My Oh My
F1do_D1do - My Oh My ------------------------------------------------------------------------------------------------- Created by : Freedi Djajadi July 2nd 2000 Kelas IIIAI seperti biasanya, ribut !!! Ada yang ngerumpi di kelas, mau nyaingin si Ulfa, ratu rumpi. Ada yang mojok berduaan, ada yang lagi ketawa cekakak cekikikan. Kachu seperti biasanya, siapin contekan buat ntar ulangan fisika. Cheerful menyolek bahu F1do yang sedang kosentrasi ngapalin rumus-rumus fisika. "Eh, F1d..." "Yoi... apa ?" "Entar pulang, gua minta bonceng ama loe ya ? Temanin gua bentar beli karton buat persiapan kelas kita dekor hari Valentine Day." "Boleh..." F1do menutup buku fisikanya. "Well... loe udah dapet pasangan nanti buat Valentine Day ?" "Belum... Napa, F1d ?" "Enggg... Enggak jadi deh..." "Oh, ya udah." Anak-anak buru-buru tenang ketika ibu guru Lannie masuk kelas, diikuti seorang anak yang lumayan ganteng dengan memanggul sebuah tas dibelakang punggungnya. "Met siang, anak-anak... Kenalkan ada anak baru, Douglas." "Halo ! Saya tinggal di Pondok Indah. Orang kaya tentunya... Saya harap kalian bisa menerima saya." Duileeehhhh,... lagaknya. Anak-anak langsung melemparkan pandangan ke Jerry, yang biasanya sok borjuis. "Jer... saingan loe tuh..." "Jelas kayaan gua... Gua mah ada rumah di Beverly Hills..." seru Jerry nggak mao kalah. "Udah...udah... Douglas, silakan duduk." Ibu Lannie Abigail menenangkan. ------------------------------------------------ "F1d... Jadi nggak loe anterin gua ?" tanya Cheerful ketika F1do lagi menyantap semangkok bakmie di kantin. F1do melirik ke arah Cheerful. "Mon... Kayaknya pengen hujan ya ? Nggak papa kalo kita naik motor kehujanan ntar ? Tapi sih gua bawa jas hujan..." "Ya udah yuk... Buruan makanya..." F1do langsung buru-buru menghabiskan bakmienya sampai-sampai tali sepatunya ikut ketelan dikirain bakmie ! Dengan mengendarai motor bebek, F1do membonceng Cheerful ke Gramedia buat beli karton itu. Tapi emang dasar cuaca nggak bisa diajak kompromi. Hujan mulai turun. Byurrrrr !!! "Mon... turun dulu... Kita pake jas hujan !" seru F1do panik. "Iya... iya..." Cheerful segera turun. F1do mengambil jas hujan dari bawah jok motornya ketika hujan agak mulai deras. "Buruan, F1d... Entar gua basah nih..." Segera sekonyong-konyong mobil BMW keluaran terbaru datang dengan kecepatan yang dikurangi ke arah F1do dan Cheerful. Kaca mobil terbuka. Muncul kepala si Douglas. "Hi, Mon... Ngapain hujan-hujan ? Ikut gua aja yuk ! Daripada kehujanan..." Cheerful menoleh ke arah F1do. F1do hanya diam saja. Douglas melanjutkan. "Ngapain naik motor butut itu ? Udah kepanasan, berdebu, kehujanan lagi ! Belum kalo mogok... Loe mau ke Gramedia kan ? Gua anterin deh..." F1do jadi sengit di dalam hati. Lagak loe menghina orang banget sih ? "Tapi gua udah janji ama F1do mao nyari karton bareng-bareng..." "Nyarinya ama gua aja. Mau nggak ? Buruan... Udah hujan nih. Gua sih kasihan ama loenya aja. Cakep-cakep begini bukan kelas loe naik motor butut gituan." Cheerful menoleh ke arah F1do lagi. "Gimana, F1d ?" "Terserah loe deh..." sahut F1do. "Gua ikut dia aja ya ? Soalnya hujan sih, F1d..." tanya Cheerful. "Ya udah..." "Sorry ya, F1d..." Cheerful lalu masuk ke dalam mobil itu. Douglas tersenyum sinis. "Eh, ceking ! Loe ngaca dulu kalo mao dapetin Monik... Miskin aja mo dapet yang hi-class..." Langsung BMW itu ngebut menyiprat becekan di jalan mengenai sekujur tubuh F1do ! "Hoiiiiiiiiiii !!! Kurang asem loeeeeeeeeee !!!" teriak F1do mencak-mencak. ------------------------------------------------ F1do pulang dengan sekujur tubuh yang basah. Mami yang sedang mencuci baju, menyambut F1do. "Aduh... kehujanan ya, F1d ? Nggak dipake jas hujannya ?" "Dipake, mi. Tapi sebelumnya dicipratin mobil anak baru yang rese itu !" "Lho ? Anak mana ?" F1do menceritakan kejadian tadi dari beginning cerita ampe habis. "Ya udah deh... Ganti deh bajunya, nanti kamu masuk angin." "Mi... F1do minta beliin mobil, mi. Biar nanti kalo hujan, Cheerful nggak kehujanan lagi." "Ya ampun, F1d... Duitnya dari mana ?" F1do hanya melongo. "Kita kan belum mampu, F1d... Udah bagus kamu ada motor. Itu juga mami beliin lewat perjuangan kan ? Mami aja lagi susah nih... iuran pam aja mami bingung belum dibayar. Mana papi belum ngirim duit lagi... Tapi F1do jangan menyesal karena dilahirkan dari keluarga yang enggak mampu... Karena masih ada orang yang lebih kekurangan dari kita..." F1do merasa menyesal. "Iya, mi... Sorry ya, mi... F1do nggak minta yang macem-macem lagi deh, mi..." F1do berlalu masuk kamar. Memikirkan mami yang udah capek-capek kerja jadi tukang cuci baju orang sehingga menambah penghasilan. Sedangkan papi di luar daerah kerja jadi tukang, yang pulangnya bisa 1/2 tahun sekali. F1do ingin membantu mereka loh... Tapi F1do kan masih sekolah... Gimana ya caranya ? Akhirnya F1do tertidur lelap di tengah derasnya hujan. Di tengah derasnya tangisan luka hati F1do akan kelakuan si Douglas. ------------------------------------------------ Semenjak kejadian hujan itu, F1do jadi sebal ama kelakuan Douglas. Melebihi Jerry. Soalnya kalo Jerry biarpun sok borju tapi nggak pernah menghina kemiskinan orang. Lain ama Douglas. Dan terlebih lagi Douglas mo deket-deketin inceran F1do dari jaman dahulu, si Monik... Pernah waktu ke Taman Anggrek, ketika F1do jalan sendirian mergoki Cheerful jalan bareng ama Douglas. F1do jelas jengkel setengah mati. Tapi ya apa mao dikata..... F1do kalah segala-galanya dari Douglas. Kalah tampang jelas... Douglas emang ganteng. F1do ? Ganteng juga tapi ganjelan genteng ! Douglas orang kaya, sedangkan F1do ? Orang tak punya. Douglas punya BMW keluaran terbaru, F1do ? Cuma motor bebek keluaran tahun 94 ! Douglas punya HP, F1do ? Ih boro-boro, nelpon aja masih pake koin. Saking kesalnya F1do, sampai-sampai kekesalannya terbawa ke Cheerful. Cheerful yang biasanya minta jawaban contekan dari F1do kagak dihirauin lagi. "F1d... akhir-akhir ini loe jadi pendiem ? Kenapa ?" tanya Kachu. F1do hanya diam. "Yee... ngomong donk..." "Egepe ah." F1do berlalu. Monika Cheerful menghampiri F1do. "F1d... Payah loe ah... Tadi gua minta jawaban ulangan, kok kagak dikasih sih ?" F1do membuang muka. "F1d ? Loe marahan ya ?" F1do hanya diam. "Jawab donkkkk..." Cheerful menarik-narik lengan F1do. "Iya... kenapa ?" "Gara-gara kasus hujan itu ?" Cheerful memandang F1do dengan perasaan menyesal. "Itu salah satunya." "Waktu loe pergokin gua ama Douglas ke Taman Anggrek ?" tanya Cheerful kembali. "Iya. Loe kan pernah bilang mau konsentrasi dulu sekolah dan pelayanan ama Tuhan dulu. Tapi loe boongin gua ya... Loe udah jalan berduaan ama dia..." "Aduh... F1d... Gua kan waktu itu lagi nyari kado buat acara Valentine Day nanti." "Udahlah... Loe boongin gua aja terus... Gua tahu kalo loe enggak mao ama gua, jadi loe pake alesannya itu buat nolak gua. Gua ngerti dia lebih kaya, lebih ganteng, lebih segala-galanya dari gua ! Gua emang sih enggak punya apa-apa. Gua emang kagak bisa bikin loe bahagia dengan kehujanan di motor gua. Selamat jadian deh ama dia..." "F1d..." F1do langsung ngeloyor menuju motornya dan menyalakan mesin. "F1d, dengar gua dulu donk..." Douglas muncul dari kejauhan sambil tersenyum-senyum. F1do berlalu meninggalkan Cheerful yang menahan air matanya. ------------------------------------------------ Kringggggggggg !!! Marmalade mengangkat gagang telpon. "Halo ?" "Halo... Malade ya ?" "Iya, siapa nih... ?" "Monika. F1donya ada ?" "Ada. Tunggu bentar ya..." Marmalade berteriak-teriak di bawah tangga. "F1d.... cewek loe nih telpon...." F1do turun tangga dengan malas-malasan. "Siapa, Lade ?" "Monika..." "Bilang aja gua nggak ada !" F1do langsung naik tangga lagi. "Yeeeee... nih anak..." "Halo, Mon. Tadi F1do bilang, dianya nggak ada." "Lho ?" Cheerful kebingungan. Klik ! Telpon dimatikan. ------------------------------------------------ Cheerful merasa bersalah ama F1do. Mau makan jadi nggak enak. Mau bobo teringat F1do terus. Aduh... jadi serba salah deh... Walaupun dia cuek, sebenarnya F1do itu baik. Anaknya tidak gengsian, setia kawan dalam suka dan duka. Tapi gimana ya ? Kalo ngambek, susah deh dibaekinnya lagi. Apalagi Cheerful udah janji mao cari karton bareng-bareng. F1do udah rela-relain mo nganterin Cheerful ke toko buku dengan resiko kehujanan. Kalo nggak nganterin Cheerful kan, F1do bisa nunggu hujannya reda dulu, baru dia pulang. Tapi kalo F1do ditelponin, selalu nggak mau dijawab. Cheerful bingung harus memilih siapa di antara dua cowok ini ? Bukannya apa-apa... Hari Valentine Day sudah dekat, dan Cheerful belum memiliki pasangan untuk pesta sekolah nanti. Tapi apa F1do mao maafin Cheerful ? Dan menerima tawaran Cheerful untuk menjadi pasangannya nanti ? Ah,... gimana ya ? Kalo menurut para pembaca gimana ? Bingung juga kan ? Akhirnya Cheerful menulis surat lalu ditaruh di kolong meja F1do pagi itu. Douglas yang kebetulan memperhatikan gerak-gerik Cheerful, menunggu pas ada kesempatan yang baik. Ketika Cheerful keluar kelas sebentar, Douglas langsung menuju meja F1do. Membuka surat itu. "F1d... loe jangan marah lagi ya ? Sebagai permintaan maaf gua, mau nggak loe jadi pasangan gua nanti pas di hari Valentine Day ? Bales yaaaa.... Ttd Monika Cheerful" "Oooo... mau ngajak Cheerful ya ? Nggak usah deh yaa..." Douglas merobek surat itu. Idih... jahatnya... Cheerful yang menunggu-nunggu reaksi F1do masih terbengong-bengong melihat tingkah laku F1do yang sama aja kayak kemaren. Kasihan banget deh lihat Cheerful dicuekin terusssssssss... ------------------------------------------------ Cheerful berniat menelpon F1do, tapi aduhhhhhhhh... kok telpon F1do busy terus ya ? Ternyata F1do lagi menelepon Kachu. "Halo, Kachut... Entar malam loe udah ada pasangan ?" "Oh udah sih, F1d. Napa ?" "Enggak, gua mau ajak loe..." "Uehhhh, tumben nih... Emang Cheerful kenapa ?" "Dia mungkin pergi ama Douglas kali. Eh, by the way, pasangan loe siapa ?" "Dani, anak kelas sebelah." "Oh ya udah deh." Klik ! Wah, semua udah ada pasangan nih... Gawat, tinggal F1do sendiri aja yang belum ada. Aduh... napa nggak nyari dari jauh-jauh hari ya ? Matilah gua... Mau kagak dateng, nggak enak. Sayang kan banyak makanan gratis. Bingung nih... Eh, Cheerful beneran nggak ya, pergi ama Douglas ? Kalo dia benar-benar menyesal, pasti dong hubungi gua sekarang, ya paling nggak, nulis surat kek seperti yang gua lakukan waktu ngirim surat cinta ke dia waktu itu, pikir F1do. Apa benar dia nggak mau perduli lagi ama F1do ? Apa benar gara-gara F1do cuekin Cheerful, lalu Cheerful jadi cuekin F1do ? Padahal kan F1do cuma mau beri pelajaran aja ama Cheerful gimana sakitnya diboongin. Setelah menimbang kanan dan kiri oke dengan alat timbangan yang pas, sore itu F1do menelpon Cheerful. "Halo..." "Halo juga ?" "Bisa bicara dengan Cheerful ?" "Siapa ini ?" "F1do... Situ siapa ?" "Pembantunya. Oh nak F1do. Cheerful udah pergi, tapi tadi dia hubungin kamu terus, katanya kamu lagi nelpon terus ya ?" "Oh iya. Lagi nyari pasangan buat Valentine Day... Eh, dia pergi ama siapa ?" "Pergi sendiri tuh... Naik taksi..." "Oh oke deh, Thanks..." Wah, F1d... Ada kesempatan nih... Kayaknya dia belum ada pasangan. Buru-buru F1do berdandan rapi dan pergi ke toko kembang sebentar. Beli kembang untuk permintaan maaf ke Cheerful. Sampai sekolah, F1do agak telat 5 menit. "Hoiiii, F1d... Huehuehue... gua baru lihat loe keren gini..." tawa Roy Sluiter yang berpasangan dengan Felicia. Saturn XQ yang berpasangan dengan Ruth tersenyum melihat F1do yang emang berdandan habis. Kachu yang tadinya sedang mengobrol dengan Dani mendekati F1do. "Huehuehueuhue... F1d... Kembang buat siapa ? Romantis banget nih F1do..." Dani nyeletuk, "F1d... mana pasangan loe ? Nggak pergi bareng-bareng ?" F1do nggak menjawab semua itu. Pandangan matanya menjelajah ke setiap pelosok ruangan. Mencari-cari Cheerful dulu. Matanya tertuju pada seorang gadis yang sedang sendirian duduk di pojok. Eh, itu kan Cheerful. F1do bergegas ingin mendekati dan tiba-tiba telat beberapa saat ketika Douglas menghampiri Cheerful membawakan segelas minuman. Weksssss... Betapa hancurnya hati F1do. My oh my... F1do bergegas keluar ruangan. Cheerful sekilas melihat F1do membuang kembang dari tangannya ke tong sampah. "Bentar ya, Doug..." Cheerful bangkit dari tempat duduknya dan mengejar F1do. Telat...... F1do sudah pulang dengan mengendarai motor bebeknya itu. Hiks... Cheerful juga sebenarnya nggak punya pasangan saat itu ketika Douglas baru menghampiri Cheerful untuk menawarkan menjadi pasangan malam itu di acara Valentine Day. Cheerful berbalik masuk ke dalam ketika matanya tertuju ke tong sampah tadi. Cheerful memungut kembangnya F1do dari tong sampah itu. Kembang yang wangi itu menjadi kotor berbaur ama sampah-sampah. Ada secarik kartu. "Hi, Monik... Met Valentine Day ! Kamu belum ada pasangan kan ? Gimana kalo jadi pasangan saya sebagai permintaan maaf saya karena telah cuekin kamu belakangan ini... F1do..." Seketika juga guntur menggelegar di udara. Dan hujan mulai turun rintik-rintik. Cheerful merasa kasihan ama F1do. Oh, F1do yang malang. Yang pasti sekarang sedang kehujanan lagi di jalanan... ------------------------------------------------ So bagaimana kelanjutan hubungan asmara F1do ama Cheerful ? Gua aja belum mikir ! Hihihi... Tapi tenang aja... Ada kok cerita-cerita berikutnya yang lebih seru. Yang mao usul atau saran boleh kirim ke freedattaq@yahoo.com Peace ! \o/ -----(END)-----