RUMBLE IN THE JAKARTA
Cerpen F1do - Rumble In The Jakarta ------------------------------------------------------------------------------------------------- Created by : Freedi Djajadi June 8th 2000 (Cerpen ini benar-benar terjadi dalam hidupku dan nyata adanya. Namun bisa saja terjadi pada diri anda, semoga anda dapat mengambil hikmahnya) Kalian tentunya semua apa yang terjadi pada kota Jakarta ini, pada tanggal 12-14 Mei 1998, memang sungguh-sungguh mengerikan. Penjarahan, pembakaran dan pemerkosaan terjadi di mana-mana. Dan oleh sebab itu, F1do mengucap syukur pada Tuhan Yesus yang telah melindungi F1do dan keluarga hingga sampai sekarang bisa selamat. Walau masih banyak orang yang mengalami tragedi pahit itu, walau masih banyak orang yang memendam amarah karena anggota keluarganya diperkosa dan dibunuh secara tragis, F1do berharap agar kejadian itu tak terulang lagi. Saat itu, F1do masih berkantor di Sunter (sekarang kantor tersebut menjadi Toko Rabat Alfa). Tanggal 12 Mei, F1do mendapat berita dari televisi bahwa mahasiswa trisakti ditembaki. Dan dengan perasaan was-was, tanggal 13 Mei, F1do tetap masuk kerja. Mengapa was-was ? Karena situasi di kota ini dikhawatirkan akan memburuk keadaannya. Ketika saat itu, sekitar pukul 15.00, papa F1do menelpon F1do dari rumah memberi tahu bahwa pump bensin di Grogol telah dibakar massa. Lalu F1do hanya bisa berdoa, agar nanti bisa pulang ke rumah dengan selamat. F1do tetap menunggu pulang hingga pukul 17.00. Hati ini terus berdoa agar Tuhan melindungi F1do. F1do pulang dari Sunter lalu lewat Pademangan, berlanjut ke Pangeran Jayakarta. Saat itu, daerah-daerah itu belum berbahaya. Massa belum mengamuk di sana. Nah, pas lewat Perniagaan, benar-benar rawan. Massa sedang berkumpul di sana, dan sedang menjarah, membakar apa saja. Motor juga nggak bisa lewat di sana, sebab di tengah-tengah jalan massa membakar ban-ban, kayu atau apa saja yang bisa bikin ngebul. Otak F1do berpikir, cari jalan pintas. Langsung lewat jalan Pekojan 3, cabut cabut ! Memang jalanan sudah sepi, hanya beberapa motor. Lalu tembus-tembus di jalan Bandengan Selatan. Tadinya F1do mau lewat Jembatan Dua, tapi jalan di situ juga sedang dikuasai massa. Massa sedang membakar ruko-ruko yang terletak di jalan Jembatan Dua tersebut. Mampus deh, F1do terpaksa lewat jalan Teluk Gong Raya. Nah di jalan Teluk Gong Raya ini terjadi kemacetan total. Banyak mobil yang menggunakan jalan pintas sini. Massa masih belum berkumpul di jalan sini. Walau ruko di sepanjang jalan Teluk Gong Raya kacanya sudah ditimpukin oleh batu, tapi suasana masih aman terkendali. Perjalanan motor F1do sampai lewat ke Kampung Gusti. F1do menengok ke arah langit dan melihat ke arah Jembatan Dua tadi, ternyata wah gila. Asap di mana-mana, di langit-langit gila ! Gila ! pokoknya udah kayak kebakaran hutan aja... Muncul-muncul di jalan Pangeran Tubagus Angke, dekat Perumahan Duta Mas, nggak ada kendaraan sama sekali ! Wah, hati F1do gentar juga. Tapi dalam hati F1do berdoa minta Tuhan tolong lindungi F1do. F1do terpaksa lawan arus jalan. Sebab di Pangeran Tubagus Angke benar-benar parah. Kantor polisi dekat situ, lagi dibakar. Dan ruko-ruko di sepanjang jalan situ benar-benar sudah menjadi neraka, dijarahi, lalu F1do menengok ada orang yang teriak-teriak di dalam ruko yang terbakar itu. F1do nggak bisa berbuat apa-apa, sebab F1do sendiri sedang menghindari mereka. Tampang F1do sendiri kelihatan chinesenya, beruntung F1do memakai helm tertutup dan sapu tangan menutupi muka, jadi tidak kelihatan chinesenya. F1do ambil jalan pintas lewat Jembatan Genit, menyusuri Kampung Poglar. Dari seberang, F1do dengan jelas-jelasnya dan tidak bakal terlupakan seumur hidup menyaksikan bagaimana setiap daerah Pangeran Tubagus Angke dihabisi. Dibakar, dijarah, dirampok, nggak tahu deh para penghuninya. Tembus lewat jalan Pool PPD, muncul di seberang Taman Kota, di tengah jalan, F1do melihat sendiri bagaimana orang-orang sedang membawa peralatan kunci dan sebagainya yang dijarah dari sebuah bengkel motor. Di jalan Daan Mogot juga sama gilanya ! Penjarahan habis-habisan. Beruntung motor F1do belum dicegat. Sampai Cengkareng Drain, beberapa orang menghalangi perjalanan orang-orang berkendara sepeda motor ke arah Cengkareng. Sebab katanya di Cengkareng lagi parah banget. Kita nggak bisa lewat. Dan di jalan Daan Mogot itu tidak ada sebuah mobil satu pun. Hanya beberapa motor, termasuk F1do. F1do akhirnya menyusuri jalanan sepinggir sungai menuju Bojong Indah. (Keterangan -> Di perempatan Cengkareng sana, sedang terjadi pemerkosaan terang-terangan kepada cewek-cewek chinese yang dilakukan oleh orang-orang biadab. Dan daerah sana memang rawan sih... Copet, preman, rampok, garong menjadi satu di perempatan Cengkareng. Dan kata temanku yang pribumi, kebetulan dia pulang telat, dia juga takut saat berada di sana ketika kerusuhan itu terjadi, sebab ada beberapa tentara sedang menembaki orang-orang yang menjarah.) F1do get's lucky ! Mengapa ? Karena tidak lama kemudian, kata teman kerjaku yang tinggal di sekitar situ (Cengkareng Drain), setiap motor diberhentikan, dan helm-helmnya dibuka untuk diperiksa apakah pengendara motornya chinese atau bukan. Yang bukan, lewat. Tapi yang chinese, pakaiannya ditelanjangi dan orangnya diceburi ke sungai di Cengkareng Drain. Sementara motornya dibakar. Kejadian itu pukul 18.00, sementara F1do lewat situ pukul 17.45. Hanya selisih 15 menit saja, maka F1do akan ditelanjangi dan diceburi ke sungai dan motor F1do dibakar ! Beruntung, F1do masih dilindungi Tuhan. Nah sampai Bojong Indah, lalu ke Taman Semanan, masih aman. Di Taman Semanan, ada supermarket Tops, nah saat itu belum dijarah. Tapi setelah F1do sampai di rumah kelak, supermarket itu akan dijarah dan ada di berita televisi. Udah deh sampai di rumah, di Perumahan Kosambi Baru... Wah, langsung F1do cerita ama bokap nyokap soal pengalaman yang deg-degan tadi di sepanjang jalan. Dan F1do ambil keputusan, besok nggak usah masuk kerja dahulu ! Kapok ! Eh, bokap nyokap mau pergi persekutuan lagi di Bojong, pas sampai depan Perumahan Kosambi Baru, ketemu Pak RW, dan bilang pada bokap nyokap, sebaiknya pulang lagi. Sebab Supermarket Tops lagi dijarah, dan berbahaya kalau lewat situ. Beruntung, kakakku juga selamat pulang ke rumah. Jadi keluarga kami benar-benar dilindungi oleh Tuhan ! Kami sepanjang malam, hanya menyaksikan televisi. Menyaksikan bagaimana kota Jakarta menjadi lautan api. Lalu keluarga kami pergi ke rumah pendeta Gereja Kristus Ketapang yang tinggal dekat dengan rumah kami. Dia punya parabola dan di CNN, lebih sadis lagi. Benar-benar transparan, disaksikan di sana, bahwa manusia saat itu tidak punya rasa kemanusiaan lagi. Benar-benar parah... Selesai sampai situ ? Tidak ! Malam-malam sekitar jam 2 malam, F1do dan kakak dibangunkan oleh bokap. Untuk segera siap-siap. Bukannya apa-apa, seberang rumahku ada supermarket Lista dan sudah diincar untuk dijarah. Sedangkan supermarket Indomart di bagian belakang Perumahan Kosambi Baru sudah habis dijarah dan sedang dibakar ! Gila deh pokoknya. Tegang ! Takut Supermarket Lista dibakar, dan takut apinya nyamber ke rumah sekitar situ, kami jaga-jaga. Tapi beruntung, Tuhan campur tangan juga, supermarket Lista itu tidak dibakar. Hanya dijarah saja dan gereja Bethany yang terletak di atas supermarket Lista juga habis dijarah. Sampai ke karpet-karpetnya, gitar-gitarnya, kursi-kursinya hingga poster Tuhan Yesus ! Dari kejadian dan tragedi itu, F1do sih pasrah saja. Kalau kematian tidak jauh-jauh dari F1do dan harta sudah pasti ludes kalau Tuhan mengijinkan F1do dibunuh atau dijarah. Tapi Tuhan masih melindungi F1do dan keluarga. Tidak ada satu hartapun dari keluarga F1do yang dijarah. Walau masih banyak teman seiman kita yang mengalami nasib yang buruk, tetapi pasrahkan saja pada Tuhan. Well... lagian kita nggak bisa apa-apa lagi kan ? Hanya cuma bisa bergantung saja pada lindungan Tuhan. Dan dari kejadian itu, kita benar-benar disadarkan kalau sebagai manusia, kita nggak bisa apa-apa lagi, hanya bisa nyerah saja. Hanya campur tangan Tuhan saja yang bekerja. Terpujilah Tuhan ! Amen !.. -----(END)-----