PAPA RINDU KAMU
Cerpen F1do - Papa Rindu Kamu ------------------------------------------------------------------------------------------------- Created by : Freedi Djajadi June 17th 2000 (Cerpen ini benar-benar terjadi dalam hidup seseorang dan nyata adanya. Namun bisa saja terjadi pada diri anda, semoga anda dapat mengambil hikmahnya) --- Based On True Story... --- Kisah kehidupan seseorang yang sengaja disamarkan identitasnya sebagai privacynya. Aku sudah lupa kapan kejadian ini terjadi. Yang pasti mereka keluarga Kristen. Mereka terdiri dari empat anggota keluarga, sang papa, mama, dan dua anak perempuan mereka. Yang bungsu sangat aktif di gereja, sungguh-sungguh aktif melayani Tuhan. Dia mengikuti paduan suara di gerejanya. Yang kedua, sedang-sedang saja aktifnya. Keluarga ini sangat rajin sekali pergi ke gereja. Mereka memang keluarga yang cukup berada. Usaha mereka maju. Sang papa membangun dari awal sekali usahanya. Saking lakunya, akhirnya sang istri yang tadinya hanya ibu rumah tangga saja, akhirnya turut membantu menjaga tokonya. Apakah mereka berbahagia ? Tampaknya, sih iya... Tapi sang papa benar-benar tidak merasakannya. Sebab, lambat laun, sang istri banyak mengatur. Sang istri lupa daratan bahwa kesuksesan yang mereka peroleh juga berkat usaha suaminya sendiri. Apabila saudara dari sang papa datang ke rumah mereka, sang istri memasang muka yang cemberut dan berkata sinis, " Ngapain sih sodara loe dateng ke mari ? " Benar-benar menyakitkan hati sang papa. Tapi sang papa ini pendiam sekali. Dia hanya berdiam diri saja. Dan ketika liburan ke luar negeri, sang istri hanya pergi dengan anak-anaknya saja, sementara sang suami ditinggalkan di rumah sendiri. Benar-benar menyakitkan... Sang papa tidak menuntut. Namun akar kepahitan semakin tertanam di hatinya. Semakin berakar, ya, semakin berakar... Walau kedua anak perempuan mereka kasihan pada sang papa, tetapi mereka tidak bisa berbuat apa-apa. Sampai akhirnya... Sang papa ketahuan berselingkuh dengan wanita lain, sebagai pembayaran akar kepahitannya. Dimana dia bisa menerima kebahagiaan bersama wanita itu. Sang istri benar-benar murka. Malam-malam itu, F1do menerima telepon agar datang ke rumah mereka. Kedua anak perempuan itu sedang menangis ketakutan, sebab mama mereka sedang menangis histeris, dan sedang berusaha untuk bunuh diri dengan minum baygon. Malam itu, kami hanya bisa menghibur mereka. Tidak dapat berbuat apa-apa lagi. Tidak bisa menyalahkan siapa-siapa, mengapa ? Ya, sebab ini urusan rumah tangga mereka. Tidak baik bukan mencampuri urusan rumah tangga orang ? Akhirnya sang papa diusir oleh sang istri dari rumah mereka. Tidak boleh lagi menginjakkan kakinya ke rumah mereka. Sungguh tragis... Tidak ada kesempatan bertobat lagi, ya ? Benar... Tidak ada lagi istilahnya second chance. Kedua anak perempuan mereka juga tidak bisa berbuat apa-apa. Walaupun sang papa tidak bisa bertemu mereka lagi, khususnya dengan kedua anak perempuan kesayangannya, tetapi sang papa tetap mengirimkan surat kepada mereka. Tapi, apa lacur, sang istri yang menerima surat itu. Surat-surat sang papa tidak digubris dan tidak diberikan kepada kedua anak perempuan ini, agar mereka benar-benar melupakan sang papa ! Sebenarnya, F1do sayangkan hal itu, sebab biar bagaimana pun mereka adalah darah dan daging dari papanya sendiri. Tidak bisa langsung memutuskan begitu saja. Masih ada ikatan yang kuat antara ayah dan anak. Dari surat itu, F1do membaca bahwa sang papa benar-benar hidup sengsara sekarang. Dia telah membayar akibat perbuatannya. Sekarang ia menjadi sopir angkutan umum. Sementara toko sebelumnya yang dikelola bersama, diambil alih oleh sang istri. Sang papa tidak mendapat bagian harta secuil pun... Dan dari surat itu, F1do membaca bahwa sang papa memendam kerinduan yang dalam terhadap kedua anak perempuannya. Ia masih merasakan bahwa kedua anak perempuannya juga masih merindukan sang papa. Walau kini sang istri telah menikah lagi dengan papa yang baru, tapi F1do yakin kedua anak perempuan ini masih tidak bisa melupakan hangat kasih papa yang lama. Biar bagaimana pun papa baru, ya papa baru, tetapi papa lah yang melahirkan kami. Namun, F1do tidak berani menanyakan hal itu terhadap kedua anak perempuan itu hingga saat ini, sebab takut membuka luka baru lagi yang sebelumnya mereka telah kubur. Cerita ini sungguh menggugah hati F1do sendiri yang mendengarkannya. Doakan agar sang papa ini mendapat kekuatan, walaupun dia telah bersalah, telah menyakiti hati sang istri. Biarlah ia terus merasakan kasih Tuhan yang menyertainya... Biarlah ia terus mendapat hikmat dan pengalaman yang membuatnya bisa menerima keadaannya sekarang... Doakan juga agar sang istri diubahkan sikapnya. Dan terakhir, mari kita doakan untuk kedua anak perempuan mereka, agar mendapat kekuatan, dan kerinduan akan papa yang mereka telah pendam, mendapatkan kelegaan luar biasa. Begitu juga papa yang masih rindu kamu, kiranya Tuhan memberikan damai sejahtera baginya... F1do yakin kalian kini telah kuat menerima keadaan... Puji Tuhan ! Dikisahkan kembali oleh orang yang kalian kenal dekat, F1do_D1do... -----(END)-----