THE SERVANT OF GOD - Pelayan Sejati ----------------------------------- Disajikan oleh : Freedi Djajadi (December 24th '2000) Korespodensi Email : freedattaq@yahoo.com ----------------------------------------- Prolog : THE SERVANT OF GOD adalah kisah cerita seorang pelayan di dalam sebuah gereja. Sesuai nama jabatannya, "THE SERVANT", maka pelayan ini benar-benarlah seorang pelayan yang tidak mencari popularitas. Kerjaannya benar-benar mengabdi pada pelayanan Tuhan. Dimana Tuhan membentuknya dan menginginkannya, ia siap melaksanakannya. Sifatnya low profile dan tidak ada seorang jemaat pun menganggapnya. Ia memang tidak layak di hadapan manusia. Namun, hasil jerih payahnya justru berharga sekali di mata Tuhan. Semakin THE SERVANT ini dipakai oleh pelayanan pekerjaan Tuhan, semakin juga THE SERVANT harus menjadi tidak layak di hadapan manusia. Biarlah Tuhan yang menilai... Upahmu besar di surga... (Lukas 6:23) + [THE SERVANT OF GOD] + Aku membersihkan bangku-bangku gereja yang telah terkotori oleh berbagai macam makanan. Entah itu makanan ice cream, coklat, bungkus-bungkus permen. Belum lagi nasi yang berceceran di sepanjang lantai yang telah terinjak-injak dan membuat lengket. Perayaan malam tahun baru semalam di gereja kami cukup meriah. Aku juga merasakan kebahagiaan jemaat, dimana mereka telah merasakan kebaikan Tuhan akan anugerahNya sepanjang hidup mereka, dimana mereka terus setia dilindungi dan diberkatiNya. Bahkan beberapa jemaat mengambil komitmen untuk lebih lagi melayani Yesus di tahun yang akan datang. Ah... begitu indahnya... Apalagi pas pergantian tahun, mereka mulai merenungi komitmen mereka. Suasananya sangat mengharukan... Tidak terasa olehku, ketika sedang mengepel lantai gereja, ada seorang remaja memandangiku sedang bekerja. Aku menoleh kearahnya. "Pagi..." sapaku. "Pagi juga..." balasnya. "Ada yang bisa saya bantu ?" tanyaku sambil tersenyum. "Mmm, tidak... Malahan seharusnya saya yang menanyakan pertanyaan itu pada anda," jawabnya juga sambil tersenyum. "Ah, tidak usah repot-repot. Memang pekerjaan saya di gereja ini ya begini. Merapikan segala sesuatu sehabis pesta." "Hmmm.. kadang saya tidak memikirkan hal itu." "Maksud anda ?" Dia lalu berjongkok dan ikut membantu mengepel lantai gereja. "Eh, jangan... Pakaian anda nanti kotor..." kataku tidak enak hati. "Ya, tidak apa-apa. Saya bangga sekali dengan anda." "Bangga bagaimana ?" "Orang-orang sehabis pesta itu tidak memikirkan hal-hal seperti anda. Mereka langsung pulang dengan rasa gembira. Tidak memikirkan lagi bagaimana sisa pesta seharusnya dibersihkan." "Oh, itu... Memang sudah tugasku." "Anda dibayar untuk itu ?" "Tidak. Saya melakukannya dengan senang hati. Saya juga sudah cukup puas melihat jemaat ikut bergembira." "Mengapa ? Bukankah hal itu menyebalkan ? Orang lain yang berpesta, malahan anda yang harus membersihkan semuanya. Kalau kata orang, orang lain yang makan kue, anda makan tahinya..." Aku tersenyum. "Tidak apa-apa. Pekerjaan yang saya lakukan masih tidak berbanding dengan apa yang telah Tuhan lakukan untuk kita. Tuhan memberikan berkat-berkat yang indah untuk kita, tapi kadang kita juga tidak mengucap syukur dan berterima kasih. Kadang malahan kita menuntut macam-macam dan minta yang lebih dariNya. Kadang kita masih menyalahkan Tuhan. Saya belajar dari hal itu dalam pelayanan saya kepada jemaat di gereja ini..." "Wah, aku tidak bisa menyangka hal itu bisa ditanamkan kepada diri anda." "Ada ayat yang tertulis tertanam dalam diri saya. Dan hal itu telah menjadi pedoman pelayanan saya di gereja ini..." "Oh ya ?" "Ya," kataku. " Di Roma 15:2-3 yang berkata,'Setiap orang di antara kita harus mencari kesenangan sesama kita demi kebaikannya untuk membangunnya. Karena Kristus juga tidak mencari kesenanganNya sendiri, tetapi seperti ada tertulis: "Kata-kata cercaan mereka, yang mencerca Engkau, telah mengenai aku.' " Tak terasa dengan percakapan kami yang begitu enaknya, pekerjaan kami membersihkan sisa-sisa pesta selesai begitu cepat dengan tidak merasakan waktunya. "Terima kasih anda telah membantuku," ucapku padanya. "Sama-sama. Saya juga berterima kasih pada anda telah memberi sebuah pelajaran yang berharga dalam pelayanan anda..." balasnya. + [THE SERVANT OF GOD] + Ayat pegangan pelayanan anda kepada Tuhan : Markus 9:35 -> Lalu Yesus duduk dan memanggil kedua belas murid itu. KataNya kepada mereka: "Jika seseorang ingin menjadi yang terdahulu, hendaklah ia menjadi yang terakhir dari semuanya dan pelayan dari semuanya." + [END] + freedattaq@yahoo.com