Naksir Cewek Gereja
F1do_
D1do
F1do_D1do - Naksir Cewek Gereja ------------------------------------------------------------------------------------------------- Created by : Freedi Djajadi June 22nd 2000 Pagi itu, F1do masih terngantuk-ngantuk di ranjang reotnya. Ranjangnya yang berantakan karena F1do tidurnya acak-acakan itu menjadi tempat penampungan ilernya F1do. Bayangin aja... guling F1do terjatuh ke ubin. Sementara bantalnya jatuh ke kolong ranjang. Dan F1donya sendiri sudah pindah tempat ke atas genteng, hihihihi... "F1doooooooo !!! Bangun !!!" Marmalade, adik semata wayang golek F1do berteriak mengagetkan. "Apa-apaan sih, loe jelek ! Bawelllllll !" "Mami suruh loe ke gereja tuhhh !" "Iya... iya... bentar lagi napa ?" F1do membenamkan mukanya ke atas bantal ngelanjutin episode tidur berikutnya. Marmalade terus menggoyang-goyangkan tubuh F1do. "Ihhh...ih... nih anak ! Rese loe ya, Lade !" F1do memukul muka Marmalade dengan bantalnya yang penuh bekas iler. "Apaan nih, F1d... Kok basah semuaaaa ? Ileran loe ya ?" "Hihihi... rasain loeeeee...." "Jorokkkkkkk ihhhhhh !" Marmalade ngibrit keluar kamar sambil ngomel-ngomel. "Dasar tuh anak, ganggu gua tidur aja..." umpat F1do dalam hati. Lalu ia membuka jendela kamarnya. Terlihat burung perkutut yang bertengger di atas pohon. Nggak tahu itu burung siapa, soalnya tiap pagi, pasti bertengger dekat pohon di belakang rumah F1do. Mungkin burung milik tetangga. F1do juga pernah nanyain ama tetangga-tetangga. Burung siapa yang hilang ? Tapi disangkain porno. Hihihi... Selesai mandi dan sarapan roti secukupnya buat ganjel perut, F1do berangkat ke gereja. Biarpun F1do badung dan cuek, tapi F1do rajin ke gereja. Bukannya apa-apa, soalnya di gereja itu, banyak loh cewek-cewek yang cakep, hehehe... Ya itung-itung minta ampun lah ama Tuhan atas dosa yang telah dilakukan seminggu, tapi minggu depan buat dosa lagi ya, Fid ? Hihihi... Di pintu gereja, disambut usher cewek-cewek yang lumayan kece. "Shalom !" sambut mereka. "Walaikum Shalom !" jawab F1do seenak jidatnya. Mereka tertawa. "Kok walaikum shalom ?" "Habiss....?" "Seharusnya shalom juga, atau haylehim shalom, gitu..." "O gitu ya ? Sejak kapan ya diganti ? Habis, diganti nggak ada pengumumannya..." sahut F1do asal. "Hihihi... Anak baru ya ?" tanya mereka serius tapi sambil menahan senyumnya. "Iya, kenapa ?" "Nggak, selamat datang..." "Iya, selamat datang buat saya sendiri. Seharusnya ada karpet Welcome-nya donk. Hihihi..." F1do berkata polos. "Kamu itu lucu ya ? Siapa namanya ?" "F1do. Kamu ?" "Fancy... Nah kalo ini temen saya, Wiwin..." "Ha ? Panci ?" "Bukan... Fancy..." Dia tersenyum, weleh... manisnya... "Oh, fanta..." "Ih... bercanda mulu deh yaaa..." "Hehehe..." F1do terkekeh-kekeh. F1do malah asik-asikan kenalan lebih lanjut ama dua mahluk user yang manis itu. F1dooooooo ! Nggak lain deh.... Nggak boleh lihat jidat licin. :D "Eh, udah mulai kebaktiannya, F1d... Yukkk... kita duduk yuk !" "Ayuk aja... Siapa takut ?" Saat kebaktian tiba, F1do malah ngelihatin Fancy terus. Fancy yang ditatapi oleh matanya F1do yang seperti mata maling jemuran, jadi salah tingkah. "F1d... Loe jangan lihatin gua terus donk..." "Kenapa ?" "Iya... gua ke-ge-er-an." "Hahahaha... Iya deh..." Dan acara kebaktian itu, menjadi kenangan yang tak terlupakan oleh F1do. Dimana bisa satu bangku ama Fancy. Asyikkkkk.... "Eh, panci..." "F1do,... Fancy..." ralat Fancy. "Kebaktian kaya ginian lagi kapan ?" "Ya minggu depan donk... Jamnya sama, jam tujuh pagi juga kaya begini. Dateng lagi ya ?" "Usul donk... Kalo bisa kebaktiannya tiap hari, biar kita bisa sebangku terus." "Hahaha.... F1do... F1do..." Fancy geleng-geleng kepala sambil tertawa. ------------------------------------------------ "Mi ! Mi !" F1do melangkah tergesa-gesa ke ruang tamu menemui maminya. "Kamu manggil mami apa manggil tukang bakmi seberang ?" "Ya, manggil mami donk ah..." "Kenapa, F1d ?" "Wah, di gereja tadi asyik deh." "Wah, F1do dapat banyak berkat ya ? Ceritain donk ke mami..." "Lebih dari itu, mi. F1do dapat gebetan baru, mi." "Oh ya ?" "Iya, mi." "Wah, kamu udah benar-benar ngelupain si... siapa itu namanya, Cheerful ya kalo nggak salah ?" "Iya donk, mi. Ini lain deh, mi... Kayanya dia juga mau ama F1do." "Kok kayanya ?" "Iya, mi. Daripada miskinnya. Hihihi..." Mami ngangguk-ngangguk nggak ngerti. Ngomong ama F1do mah nggak bakalan pernah nyambung. ------------------------------------------------ Semenjak saat itu, F1do jadi getol pergi ke gereja. Jadi aktif pelayanan. Ikut paduan suara, walaupun suaranya paling fals. Terus... jadi kolektan. Biarpun hari itu nggak ada tugas jadi kolektan, F1do inisiatif sendiri ngumpulin duit kolekte dengan membuka lebar-lebar dompetnya sendiri untuk diisi, hihihihi... Pokoknya semuanya dilakukan deh untuk menarik perhatian Fancy. Pas ada kelas cell group, juga F1do ikutin, asal bisa segroup ama Fancy. Ya, barangkali aja, F1do bisa direstui deket-deketin Fancy, apalagi di dalam gereja. Walaupun F1do itu paling terbelakang dalam soal Firman Tuhan, tapi dia ngotot sok tahu hingga suatu hari kena batunya sendiri. Kak Alex, pemimpin cell group itu mengajukan pertanyaan pada anak-anak. "Ada yang tahu, kelanjutan kata-kata Yesus ketika dicobai iblis yang berkata bahwa manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi juga dari apa, hayooo ?" "Saya tahu, kak !" F1do mengangkat jari. "Coba F1do jawab. Silakan, F1d !" "Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi juga dari nasi, sayur, buah-buahan, kentang, dodol, pokoknya segala macam makanan deh..." Huahuahuahua... Tentu saja seisi kelas pada ngakak semua. "Eh, emang salah ya ?" tanya F1do bego. "Lah iya lah..." Fancy menjelaskan. "Yesus menjawab: Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi juga dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah." "Ooooo... udah diganti yaaa ?" F1do manggut-manggut dodol. Pernah suatu saat lagi, F1do sok tahu. "Siapa anak kembar yang disebutkan pertama kali dalam alkitab ?" tanya Kak Alex. F1do menjawab dengan sok yakinnya. "Samuel, kak." "Lho kok Samuel ?" Kak Alex kebingungan. "Iya, kan ada 1 Samuel dan 2 Samuel." "Yeeeee... F1d. Itu mah kitab lagi." jelas Fancy. "Yang betul itu Yakub dan Esau, F1d." "Ooooo... sesudah Yakub dan Esau, baru si kembar Samuel ya, yang disebutkan dalam Alkitab." kata F1do manggut-manggut. "Hihihi... F1do nggak ngerti-ngerti ya. Samuel itu nama Kitab lagi." Fancy menerangkan. Tapi emang Fancy jago Alkitab, dia hapal ayat-ayatnya. Sedangkan kalo F1do hapal nomor telpon cewek-cewek cakep, hahaha... Jadinya F1do jadi minder. Suatu saat pas pulang dari cell group, F1do ngobrol-ngobrol ama Fancy. "Eh, panci..." "Aduh, F1d.... Kok panci terus-terusan sih...?" "Iya deh, sorry. Eh, panci... Gua jadi minder nih ama loe, soalnya gua salah mulu kalo jawab pertanyaan Kak Alex." "Ya, nggak papa, F1d. Kita kan sama-sama belajar di cell group ini." "Oooo, kalo gitu boleh salah terus ya, Fan ?" "Huehuehue... Ya, nggak donk. Masa mao salah terus sih ? Kamu ini bener-bener lucu ya, F1d ?" "Masa ? Bawa pulang aja kalo kamu suka." "F1do... F1do..." "Tapi semenjak gua ikut cell group itu, gua jadi suka loh baca Alkitab" "Beneran, F1d ? Bagus donk..." "Iya. Terutama baca ayat dari Kidung Agung." "Lho kok ?" "Iya, rayuannya Om Salomo bagus-bagus. Siapa tahu kita bisa ikutin dia punya 700 istri ama 300 gundik." "Hahaha. Ya, jangan donk, F1d." "Hahaha juga." "Tapi emang bener loh. Si Om Salomo itu jago ngegombal ya, Fan ?" Fancy hanya tersenyum simpul. "Sekarang kamu udah jago ngegombal juga ya, F1d ?" ledek Fancy. "Belum, Fan. Buktinya belum punya 700 istri ama 300 gundik." "Hahaha. Emangnya kamu mau punya segitu banyak ?" "Ya, enggak lagi. Entar ngempaninnya nggak kuat. Nggak ada duitnya !" "Fancy... Tahu cerita Samson dan Delilah nggak ?" "Ya tahu donk, F1d." "Kalo saya jadi Samson, kamu mau nggak jadi Delilahnya ?" Nah loh, F1do nembak langsung ! Fancy terdiam sesaat. Mukanya mulai memerah. "Lho kok diem ? Jawab donk..." "Kayaknya kamu nggak pantes deh jadi Samson. Samson kan seterek, sedangkan kamu kan kurus. Hahaha !" "Yee... bukan maksudnya jawaban itu yang saya harapin !" protes F1do. "Iya,... ngerti..." "F1do mau jawaban jujur dari Fancy ?" Kepala F1do ngangguk-ngangguk naik turun. "Fancy sebenarnya naksir Kak Alex..." F1do dan Fancy jadi terdiam beberapa saat. "Tapi kamu jangan kecewa ya ?" lanjut Fancy. "Kamu jangan undur dari cell group ya ?" F1do hanya terdiam. "Kok diam, F1d ?" "Iya... iya..." jawab F1do. ------------------------------------------------ Minggu pagi itu, Marmalade jerat-jerit ngebangunin F1do yang asyik ngorok. "Hoiiii, F1d !!! Bangun ! Disuruh mami ke gereja, loeeeee !" "Apaan sih, bawel !" "Yeeee... biasanya rajin, kok tumben loe jadi nggak bangun !" "Gua males ah !!!!!!!!!" "Yeeee... nih anak ! Entar masuk neraka, loe !" "Bawellllllll !!!" F1do kembali melanjutkan tidurnya. Semenjak itu Fancy dan cell groupnya tidak melihat F1do ke gereja lagi. Dan perkumpulan cell group itu jadinya nggak rame lagi. Nggak ada lagi mahluk kocak yang suka asal jawab-jawab pertanyaan dari Kak Alex lagi. Walaupun ditelponin Fancy, F1do menghindar. "Halooooo.... bisa bicara dengan F1do ?" "Iya, saya sendiri. Ini siapa ya ?" "Hei, F1d. Ini Fancy. Kok nggak pernah dateng lagi sih ke gereja ?" "Hehehe... nggak papa kok..." "Kamu marahan ya ?" "Nggak kok..." "Jangan gitu donk, F1d. Berarti loe ke gereja cuma niatnya cari cewek doank ya, F1d ?" "Nggak kok..." "Jangan boong, loh. Dosa... Kalo gitu, loe ngecewain Yesus loh yang telah nebus dosa loe..." "Hmmmm..." F1do kehabisan kata-kata. F1do jadi nggak enak hati diomongin gitu ama Fancy. Karena beneran loh, apa yang diomongin oleh Fancy. Bahwa kita ke gereja jangan cuma cari cewek doang, tapi benar-benar beribadah ama Yesus yang telah nebus dosa-dosa kita. Ueeeehhhh... kok gua jadi kaya pendeta gini ya ? Ya, udah... Sekarang F1do rajin dateng lagi ke gereja, tujuan utamanya kali ini bener-bener beribadah, tapi cari cewek itu juga selingan tersendiri, hihihi... Wasallam... ------------------------------------------------ -----(END)-----