F1do_D1do (IT's My Love) - TERRIBLE ENDING LOVE
F1do_D1do (IT's My Love) - TERRIBLE ENDING LOVE ----------------------------------------------- Terinspirasi oleh perjalanan cinta ini yg tak pernah padam selamanya... Dipersembahkan untuk : Julia Woo seorang... Oleh : Freedi Djajadi (freedattaq@yahoo.com) October 24th '2001 "F1d... gue happy banget hari ini... Gue dah balik lagi ama cowok gue loh... Semua masalahnya udah clear sekarang..." F1do_D1do kaget mendengar ucapan yang keluar dari mulut Julia Woo. Dan seketika cintanya yang selama ini terpendam rontok. F1do_D1do gak percaya semua ini terjadi. Seakan petir menyambar di siang hari bolong. Julia Woo mengatakan semuanya itu. Ya, dia telah mengatakannya. "Apa ? Gue gak salah denger ???" Julia Woo menggeleng, kali ini wajahnya sudah ceria. Seberkas senyum merekah di wajahnya. Padahal dalam kesempatan itu, F1do_D1do ingin mengutarakan isi hatinya, dimana F1do_D1do ingin melanjutkan hubungan teman ke arah yang lebih serius. Tapi... kini sepertinya sudah berlalu. "Hmm, pantesan loe kayaknya seperti menghindar selama ini ama gue. Jadi gue ini dibuat cadangan doang ya, Jul ? Koq loe bisa tega gitu sih ?" "F1d... Jangan missunderstanding begitu donk. Gue gak pernah ada niat maenin orang kok... Gue cuma anggep loe teman..." "Teman ? Setelah apa yang gue korbankan semua selama ini ???" F1do gak habis pikir. Ya, mungkin inilah kisah asmara yang terjadi lagi. Pahit... Kandas... F1do tak mengerti mengapa hal ini kembali terulang. "Ya udahlah, gue terlalu naif. Tadinya gue pikir gue bisa jadi pengganti cowok loe yang telah membuat hati loe terluka. Semoga langgeng hubungan kalian. Gue mengundurkan diri untuk hati loe..." Kata-kata bijak F1do_D1do keluar, namun untuk mengucapkannya sungguh sakit.... Benar, sungguh berat... F1do_D1do meninggalkan Julia Woo sendirian termangu. * F1do_D1do * F1do_D1do * F1do_D1do * Malam itu, cuaca sungguh dingin... Dingin, menusuk tulang, namun tak kalah dinginnya hati F1do_D1do yang telah membeku dihantam badai cinta yang rusak. Akhir cinta yang kandas lagi, kembali terulang dalam kisah asmara F1do_D1do. F1do_D1do tak habis mengerti, Julia Woo berbalik haluan kembali cintanya pada cowoknya yang dulu pernah menyakiti hatinya. Yach... mungkin F1do_D1do selalu jadi pecundang dalam kisah cinta. Tidak pernah selalu menang... Apa yang telah diomongin papa dan mama, kini kembali terbukti. Pengalaman orang tua lebih teruji daripada hati nurani suci dari seorang F1do_D1do yang tulus. Termenung dalam kamarnya... Mau menangis, tapi air mata sudah kering... Tidak bisa untuk menumpahkan lagi... Hal ini sudah terjadi berulang-ulang. Hoklan-kah ? Marlina-kah ? Monika-kah ? Semuanya kandas... Kandas oleh perjalanan cinta yang pahit. F1do_D1do mengambil sikap berdoa. "Bapa di surga, yang aku kenal dalam nama Yesus Kristus. Kembali anakMu terluka kembali hatinya, menghadap hadiratMu... Tuhan, aku tak mengerti kisah cinta yang semula indah, kini kembali kandas seperti yang sudah-sudah. Tapi jikalau ini rancangan terindah buatku dariMu, aku ikuti saja kehendakMu, Tuhan... Tapi jangan tinggalkan aku sendiri dalam pencobaan yang berat ini. Aku juga mau berdoa, Tuhan... Untuk Julia yang bahagia sekarang... Memang berat untuk mendoakannya... Tapi aku sebagai teman terbaik yang pernah dimilikinya, aku ingin berdoa agar hubungan Julia dengan cowoknya agar langgeng selamanya. Aku akan berbahagia bila Julia berbahagia di masa depannya. Tuhan, aku tahu... Aku sadar... mendoakan hal ini sungguh berat... Jangan timbulkan rasa kebencian ataupun rasa dendam di dalam hati ini... Biarkan kasih yang telah kuberikan, pengorbanan yang telah kucurahkan Julia selama ini, akan bersinar kembali... Tuhan, aku tak tahu akan masa depanku di rancangan tanganMu... Apakah nanti perjalanan cintaku yang baru lagi akan kandas, atau bagaimana... Tapi aku tetap menantikan janjiMu, dimana dibalik setiap apa yang kualami, aku akan melihat pelangi yang indah... Semua indah pada waktunya... Tuhan... mungkin hari-hari ini, aku terguncang, lain dari biasanya... Tapi aku tetap tegar menjalaninya... Terima kasih Tuhan atas semua yang terjadi hari ini... Aku akan mencoba mengucap syukur... Dalam nama Tuhan Yesus, anakmu yang terluka hatinya ini berdoa.. Amin..." Selamat tinggal, Julia... Jangan tangisi diriku. Mungkin hari-hariku ke depan akan kembali sepi. Tapi Yesus tetap menemaniku, Ia satu-satunya manusia sekaligus Allah yang tidak pernah meninggalkanku. Baik dalam keadaan apapun... Yesus turut berduka ketika lembaran kelabu ini terjadi... Yesus juga turut tertawa ketika kita juga merasakan kebahagiaan apa yang telah kita tempuh dan jalani, Julia. Memang, aku sadari, telah banyak pengorbanan yang aku keluarkan untuk mendapat tempat di hatimu... Tapi seperti apa yang telah mama katakan agar aku ikhlas, aku akan belajar mencoba hal itu... Hal ini kedua orang tuaku belum kuceritakan. Aku tak ingin mereka akan lebih sedih lagi melihat hari-hariku kembali sepi. Mungkin, saatnya nanti akan kuceritakan... Jangan pernah bersedih untuk F1do_D1do... Hal ini mungkin membuatku down, tapi aku akan tetap tegar menghadapinya... Terima kasih atas apa yang kita jalani bersama... Aku juga senang elah bisa menyenangkan hatimu walaupun sebentar. Kadang pengorbanan yang aku curahkan, tak sebanding dengan harapan dan hasilnya... Semoga hubungan kalian langgeng adanya, dan cowokmu tetap setia hingga akhir hayatmu... * F1do_D1do * F1do_D1do * F1do_D1do * BASE JAM - MUNGKIN ------------------ Kini kumengerti... Cintamu hanya untuknya... Walau kau pernah berpaling padaku, Tak bisa kau ingkari hatimu (oh tak bisa... oh tak bisa...) Kusadari cintaku Masih tersimpan untukmu Mungkin takkan lekang oleh sang waktu Entah sampai kan berganti Kau selalu jadi cerita Lembaran hidupku Mungkin cintamu hanya untuknya... Jaga bahtera cintamu Kan ku bentangkan sayap hatiku Meraih cinta sejati... Mungkin cintamu hanya untuknya... Jaga bahtera cintamu Kan ku bentangkan sayap hatiku Meraih cinta sejati... Dari : Teman terbaik yang pernah kaumiliki, namun kini takkan pernah hadir lagi dalam sepanjang sejarah kisah hidupmu. (END)