PELATIH GAJAH
Cerpen F1do - Pelatih Gajah ------------------------------------------------------------------------------------------------- Created by : Freedi Djajadi June 7th 2000 - Cerpen ini dipersembahkan untuk Aline yang ingin mendengar cerpen yang happy ! - Namaku F1do, kerjaku di sebuah sirkus #yerusalem. Tugasku melatih gajah-gajah yang dimiliki sirkus itu. Jangan heran, sebab tubuhku tidak sebanding dengan gajah. Seharusnya aku melatih seekor jerapah. Hahaha ! Tapi belum pernah deh perasaan jerapah main sirkus. Mungkin suatu saat boleh dicoba. :P Ikut sebuah sirkus #yerusalem sangat menyenangkan. Hati ini riang terus. Memang ! Di sirkus #yerusalem, anda mendapatkan segala bentuk kebahagiaan. Dan lebih hebatnya lagi, kita bisa keliling kota bahkan dunia. Menjelajahi setiap negara, dan mengenal kultur kebudayaan di sana. Walau ikut sirkus #yerusalem itu enak dan happy, tapi melatih gajah adalah butuh kesabaran yang luar biasa. Tidak sembarangan orang bisa melatih gajah. Harus banyak belajar... :D Gajah yang kuandalkan di sirkus itu ialah G6JahTinG2, huehuehuehue ! Dia benar-benar jago menghibur penonton dengan atraksinya berdiri di atas jempol kakinya. :P Walau tidak berbelai panjang seperti si Bona (temannya si Bobo -> Bobo itu kakaknya si Upik dan Coreng, dst, sambungin aja terus sampe panjang... haha), tapi beneran deh si G6JahTinG2 jago ngocol. Ada penonton yang setia mengikut sirkusku, namanya si ANG1EE, dia ternyata jatuh hati akan G6JahTinG2, sehingga selalu menanti atraksi G6JahTinG2 dengan penuh antusias. Siang itu, aku sedang melatih G6JahTinG2. Tapi nggak tahu kenapa, hari itu dia sedang nakal banget ya. Suka nggak mau nurut. Aku juga nggak ngerti kenapa. Nggak tau nih, gelap ! Terpaksa deh aku keluarin cambuk emas bidadari cap khayangan untuk memberi si G6JahTinG2 pelajaran. Memang sih, aku jarang menggunakan cambuk emas bidadari cap khayangan ini, kalau saja dalam keadaan terpaksa. Aku cambukin si G6JahTinG2, biar dia kapok. Tapi kalau ada penyayang binatang yang membaca cerpen ini jangan ngamuk ya, soalnya ini cerpen fiktif banget, suwer deh ! Soalnya entar malam, bukan apa-apa, Gus Dur mau nonton dan lihat atraksi si G6JahTinG2. Gimana nggak keren tuh, sirkus ini didatangi kepala negara. Eh, ngomong-ngomong Gus Dur nanti beneran nonton nggak ya ? Dengar-dengar dia nggak bisa ngeliat deh, ah egp ah, yang penting aku harus latihan sebaik mungkin :D Ctar ! Ctar ! Suara sepatu kuda, eh salah suara cambukku. Eh, si G6JahTinG2 malah makin menjadi-jadi. Aku dekatin dia dengan lembut dan mengelus-elus telinganya yang lebar dan kotor (belum dikorekkupingin selama berapa lama nggak tahu deh). Dengan bisikan mesra dan kebapak-bapakan, aku ngomong dengannya, "G6JahTinG2, kenapa sih kamu hari ini bandel ? Entar malam kan mau pertunjukan khusus, kasihan dong ama aku... Aku mah nggak mau ngandelin si Bona atau si Bobo atau si Bobot. Kamu itu satu-satunya gajah andalanku. Ada masalah apa sih, G6JahTinG2 ?" Eh, dia malah mendepakku kencang. Aku langsung terpelanting. "Adouwww !" teriakku. "AKU SEBAL !!!!! (Pake Huruf Bold semua untuk membedakan bahasa Gajah, jangan dikick ya...)" balasnya teriak, nggak mau kalah dengan teriakanku. "Lho, lho, kenapa G6JahTinG2 ?" aku menggaruk-garuk kepala tanda rambutku banyak ketombe. "F1DO HANYA MEMPERHATIKAN KETENARAN NAMA SENDIRI DI SIRKUS ITU ! AKU DICUEKIN !" "Lho dicuekin gimana ?" tanyaku sambil terus menggaruk-garuk kepalaku. "IYA,.... AKU INI SEDANG KENA PENYAKIT BIRI-BIRI, TERUS TADI DISENGAT TAWON, TAPI F1DO NGGAK OBATIN ! APA F1DO NGGAK LIHAT PERUBAHANKU YANG MAKIN GEMUK INI ?" "Oh, itu... kirain apa..." Aku hanya tersenyum saja dan kali ini menggaruk-garuk becak eh salah, masih menggaruk kepala. Beneran kok, nggak garuk becak, gua nggak sekejam Sutiyoso, wek ! :P "LEBIH DARI ITU !!!!!!!!!!" Dia berteriak-teriak sambil lompat-lompat termasuk lompat jauh, lompat jangkit, lompat tinggi sebagai latihan nanti mau ikut olimpiade (kan sebentar lagi nih...) Ya nggak ? "Apa lagi sihhhhh ?" tanyaku. "AKU MINTA TANGGUNG JAWAB ! AKU KINI SEDANG HAMIL 9 BULAN !" Wekssss..... gawat banget. Tapi sebagai cowok yang bertanggung jawab, akhirnya aku merestui permintaannya untuk kawin dengannya. Malam itu jadi peresmian pernikahan kami di pertunjukkan sirkus dan disaksikan oleh Gus Dur dan pendampingnya yang selalu menuntun Gus Dur. Tapi kali ini pendampingnya mendampingiku menjadi pendamping pengantin. Dan gajah-gajah situ pada cemberut, ngiri nih yeeeee ama G6JahTinG2... :P ANG1EE yang nonton di situ menjerit-jerit histeris melihat pernikahan kami. "Nggak Achiiiiiiiii ! Nggak mau !!!!!!!!! F1do nggak boleh nikahi G6JahTinG2 !!! G6JahTinG2, harus miliknya ANG1EE !!!!!!!" Untuk menghindari polemik, akhirnya ANG1EE dan aku sepakat memotong G6JahTinG2 menjadi dua bagian. ANG1EE membawa potongannya untuk dilestarikan dalam lemari pakaiannya, sedangkan aku membawa potongan yang lainnya untuk digoreng dan dimakan. Perhatian, sekali lagi bagi pembaca yang kalau saja ada penyayang binatang yang membaca cerpen ini jangan ngamuk ya, soalnya ini cerpen fiktif banget, suwer deh ! Kapok deh nikahin gajah lagi, soalnya sejak itu, aku mulai melatih dari mula lagi gajah yang baru. Dan juga penontonku yang setia nggak nonton sirkusku lagi, sebab ANG1EE tinggal membuka lemari pakaiannya saja. Terlebih dari itu ! Gus Dur juga mulai marah-marah menudingku melakukan tindakan subversif karena kini pendampingnya meninggalkan pekerjaannya menjadi pendamping pengantin. Nasib... nasib... Ya udah deh, egp ah ... (Tapi sama pembaca cerpen, enggak di-egp-in loh ! :D) Salam hangat dari pemain-pemain sirkus #yerusalem ! See u... Tha Tha ^_^ ! -----(END)-----