Sakit Perut
SYERREN
Syerren's - Sakit Perut @}--------`------------ Presented by : Syerren (Syerren Lina) & F1do (Freedi Djajadi) Copyright @ Aug 29th '2000 Syerren pagi-pagi itu masuk ke kantin, ngelihat Happy Elda lagi makan rujak. Duh, Syerren jadi ngiler. "Pagi, Syerren..." "Pagi, Elda... Kamu makan apa sih ?" "Rujak, Syer. Ih, enak deh. Pedes-pedes ngejlimet..." kata Happy Elda meneruskan makannya. (Soal matematik kali ngejlimet, hihihi...) Syerren terus ngelihatin, kayaknya mau makan juga. "Syerren mau ?" tanya Happy Elda. Syerren mengangguk. "Kalo Syerren mau, beli aja deh, murah kok, cuma seribu perak..." Yeee, kirain mo dibagi... Hihi... "Tapi kamu bisa sakit perut loh, Syer. Pagi-pagi begini makan rujak." ujarnya mengingatkan. "Loh, tapi kamu makan lujak juga ?" "Iya, Elda kan gendut, makanya Elda lagi ikut program diet. Terus, disuruh ama dokter, suruh tiap pagi makan rujak. Jadi pencernaan Elda lancar. Kalo siang nggak usah makan lagi... Gitu, Syer," jelas Happy Elda. Syerren mengangguk tapi nggak ngerti, soalnya kan Syerren bloon, hihi... Cuek aja, Syerren ke tukang jual rujak itu beli rujak, iya donk beli rujak, masak sih beli obat, huehuehue... Saking enaknya tuh rujak, Syerren ampe nambah tiga piring ! Enak apa rakus, hihi... Happy Elda ketawa-ketawa ngelihat Syerren kuat banget makan rujak. "Entar kamu sakit perut loh, Syer... Kalo Elda sih, emang tujuannya begitu, biar buang air besarnya lancar..." "Wah, kamu nggak hemat ya ?" tanya Syerren. "Maksud kamu ?" tanya balik Happy Elda. "Iya, Syellen diajalin ama papa di lumah, nggak boleh buang-buang ail, bial hemat, tapi kok Elda buang-buang ail, malahan buang ailnya besal lagi..." Happy Elda ngakak, tubuh gendutnya naik turun naik turun. "Syerren nggak ngerti istilah buang air besar ya ?" Syerren menggeleng. Belum sempat Happy Elda ngejelasin, bel tanda masuk udah berbunyi. "Syer, udah masuk tuh !" Syerren buru-buru makan rujaknya dengan cepat, takut telat masuk. Itu garpu ampe ikut-ikutan ketelen, hihi... ----------------------------------------------------- Syerren's @}-----------------------------{@ Syerren's ----------------------------------------------------- Selagi ulangan fisika, Syerren ngerasain ada sesuatu yang enggak beres nih... Biasanya tenang aja kalo lagi nyontek, ngintip ke kolong mejanya, tapi sekarang kok gelisah ya ? Syerren tukang nyontek, wekkk ! :P Ada yang nggak beres ama perutnya. "Duhhh... pelut Syellen cakit banget yaaa..." gerutu Syerren. Syerren langsung maju ke muka kelas nemuin guru fisikanya. "Loh ? Syerren udah selesai ? Nggak biasa-biasanya..." kata ibu guru fisika itu heran. Iya, heran donk, kan Syerren goblog, kalo ngerjain soal paling terakhir ngumpulinnya, haha.. "Eh, bu... Syellen mo ke WC, bu... Mo e'e..." kata Syerren. "Oh ya ? Beneran ?" "Iya, bu." "Tapi kamu jangan nyontek yaa..." "Iya, bu..." langsung Syerren berlari ke belakang buat nyetor ! Lima belas menit kemudian, Syerren balik ke kelas. "Udah ?" tanya bu guru. Syerren mengangguk lalu duduk mengerjakan soal lagi. Belum beberapa lama, Syerren merasa mules lagi. Aduh, kenapa ya ini perut ? "Bu, pelmisi bu... Syellen mo e'e lagi, bu..." "Lho, bukannya tadi udah ?" "Iya, bu... Tapi nggak tahu nih, pelut Syellen mules lagi, mo belak bu..." Hihihi... "Ulangan kamu gimana ?" Sebelum Syerren diberi ijin, langsung tuh anak lari ngibrit ke belakang ! Bu guru itu geleng-geleng kepala aja liat tuh anak. Syerren lega, untung aja nggak ngebom di celana ! Hahaha... Pas Syerren balik, ibu guru memanggil Syerren. "Syerren, muka kamu pucat sekali. Lebih baik kamu pulang aja, istirahat di rumah, nanti ulangan ibu kamu boleh nyusul..." "Iya deh, bu... Makacih ya, bu..." Syerren sih girang aja disuruh pulang lebih awal, kapan lagi bisa pulang pagi ya, Syer ? :P Syerren naik mikrolet buat pulang ke rumahnya. Tapi di tengah perjalanan, perut Syerren melilit lagi. Syerren bingung, mo e'e tapi ini mikrolet masih aja ngetem nunggu penumpang. Syerren tahan-tahan jangan sampe nanti e'e di celananya. Kan malu nanti kalo dilihat cici Irene kalo celana dalemnya belepotan coklat, huehuehue... "Pak sopil, pak sopil... Cepetan donk jalanin mikloletnya... Syellen mo belak nih..." kata Syerren mencolek supir angkot itu yang duduk di depannya. "Eh, nih anak... Kalo mo cepet, kamu naik taksi aja ! Saya lagi nguber setoran ! Daripagi sepi aja nih angkot !" kata supir angkot itu kesel diperintah-perintah ama anak kecil, hihi... "Yach.... duit Syellen nggak cukup kalo naik taksi, pak sopil," kata Syerren jujur. "Ya udah, tunggu aja... Bentar lagi angkot ini jalan kok !" Syerren nggak bisa apa-apa lagi, kayaknya coklatnya udah berantakan kemana-mana deh, huehue.... ----------------------------------------------------- Syerren's @}-----------------------------{@ Syerren's ----------------------------------------------------- Sampai di rumah, Syerren mo nyerbu WC ! Tapi WC-nya dikunci ! "Aduhhh... siapa sihhhh di dalemmmmm ???" tanya Syerren sambil menggedor-gedor pintu WC. "Cici Irene, Syer !!! Kamu udah pulang ?" teriak ci Irene dari dalam WC. "Iya, ci... Syellen mo e'e nihhhh !!! Buluan donkkkk !" "Sama, cici juga lagi nyetor. Eh, Syer... kamu pake WC di kamar papa aja deh ! Cici juga baru masuk" ujar ci Irene. Tanpa ba, bi, bu lagi, Syerren nerjang pintu kamar WC papa dan lega begitu bisa nyetor ! Begitu pengen ngebilas, eh tuh WC papa mampet ! "Ciiiiii !!! Ciciiiii !!! Airnya nggak keluar nihhhh....!! Syellen nggak bisa cebok donk !" Ci Irene keluar dari WC-nya dengan jengkel, belum puas bener ngebomnya (haha...), udah digangguin ama Syerren. "Ya udah ! Cici bawain ember nih !" kata ci Irene tergopoh-gopoh keluar WC sambil bawain seember air. Ci Irene cuma bisa mengelus dada dan melengos begitu ngelihat coklatnya Syerren pada berantakan kemana-mana. "Aduh... Syerren jorok deh ! Kenapa bisa berantakan begini sih !!!" "Habisnya udah nggak tahan sih, ci... Cici lama sih di WC..." "Yeee, kamu... Kok nyalahin cici sih ? Ya udah deh... Cebok di WC depan aja gih !" "Iya, ci..." kata Syerren sambil berlalu. Selesai bersih-bersih (kayak iklan aja deh, hehe), ci Irene melirik ke arah meja makan, kaget makan siang Syerren yang udah disiapin ci Irene, masih utuh. "Syer ! Syer ! Kemana sih tuh anak ?" panggil ci Irene kebingungan. Ci Irene melongok ke kamar Syerren, kaget ngelihat Syerren meringkuk di ranjang sambil megangin perutnya. Mukanya pucet kayak VW zombie (itu VW combi lagi, norak !) Bibirnya biru-biru kayak habis minum fanta biru (hihi, emang ada ?) "Syerren ! Kamu kenapa ?" seru cici sambil mengelap keringat yang bercucuran di sekujur muka Syerren. "Uh... pelut Syellen cakit benel nihhhh, ci..." keluh Syerren. "Ha ? Sakit ya ? Cici bawa kamu ke rumah sakit aja ya ?" Syerren mengangguk. Ci Irene segera menggendong Syerren, membawa Syerren ke rumah sakit dengan mobilnya. Irene menunggu dengan cemas ketika dokter menemuinya. "Gimana, dok ? Gimana dede saya ? Nyawanya tertolongkah ?" tanya Irene saking paniknya, :P Dokter cuma tersenyum, "Iya, nggak parah kok... Cuma ada luka saja di lambungnya. Tapi dapat segera diatasi. Dia harus dijaga ya makannya... Nggak boleh makan sembarangan lagi. Ususnya terlalu lemah untuk makan makanan pedas." "Lalu dia gimana, dok ? Udah bisa pulang ?" "Oh, kalau pulang belum bisa dulu, dia harus diopname paling lama tiga hari..." "Makasih, dok !" kata Irene lega. Ci Irene masuk ke ruang tempat Syerren dirawat. Syerren tertidur lelap dengan selang infus menusuk lengannya. Tidak lama kemudian, papa datang dari kantornya, membuka pintu ruangan itu. "Eh, Ai... Gimana Syerren ?" "Kata dokter nggak papa, sekarang dia masih tidur, oom. Lihat deh, oom... Pulas sekali..." "Iya, Ai..." "Lucu ya, oom... Irene sangat senang kalo lihat Syerren tidur kaya gitu, imut sekali ya, oom..." bisik Irene pelan-pelan takut membangunkan dedenya. Papa mengangguk mengiyakan. "Iya, makanya oom sangat sayang sekali sama Syerren... Dia bagaikan bidadari kecil papa..." Irene tersenyum. "Oom nggak mau kehilangan dia, Ai... Kasihan sekali Syerren... Sewaktu kecil, dia tumbuh tanpa bimbingan mamanya... Mamanya meninggal ketika melahirkan Syerren. Makanya dia lahir tanpa pernah merasakan kasih sayang seorang ibu..." kata papa. Irene tergugah mendengarkannya, "Oom..., tapi oom kan juga bisa membimbing Syerren hingga dia sebesar ini... Irene juga bangga akan oom, tenang aja kok oom..." "Makasih, Ai... Makanya papa senang dengan kehadiran kamu... Kamu bisa menggantikan kehadiran mamanya..." "Hahahaha !" Irene tertawa keras, sehingga membangunkan Syerren. "Ci, pa, Syellen dimana ya ?" tanyanya kebingungan melihat ruangan yang lain sama sekali dari kamar tidur Syerren yang ajaib itu. "Eh, kamu jadi bangun gara-gara ketawa cici ya, Syer... Cici minta maaf yaaaa..." kata Ci Irene mengelus rambut Syerren. "Kamu di rumah sakit, Syer..." jelas papa. "Ah, Syellen nggak mau bobo dicini ah, pa... Syellen mo bobo di lumah aja..." "Nggak bisa, Syer... Kamu harus tinggal disini paling lambat tiga hari..." kata ci Irene menjelaskan. "Nggak mau ah... Syellen mo pulang aja..." rengek Syerren. Tapi setelah dibujuk-bujuk, akhirnya Syerren mau juga. ----------------------------------------------------- Syerren's @}-----------------------------{@ Syerren's ----------------------------------------------------- Dokter yang akan mencheck keadaan perut Syerren masuk ke ruang tidur Syerren, dan kaget ketika lihat tembok rumah sakit udah dipenuhi gambar-gambar tempel Sailormoon, Doraemon, Pokemon dan teman-teman antah berantah Syerren yang lainnya. "Ha ? Apa-apaan ini ???" "Halo, dok.... Syellen mo tinggal disini telus deh... Sustelnya baek-baek sih, dok... Telus Syellen boleh nempelin gambal tempel di tembok..." Dokter itu cuma bisa terperangah saja. Hahaha, mampus loe, dok ! ----------------------------------------------------- Syerren's @}-----------------------------{@ Syerren's ----------------------------------------------------- F1do : "Ckckckck... Syerren, bandel banget sih kamu ! Rumah sakit udah kamu anggap kamar sendiri !" Syerren : "Bialinnnn, wekkkk ! :P Ntal gantian jidat F1do, Syellen tempelin gambal tempel bial tahu lasa... !!!!" F1do diem (ngalah aja deh ama anak TK) :P~~~~ ! Syerren : "Baii baiiiiii... temen-temen jangan makan lujak yaaa, bisa bikin cakit pelut !" F1do : "Syerren boong, siapa bilang nggak boleh makan rujak ? Boleh aja kok makan rujak, asal belinya dibayarin ! Huehuehuehue... !" **** syerren@hotmail.com **** -----(END)-----