SANTA MONICA
Cerpen F1do - Santa Monica ------------------------------------------------------------------------------------------------- Created by : Freedi Djajadi June 11th 2000 Di sebuah jalan di kota Santa Monica, banyak kenangan yang indah telah kami lalui. Kenangan manis antara dua insan yang sedang jatuh cinta terus membenak dalam hatiku. Melihat pemandangan yang indah di Santa Monica berduaan sangat romantis... Ya, romantis sekali... Namun, kini musim semi telah berlalu. Berganti musim dingin, musim yang membekukan semua tulang dalam tubuhku. Kami telah lama tidak bertemu lagi. Kami sudah lama tidak berhubungan lagi. Kutelepon ke rumahmu, hanya mesin penerima saja yang bekerja. Sedangkan dirimu, tidak tahu kemana... Aku hanya bisa melihat hampa keindahan kota Santa Monica. Kuputuskan pergi ke rumahnya... Walau perjalanan memakan waktu 3 jam, bagaikan memakan waktu berabad-abad. Pemandangan indah di sepanjang jalan Santa Monica bagaikan hiasan belaka saja. Kuketuk dengan perlahan pintu rumahnya. Tidak ada jawaban. Dan rumahmu terkunci. Tidak tahu harus bagaimana lagi, aku menghabiskan waktuku dengan berjalan-jalan di kota Santa Monica itu. Aku mampir di sebuah cafe, memesan secangkir capucinno untuk menghangatkan tulang-tulang yang membeku ini. Kegembiraan orang-orang yang menyambut musim dingin di Santa Monica tidak mengubah kesepian hati ini. Pandangan hampa dan kosong ini tidak dirasakan oleh mereka. Walau Santa Monica menghadirkan keramahan, namun individualistis orang-orang di sana membuat anda terpuruk sendiri dalam kesepian. Selesai membuang waktuku di cafe, aku termenung sendirian di pinggiran jalan, memperhatikan orang yang berlalu lalang. Tak sengaja aku melihat dia, belahan hati ini sedang menggandeng mesra tangan seorang lelaki. Tapi tak sengaja pula, matanya melihatku. Buru-buru dia memalingkan wajahnya. Kuhampiri dia dengan langkah tergesa-gesa. "Monica..." Dia menoleh dan hanya tersenyum hambar. Lelaki yang digandengnya juga menoleh sebentar ke arahku. Mereka berhenti sejenak, lalu melanjutkan langkahnya. Aku tak tahu lagi mengapa ia memutuskan hubungan ini sepihak saja. Hatiku terluka... Sangat terluka... Kulangkahkan kakiku ke dalam hiruk pikuk dan lalu lalang orang-orang di kota Santa Monica itu... Membiarkan tulang-tulang dalam diriku ini membeku dalam kedinginan kota Santa Monica... ===Diilhami dari lagu Savage Garden - Santa Monica=== -----(END)-----