Papi Is Back !
F1do_D1do - Papi Is Back ! ------------------------------------------------------------------------------------------------- Created by : Freedi Djajadi July 30th 2000 Shalommmm... F1do is Back after this messages... Jadi setelah F1do dimessages-in di panti pijat, F1do bakalan balik, hihihi... ------------------------------------------------ F1do nemuin maminya yang di kamar lagi bengong ngeliatin kalender. "Malem mi...." "Eh, F1do malemmmm... F1do belum tidur ?" "Nggak bisa tidur, mi..." "Kok nggak bisa tidur ?" "Iya... mata F1do nggak bisa diajak kompromi, nggak bisa diajak merem." "Makanya kolusi-an dulu donk atuh, F1d." "Hihihi..." F1do ngikik denger lelucon mami yang nggak lucu ! :P "Oh, ya, mi... Dari tadi F1do liatin mami liatin kalender aja. Emang napa, Mi ? Mo nungguin gaji dari para tetangga ya ... ? Mami nyuciin baju tetangga..." "Hehehe... nggak loh, F1d..." "Habis ?" "Awal bulan papi bakal dateng loh, F1d !" F1do tersentak mendengar kabar gembira begitu. Wah F1do langsung berbunga-bunga hatinya bagaikan bunga di kembang. Dan kalo aja ada tiang yang gede di kamar mami, F1do pasti joged-joged sambil nyanyi kayak filem-filem india itu. Hihihi...! Wekkkk ! :P F1do teringat akan papi yang jarang-jarang pulang ke rumah. Iya... Papinya F1do tukang keluyuran, eh salah... hihihi... papinya F1do itu pelaut, kayak nenek moyang aja ya seorang pelaut, hehehehe... jadi papinya F1do itu melanglang buana ke Bank Buana ! Huehuehue... Ya, keliling dunia lah... Papi sih bukan nahkoda kapal atau seorang kapiten yang mempunyai pedang dan kumis panjang, tapi cuma pelayan kapal. Emang sih... F1do cuma punya orang tua yang enggak mampu, tapi F1do sih orangnya cuek-cuek aja. Yang penting pekerjaannya 100% halal toh ? Enggak mengandung minyak babi lagi, hihihi... "Wah... papi balik yaaa... Mami tahu dari mana ?" "Iya... papi kamu kirimin email ama mami..." "Loh...? Mami main internet juga ?" "Iya donk... Mami kan nggak mau ketinggalan jaman. Lagian kan mami bisa ikutan ngerumpi atau kencan kilat di chatting, hihihi..." "Yee... mami genit juga yaaaaa..." ledek F1do. Mami cuma senyum-senyum manis. "Oh iya, mi... Kapan kita jemput papi ?" "Nanti papi kamu berdermaga di tanjung priok. Dan di sana papi akan menemukan dermaga hatinya yang merindukannya selama ini..." "Duileeee... romantisnya...." F1do berseloroh. F1do cuma ketawa aja liat mami seneng. Iya lah... Lagian ngapain sedih lagi ? Orang tua seneng, ya... F1do juga mau dong ikutan seneng... nggak peduli deh apa kata iklan sprite yang cuma bisa bilang oiii jangan asal ngikut,... egepe ah... ------------------------------------------------ Pelabuhan Tanjung Priok, 30 Juli 2000, hihihi... kayak diary aja. Di situ pada ngumpul mami, F1do, dan Marmalade yang siap nyambut papi yang katanya bakal pulang hari itu. Walaupun matahari bersinar terik-teriknya, tapi mami kayaknya nggak peduli ama panasnya matahari itu yang bisa bikin kulit item dan rambut jadi bule. Cuma Marmalade aja yang keliatan sebel, bete nungguin kedatangan papi. "Udah deh... mi... pulang deh... mi... panas nih..." rengek Marmalade. Mami tidak menghiraukan rengekan Marmalade. "Mi... Malade udah keringetan nih... bau matahari nih..." Mami akhirnya ngomel denger rengekan Marmalade. "Malade !!! Kamu itu gimana sih !!! Masa papi kamu sendiri nggak disambut !!! Jangan gitu donk... Kasihan kan papi kalo entar dateng, nggak ada siapa-siapa yang nyambut... !" F1do ikut-ikutan nyeletuk, "Iya, Lade... Masa loe tega begitu sih ama papi ?" Malade pasang tampang cemberut, akhirnya dengan kesal, Marmalade cuma bisa diem aja. F1do sebetulnya juga kesel sih ama panasnya matahari itu, tapi karena biasa disetrap pas upacara, jadinya F1do udah biasa. Hahahaha !!! Lama menunggu, akhirnya dateng juga kapal laut yang lumayan gede sih... Tapi nggak segede-gede kayak kapal Titanic, ya... kurang lebih sih segede bodynya Sammy kali ye... hihi... Mami langsung histeris begitu ngeliat kapal laut itu mendekat. Lalu menjerit-jerit kayak orang norak. F1do ama Marmalade saling berpandangan heran. Orang-orang pada turun dari kapal itu (iya donk, orang-orang masa sih monyet-monyet). F1do menyenggol lengan mami, "Mi... papi yang mana sih ?" "Kamu udah lupa tampangnya ya, F1d ?" "Iya...." Ya, maklum aja deh F1do lupa kan F1do udah pikun, eh bukan gitu... Papi itu udah perginya lama banget gitu ceritanya... Kira-kira F1do masih SD, papi udah pergi. "Wah, pokoke papimu itu ganteng, F1d... Tinggi, gagah, tampan, kayak bintang Hollywood deh pokoknya !" seru mami berapi-api. "Kayak Brad Pitt gitu maksud mami ?" tanya F1do. "Bukan, F1d... Kayak Danny De Vito !" jawab mami sok tahu. Wakakakakakakak... Mami langsung dengan seriusnya perhatiin orang-orang yang turun dari buritan kapal. Begitu ngeliat cowok yang lumayan ganteng dan tinggi dengan pakaian pelaut atau kelasi seperti pakaiannya si donald bebek, mami langsung aja meluk tuh cowok dengan hebohnya. "Papiiiiiiiiiiiiii !!!" Orang yang dipeluk dengan mesranya langsung pasang tampang cengok. "Aduh... kemana aja pi... Mami rindu banget ama kamuuuuuuuuu... Papi kulitnya sekarang agak kecoklatan yaaaa.... Biasa main di lumpur ya ? Aduh... Mami seneng banget..." "Eh... apa-apaan ini ? Siapa anda, nyonya ?" tanyanya kebingungan. "Aduh... bini sendiri dilupain yaaaa... Papi jahat ih..." Orang itu makin kebingungan. "Sorry... aku belum berkeluarga..." Mami jadi heran. "Wah... papi gimana sih... mentang-mentang ninggalin mami udah lama, jadinya pikun gini sih..." Orang itu lagi-lagi makin kebingungan ampe udah nggak bisa pegangan lagi, hihihi... "Emang suami nyonya siapa sih ?" "Ya... kamu lahhhh...." "Waduh... tolong ! Tolong !" Orang itu menjerit-jerit minta tolong. Mami kaget aja. Enggak lama kemudian, orang yang sebenarnya papi baru turun dari kapal laut nghampirin mereka. "Ada apa, Adam ?" tanya orang yang berperawakan agak tinggi, dan kalah ganteng dari orang yang disangkain papi ama mami itu. Di mukanya tumbuh berewok yang lumayan tebal seperti tak terpelihara. "Ini nih... Pak Rahardjo... Orang ini nyangkain saya suaminya... Tolong donk..." Mami bengong. "Anda...? Anda Pak Rahardjo ?" Papi mengangguk. "Mami yaaaaaa ?" "Papiiiiiiiiii !!!" Langsung mereka berpelukan ria melepaskan kerinduan masing-masing. F1do yang ngeliatnya jadi terbengong-bengong. Setelah adegan berheboh ria yang lumayan lama itu, mami terus aja nyerocos ngelepasin kerinduan mami ama papi. "Aduhhh...piii... kok jadi berewokan gini sihhh ? Dicukur donkkk... Mami enggak seneng ah nanti kalo ciuman ama papi, kan jadi geli..." "Hehehe..." Papi terkekeh-kekeh. F1do ngeliatin papi aja dengan pandang cengok. Mami ngenalin F1do ke papi. "F1d... ini papi... Pi, ini F1do..." "Halo F1do !" "Halo juga, pi." "Oh ini F1do ya ? Eh, F1do siapa sih mi ? Anak tetangga ya ?" tanya papi kebingungan. "Hah ?" F1do makin cengok. "Hehehe... bercanda kok, F1d. Anak papi donk ya ?" Papi merangkul F1do dengan hangat. "Wah, kamu udah gede ya sekarang... Waktu itu kamu masih kecil sekali, papi tinggal melanglang buana." F1do baru ngeh sekarang, papinya udah lama bener ninggalin F1do. F1do menyenggol lengan mami, "Mi... Ini beneran papi ? Enggak salah ?" "Iya, F1d... Kenapa ?" Mami yang sekarang gantian keheranan pasang tampang cengok. "Kayak Cactus Jack Mi tampang ama bodinya..." "Siapa tuh Cactus Jack ?" tanya mami enggak tahu. Papi nyeletuk, "Itu loh yang main gulat WWF..." "Oooo... kirain tanaman di gurun pasir..." kata mami. Hihi... "Wah, papi suka nonton gulat juga ya, pi ?" tanya F1do antusias. "Iya... kan di kapal ada parabolanya, F1d. Jadi papi ama kawan-kawan bisa nonton." Mami menarik lengan papi, "Pi... sambut dong anakmu yang satu lagi... Si Marmalade..." "Oh iya." Mami kebingungan nyariin Marmalade yang enggak ada di tempat. "Eh... kemana ya tuh anak ?" F1do menyenggol lengan papi dan menunjuk ke arah Marmalade yang ternyata lagi mojok ama Adam, orang yang disangkain papi oleh mami tadi. Dasar tuh anak ! Enggak boleh liat ada cowok nganggur, digebet aja... Hahahahaha ! ------------------------------------------------ Ternyata papi itu orangnya asik. Enak diajak ngocol dan suka bercanda mulu. Marmalade yang kehilangan sosok ayah semenjak kecil numpahin rasa manjanya ke papi. Aduh... kalo bisa papi jangan pergi-pergi lagi deh... F1do ama Marmalade ingin papi bersama mereka terus. "Pi... pi..." panggil Marmalade ketika F1do sekeluarga sedang ngumpul bersama di ruang makan. "Kenapa, manis ?" senyum Papi. "Papi jangan pergi lagi ya... Malade enggak mau ah papi ninggalin Malade lagi..." "Iya, pi..." sambung F1do. Mami tersenyum haru. Papi cuma diem seribu bahasa. "Tapi gimana donk kalo papi entar disini ? Papi enggak bisa ngebiayain hidup kalian lagi donk ?" "Ya, cari kerja di sini kek, Pi..." pinta F1do. "Hmmm... gimana ya ?" pikir papi. "Ayo donk, pi..." rengek Marmalade manja. Papi yang paling enggak tahan denger rengekan Marmalade akhirnya nyerah aja. Dan ngangguk. Spontan Marmalade berteriak senang dan menghambur memeluk papi. Ah... indahnya papi hadir di keluarga kami lagi. Mami menitikkan air mata tanda haru. F1do tersenyum gembira menyaksikan acara yang mengharukan itu. ------------------------------------------------ F1do sampein pesan nih buat kalian para pembaca sebelum mengakhiri cerita ini ! "Nah... gimana papi kamu ? Enak kan kalo ada papi yang emang sayang ama kita ? Makanya... jangan berantem terus ama papi. Contoh deh keluarga F1do, keluarga yang rukun dan akur. Hihi... Nanti kalo berantem terus, lalu papi kalian sudah tiada, kan nyeselnya enggak kira-kira. Oke deh... semoga kalian rukun selalu..." Bye bro & sis in Jesus' hands... -----(END)-----