaan, mas ini ditinggal oleh tunangannya. Padahal tunangannya itu juga seorang Kristen ! Wah, bisa kalian bayangkan, kalau seandainya anda baru menerima diri menjadi orang Kristen tapi langsung disakiti oleh teman seiman, kalian mungkin bisa sangat kecewa. Hal itu mas Hidayat harus alami... Mas Hidayat yang tadinya hidup berkelimpahan, harus hidup menderita kini. Mas menyewa sebuah kamar dengan ukuran 2x2 meter untuk tempat tinggal mas sendirian, juga dengan jam makan 1x1 hari. Hal itu berlangsung selama 2 tahun. Apakah dia tidak merasa sendiri melebihi apa yang dialami oleh Puteri selama 4 tahun itu ? Mas Hidayat malah lebih tersiksa setelah menjadi anak Tuhan... Tapi semuanya dihadapi dengan baik dan tidak pernah mengeluh. Puteri mendengar itu semua, menjadi kuat. Menjadi tegar. Walau telah menunggu selama 4 tahun, tapi Tuhan mengabulkan permintaan Puteri. Dan itupun juga masih harus diuji karena mas Hidayat berangkat ke Selandia Baru. Sewaktu Puteri dan mas Hidayat chatting bersama, mereka sama-sama berdoa bareng di pv. Alangkah indahnya.... Seakan-akan mas Hidayat berada dekat pada hati Puteri, begitu juga sebaliknya. Dan mereka juga berjanji untuk sama-sama renungan setiap malam jam 12 malam. Anak-anak Tuhan itu kuat dan perkasa (meminjam kalimat dari seseorang), memang benar adanya. Mereka benar-benar tabah dalam penantian. Iman dan mental mereka terus diasah secara benar oleh Tuhan. Kalian boleh belajar banyak dari kesaksian yang indah ini. Tidak ada sesuatu yang sia-sia di dalam Tuhan Yesus... Seperti yang diceritakan Puteri kepada aku... -----(END)-----