Sam Pek Kong Tai
F1do_D1do - Sam Pek Kong Tai ------------------------------------------------------------------------------------------------- Created by : Freedi Djajadi June 21st 2000 Melihat jalinan kisah cinta dan asmara anak-anak kelas IIIAI Gaz-Millenium bagaikan menonton wayang kulit semalam suntuk. Ada dalangnya, ada wayangnya. Ada mak comblang, ada bapak comblangnya. Hehehehe... nggak nyambung lagi... Istilah cerita, kayak cerita dari negeri China, sejarah Sam Pek Kong Tai. Jangan tanyain deh ama Odon Marodon, soalnya si Odon nggak paham ama pelajaran sejarah. Ada bunga, ada kumbangnya. Ada beca, ada abangnya. Begitulah kalo lihat pemandangan kisah dua anak yang sedang menjalin kisah cinderella, eh salah kisah romeo dan juliet. Iya... beneran... kayak kisah orang gelo dan silet. Nggak nyambung kan ? Hihihi... "F1doooooooooo !!!" "F1doooooooooo !!!" "F1doooooooooo !!!" jerat jerit Opie yang kalo manggil orang nggak cukup sekali. "Oi oi oi oi, apaaaaaaa ?" "Gua titip salam ya buat Vendy yang sekarang nggak masuk... Kan rumah loe deket Vendy... Bilangin, gua nggak bisa jenguk dia... Soalnya gua musti ikut arisan wakilin nyokap gua yang juga nggak masuk..." "Welehhhhhh...Malesss...." "Pleaseeeee donk, F1d....." "Iya deh....." F1do kelihatan bingung dan menuju ke bangkunya. Kachu yang dari tadi ngelihatin F1do, menegur F1do, "Eh, F1d..." "Apa...?" "Kenapa bingung ?" "Iya, ini orang pada pacaran, gua kok yang jadinya repot" "Huehuehue... ya, begitulah, F1d..." "Kok begitulah ? Beginilah aja, Kachut... Hihihi..." "F1do, jangan panggil gua Kachut donk..." "Gua lebih suka nama loe Kachut, kok" "Ih... jahil... !" "Eh, F1d !" "Apa...?" "Loe nggak ikut-ikutan pacaran ?" "Enggak niat !" "Huahuahuahua... huk huk huk...!" Kachu tertawa sambil terbatuk-batuk. "Uehhh...virus !" "Bukannya nggak niat kali, F1d... Loe emang nggak laku kali !" "Egepe ah..." ------------------------------------------------ F1do memikirkan perkataan Kachu malamnya. Dia benar-benar nggak bisa tidur, bukannya apa-apa, emang karena banyak nyamuk. Dia juga benar-benar nggak bisa makan, bukannya apa-apa, emang karena mami enggak masak. Pokoknya serba salah deh. Tidur telentang nggak nyaman, tidur tengkurap juga nggak nyaman. Apalagi tidur berdiri, pasti susah deh tidurnya. (Hihihi... Mumi kali...) "Malade..." bisik F1do pada Marmalade yang lagi bobo di ranjang bawah. "Apa, F1d ?" "Pacaran itu enak nggak sih ?" tanya F1do polos. "Huehuehue... enak dong, F1d..." "Emang kalo pacaran, ngapain aja sih ?" "Ya.... kalo Malade pacaran ama Yudhi sih, makan-makan, nonton bioskop, jalan-jalan ke mall." "Ha ? Pacaran itu ngabisin duit ya ?" "Iya donk, F1d... Kapan lagi Malade bisa makan ama nonton gratis." "Dasar loe, cewek matre !" "Uehhhhh...bolehnya sirik..." "Eh, emang napa sih, F1d ? Loe mau pacaran ya ?" "Hehe... kayaknya, sih. Soalnya temen-temen di kelas gua udah bawa gandengan semua, nggak mau kalah tuh ama truk yang juga bawa gandengan." "Ya, udah deh. Ama teman sebangku loe aja yang loe bilang cakep itu." "Cheerful ? Wah, nggak tahu deh, Lade... Soalnya bedanya kayak bumi ama langit sih. Dia cakep banget, gua jelek. Apa dia mau ?" "Kayaknya sih nggak mau dianya, F1d. Hihihi..." "Jelek loe !" "Eh, kalo nggak ama Kachu aja. Kan loe ama dia sama-sama jelek. Gimana, F1d ?" "Huehuehue... lain statusnya, Lade... Dia anak orang kokay, kita kan kagak..." "Lagak loe kayak si Jerry aja, biar kere asal lagaknya..." "Eh, tak u'u ya... Gengsian buat apa sih ? Nggak sesuai ama kepribadian gua." Jadilah F1do nggak bisa tidur mikirin nasibnya yang bagaikan telur di ujung panci. Akhirnya F1do keluar kamar dan gara-gara nggak bisa tidur, dia nyetel televisi yang acaranya udah pada habis semua. Mami memergoki F1do di ruang tamu. "Lho, F1d. Belum tidur ?" "Belum, mi. Nggak bisa tidur. Jadinya F1do nonton tepe aja..." "Nonton apaan ? Itu kan udah nggak ada acara lagi ?" "Ssstt... lagi seru nih... lagi nonton semut pada berantem." Asal deh F1do. Mami geleng kepala-kepala tapi bukannya gedek loh. Mami duduk di sebelah F1do sambil ikutan nonton semut yang lagi berantem. "F1do ada masalah ya ?" "Iya, mi... F1do mau pacaran, mi..." "Ooo... itu... mami sih setuju aja." "Iya, mi... Mami setuju, F1do juga setuju. Tapi masalahnya, mi. Nggak ada yang mao ama F1do." "Hahaha... kenapa ? Kok bisa begitu sih, F1d ?" "Iya, mi. Sebenarnya F1do naksir Cheerful, temen sebangku F1do. Tapi apa dia mau ? F1do kan jelek." "Emang kamu udah pernah ngutarain keinginan kamu ?" "Utara sih belum, mi, tapi selatan udah. Eh, maksud F1do, F1do takut ditolak dia." "Kalo enggak mau, ya cari yang lain, kan bisa, F1d ?" "Oh, waktu itu papi juga cari yang lain terus ketemu mami ya ?" "Hihihi... F1do... F1do..." "Gini loh, F1d... Nggak papa nggak mama kalo dia nggak mao, aduh ngomongnya kok belepotan gini. Nggak papa kalo dia nggak mao, gitu maksud mami. Tapi kalo misalnya dia nggak mao, kamu cari aja anak yang lain di kelas." "Siapa, mi ?" "Misalnya Imel. Mami denger dia pinter masak ama bikin kue tuh..." "Imelllll ? Wah, nggak mao ah... Entar tiap hari makan dodol dia mulu... Nggak ah..." "Mi... mi..." "Apa, F1d...?" "Ngutarainnya gimana ya ? F1do masih bingung nih..." "Ya... kamu tulis surat aja..." "Eh, iya ya... Oke deh, mi... Besok F1do tulis surat buat dia, trims ya, mi atas usulnya." Mami tersenyum simpul seperti tali simpul sepatu. "Oh ya, mi. Mami mao nonton semut juga ?" "Iya deh, boleh. Soalnya mami nggak bisa tidur juga." "Ha ? Kenapa, mi ?" "Iya, tadi pagi pas mami ke pasar, mami ketemu cowok ganteng, jadi mami kepikiran terus. Gimana ya ngutarain ke dia perasaan mami ini ?" Alamakkkkkkkkk !!! ------------------------------------------------ Pagi-pagi bener sebelum ayam berkokok ketiga kalinya (Petrus kaliiiii...hihihi), F1do berkokok duluan. Dan ayam tetangga sewot setengah mati gara-gara diduluin F1do. F1do bangun pagi-pagi banget untuk menjalankan aksi dan misinya. F1do dateng ke kelas IIIAI yang butut itu. Masih belum ada yang dateng, masih sepi. Ada juga penjaga sekolah yang sedang menyapu kelas. "Eh, nak F1do. Kok tumben datengnya pagi bener ?" "Hehehe, iya pak. F1do mau rajin donk sekali-kali..." boong F1do. "Oh, bagus deh..." penjaga sekolah itu tersenyum dan nggak nyadar kalo diboongin. Emang kapan pingsannya ? F1do langsung duduk di bangkunya dan langsung menulis surat untuk dikirim si ehem... itu loh... Loh masih nggak tahu, ya ? Kalo kalian masih nggak tahu juga, kebangetan deh ! Dari tadi emang nggak dibaca ya, ini cerita ? Kalo masih enggak tahu, mendingan nih cerita dibuang aja deh, hehehe... Mao tahu isi suratnya ? Kalo mao jangan ngintip-ngintip kaya Margaretha yang hobi ngintip tapi matanya nggak bintit-bintit. Hihihihi... Nih isi suratnya, kalo loe-loe orang mao tahu (kalo nggak mao tahu, ya dilewati aja toh, gitu aja kok repot-repot...) : "Dear, Monika Cheerful Ibarat lagu tanpa irama Seperti melihat tanpa mata Semenjak pandangan pertama Kau pun tahu ku telah jatuh cinta Buah duku di dalam bakul Hati rindu ama cerita cabul eh salah, Hati rindu ama Cheerful Itu Tintin rambutnya berjambul Gua mikirin gimana jadi pacarnya Cheerful Gitu loh, Mon... semenjak pandangan pertama gua ke jempol kaki loe, gua jadinya naksir. Tapi gua ragu nih,... loe mao nggak ama gua ? Mao deh yaaaa.... mao donkkkk plssss.... Kalo mao, sukur.... nggak mao gua jitak ! Hihihihi... maksa deh ya gua ? Soalnya gua jelek banget orangnya, sedangkan loe cakep banget orangnya. Jadi gua agak-agak pesimis nih.... Kalo loe seandainya mao jadi yayang gua, emang sih.... gua nggak bisa beliin permata atau mengirimkan karangan bunga orang mati (hihihi), tapi ini diriku apa adanya, satu yang kupinta yakini dirimu hati ini milikmu.... (eh kok malah nyanyi). Udah deh segitu aja. Bukannya apa-apa, ntar mata loe sakit lihat tulisan gua yang kayak cacing ini... Salam Yang naksir loe" Surat itu lalu diselipkan F1do di kolong meja Cheerful dengan harapan dia nemuin terus dia buang eh baca, gitu loh maksudnya... Nggak lama kemudian, datang anak-anak yang lain masuk kelas. "Uehhhhhhh.... F1d, tumben loe udah nongol !" seru Kachu. "Iya, F1d... semalem nggak ada bola ya ?" tanya Cheerful lalu duduk di sebelah F1do. "Hehehe..." F1do hanya tertawa saja. Cheerful menaruh tasnya di kolong meja dan segera menemukan surat F1do. "Eh, ini surat dari siapa ya, F1d ?" tanya Cheerful keheranan. "Hehehe..." F1do hanya tertawa saja. "F1do kenapa sih ketawa ketawa terus ?" Cheerful makin heran. "Hehehe..." masih aja F1do tertawa cengok. "Hehehe juga ah, sebel !" Cheerful mengacuhkan F1do sambil membuka isi surat itu. "Uahhhhhhhh.... surat dari siapa nih ? Kok tulisan cacingnya sama kaya loe, F1d ? Surat dari siapa ya ?" teriak Cheerful terbengong-bengong. "Apa sih, Mon, teriak-teriak ?" tanya Kachu penasaran, lalu menghampiri Cheerful dan ikut-ikutan membaca surat itu. "Hoiiiii, seru nihhhh...." Kachu memprovokasi sehingga anak-anak segera menghampiri dan ikut-ikutan baca. "Uehhhh.... ternyata ada yang naksir Cheerful diam-diam nih..." seru Kenken. "Iya, siapa ya ? Tulisannya jelek begini lagi... !" ujar Vendy. "Loe punya penggemar misterius, Cheer..." bisik Kachu. "Nggak tahu deh, nih... Siapa ya ?" Cheerful terbengong-bengong sambil garuk-garuk kepala karena banyak kutunya, hihihi... Sementara itu, F1do yang di luar gerombolan anak-anak yang sedang mengerumuni Cheerful dan suratnya, hanya bisa berharap-harap dan mukanya mulai memerah (bukan karena malu, tetapi lagi duduk di atas kompor, wakakakakak) ------------------------------------------------ Jam istirahat. Cheerful yang sedang tanggung mengerjakan soal, tidak ikut-ikutan istirahat. F1do ikut-ikutan tidak istirahat. "Loh, F1d... Tidak istirahat ?" "Hehehe..." F1do hanya tertawa saja. "Jangan begitu terus donk, F1d. Ngomong kek, masa dari tadi ketawa terus." "Eh, iya..." F1do tersentak. "Nggak, nggak istirahat, Mon. Lagi nggak ada duit, jadi nggak bisa jajan." "Ya udah. Nanti kita makan bareng yuk, Cheerful yang bayarin." "Wah, trims berat ya.... F1do mao tuh..." "Iya... iya..." "Eh, F1d. Loe tadi lihat nggak siapa yang naruh surat itu di kolong meja gua ? Loe kan datengnya pagian, pasti loe lihat donk ?" "Enggak, Mon..." "Siapa ya yang ngirim ? Cheerful bingung nih..." "Emang kenapa kalo ada yang naksir kamu, Mon ? Nggak boleh ya ?" pancing F1do pake cacing. "Boleh donk... Tapi nggak tahu siapa orangnya. Jangan-jangan orangnya demen cerita cabul nih... hihihi" "Sembarangan..." umpat F1do dalam hati. "Kalo misalnya saya, gimana orangnya, Mon ?" "Hmmmm... kalo kamu, nggak mungkin yaaaaa... Soalnya kamu itu orangnya cuek, dan ama cewek juga gitu, cuek aja. Pokoknya nggak mungkin deh kalo kamu." "Emang orang cuek, nggak boleh naksir kamu, Mon ?" pancing-pancing F1do lagi. "Boleh donk, tapi Monik takut nanti jadinya dicuekin." "Ooooooo." "Gini loh, Mon... Sebenarnya... sebenarnya... yang nulis tulisan cacing itu, ya gua orangnya, Mon" Monika Cheerful terperanjat. Untung aja nggak pingsan. "Loh kamu yaaa, F1d ? Hahahaha !" "Loh kok ketawa ?" "Berarti yang suka cerita cabul itu loe ?" "Yeeee... serius donk ah..." "Iya deh..." "Tapi gua ragu nih, Mon... Soalnya loe itu cakep banget, dan gua jelek abis, loe pasti nggak mao kan ama gua ?" "Gini ya, F1d... Cheerful bilangin. Kamu itu sebenarnya anaknya baik, suka kasih contekan, suka bikinin pe-er-nya Monik, dan masih banyak lagi hal-hal negatif yang lainnya, hihihi... Tapi Monik anggap kamu teman biasa doang, F1d... Monik mau konsentrasi dulu sekolah dan pelayanan ama Tuhan dulu. Jadi F1do harap mengerti ya ama keadaan Monik... Mungkin nanti waktunya Monik untuk pacaran ada. Tapi nggak sekarang, F1d. Gitu loh, F1d..." F1do hanya terdiam dan membisu. "F1d... kok diam ? Marah ya ?" "Ya udah deh... Kalo Monik nggak mau pacaran, ya gua nggak bisa maksain. Mungkin nanti gua turutin kata mami aja." "Apa kata mami kamu ?" "Cari lagi yang lain..." kata F1do polos. Hihihihi... ------------------------------------------------ Semenjak saat itu, F1do jadi pendiam habis. Mami jadi heran. F1do yang selama ini pro aktif, jadi pasif. Yang tadinya nggak nafsu makan, jadi paling banyak makannya (ini mah rakus...) Mami mengetuk pintu kamar F1do. "F1d... F1d... mami boleh masuk ?" "Mo ngapain sih, mi ?" "Mo ngobrol bentar." "Kalo bentar ogah, kalo lama mao !" "Bisa aja kamu, F1d." "Kenapa F1d, mami lihatin, kamu jadi pendiam gitu ?" Malade nyeletuk. "Ditolak cintanya, mi !" "Diem loe, jelek !" sahut F1do ketus. Malade yang suka diledeki F1do, menggunakan kesempatan itu untuk meledeki F1do. "Kata orang, sakit hati lebih sakit dari sakit gigi." "Jelekkkkk ! Bawel loe !" sengit F1do. Mami mengambil tempat di sebelah F1do. "F1d... kan mami udah ajarin, kalo dia nggak mao ama kamu, ya nggak papa, kan kamu bisa cari lagi yang lain. Anggap aja, ini pengalaman kamu. Jadi kamu pernah ngerasain ditolak cewek." F1do melengos, "Iya, iya, ngerti... Tapi hati F1do masih tersayat-sayat mendengar penolakan cinta yang murni ini dari Cheerful" (Ceileeeee bahasanya...) "Kalo gitu kamu sama donk ama mami.... Mami juga ditolak tuh ama cowok ganteng yang mami bilang ketemu di pasar itu..." Alamakkkkkkkkk !!! Nggak mami, nggak anaknya. Setali tiga uang ! ------------------------------------------------ Jadilah kisah cinta F1do, kisah cinta Sam Pek Kong Tai. Kisah cinta yang guagal. Pake kata guagal karena medok jawa asli, boooo... Tapi F1do nggak patah semangat. Kali ini F1do mengirimkan surat yang sama di kolong meja, kepada setiap anak-anak cewek di kelas itu. "Ini surat siapaaaaaaa ?" teriak Kachu, Debby, Ruth, Felicia, dan semua anak-anak cewek di kelas itu. "Kok surat buat Cheerful nyasar ke meja gua ?" F1do males bikin surat, jadinya tinggal mem-photo copy suratnya Cheerful, pantes semua suratnya nama Cheerful, hihihihi.. ------------------------------------------------ -----(END)-----