MISKIN ITU ANUGERAH
Cerpen F1do - Miskin Itu Anugerah ------------------------------------------------------------------------------------------------- Created by : Freedi Djajadi July 9th 2000 Seperti dikisahkan kembali oleh someone... (--- Based on True Story ---) Pernahkah anda berpikir bagaimana rasanya jadi orang miskin ? Well... saya pernah. Bukannya hanya berpikir lagi... Tapi benar-benar merasakan. Yang namanya mobil itu... aku nggak punya. Tapi aku bersyukur bisa punya sepeda motor. Sementara banyak orang yang tidak memiliki apa-apa. Sehingga mereka hanya bisa pergi dengan berdesak-desakan dalam bis. Berbaur dalam keringat, panas dan sesak di dalam bis. Tapi sama juga dengan keadaanku. Kehujanankah... Kepanasankah... Berdebukah... Ya, masih banyak yang tidak dapat dirasakan senangnya dengan mengendarai sepeda motor. Mungkin... mungkin kita iri dengan mereka yang menikmati kekayaan mereka. Nggak apa-apa... Hal itu wajar... Mereka bisa menghamburkan kekayaan mereka. Kelihatannya mereka puas toh ? Padahal ? Siapa yang tahu... Mungkin... mungkin kita minder, apabila kita sebagai orang tak punya, sering dilecehkan. Tapi nggak apa-apa. Nikmati saja lecehan mereka itu. Walau kadang terasa sakit, ya... Just accept it. Kita toh memang biasa dilecehkan kan ? Sering orang kaya memandang kita sebagai orang-orang yang tak diperlukan di muka bumi. Mungkin kita muak dengan mereka. Mungkin kita ingin membalas mereka dengan tinju kita atau kekerasan fisik lainnya. Tapi... jangan... sebab pembalasan itu haknya Tuhan. Tahu nggak ? Miskin itu sebenarnya anugerah loh... Jarang-jarang kita bisa menikmati bagaimana rasanya hidup miskin itu. Itu kan cuma ada kesempatan selagi kita hidup. Ya nggak ? Emang sih, ada yang bilang boro-boro jangan... Apa sih enaknya miskin ? Gini loh... Siapa tahu... ya siapa tahu... kalo seluruh penduduk bumi ini jatuh miskin semua. Bagi yang sudah terbiasa hidup miskin, atau se-enggak-enggaknya pernah merasakan hidup miskin, hal itu tidak mengagetkan lagi. Ya, tinggal dijalani aja... Tetapi... bagi mereka yang biasa hidup kaya, hal itu sungguh tidak mengenakkan. Kita masih beruntung... Seringkali kita memandang ke atas terus. Tetapi jarang sekali kita memandang orang-orang yang statusnya di bawah kita. Pernahkah kalian memikirkan bagaimana kedinginannya seorang gembel yang tidur di emperan toko hanya beralaskan selembar koran saja ? Nah... ! Dengan cerpen ini, mungkin kalian dikuatkan. Mungkin kalian disadarkan kembali... Bahwa yang namanya miskin itu, memang sih sebenarnya tidak enak... tapi apa mau dikata... Tuhan sudah memberi kita masing-masing. Memberi sesuai kehendakNya. Jadi terima saja apa yang diberikan olehNya... Terima kasih atas perhatiannya... -----(END)-----