No Money No Cry
F1do_D1do - No Money No Cry ------------------------------------------------------------------------------------------------- Created by : Freedi Djajadi June 18th 2000 Kata Sambitan Dari Pak RT setempat= (Shalommmmmmmm.... Saudara-saudara yang saya kasihi. Cerita ini bukan maksudnya mengada-ada, tapi emang dibikin untuk ada, soalnya kalo nggak ada, namanya bukan cerita, jadi kalo udah ada, anggap aja ada, sebab kalo nggak ada, anda nggak bakalan bisa cerita ini. Seperti ada peribahasa ada gula ada semut, ada anak gila ada anak imut, nggak nyambung kan ? Dan ada F1do, pasti ada-ada aja ceritanya. Cerita-cerita ini buat lelucon aja, jadi anggap aja terlanjur ada. Jangan dibikin serius, soalnya kalo kebanyakan serius, nanti anak-anak di rumah nggak keurus. Tuh kan nggak nyambung lagi. Ya uwis... Pokoke, baca aja, duduk yang rapi, cuci kaki biar bersih, dan tidak lupa menggosok gigi, habis mandi kutolong ibu, membersihkan tempat tidurku. - Loh, kok malah jadi nyanyi. Udah deh gitu aja, bukannya apa-apa. Pak RT masih banyak urusan, salah satu di antaranya ngelonin Ibu RT. Hehehehe.... Wasallam...) ------------------------------------------------ F1do menghempaskan tubuhnya ke ranjang tapi menghempaskannya juga pelan-pelan, karena F1do sadar ranjangnya udah reot, takut ambruk. F1do sangat sangat letih seperti kakek yang berjalan tertatih-tatih. Pikiran F1do melayang-layang seperti layangan yang hampir putus. Tiba-tiba F1do dikagetkan oleh suara cempreng Marmalade, dedenya. "F1ddddddd !!!" "Oiiiiiiiii...." "Gua pergi dulu yaaaaaa... yaa... yaa..." Suara Marmalade bergema (kayak di gunung aja). "Iya.... ya ... ya ... ya..." "Loe jaga rumah, loh..." "Iya, bawellll" "Gua pergi dulu yaa" "Bawelllll" F1do tiba-tiba teringat sesuatu. Dan bangun dari ranjangnya juga dengan pelan-pelan karena masih ingat ranjangnya udah reot. "Eh, malade... di dapur ada makanan nggak ?" "Ada... Udah ya... Yudhi udah nunggu nih... Bye..." "Jelek loe..." F1do melangkah ringan seringan kapas ke arah dapur. Menatap ke arah meja makan. Betapa kagetnya F1do, yang ada cuma ikan teri thok doank ! "Ye... ini mah diet besar-besaran." Sambil ngemil teri, F1do merogoh dompetnya memeriksa barangkali aja ada duit lebih. Tapi yang ada cuma selembar gocengan doank. "Makan di luar ah....." pikir F1do. F1do nitipin surat ke celana jeans Marmalade yang digantung di belakang pintu. " Eh, jelek. Loe tega bener loe... Gua disamain ama kucing piaraan loe, masak gua disisain teri doang, ya udah deh nggak papa. Gua mau kemek di luar aja. Barangkali aja teri di luar lebih enakan, hihihi... Kunci rumah gua titipin ama tetangga sebelah, kalo loe minta kunci sekalian minta makanan buat ntar malam. Hehehe... Ya udah, deh. Salam F1do NB : Tadi pas gua selipin ke celana jeans loe yang bau ini, gua nemu cebanan, so gua pinjem dulu buat kemek. Nanti kembaliannya, loe jangan khawatir degh, pasti nanti gua habisin. Hihihi.." F1do pergi ke luar menaiki sepeda balapnya. Sambil bersiul-siul kecil, matanya jelalatan ke setiap arah, barangkali aja ada cewek yang cakep buat dilirik. F1do memarkir sepedanya di tempat parkir Citraland Mall. "Dik, jangan parkir di sini," seru tukang parkir di situ. "Di sini cuma buat parkir motor." "Ya, anggap aja lah pak, sepeda saya ini motor." "Nggak bisa." "Udah deh pak, damai aja," seru F1do sambil nyelipin gocengan yang tadi ke tangan tukang parkir itu. "Iya deh setuju..." Dasar, udah gitu nggak dikembaliin lagi gocengannya. Padahal F1do ngarepin ada kembaliannya. Tapi masih ada cebanan, nggak papa deh. Perut F1do udah keroncongan ama orkes gambusan. F1do langsung masuk ke resto McDonalds. "Pesan apa, dik ?" tanya waitress di counter itu. "Adanya apa ?" "Ada paha, dada, pala, ati, kentang, burger, banyak lagi..." "Ya udah, kalo gitu saya pesan mbaknya aja..." jawab F1do asal. ------------------------------------------------ Selesai makan, duit F1do tinggal sisa goceng doang, wah buat beli apa nih ya ? F1do ngeloyor ke warnet, iya, email dari penggemar F1do belum dibales-bales, hihihihi... Yang nyebelin email dari cewek jelek yang nguber-nguber F1do. Hihihi... Di warnet, ketemu seseorang gadis cuantik buanget... F1do pun dengan gaya tentara gerilya nyamperin tuh cewek. "Hi... Suka main internet juga ?" sapa F1do ganjen. "Eh, iya, kamu ?" "Iya juga. Soalnya bukan apa-apa. Eternit rumah saya sering bocor kalo hujan." "Haha... Achh... kamu..." "Kenalan donk, boleh nggak ?" "Boleh, saya Candies, kamu siapa ?" "Oh, Candies, kalo gitu saya kendi !" F1do tersenyum lebar. Cewek itu nggak mao kalah tersenyum lebar juga selebar pintu goa sampe-sampe mulutnya masuk angin dan ntar malamnya dikerokin. "Kamu nakal ya ?" "Hihi... iya... saya F1do." "Tinggal di mana ?" tanya F1do. "Maunya di mana ?" "Oh, kalo gitu tinggal di rumah saya aja, yuk !" "Enggak ah, ntar kalo hujan, sering bocor !" Wekssss.... F1do kena batunya. Tapi tuh anak mau juga loh dianterin ke rumahnya pake sepeda F1do. Mana ngeboncengnya, si Candies megang perut F1do lagi, bukannya apa-apa, soalnya perut F1do ada pegangan pintunya. Hahahaha ! Tapi beribu sial, di tengah jalan, cusssssssss... Ban sepeda F1do kempes ngegileng paku yang kayaknya sih emang sengaja ditebar. "Wah, gawat deh. Candies... sorry ya.... bannya kempes..." F1do mendorong sepedanya, dan Candies mendorong F1do hingga terpental, eh salah, Candies ikut mendorong juga walau dengan niat setengah hati. "Candies pulang naik bus aja yaa ?" "Tapi di sini nggak ada angkutan umum, Can..." "Bener juga yaa.... Sepi bener nih jalan, tumben..." "Eh, itu di depan ada tukang tambal ban." Selesai menambal ban, F1do kebingungan. "Kenapa, F1d ?" "Eh... anu, Can... Duitnya nggak ada buat bayar tambal ban. Soalnya duit gua gedean semua," F1do boong, takut ketahuan malu duitnya udah dihabisin tadi di warnet. "Oh ya udah, nih pake duit Candies dulu..." "Eh, jangan......." F1do dengan angkuhnya menolak. "Nggak papa..." Akhirnya setelah dipaksa-paksa Candies pake golok, F1do nurut juga. Hehehe... Tapi hari itu betul-betul hari yang sial buat F1do. Habis nambal ban, eh hujan lagi ! Jadilah Candies ama F1do berlepek ria. Sesampai di pintu gerbang rumah Candies, F1do berkata, "Sorry ya, Can... Hujan tadi..." Tapi untunglah Candies nggak marah, malahan ngejambak rambut F1do. Hehehe... "Nggak lagi-lagi dehhhhh gua dibonceng loe..." Wekssss... ------------------------------------------------ Udah malam, Marmalade belum pulang juga. Mana perut F1do laper. Buat ngeganjel perut yang udah nggak kompromi ini, F1do pake ganjelan pintu. Hihihihi... Iseng-iseng aja F1do pergi ke rumah Roy Sluiter, siapa tahu diajakin makan di sono. "Roy ! Roy !" teriak F1do kenceng-kenceng. "Eh, loe, F1d. Hayo masuk !" Di ruangan tamu, ada Rosmala, yang sedang ngerjain pr. Sementara orang tua mereka sedang menonton televisi. "Hi Ros..." "Hi F1d..." "Hi om..." "Hi F1d..." "Hi tante..." "Hi F1d..." Weksss nggak habis-habisnya hi hi terus. "Oh iya, tumben loe kemari, ada perlu apa, F1d ?" tanya Roy Sluiter. "Nggak, Roy." F1do memasang siasat gimana caranya supaya diajakin makan. "Loe udah makan ?" "Wah, tumben nih F1do ngajak gua makan, loe ulang tahun ya ? Perasaan ultah loe dua bulan lagi kok... Angin apa nih ?" "Angin ribut. Enggak, kalo loe belum makan, kita makan sama-sama aja di sini." "Hahahaha... F1do... loe asal loe ya..." Akhirnya setelah Roy Sluiter tahu bahwa F1do belum makan, dikasih juga makan oleh Roy. Lumayan deh... Sepulang makan dan legaan karena perut F1do nggak usah diganjel lagi pake ganjelan pintu, F1do menunggu Marmalade pulang. Aduh, nih anak lama benar yaaa pulangnya. Mentang-mentang bokap ama nyokap nggak ada di rumah, langsung deh kesempatan ngabur sepuas-puasnya dari rumah. Enggak lama kemudian, Marmalade dateng dibonceng cowoknya, si Yudhi naik motor bebek yang knalpotnya bikin pekak telinga. "Hi kak F1d..." sapa Yudhi. "Hi... Eh, gila loe ye. Udah jam berapa nih ? Malem-malem baru pulang." "Ih... F1do kayak papi aja sih..." Marmalade pasang tampang cembetut. "Bukannya gitu, Malade. Gua udah ngantuk nungguin loe pulang." "Egp ah... Yud, masuk dulu yuk..." "Iya, sayang..." F1do ngeluyur masuk kamarnya siap-siap bobo dan saat teduh. "F1d !!!!!!" teriak Marmalade kencang-kencang sampai-sampai tetangga sebelah pada bangun. "Apaan sih ??? Bawellll" "Nggak ada makanan yaaaa ? Gua ama Yudhi belum makan nihh......" "Nggak ada... Siapa suruh nggak makan di luar tadi." "Bentar ya, Yud." Marmalade masuk ke kamarnya dan kembali berteriak kali ini sampai-sampai tetangga yang tadi terbangun jadi semaput. "F1dddddddd !!!!!!!" "Apaan sih, bawel.... ?" "Cebanan gua mana ???? Loe embat yaaaa ?" "Iya... udah loe ama Yudhi makan di rumah Roy aja lah..." "Dasar loe, jelek !" "Egp ah..." Dan hari itu benar-benar Roy keterimaan dua tamu jelek-jelek yang pada kelaparan. Huehuehue..... Sekali-sekali nggak papa kan, Roy ? Masih untung ada yang makan di rumah si Roy, daripada nggak ada sama sekali. Seperti ada ayat, di ROMA 12:20 ,"Tetapi, jika seterumu lapar, berilah dia makan; jika ia haus, berilah dia minum! Dengan berbuat demikian kamu menumpukkan bara api di atas kepalanya." Ya, nggak ? Tapi asal aja jangan diberi makan bara api, hihihihihi... Udahan dulu deh ngebanyolnya, bukannya apa-apa, gua juga mau ngelonin ibu RT donk... Emangnya Pak RT aja yang mau ? :P ------------------------------------------------ -----(END)-----